
Wukong dan rombongan Xiao Tian telah sampai di wilayah istana es. Sebuah gelombang qi berlapis jurus ilusi yang sempat mengenai Xiao Tian mulai muncul mengincar semua orang. Namun berkat amulet penangkal sihir yang dipakai semua orang, Xiao Tian dan rombongannya bisa terhindar dari jeratan sihir ilusi milik Dewa iblis.
Sumber dari gelombang qi bertekanan tinggi itu berasal dari atas gerbang istana es. xiao Tian dan rombongannya menatap ke atas gerbang tersebut dengan tubuh yang gemetar.
Mereka melihat seorang berjubah hitam dengan topeng tengkorak putih sedang berdiri di puncak gerbang dengan tekanan qi yang tak bisa disepelekan.
Tepat ketika mata Dewa iblis membalas tatapan Xiao Tian dan teman temannya, raja iblis Lie Bao langsung sadar dari teknik pengendali milik Huang Li. Sadar bahwa raja iblis Lie Bao telah terlepas dari kendalinya, Huang Li langsung menyuruh semua orang untuk menjauh dari atas punggung raja iblis Lie Bao.
"Semuanya, menyingkirlah dari atas pu ...," belum sempat Huang Li memperingatkan Xiao Tian dan teman temannya. Raja iblis Lie Bao memancarkan gelombang tolakan udara yang sangat kuat hingga membuat semua orang terpental menjauh dari atas punggungnya.
Wooshh
Xiao Tian dan rombongannya terpencar menjauh akibat tolakan udara milik raja iblis Lie Bao. Semuanya mengalami luka dalam yang terbilang parah karena tak menganggap raja iblis Lie Bao sebagai ancaman.
"Sial, sial, sial, sial!"
"Beraninya kalian menjadikanku sebagai tunggangan!"
"Tak bisa dimaafkan, benar benar tak bisa dimaafkan."
"Akan kukuliti kalian hidup hidup!" raja iblis Lie Bao menyusut hingg berukuran seperti manusia dewasa.
Meski ukuran tubuhnya mengecil, kekuatannya tak menurun justrul semakin meningkat.
Mata kuningnya memerah, bulunya pun ikut memerah. Kini dia terlihat seperti seekor manusia cheetah dengan warna dominan merah.
Aura hitam keluar di sekujur tubuhnya, hawa membunuh yang begitu kuat pun turut terpancar keluar dari seluruh bagian tubuhnya.
"Menyebalkan, sungguh menyebalkan," ucap raja iblis Lie Bao dengan ekspresi wajah yang begitu marah dan kesal.
Disaat Xiao Tian dan rombongan dibuat repot oleh raja iblis Lie Bao yang tiba tiba mengamuk. Wu Kong dan para pasukan langit terfokus pada Dewa iblis Yong heng yang berani menampakkan diri tanpa pengawalan sedikitpun.
"Lama tak bertemu, Dewa kera," ucap Dewa iblis Yong heng.
"Dewa iblis Yong Heng, aku tak tahu kalau kau berani menunjukkan diri tanpa merasa ragu sedikitpun."
"Ngomong ngomong kenapa kau hanya seorang diri?"
"Kemana semua antek antekmu?"
"Mana tiga Dewa sesat yang berlindung dibawah naunganmu?" tanya Wukong sambil menatap Dewa iblis Yonheng.
"Maksudmu tiga Dewa konyol itu?"
"Hahahahahahah!"
"Aku tak tahu mereka dari mana, berani memanfaatkan Lanbing dan beberapa raja iblisku. Bukan hanya itu, mereka juga menawarkan bantuan untuk memperkuat kultivasiku."
"Tanpa rasa takut mereka mengajukan syarat kepadaku. Mereka pikir aku masih tak berdaya karena tak bisa menggerakkan tubuhku. Tapi mereka salah besar, meski kultivasiku telah dilumpuhkan. Dan beberapa teknik rahasiaku telah kau segel sepenuhnya, aku tetaplah pendiri dari sekte iblis. Semua raja iblis patuh terhadapku, mereka menganggapku sebagai ayah kandung mereka sendiri."
