Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 175 : Mengacaukan aliansi lima kerajaan siluman


Setelah berunding dengan penasehat kerajaan mereka, para raja siluman menyetujui semua syarat yang diajukan Xiao Tian. Mereka mau bersumpah setia asalkan Xiao Tian berhasil menundukkan semua orang pilihan mereka.


Terhitung lima menit sejak para raja siluman selesai memilih lima orang kepercayaan mereka. Xiao Tian diperkenankan untuk memilih kerajaan yang ingin dia tundukkan pertama kali. Dan akhirnya Xiao Tian memilih kerajaan siluman rubah merah terlebih dulu.


Raut muka raja siluman rubah merah langsung berubah. Yang awalnya berwajah kesal kini menjadi sangatlah gembira. Meski merasakan sedikit hawa membunuh dan aura kegelapan yang dipancarkan Xiao Tian, raja siluman rubah merah tidak menghiraukan hal itu.


Dia masih berpikir kalau semua itu hanyalah gertakan Xiao Tian belaka. Meski begitu, dia langsung mengeluarkan bawahan terkuatnya untuk menghabisi Xiao Tian secepat mungkin. Dia tak ingin membuang-buang waktu dengan membiarkan Xiao Tian mempelajari pola serangan semua petarung andalannya. Selain itu, dia juga tak ingin para raja siluman yang lain mengetahui semua teknik petarung andalannya. Jadi dia ingin mengalahkan Xiao Tian secepat mungkin tanpa harus mengeluarkan semua petarungnya satu persatu.


Dengan nada rendah, raja siluman rubah merah memanggil orang kepercayaanya,


"Hua Chen Yu, majulah dan habisi dia dalam sekali serang."


"Dengan senang hati yang mulia." Hua Chen Yu melompat ke tengah arena gladiator. Dia melompat tepat ke hadapan Xiao Tian. Jarak mereka hanyalah satu meter.


Hua Chen Yu merupakan salah satu jenderal siluman yang berada di bawah pimpinan raja siluman rubah merah. Terdapat lima orang jenderal perang yang berada di bawah pimpinan raja siluman rubah merah.


Hua Chen merupakan salah satunya, dan yang tewas di tangan Xiao Tian merupakan adik kandungnya yang bernama Hua Chen Li.


Meski memiliki pangkat yang sama sebagai jenderal utama, Hua Chen Li dengan Hua Chen Yu memiliki perbedaan kekuatan yang sangat jauh. Tingkat kekuatan para jenderal siluman bisa dilihat dari jumlah bintang yang menempel di jirah mereka. Hua Chen Yu memiliki lima buah bintang, sedangkan Hua Chen Li hanya memiliki satu buah bintang di jirahnya.


Sebenarnya tugas Hua Chen Li dan empat jenderal siluman yang berasal dari ras yang berbeda, hanyalah mengawasi keadaan lalu kembali ke tempat pertemuan aliansi. Akan tetapi, mereka malah mengacau di istana es karena berpikir bahwa mereka sudah cukup kuat. Alhasil bukannya laporan yang mereka dapatkan, melainkan kematian yang cukup mengenaskan.


Bentuk badan Hua Chen Yu tak jauh berbeda dengan Hua Chen Li. Badannya tegap dan berotot, berdiri dengan kedua kaki layaknya seorang manusia. Berbulu tebal berwarna merah tua. Memakai jirah berwarna putih yang menyilaukan mata. Wajahnya sama persis seperti seekor rubah, tak jauh berbeda dengan Hua Cheng Li dan para siluman rubah yang lainnya.


Akan tetapi dia memiliki luka gores yang memanjang dari atas alis sebelah kanan hingga melewati mata kanannya. Meski terdapat luka yang melewati mata kanannya, dia masih bisa menggunakan mata kanannya dengan normal. Warna mata Hua Chen Yu sama seperti para siluman rubah yang lain, yaitu kuning terang dengan bentuk mata yang sipit dan selalu memiliki tatapan yang tajam.


Hua Chen Yu merupakan orang terkuat dari kelima jenderal yang lain. Tingkat kekuatannya berada pada petarung setengah dewa lapisan puncak, satu langkah lagi untuk menjadi seorang Dewa petarung. Begitu dia mencapai tingkat Dewa Petarung, dia akan memiliki bentuk tubuh dan wajah yang sama persis seperti manusia.


Sama halnya seperti kaum iblis, para siluman juga bisa menyerupai tubuh manusia jika sudah mencapai tingkat tertentu. Bedanya, kaum iblis hanya perlu menjadi seorang pendekar tingkat raja petarung untuk menyerupai manusia. Sedangkan kaum siluman harus menjadi seorang pendekar tingkat dewa petarung terlebih dahulu.


"Apa kau sudah siap?" Xiao Tian bertanya kepada Hua Chen Yu.


Dengan tatapan tajam, Hua Chen Yu menjawab,


"Hua Chen Yu adalah namaku. Ingatlah baik-baik."


