Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 358 : Maksud dan tujuan Xiao Tian


#Ruang hampa


"Grrrrrr," naga hitam berusaha melepaskan diri dari cengkraman Dian Zheng yang terus mencegahnya menjauh.


"Kudengar ingatan naga sangatlah kuat hingga tak bisa dimanipulasi oleh para Dewa. Apakah kau mengingat semua hal yang dilupakan oleh semua orang?" tanya Dian Zheng sambil memegang kepala naga hitam yang tak bisa menjauh karena rantai hitam yang mengikat keempat kakinya. Rantai tersebut terbuat dari qi iblis yang selama ini telah Dian Zheng lupakan sebelumnya.


"Grrrrrr," ucap naga hitam.


"Sayang sekali aku tak bisa bahasa naga."


"Kalau begitu, menetaplah untuk sementara dan biarkan aku mempelajari bahasa naga dengan menyerap sebagian kecil aura naga milikmu," ucap Dian Zheng sambil memegang kepala naga hitam.


"Ingatanku masih belum lengkap. Ingatan terakhirku adalah ketika aku dikurung di tempat pengasingan tanpa makan dan minum oleh Kaisar langit. Semua terjadi hanya karena qi iblis yang entah muncul dari mana. Statusku sebagai putra seorang Dewa pun sering dipertanyakan. Rasa benci terhadap ayahku sendiri yang selalu menghantuiku belakangan ini. Semuanya benar benar menggangguku."


"Jika aku berhasil mempelajari bahasamu, tolong beritahu aku kebenarannya. Naga hitam, " ucap Dian Zheng dengan tatapan dinginnya.


"Grrrr, " ucap naga hitam sambil mencoba melepaskan diri.


####


Gedung utama Sekte singa perak


Aula pertemuan


Sunlong, Siluman harimau, keluarga besar klan Huang, Taiwu dan ketiga jenderal utama, Su Yan, Huanran, Liang Su, Huang Li, Medusa dan para roh iblis yang telah mendapatkan tubuh baru mereka berkumpul menghadap Xiao Tian.


Sedangkan Kaibo, Jingmi, putri Jia Li, Xiao Zhaoye, dan Xiao Hong duduk di samping kanan dan kiri Xiao Tian sambil menatap ke depan.


"Seperti yang kukatakan sebelumnya, besok akan datang sesosok orang yang cukup merepotkan. Aku memerlukan kerjasama kalian untuk menyelesaikan orang tersebut."


"Adik dari raja kerajaan Ning yang menguasai daratan Xian Yun ini."


"Dewa petir, sedang disibukkan oleh urusannya sendiri. Para siluman rusa dan beberapa siluman rubah merah sedang menyamar di sekte harimau emas dan sekte naga bersayap."


"Sedangkan Tian Zhong serta beberapa siluman rubah melanjutkan penyamaran mereka menjadi jenderal Chen Li dan pasukan bayangan."


"Semua hal itu harus dilakukan agar tak menarik kecurigaan kerajaan Ning," ucap Xiao Tian sambil menatap semua orang.


"Seberapa kuat sebenarnya kerajaan Ning ini? " tanya Taiwu sambil memberi hormat.


"Kemungkinan besar mereka jauh lebih kuat dibandingkan sekte pembasmi iblis," jawab Xiao Tian sambil menatap mata Taiwu.


Mendengar jawaban Xiao Tian sontak membuat semua orang terkejut. Dalam sorot mata mereka terlihat jelas betapa takutnya mereka saat itu.


Xiao Zhaoye pun menepuk pundak Xiao Tian disaat mendengar jawaban putranya tersebut. Dengan tampang yang begitu serius dia pun berkata, "Nak, kita dalam pelarian sekarang. Kenapa kau mencari masalah dengan musuh yang lebih berbahaya?"


"Sebenarnya apa tujuanmu?" tanya Xiao Zhaoye sambil menatap wajah Xiao Tian.


"Apakah ayah pernah mendengar api suci?"


tanya Xiao Tian sambil menatap ayahnya.


"Api suci?"


"Tentu saja ayah tahu, itu merupakan api legendaris yang bisa membuat kualitas api seorang pendekar meningkat dengan tajam."


"kalau tak salah ada enam jenis api suci. Yaitu api biru, ungu, hijau, hitam dan putih, " jawab Xiao Zhaoye sambil menatap mata Xiao Tian.


"Apakah ayah tahu kalau di dalam kediaman adik raja kerajaan Ning terdapat api suci yang berwarna putih murni. Api terkuat yang bisa melahap api yang lain. Api yang bisa membantu seorang alkemis meracik pil tingkat Dewa. Api yang bisa mempercepat kultivasi semua orang. Api yang menjadi alasan mengapa kerajaan Ning bisa sekuat sekarang, " jelas Xiao Tian dengan tampang serius.