"Mengajukan syarat kepadaku, sama saja menggali kuburan mereka sendiri."
"Apakah kau ingat kemampuan hebat yang bisa membuatku bisa sekuat dulu?" tanya Dewa iblis Yong Heng.
"Jangan bilang kalau kemampuanmu itu telah ... ," belum sempat Wu Kong menyelesaikan jawabannya, Dewa Iblis Yong Heng memotong ucapannya dengan berkata,
"Benar sekali, kemampuan menyerap raga milikku telah bangkit kembali."
"Awalnya aku pikir salah satu kemampuan yang sempat kau segel ini tak akan bisa kembali hingga seluruh kaisar iblis bangkit. Tapi siapa sangka kalau manusia yang memiliki kemampuan ras iblis telah menjadi vampir. Hingga menjadi makhluk langka yang darahnya bisa digunakan untuk menghilangkan semua segel kemampuan."
"Va ... vampir berseker ... !" ucap Wu Kong dengan mata terbelalak.
"Benar sekali, satu satunya jenis langka yang sanggup menggemparkan dunia. Sayangnya kau gagal mengenali hal itu. Padahal vampir itu sedang berada di pihakmu saat ini," jelas Dewa iblis Yong Heng.
"Siapa vampir yang kau maksud?" tanya Wukong.
"Orang yang dia maksud adalah jenderal Tailong. Aku tahu kalau dia telah menjadi vampir sejak insiden vampir generasi ke empat terjadi di kerajaan petir. Tapi tak tahu kalau dia merupakan jenis langka yang telah lama dicari oleh kaum iblis."
"Sejak awal aku tahu dari istriku bahwa jenderal Tailong telah menjadi vampir. Tapi tak tahu kalau sebelum menjadi vampir dia merupakan pengguna teknik berseker yang telah lama hilang dari alam semesta," jelas Dewa petir sambil menepuk pundak Wu Kong.
"Begitu ya, tak heran kau berani menghadapiku sendiri. Sepertinya kau telah menyerap tiga Dewa sesat serta seluruh antek antekmu," sambung Wu Kong sambil menatap Dewa iblis Yong Heng.
"Benar sekali, aku telah menyerap mereka semua. Kini sekte iblis telah tiada. Hanya ada Dewa iblis Yong Heng saja. Ingatlah itu baik baik," ucap Dewa iblis Yong Heng sambil memancarkan hawa membunuh yang begitu kuat.
"I ... ini," ucap para pasukan langit dengan tubuh yang gemetar.
"Kenapa kalian diam saja?"
"Cepat maju, musuh kita hanya ada satu. Jangan menjadi pengecut!" bentak Panglima Tian Feng sambil menoleh ke belakang.
"Benar musuh kita hanya satu, sedangkan kita berjumlah ribuan. Cepat habisi dia!" ucap salah satu pasukan langit.
Para pasukan langit berinisiatif untuk menyerang lebih dulu karena tak ingin menjadi pengecut. Meski tahu kekuatan mereka tak cukup untuk mengalahkan Dewa iblis yang telah mendapatkan kembali kekuatannya, mereka tetap nekad melawan demi memenuhi tugas dari surga.
Namun semua serangan mereka tak ada yang bisa melukai Dewa iblis satupun. Setiap serangan berupa bola qi, tebasan pedang hingga hujan anak panah milik para pasukan langit ditepis dengan mudah oleh Dewa iblis Yon Heng hanya dengan menggunakan satu tangannya saja.
Gerakannya begitu cepat hingga membuat para pasukan Langit tak bisa menghindari serangan balik Yong Heng yang menelan habis raga mereka setiap kali telapak tangannya berhasil menyentuh kulit mereka.
"Sial ini sangat buruk. Gerakannya terlalu cepat, kalau begini terus kita akan menjadi target berikutnya," ucap panglima Tian Feng sambil mencoba mengikuti gerakan Dewa iblis Yong Heng yang sedang menyerap pasukannya satu per satu.
