Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 194 : Xiao Tian vs Su Yan


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Su Yan sambil menatap Xiao Tian.


"Hal yang sama kutanyakan kepadamu." Xiao Tian tersenyum sambil menyipitkan matanya.


"Cih," Su Yan terlihat kesal sekaligus bingung. Sejak aura emas menyelimutinya, gelang Dewa di tangan Xiao Tian tak bereaksi sama sekali. Dia tak tahu kalau alasan dibalik semua itu adalah perbuatan Dewa Petir. Dia juga tidak tahu kalau yang sekarang menjadi lawannya adalah seorang Dewa. Meski merasakan tekanan kekuatan yang begitu dahsyat dari Xiao Tian, dia masih meragukan tekanan tersebut.


Dalam pikiran Su Yan, kekuatan yang ditunjukkan Xiao Tian saat ini hanyalah sebuah ilusi atau hal yang dibuat untuk menggertak saja.


"Teknik cahaya, bola pemusnah!" Su Yan melemparkan puluhan bola sinar emas ke arah Xiao Tian secara bertubi-tubi. Namun semua serangannya ditangkis oleh Xiao Tian dengan begitu mudah. Hal yang membuatnya jengkel adalah ketika semua bola sinar emas menyentuh ujung jari kanan Xiao Tian, semuanya lenyap tanpa sisa.


"Apa kau tidak punya teknik yang lain?" tanya Xiao Tian.


"Sial!" Su Yan melesat mendekati Xiao Tian.


Dia mencoba mencakar dan menendang tubuh Xiao Tian, namun semua serangan ditangkis oleh Xiao Tian dengan mudah. Tak hanya itu, dia bahkan berkali kali terpental mundur karena serangan balasan yang dilancarkan oleh Xiao Tian.


Kesal karena tak bisa melukai Xiao Tian sedikitpun, Su Yan pun mengibaskan ekor emasnya untuk mengenai Xiao Tian. Namun bukannya melukai tubuh Xiao Tian, ekor emasnya malah menjadi boomerang baginya.


Ketika Xiao Tian menangkap ekor emas Su Yan dan menggenggamnya begitu erat, aura emas yang menyelimuti tubuhnya perlahan memudar. Semua itu terjadi karena Xiao Tian menyerap sebagian besar aura emas milik Su Yan melalui ekor emasnya.


Sadar bahwa aura emas di tubuhnya mulai memudar, Su Yan mencoba memberontak dengan memukul Xiao Tian. Namun belum sempat dia bergerak mendekat, Xiao Tian memancarkan hawa membunuh tingkat Dewa yang hanya bisa dirasakan oleh Su Yan.


Seketika Su Yan menjadi gemetar ketakutan. Jantungnya berdegup kencang seperti orang yang baru saja melihat sosok yang sangat menakutkan. Saking takutnya, dia bahkan tak punya nyali untuk bergerak.


Setelah Xiao Tian menghisap habis seluruh aura emas di tubuh Su Yan, seketika wujudnya perlahan berubah kembali ke bentuk awal. Rambutnya kembali memendek, kuku kuku panjangnya perlahan menumpul, telinga hingga gigi taring yang telah berubah menyerupai serigala pun perlahan mulai kembali ke bentuk asalnya. Tak lama setelah semua itu terjadi, ekor emas pun mulai menghilang. Hanya mata Su Yan yang masih berwarna kuning keemasan.


Su Yan masih mamatung di tempatnya berdiri, dia tenggelam dalam rasa frustasi yang teramat dalam. Kekalahannya kali ini merupakan kekalahan kedua yang pernah ia alami. Namun untuk pertama kali dalam hidupnya dia merasakan rasa takut yang teramat dalam hingga membuatnya terdiam membisu.


Ketika tekanan hawa membunuh telah Xiao Tian hilangkan, Su Yan pun mulai bisa berbicara,


"Siapa kau sebenarnya?"


