
....
"Recovery!" naga putih memulihkan tubuh Xiao Tian yang masih dalam gendongan kloningnya.
Perlahan tapi pasti, luka yang Xiao Tian derita pun pulih.
'Naga putih?' Xiao Tian tersenyum setelah melihat naga putih saat pertama kali membuka matanya.
"Dimana naga hitam?" tanya naga putih.
"Ke ... kenapa anda mencariku?" naga hitam muncul dari balik punggung kloning Xiao Tian yang berada tepat di hadapannya.
Naga putih tak menjawab, dan langsung meletakkan telapak tangannya ke dahi naga hitam versi mini. 'Sudah kuduga. Bagaimana bisa aku tak menyadarinya?' Naga putih tersenyum senang, namun di mata naga hitam, senyum tersebut seperti ketenangan sebelum badai.
'Apa yang diinginkan makhluk superior ini, terhadapku?' naga hitam menggigil ketakutan.
"Kenapa kau tak menceritakan tentang apa yang menimpamu, Black Dragon?" tanya naga putih dengan serius.
'Nama ini lagi?'
"Kenapa anda memanggil saya dengan sebutan itu?" tanya naga hitam dengan bahasa naga.
"Karena akulah yang memberikan nama ini kepadamu," jawab sang naga putih.
"Apa maksudmu?" tanya naga hitam.
'Nampaknya kau telah kehilangan sebagian besar fragmen ingatanmu karena penghianatan Long Yu. Tapi tak apa, akan kubantu kau mengingat segalanya dengan menyuntikkan fragmen ingatan yang ku ekstrak dari jirah Long Yu.' Naga putih bertelepati, sembari melapisi telapak tangannya dengan fragmen ingatan Black Dragon.
Seketika, luapan ingatan yang sempat hilang dari pikiran naga hitam, mulai bermunculan menghujani pikirannya.
.......
"A ... anda adalah ... ?" naga hitam meneteskan air mata tanpa sadar.
'Leluhur dari para Dewa naga. White Dragon,'
"Nampaknya sekarang kau sudah mengenali identitasku ... ,"
"Senang melihatmu baik baik saja, Black dragon," Naga putih tersenyum senang.
"Mohon maaf atas kekasaranku sebelumnya, tuanku," naga hitam menundukkan pandangannya.
.....
Setelah beristirahat dengan cukup di kamar yang disediakan para Dewa, Xiao Tian segera membatalkan pemanggilan kelima kloningnnya untuk mempercepat proses pemulihan kekuatannya.
"Break!" kelima klon yang mengelilingi tempat tidurnya kembali ke bentuk asal mereka.
Seketika, tubuhnya pun terasa segar kembali dan siap untuk pergi ke alam fana.
"Tugasku disini sudah selesai, sesuai perjanjian, batalkanlah kontrak jiwa yang mengikat jiwa kita," naga putih yang bersandar di dekat pintu keluar menagih janji Xiao Tian.
"Janji adalah janji, aku mengerti," Xiao Tian menggambar lingkaran sihir menggunakan aura Dewanya. Lingkaran sihir tersebut berhiaskan simbol mentari dan tulisan tulisan kuno yang melingkari bagan tepinya. 'Teknik pelepas jiwa, Release!'
Sinar emas menghujani tubuh Xiao Tian dan tubuh perwujudan naga putih. Dan bersamaan dengan lenyapnya sinar tersebut, kontrak jiwa yang mengikat keduanya pun resmi terputus.
"Terimakasih karena telah mematuhi janjimu, manusia," ucap Naga putih sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan.
"Harusnya aku yang berterima kasih atas bantuanmu ... ,"
"Jika kau tak menggunakan teknikmu untuk mengembalikan mereka yang telah dikorbankan ... ,"
"Aku hanya melakukan apa yang benar menurutku," Naga putih pergi meninggalkan ruangan. Disaat dia keluar, Kaisar langit dalam wujud normalnya, Wu Kong dengan tongkat hitam emasnya, serta Dewa petir berpapasan dengan sang naga di sekat pembatas ruangan. Saat itu, naga putih mengabaikan semuanya, hingga akhirnya dia menghentikan langkah karena merasaan hawa keberadaan naga hitam yang bergelantung di pundak Wu Kong.