"Tenanglah kakak kedua, kemampuan menyerap raga milik Dewa iblis Yon Heng memang cukup mengerikan. Tapi itu tak akan berefek pada kita. Dia hanya bisa menyerap bangsa iblis manusia hingga para Dewa yang berasal dari kaum selain ras siluman. Itulah alasan lain mengapa hanya kak Wu Kong yang bisa seimbang melawan Dewa iblis Yong Heng.
Ketika Wu Kong dan yang lainnya masih bertarung dengan Dewa iblis di atas udara, raja iblis Lie Bao masih mengamuk tak terkendali hingga membuat Xiao Tian beserta kawan kawannya babak belur.
"Meski kultivasiku jauh berada di bawah kalian, aku bisa meningkatkan kultivasiku ketika aku sedang marah. Inilah akibat yang kalian terima karena telah membuatku marah."
"Aku paling benci kekalahan, dan kau adalah alasan dibalik ketidak berdayaanku. Jika kau tak menggunakan relik pengendali jiwa, aku pasti sudah mengamuk seperti sekarang," ucap raja iblis Lie Bao sambil mencekik leher Huang Li.
"Sial, kenapa bisa menjadi seperti ini. Kupikir semuanya akan berjalan lancar, hanya Dewa petir yang bisa menyelamatkan kami saat ini, tapi dia sedang direpotkan oleh Dewa iblis yang kekuatanya jauh di luar jangkauanku. Mau tak mau aku harus menggunakan cara lama," pikir Xiao Tian sambil terbaring lemas.
Xiao Tian menutup matanya lalu masuk ke dalam alam pikirannya sendiri untuk menemui sisi lainnya yang telah lama tersegel begitu lama sejak Wu Kong melatihnya di ruang kekosongan.
#Alam pikiran Xiao Tian
"Lama tak bertemu, diriku," ucap Xiao Tian sambil menatap sisi lainnya yang terikat rantai emas.
"Kenapa kau datang kemari?"
"Bukankah kau membenci keberadaanku?" ucap sisi lain Xiao Tian sambil menatap tajam mata Xiao Tian.
"Aku adalah kau, dan kau adalah aku. Kita adalah satu dan tak terpisahkan. Meski kau tercipta dari bola sinar hitam yang mengandung banyak energi negatif, kau tetaplah bagian dari diriku. Saat ini aku dan teman temanku sedang menghadapi lawan yang cukup merepotkan. Jika kau tak bersedia membantu, maka aku akan lenyap dari muka bumi ini. Tentunya kau juga akan ikut lenyap jika aku tiada. Jadi apakah kau bersedia membantuku?" tanya Xiao Tian sambil menatap sisi lainnya.
"Cih, memangnya aku punya pilihan?" tanya sisi lainnya sambil memasang wajah kesal.
"Kalau begitu, kuserahkab semua urusanku padamu. Mengamuklah sesuka hati, aku akan menunggumu disini sambil mengawasi apa yang kau lakukan di luar sana," ucap Xiao sambil tersenyum tipis.
Rantai emas yang mengikat sisi lain Xiao Tian perlahan melonggar hingga memudahkannya untuk melepaskan diri. Tanpa basa basi, sisi lain Xiao Tian langsung lenyap dari pandangan Xiao Tian. Dia langsung mengambil alih tubuh Xiao Tian karena tak punya pilihan lain.
#Alam nyata
Mata Xiao Tian kembali terbuka lebar, semua lukanya sembuh dalam sekejap mata. Ekor hitam yang merupakan jurus khas milik sisi gelap Xiao Tian muncul dari bawah tanah tepat dimana raja iblis Lie Bao berdiri. Ekor tersebut bergerak begitu cepat dan langsung menebas tangan raja iblis Lie Bau hingga terbelah dua hanya dengan sekali serang.
Sratt
Huang Li yang saat itu sedang di cekik dengan tubuh yang terangkat ke atas, langsung terjatuh dan bisa terlepas dari cengkraman raja iblis Lie Bao karena tangan yang mencekiknya telah terputus.
