Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 294 : Menyingkirkan tanda terkutuk


####


"Dia ada di gedung ini," ucap Sunlong melalui telepati.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Pria tua yang telah menyegel relik relikmu. Saat ini dia memunculkan hawa keberadaannya di ruang peracik," ucap Sunlong melalui telepati.


Xiao Tian yang tadinya mengikuti Tian Ling menghentikan langkahnya lalu melaluo telepati diapun berkata,


"Apa ucapanmu bisa aku percaya?"


"Apakah kau sedang berbicara dengan Sunlong?"


"Atau berbicara dengan sisi gelapmu?"


"Kenapa kau berhenti?"


"Bisakah kau berbicara denganku melalui telepati?"


"Aku tak bisa menyadap telepati kalian karena aku sudah kehabisan kekuatan jiwa. Aku juga tak bisa membaca pikiranmu saat ini, bisakah kau jelaskan mengapa kau berhenti mengikuti Tian Ling?" tanya Dewa petir sambil terbang mengelilingi Xiao Tian.


"Bisakah kau diam!" bentak Xiao Tian melalui telepati.


"Kenapa kau membentakku?"


"Aku kan cuman bertanya, huft," ucap Dewa petir dengan tampang kesal.


"Kenapa kau berhenti?"


"Bukankah kau ingin ke kamarmu?"


"Cepat ikuti aku," ucap Tian Ling sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Maaf aku sedikit melamun tadi," ucap Xiao Tian sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Haih, baiklah kalau begitu ikuti aku dengan benar kali ini ya," ucap Tian Ling sambil melanjutkan langkahnya.


"Baiklah," ucap Xiao Tian sambil melanjutkan langkahnya.


"Apa kau tak ingin bertemu dengan oramg misterius itu?" tanya Sunlong melalui telepati.


"Tak perlu, setelah hari berganti Dewa petir akan mendapatkan kembali kekuatannya. Dan tanda sialan yang menyegel relik relikku ini pasti akan bisa disingkirkan dengan mudah tanpa perlu bantuannya," ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Begitu ya, aku mengerti," ucap Sunlomg melalui telepati.


"Tunggu dulu, kenapa kau malah meninggalkanku!" ucap Dewa petir sambil terbang mengikuti Xiao Tian.


####


"Ini adalah kamarmu, jika butuh sesuatu panggil saja aku," ucap Tian Ling sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Perasaanku saja, atau gadis ini memang menyukaiku ya?" pikir Xiao Tian sambil menghela napas.


###


"Apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Turnamennya akan diadakan besok, sedangkan luka dalammu belum sembuh seutuhnya," ucap Dewa petir sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Kita pikirkan itu besok, setelah kekuatanmu kembali," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Dewa petir.


"Aku mengerti," ucap Dewa petir sambil menganggukkan kepalanya.


#Keesokan harinya


Xiao Tian membuka matanya lebar lebar disaat matahari masih belum terbit. Dia masih menggunakan topeng Dewa saat tertidur untuk mencegah seorang penyusup mengetahui wajah dibalik topeng tersebut.


Ketika baru terbangun dari tidurnya, hal pertama yang dia lakukan adalah membangunkan Dewa petir yang ikut tidur di sampingnya karena merasa begitu lelah dan bosan.


Xiao Tian melakukan segala cara untuk membangunkan Dewa petir. Dari menggoyamg goyang tubuhnya, berteriak melalui telepati, berbisik di telinganya hingga mencoba menyiramnya dengan air. Namun Dewa petir tak kunjung bangun juga, karena air yang dia siramkan ke arah Dewa petir menembus rohnya begitu saja hingga membasahi kasurnya.


Karena Dewa petir sulit dibangunkan, Xiao Tian pun mendorongnya hingga terjatuh dari atas kasur dengan tampang yang cukup kesal.


Brukkk


"Aduh, kenapa kau mendorongku!" teriak Dewa petir dengan kesal.


"Aku tak punya pilihan lain, karena kau sangat sulit dibangunkan," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.


"Mau bagaimana lagi, ini adalah pertama kalinya aku tidur selama menjadi seorang Dewa," ucap Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.


"Lalu kenapa kau tak tidur saat terkurung dalam ruang hampa dulu?"


"Padahl waktumu sangat banyak saat itu," tanya Xiao Tian sambil melirik ke arah Dewa petir.


"Aku mana bisa tidur di tempat seperti itu!"


"Iya iya, maaf. Kejadian waktu itu tak akan terulang lagi," ucap Xiao Tian sambil mencoba menenangkan Dewa petir.


"Ya sudahlah, aku tak mau membahasnya lagi. Ngomong ngomong kenapa kau membangunkanku sepagi ini?" tanya Dewa Petir sambil menatap mata Xiao Tian.


Pertama tama aku ingin menanyakan satu hal, apakah kekuatanmu sudah kembali?" tanya Xiao Tian sambil menatap ke arah Dewa petir.


"Tentu saja, lagipula sekarang kan sudah berganti hari di dunia nyata," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian dengan tampang kesal.


"Kalau begitu, bisakah kau singkirkan tanda yang ditinggalkan orang tua misterius itu dari punggungku?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Dewa petir.


"Tentu saja, duduklah dengan tenang dan biarkan aku memeriksa punggungmu," ucap Dewa petir sambil membalas tatapan Xiao Tian.