"Kenapa aku tak bisa mengalahkanmu?"


"Kenapa kau menyembunyikan kekuatan sedahsyat itu?"


"Bagaimana bisa seorang manusia memiliki kekuatan seorang Dewa?" tanya Su Yan sambil gemetar ketakutan.


"Sebelum bertanya mengenai diriku, kau harus memperkenalkan dirimu terlebih dulu."


"Siapa dirimu dan apa yang kau inginkan dari gelang Dewa dan Sunlong?" jawab Xiao Tian dengan aura Dewa yang masih menyelimuti tubuhnya.


"Su Yan adalah nama yang diberikan raja kerajaan Api kepadaku. Aku baru saja bangkit baru baru ini sejak ular iblis datang mendekatiku."


"Entah apa penyebab dibalik melemahnya segel jiwa yang menyegelku selama ini. Yang pasti berkat pertemuanku dengan ular iblis itu, segel itu mulai melemah hingga aku sanggup bangkit kembali."


"Dengan menyerap sebagian besar kekuatan ular iblis perlahan kekuatanku pun mulai memulih. Sadar bahwa aku memerlukan kekuatan iblis itu, maka aku menikahinya demi mengembalikan kekuatanku."


"Namun kekuatannya saja masih belum cukup, aku memerlukan roh kaisar iblis dan gelang Dewa untuk menyempurnakan kekuatanku. Dengan menyerap roh kaisar iblis beserta memakai gelang Dewa, aku bisa mempertahankan wujudku yang sekarang jauh lebih lama." jelas Su Yan.


"Menikahi ular iblis?"


"Maksudmu Liang Su adalah ular iblis?" tanya Xiao Tian.


"Benar sekali, dia adalah ular iblis yang menyamar menggunakan kekuatan relik. Aku menyegel kekuatan reliknya agar tak bisa kembali ke bentuk asalnya," jelas Su Yan.


"Jadi kau menikahinya bukan atas dasar cinta?" tanya Xiao Tian.


"Cinta?"


"Tak ada hal seperti itu, hanya ada pembalasan dendam yang ada di pikiranku!"


"Dendam?"


"Dendam pada siapa?" tanya Xiao Tian.


"Orang yang sama yang telah memberiku nama, dan mengangkatku sebagai anaknya."


"Raja dari kerajaan Api ... ,"


"Su Jian Zhong," jelas Su Yan sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Su Jian Zhong bukanlah raja yang jahat, kenapa kau begitu membencinya?" tanya para pasukan bayangan.


"Tidak jahat?"


"Dia juga yang telah membantai seluruh klanku!"


"Bagian mana yang bisa disebut perbuatan baik!" bentak Su Yan.


"Dia memang terlihat baik padaku, aku bahkan merasa muak saat membaca ingatan kepribadianku yang lain. Dalam ingatannya Raja Su Jian Zhong begitu baik terhadap kepribadianku yang satu lagi. Benar-benar menjijikan, dia mencoba mencuci otakku dengan berbuat baik terhadap kepribadian lainku yang begitu rapuh." Su Yan terlihat begitu kesal, saking kesalnya dia mengepalkan kedua tangannya hingga mengeluarkan darah.


Belum sempat menyelesaikan ceritanya, mata Su Yan kembali normal. Tak lama setelah itu dia menutup matanya lalu terjatuh menghantam daratan karena kehabisan banyak tenaga.


Setelah Su Yan tak sadarkan diri, Xiao Tian berkata, "Rahasiakan tentang kejadian hari ini dari siapapun, termasuk kepada ibu dan ayahku. Jika mereka tahu mengenai hal ini dari mulut kalian, maka jangan salahkan aku jika bertindak kejam." Xiao Tian memancarkan hawa membunuh yang membuat sekua pasukan bayangan merasa sesak napas.


Setelah hawa membunuh yang ditunjukkan khusus kepada mereka berhenti, para pasukan bayangan bersujud kepada Xiao Tian sambil berkata,


"Rahasia anda akan aman bersama kami, Pangeran."