"Apakah kau tak ingin ikut denganku?" tanya White Dragon.
'Aku yang sekarang tak pantas untuk berdiri disampingmu tuanku. Untuk masalah kekuatan asalku, aku berjanji akan mencapainya lagi suatu saat nanti,' Naga hitam menunduk serius.
'Walau aku bisa membantumu lebih cepat?' tanya White Dragon melalui telepati.
"Ya," Black Dragon tak merubah pendiriannya, dan White dragon menghormati itu. Dan dia pun langsung pergi untuk menyelesaikan urusannya.
Xiao Tian tak dapat menahan diri untuk bertanya perihal keberadaan Dewa Erlang karena belum melihatnya sejak berpisah di dalam perut Blood Chameleon. Dia ingat betul bahwa Kaisar Langit dan Dewa Erlang membagi tubuh dan kesadaran sebelumnya. Namun tak memahami efek dari teknik tersebut.
"Dari ingatan kelima klonku, anda berbagi tubuh dengan Dewa Erlang kan?"
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Xiao Tian heran.
"Sebagai harga dari menggunakan teknik makhluk alam suci, Salah satu dari kami, akan dipaksa untuk berhibernasi. Karena kultivasiku jauh lebih tinggi dari pada kultivasi Dewa Erlang, makannya aku masih disini," Jelas Kaisar Langit sembari menghela napasnya.
"Begitu ya," angguk Xiao Tian.
"Kapan kau akan turun ke alam fana?" tanya Wu Kong serius.
"Kapan lagi jika bukan sekarang?" Xiao Tian tersenyum.
"Kalau begitu, ijinkan kami untuk pergi bersamamu," sambung Dewa Petir.
"Kenapa?" tanya Xiao Tian heran.
"Alam fana mungkin dalam keadaan terburuknya karena serangan kemarin. Dan dengan bantuan kami, kekacauan disana akan lebih mudah dibereskan," sambung Dewa petir sembari menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, ijinkan aku ikut bersama kalian." istri Kaisar Langit seketika muncul di belakang Wu Kong dan yang lainnya.
"Ke ... kenapa kau juga ingin ikut turun ke alam fana?"
"Bukankah kau sangat membenci pekerjaan yang merepotkan?" tanya Kaisar Langit dengan keringat di wajahnya.
"Mengumpulkan pusaka langit yang mungkin tersebar di mayat para iblis yang Xiao Tian habisi di alam fana mungkin memang sedikit merepotkan. Selagi para Dewa Dewi membantu perbaikan alm Dewa, bukankah lebih masuk akal jika aku juga membantu urusan suamiku?" tanya ratu Langit.
'Atau kau memiliki rencana lain saat menjauh dari pandanganku, su .. a .. mi ... ku?' Ratu Langit bertelepati dengan aura yang mengancam.
"Te ... tentu saja bukan begitu!"
"Bagaimana mungkin aku mencari kesempatan untuk menikmati pemandangan dari gadis alam fana yang kecantikannya tak dapat menandingi para Dewi disini?"
"Akan masuk akal bagiku, jika mencari pemandangan yang lebih baik di tanah para peri dan Dewi Dewi bukan?" tanya Kaisar Langit dengan keringat di wajahnya.
"Jadi maksudmu, aku tidak lebih baik dari pada mereka!" Tanya Ratu langit geram.
'Ya Dewa, sepertinya aku mengatakan hal yang salah lagi!' Kaisar Langit memasang tampang panik dan segera berteleportasi meninggalkan Xiao Tian dan yang lainnya.
Sedangkan Ratu Langit segera menyusul pergi dan berkata, "Jangan harap bisa lolos dariku, tua bangka!"
" ... "
"Nampaknya kita akan pergi tanpa bantuan mereka," ucap Wu Kong dengan tampang datarnya.
Xiao Tian dan yang lainnya mengangguk secara bersamaan.