"Ini terlalu beresiko putraku. Musuh yang kita hadapi jauh lebih kuat sebelumnya, bisakah kau urungkan saja niatmu ini? " tanya raja Xiao Zhaoye sambil menatap mata putranya.


Xiao Tian pun tersenyum saat melihat ayahnya begitu khawatir.


Setelah mengatakan maksud dan tujuannya mencari masalah dengan kerajaan Ning, Xiao Tian pun menjelaskan hal lain tentang semua rencananya. Setelah mendengar semua rincian rencana hebat Xiao Tian, semua orang langsung bersorak memuji Xiao Tian.


####


Kamar pribadi Xiao Tian dan putri Jia Li


Putri Jia Li terlihat malu malu karena ini pertama kali baginya berbagi tempat tidur dengan Xiao Tian. Saking malunya dia tak berani untuk memulai pembicaraan.


Untuk menghilangkan suasana canggung tersebut, Xiao Tian pun berkata, "Ehm,"


"Apakah kau baik baik saja, Lily?"


"Aku baik baik saja," jawab putri Jia Li sambil memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau tak mau menatapku?"


"Apakah kau menyesali pernikahan kita? " tanya Xiao Tian sambil mendekatkan wajahnya ke arah Jia Li.


"Bu ... bukan begitu!" ucap putri Jia Li sambil menatap balik wajah Xiao Tian.


Wajah Xiao Tian sangat dekat saat itu, hingga mereka hampir berciuman. Putri Jia Li yang belum siap akan keadaan tersebut langsung pingsan tak sadarkan diri.


"Te ... terlalu dekat, " pikir Jia Li dengan wajah yang terlihat memerah.


Melihat putri Jia Li yang pingsan saat menatap wajahnya, Xiao Tian pun langsung khawatir.


"Lily? "


"Apa kau baik baik saja?" ucap Xiao Tian sambil mengecek napas di hidungnya.


"Syukurlah, ternyata hanya pingsan. Apakah dia terlalu lelah karena berlatih keras di ruang hampa?"


"Semoga saja begitu," pikir Xiao Tian sambil menatap wajah Jia Li.


"Persediaan pil penyambung nyawa milik Xian Yun tinggal dua puluh pil lagi, setiap pil mewakili satu hari masa hidup. Hidup di Ruang hampa membuat pil penyambung nyawa habis jauh lebih cepat karena adanya perbedaan waktu. Hingga aku bisa meracik pil itu sendiri, aku tak boleh membiarkan Lily masuk ke ruang hampa lagi, " pikir Xiao Tian sambil menatap wajah istrinya.


"Aku mengerti, jadi tujuan utama kau mengambil api suci adalah untuk mendapatkan kemampuan meracik pil penyambung nyawa ya?" tanya sisi lain Xiao Tian yang tiba tiba muncul di dalam kamar. Dia terlihat penuh luka karena habis berurusan dengan kelompok penjual budak.


"Apakah tugasmu sudah selesai?" tanya Xiao Tian sambil menatap sisi lainnya yang memakai penutup wajah bagaikan seorang ninja.


"Tentu saja, semua selesai. Keluarga Meng dan para budak malang berhasil kuselamatkan. Saat ini mereka kutitipkan pada sekte harimau emas yang telah dikuasai oleh para siluman rusa, " jelas sisi lain Xiao Tian dengan napas terengah engah.


"Kau jauh lebih kuat dari pada diriku, siapa yang berhasil melukaimu hingga seperti ini?" tanya Xiao Tian sambil menatap sisi lainnya.


"Salah satu dari tujuh pondasi kerajaan, Ning Zetao," jelas sisi lain Xiao Tian dengan tubuh yang mulai memudar.


"Sepertinya tubuh tiruanku sudah tak bisa bertahan lagi. Kembalilah ke tubuhku sebelum kau lenyap bersama tubuh itu," ucap Xiao Tian sambil menatap sisi lainnya.


"Cih, aku mengerti," ucap sisi lain Xiao Tian sebelum melesat keluar dari tubuh tiruan yang sedang dia rasuki.


Setelah sisi lainnya merasuk kembali ke dalam tubuh, Xiao Tian tersenyum tenang sambil berkata, "Syukurlah kau kembali hidup hidup, kupikir kau akan musnah ditangan mereka,"


"Cih, jangan terlalu meremehkanku. Meski aku sangat suka bertarung, aku tak akan mencari masalah dengan musuh yang jauh lebih kuat dariku. Aku tahu kapan harus kabur, dan kapan harus bertarung," ucap sisi lain Xiao Tian melalui telepati.


#Tempat perbudakan kerajaan Ning


"Huaaa! " teriak Ning Zetao sambil merusak properti tempat perbudakan. Dia terlihat begitu marah karena gagal mencegah sisi lain Xiao Tian membawa kabur para budak.


"Siapapun kau, aku pasti akan menangkapmu. Pencuri kecil!" teriak Ning Zetao sambil menghentakkan kampaknya.