"Bagus, pergilah dari hadapanku. Aku tak ingin diawasi lagi. Perjalananku kali ini sangatlah berbahaya, aku tak mau menambah beban yang akan menghalangi perjalananku," ucap Xiao Tian sambil menatap para pasukan bayangan.


"Kalau begitu, kami pamit undur diri." Para pasukan bayangan pergi meninggalkan Xiao Tian setelah memberi hormat kepada pangeran mereka.


Tak lama sejak kepergian para pasukan bayangan, Dewa Petir keluar dari tubuh Xiao Tian. Hawa Dewa yang menyelimuti tubuh Xiao Tian pun menghilang sejak Dewa Petir keluar dari tubuhnya.


"Luar biasa, kau benar-benar pandai berkata-kata," ucap Dewa Petir sambil menatap Xiao Tian.


"Aku tak tahu kalau kau bisa meminjamkan kekuatanmu padaku tanpa menghilangkan kesadaranku,"


"Tak hanya itu, bahkan banyak teknik tingkat tinggi yang mengalir begitu saja dalam pikiranku sehingga tak perlu berpikir sebelum bertindak. Semua seranganku seperti telah diatur sedemikian rupa. Kenapa kau tak melakukannya sejak dulu?"tanya Xiao Tian.


Ketika mendengar pertanyaan Xiao Tian, Dewa Petir langsung menyuruhnya berbicara melalui telepati. Menjelaskan bahwa rahasia yang akan dia katakan tak boleh diketahui oleh Sunlong yang masih menggantung di punggung Xiao Tian.


Melalui telepati Dewa petir berkata,


"Itu karena kau telah mencapai tingkat Dewa Petarung saat ini. Dulu sebelum mencapai tingkatan tersebut kau bahkan tak bisa mengingat apa yang telah kulakukan saat merasuki dirimu."


"Sekarang apa yang harus kulakukan terhadap Su Yan?"


"Bagaimanapun dia adalah temanku, tapi kepribadiannya yang lain bisa menjadi musuhku. Ini benar-benar membingungkan." Xiao Tian merasa hawatir kalau suatu saat Su Yan kembali kehilangan kendali hingga merampas Sunlong dan menyerangnya ketika lengah.


"Tenanglah, mulai saat ini aku tak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan fokus mengajarimu menjadi kultivator terkuat di alam semesta ini," ucap Dewa petir melalui telepati sambil memegang pundak Xiao Tian.


"Kau tidak berbohong padaku kan?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Tidak, bagaimanapun kau adalah seorang calon Dewa yang harus menghabisi semua kaisar iblis yang telah merusak segel mereka," jawab Dewa Petir melalui telepati.


"Menghabisi semua kaisar iblis?"


"Apakah Sunlong juga termasuk?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Untuk sekarang tidak, tapi jika dia mengamuk maka tak ada pilihan lain selain menghabisinya juga." Dewa Petir berkata dengan wajah yang begitu serius, Xiao Tian paham betul bahwa saat ini apa yang dia benar merupakan fakta yang harus dia terima.


Risih melihat Xiao Tian dan Dewa Petir yang dari tadi berinteraksi tanpa membuka mulut sedikitpun, Sunlong pun berkata,


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan hingga tak mau berbagi denganku?" tanya Sunlong.


"Tak ada, kami hanya membicarakan soal serigala suci. Tapi kami bicara melalui telepati karena tak mau ada yang mendengarnya selain kami," jawab Xiao Tian.


"Bahkan tak ingin aku mendengarnya?" tanya Sunlong.


"Kau ingin mendengar percakapan kami?" tanya Xiao Tian.


"Sudahlah tak perlu, bicaralah melalui telepati sesuka kalian," ucap Sunlomg sambil bergelantungan di belakang punggung Xiao Tian.


#####


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.


Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.


Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.


Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