"Cih, memangnya siapa yang bertanya soal namamu?" tanya Xiao Tian dengan wajah sinis.


"Aku hanya ingin kau mengingat namaku setelah kematian menjemputmu." Hua Chen Yu menghilang dari pandangan Xiao Tian. Terdengar suara jejak kaki dari segala arah hingga membuat para penonton kebingungan.


Disaat semua orang selain para raja tak bisa melihat dimana letak Hua Chen Yu berada, Xiao Tian melirik ke kanan dan ke kiri seakan bisa membaca semua gerakan Hua Chen Yu.


Setelah mengunci targetnya, Xiao Tian menggunakan salah satu tangan raksasanya untuk menangkap Hua Chen Yu yang sedang bergerak cepat sambil menggunakan teknik ilusi.


Kekuatan teknik ilusi milik siluman rubah merah hanya berpengaruh kepada lawan yang memiliki kekuatan lebih lemah dari pada pengguna teknik ilusi. Sedangkan Kekuatan Xiao Tian saat ini, berada jauh di atas tingkat Dewa Petarung lapisan puncak.


Karena perbedaan kekuatan yang terlampau jauh, alhasil Hua Chen Yu tak berkutik.di hadapan Xiao Tian. Semua gerakan dan tipu muslihatnya tak berpengaruh terhadap Xiao Tian.


Terhitung tiga puluh detik sejak Hua Chen Yu menghilang dari pandangan semua orang, Xiao Tian menangkap tubuh fisik Hua Chen Yu yang bersembunyi di dalam teknik ilusinya.


Semua orang terkejut melihat kekuatan Xiao Tian. Awalnya mereka pikir perasaan takut dan kekuatan besar yang mereka rasakan dari tubuh Xiao Tian hanyalah kesalahan belaka. Mereka pikir bahwa yang mengalahkan raja iblis Lanbing bukanlah Xiao Tian.


Sejak mengetahui kekuatan sejati Xiao Tian kelima raja siluman mulai panik, mereka berdiri dari tempat duduknya dengan wajah yang bermandikan keringat dingin.


"Apa-apaan ini, apa dia benar-benar seorang manusia?"


"Kekuatanya jauh di atas raja iblis Lanbing. Kalau begini terus, hasil akhir dari pertandingan ini sudah dipastikan." Raja siluman rubah putih mengepalkan tangannya sambil menatap kearah empat raja siluman lainnya. Ketika melihat kearah raja siluman rubah putih, mereka mengangkat telunjuk kanan mereka sebagai simbol perlawanan.


Kelima raja siluman menggunakan kode untuk berkomunikasi karena tak bisa menyusun rencana melalui telepati. Mereka takut rencana mereka diketahui Xiao Tian jika mencoba berkomunikasi melalui telepati.


Dengan rencana yang matang, raja siluman rubah merah berteriak meminta Xiao Tian melepaskan jenderal kesayangannya.


"Lepaskan dia!"


"Aku menyerah!" ucap raja siluman rubah merah.


Raja siluman rubah merah beserta keempat raja siluman yang lainnya berencana mengelabui Xiao Tian dengan pura-pura menyerah. Mereka akan menyerang Xiao Tian secara bersamaan setelah Xiao Tian melepaskan Hua Cheng Yu.


"Ha?"


"Melepasnya?"


"Cih, aku bahkan belum bersenang-senang. " Yah mau bagimana lagi, melihat wajah tegang kalian saja aku sudah mengerti."


Raja siluman rubah merah melompat ke tengah arena, lalu bersujud di hadapan Xiao Tian. "Kumohon lepaskan dia tuan, dia merupakan petarung terkuatku."


"Maafkan atas kelancanganku di awal pertemuan kita."


Keempat raja merasa sangat heran, melihat raja siluman rubah merah bersujud dihadapan Xiao Tian.


Dengan nada rendah raja siluman angsa berkata,


"Aku tak tahu kalau dia bisa berpura-pura bersujud sampai ketingkat itu. Setahuku dia sangat membenci bersujud di hadapan orang lain. Meski ini hanyalah pura-pura semuanya terlihat aneh."


Melihat rajanya bersujud, Hua Chen Yu pun tak terima. Dengan penuh rasa kecewa dia pun berkata,


"Apa yang kau lakukan yang mulia?"


"Kenapa kau bersujud dihadapan manusia?"


"Kemana perginya semua harga dirimu itu?"


"Bukankah kau selama ini selalu memilih mati dari pada bersujud dihadapan orang lain!"


"Bangunlah yang mulia, jangan jatuhkan harga dirimu hanya untuk melindungiku."


"Bangunlah ... Yang ... muli ... a."


Hua Chen Yu tewas akibat kehabisan napas. Semua itu terjadi karena Xiao Tian meremas tubuhnya begitu keras sehingga mengalami sesak napas, hingga mengeluarkan darah dari mulut serta lubang hidungnya.