"Kau tak apa, putriku?" tanya jenderal Huang Cheng yang langsung berinisiatif menangkap putrinya yang terjatuh ke bawah sambil membawanya pergi menjauhi raja iblis Lie Bao.
"Cih, dari mana datangnya ekor hitam ini?" ucap raja iblis Lie Bao sambil melompat mundur. Meski tangannya telah terpotong,
tangan raja iblis Lie Bao bisa kembali utuh dalam hitungan detik berkat kemampuan regenerasinya yang begitu kuat.
"Ingin mencoba lari?" tanya Xiao Tian yang tiba tiba muncul di belakang raja iblis Lie Bao.
"Sejak kapan kau ... ," belum sempat raja iblis Lie Bao menyelesaikan ucapannya, tangan kiri Xiao Tian menembus dadanya hingga membuat darahnya terciprat kemana mana.
Setelah menarik kembali tangannya dari tubuh raja iblis Lie Bao, Xiao Tian membakar tubuh raja iblis Lie Bao untuk mencegah musuh agar tak bisa membangkitkannya lagi dari kematian.
"Aura hitam berlapis hawa iblis, bagian putih mata yang telah menghitam, iris merah yang bisa membuat musuh musuh gemetar ketakutan. Kupikir Dewa kera telah melenyapkanmu, tapi ternyata kau masih berada di dalam tubuh Yan Yan," ucap putri Jia Li sambil menyiapkan jurus esnya.
kedua tangannya berselimut salju yang melapisi jari jemarinya dengan bentuk yang terlihat seperti cakar tajam hewan buas.
"Lucu sekali, jika bukan karena aku. Mungkin kau dan semua orang disini akan mati."
"Bukannya berterima kasih, tapi malah berniat membunuhku dengan teknik rendahanmu itu. Jika bukan karena terpaksa, aku tak akan mau menyelamatkan kalian."
"Sampai jumpa, makhluk lemah," ucap Xiao Tian debgan iris merahnya.
Mata Xiao Tian kembali normal, hawa iblis di tubuhnya pun perlahan lenyap. Dengan senyum tipis di wajahnya dia pun berkata, "Syukurlah ternyata kalian baik baik saja."
"Pa ... pangeran, apakah sekarang kau sudah bisa mengendalikan sisi gelapmu?" tanya Taiwu sambil menatap Xiao Tian dengan tatapan heran.
"Anggap saja begitu," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
######
Sha Wu Jing dan panglima Tian Feng terjatuh menghantam daratan dengan luka yang begitu parah. Sedangkan Dewa Petir dipaksa masuk ke alam kekosongan agar tak bernasib seperti para pasukan langit.
Melihat Sha Wu Jing dan panglima Tian Feng terluka parah dan terjatuh ke daratan, Xiao Tian beserta rombongannya langsung berlari mendekati mereka untuk memberikan pertolongan medis.
Ketika Xiao Tian dan kawan kawannya masih sibuk mengobati luka mereka, Wu Kong masih disibukkan oleh serangan Yong Heng yang terus mengenainya tanpa meleset sedikitpun.
"Sial, kekuatanya memang tak sebesar dulu. Tapi kecepatannya saat ini terlalu merepotkan. Semua ini terjadi hanya karena dia meminum darah vampir berseker?"
"Benar benar tak masuk akal. Untung dia mendapatkan kecepatan ini dimasa sekarang, "Aku tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika kekuatannya yang dulu dikombinasikan dengan kecepatannya yang sekarang. Syukurlah ternyata kemampuannya belum pulih sepenuhnya."
"Karena aku kalah dalam adu kecepatan, maka akan kubuat kau kewalahan dengan menciptakan ribuan kloningku," pikir Wu Kong sambil menghindari serangan Dewa iblis Yong Heng.
#Maaf lama, author lg gk enak badan kemaren2. Mulai sekarang akan up seperti biasa lagi. Terimakasih karena masih setia menunggu kelanjutan cerita ini.😇