Xiao Tian langsung duduk sambil bersemedi, lalu Dewa petir langsung memukul punggungnya dengan telapak tangan yang terbuka lebar.


Bukkk


Tangan Dewa petir berlapis kekuatan qi dan kekuatan jiwa yang cukup tinggi, telapak tamgannya mengeluarkan sinar putih yang sanggup mendorong keluar esensi qi milik orang misterius itu hingga hancur tanpa sisa.


Esensi qi milik pria tua misterius itu berbentuk tengkorak dan berlapis asap merah. Xiao Tian sempat melihat bentuk tersebut sebelum esensi qi itu hancur tanpa sisa.


Woooshhh


"Sinar merah apa tadi?" ucap Xiao Tian dengan napas terengah engah.


"Itu adalah esensi qi milik pria tua misterius itu. Bentuk tengkorak yang tak lazim itu, merupakan bukti bahwa esensi qi itu bukanlah esensi sembarangan."


"Itu adalah esensi qi yang telah bersatu dengan relik asap merah. Relik yang sanggup menyegel kekuatan relik serta regenerasi qi orang lain dengan menyelipkan esensi qi pengguna relik tersebut. Dan satu satunya cara untuk menyelipkan esensi ai adalahenyentuh target secara langsung, itulah alasan mengapa pria tua itu menyentuh punggungmu sebelumnya," jelas Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.


"Dengan menghancurkan tanda yang dia tinggalkan, apakah dia akan menyadarinya?" tanya Xiao Tian sambilengerutkan dahi.


"Tenanglah, relik tersebut bukanlah relik pelacak. Dia tak akan menyadari bahwa kekuatan relik milikmu telah kembali, asalkan kau tak menggunakan kemampuan relik milikmu di hadapannya," ucap Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.


"Apakah relik asap merah merupakan salah satu relik Kaisar iblis?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"ya, itu memang benar," ucap Dewa petir sambil menganggukkan kepala.


"Huft merepotkan," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Oh iya, bisakah kau tanyakan pada Kaisar Langit bagaimana keadaan guruku sekarang?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Gurumu tak akan pernah bisa bangun lagi, sebelum kita mengumpulkan lima puluh relik kaisar iblis dan menyalurkan kekuatannya untuk membangkitkan gurumu," ucap Dewa petir sambil menundukkan kepala.


"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang!"


bentak Xiao Tian sambil memegang kerah Dewa petir.


"Kau masih terlalu lemah saat ini, mengumpulkan relik Kaisar iblis bukanlah ide yang bagus. Kau mungkin akan diincar oleh para Kaisar iblis yang telah bebas, dan para pemburu relik yang lainnya," ucap Dewa petir sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Apakah relik es, relik perak serta relik ruang hampa milikku juga termasuk relik Kaisar iblis?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Tidak, relik relik yang kau miliki bukanlah relik Kaisar iblis. Tapi hanyalah relik relik biasa yang menyegel kekuatan iblis tingkat rendah. Relik yang dibuat oleh para Dewa yang mencoba membantu gurumu sebelumnya," jelas Dewa petir dengan tampang serius.


"Kenapa kita memerlukan relik relik itu untuk membangkitkan guruku?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Dalam sembilan puluh sembilan relik Kaisar iblis yang gurumu ciptakan, terdapat satu pecahan jiwa milik gurumu. Pecahan jiwa itu berfungsi untuk mengikat inti vampir yang digunakan sebagai penguat segel relik Kaisar iblis."


"Dengan hancurnya relik tersebut, maka pecahan jiwa milik gurumu juga ikut hancur."


"Alhasil gurumu makin sulit mendapatkan kembali kesadarannya,"


"Semakin banyak relik kaisar iblis yang hancur, semakin banyak pula pecahan jiwanya yang lenyap."


"Saat ini hanya tersisa delapan puluh lima relik kaisar iblis yang belum hancur. Dan salah satunya ada di pria misterius itu."


"Aku berani bertaruh, kalau alasan dia menyembunyikan diri selama ini, untuk menghindari serangan para pembasmi iblis, dan para Kaisar iblis," jelas Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.


"Kenapa dia juga harus bersembunyi dari para pembasmi iblis?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Kau masih belum memahami cara kerja mereka ya?"


"Pembasmi iblis tak hanya membasmi iblis saja, mereka juga membasmi segala macam peralatan iblis. Termasuk pedang iblis, dan relik yang menyegel para iblis."


"Untuk mengincarmu yang baru diketahui melindungi iblis saja, mereka bisa mengirimkan satu pasukan elit mereka."


"Apalagi orang yang terikat dengan relik Kaisar iblis, aku yakin mereka akan mengirimkan pasukan penuhnya."


"Saat sudah menyangkut dengan para Kaisar iblis, pendiri pembasmi iblis yang legendaris pun bisa dipastikan akan ikut turun tangan," jelas Dewa petir melalui telepati.


"Pendiri sekte pembasmi iblis yang legendaris, kalau tak salah namanya adalah ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan ucapnnya, Sunlong memotong pembicaraan dengan berkata,


"Hentikan omong kosongmu!"


"Aku tak ingin mendengarmu menyebut nama pria terkutuk itu!" ucap Sunlong sambil keluar dari cincin ruang Xiao Tian.


"Kau masih belum bisa melupakan dendammu ya, teman," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Sunlong.