Melihat orang kepercayaanya dibunuh dengan begitu mudah di hadapannya, raja siluman rubah meneteskan air matanya. Ini pertama kalinya dia meneteskan air mata dihadapan semua orang. Namun keempat raja siluman yang lain berpikir kalau raja siluman rubah merah sedang melakukan sandiwara.


"Aku telah membunuh orang kesayanganmu, apa kau masih ingin tunduk di bawah perintahku?"


"Hamba rela tunduk dibawah kepemimpinanmu yang mulia." dengan tubuh gemetar ketakutan, raja siluman rubah merah terus bersujud sambil memohon kepada Xiao Tian. Dia mencoba menahan amarahnya demi kelangsungan hidup seluruh bangsanya.


keempat jenderal siluman melompat terjun ke tengah arena. Mereka terjun tepat setelah Hua Chen Yu kehilangan nyawanya.


Wosshhh


Tanpa peringatan mereka langsung melancarkan serangan mereka.


Raja siluman angsa mengeluarkan hujan kristal es beracun yang keluar dari kedua telapak tangannya. Raja siluman rusa melemparkan dua buah trisula emas yang muncul tiba-tiba di telapak tangannya. Raja siluman rubah putih menyemburkan semburan es dari mulutnya. Sedangkan raja siluman kelinci melemparkan sebuah granat yang berbentuk wortel. Dia menggigit ujung daunnya untuk memicu ledakan. Ketika wortel tersebut menyentuh sesuatu maka akan terjadi ledakan dahsyat yang sanggup melukai seorang Dewa Petarung.


Belum sempat semua serangan para raja siluman mengenai tubuh Xiao Tian, semua serangan itu ditahan oleh lima buah ekor raksasa yang muncul keluar dari bagian belakang tubuh raja siluman rubah merah.


Ekor dari raja siluman rubah sanggup memantulkan serangan apapun asalkan serangan yang dia pantulkan berasal dari orang yang memiliki tingkatan dibawahnya.


Meski memiliki tempramen yang tinggi, raja siluman rubah merah merupakan yang terkuat diantara kelima raja siluman.


Hanya saja selama ini dia menyembunyikan kekuatannya itu, sehingga para raja siluman yamg lain tak pernah mengakui kekuatan raja siluman rubah merah.


"Rubah sialan, apa maksudmu melakukan hal ini!" ucap raja siluman Angsa dengan nada terkejut.


Belum sempat mengelak dari serangan yang dipantulkan ke arahnya, raja siluman angsa terkena serangannya sendiri. Diikuti oleh ketiga raja siluman yang lain yamg juga ikut terkena serangan mereka sendiri.


"Bagus sekali, mereka maka aku akan menjadikanmu tangan kananku." Xiao Tian memuji raja siluman rubah merah yang menuruti perintahnya ketika diperintah oleh Xiao Tian melalui telepati yang tak bisa di dengar oleh ke empat raja siluman yang lainnya.


Para raja siluman menjaga jarak dari raja siluman rubah untuk menjauhi jarak serang dari raja siluman rubah merah.


"Rubah sialan, apa maksudmu melakukan ini!" para raja siluman kebingungan melihat raja siluman rubah merah menghianati mereka.


"Maafkan aku teman-teman, aku harus membunuh kalian demi kelangsungan hidup seluruh kerajaanku." raja siluman rubah.


Raja siluman rubah merah kehilangan kepercayaan untuk melawan, semua itu karena Xiao Tian memancarkan hawa kematian yang hanya di tunjukkan kepada raja siluman rubah merah. Dia sangat tahu bahwa ancaman Xiao Tian bukanlah omong kosong, selain hawa kematian yang menyelimutinya dia juga merasakan kekuatan yang jauh di atas bayangannya. Dan semua kekuatan itu berasal dari tubuh Xiao Tian. Karena merasakan semua hal itu secara langsung, nyali bertarungnya langsung menciut hingga menjatuhkan harga dirinya sendiri demi menyelamatkan kerajaanya.


Xiao Tian mengancamnya melalui telepati, jika dia tak menuruti perintah untuk melawan keempat raja siluman, maka dia akan menghancurkan kerajaan siluman rubah merah dan membunuh semua penghuninya.


Keempat raja siluman menatap raja siluman rubah merah dengan tatapan kesal. Mereka sangat marah dan membenci penghianatan yang dia lakukan. Setelah memulihkan luka yang mereka derita akibat jurus mereka sendiri, para raja siluman bersiap untuk menyerang raja siluman rubah terlebih dulu.


"Aku kecewa padamu Hua Zhou, meski kita sama sama dari keturunan siluman rubah. Aku kecawa padamu, aku tak percaya seorang raja dari keturunan murni siluman rubah. Bisa berhianat terhadap aliansi seperti yang dilakukan raja siluman harimau putih dimasa lalu," ucap raja siluman rubah putih.


"Itu bukan urusanmu, yang kutahu demi kelangsungan hidupku beserta seluruh rakyatku, aku harus menghabisimu beserta ketiga raja yang lain sekarang juga." Raja siluman rubah putih menatap semua raja siluman tanpa rasa ragu sedikitpun.


bersambung....