
Tubuh Di San mulai menghitam, kobaran api hitam muncul menyelimuti tubuhnya. Api itu menghanguskan semua benda dan pakaian yang menyelimuti tubuhnya, matanya berubah mulai menguning lalu bersinar begitu terang,
Melihat Perubahan Di San, Wu Hao dan Liu Ming perlahan menjauhinya. Mereka terlihat begitu ketakutan, tubuh mereka gemetaran hingga tak memperhatikan sekitar ketika sedang berjalan mundur.
Bruk
Liu Ming dan Wu Hao jatuh tersandung reruntuhan bangunan yang telah hancur, Di San bsrjalan mendekati mereka, sambil meraung seperti hewan buas.
rrrrrr
"Di.. Disan!"
"Sadarlah, musuhmu berada dibelakangmu, jangan dekati kami, kami adalah temanmu!" ucap Liuming sambil gemetar ketakutan.
Woshhh
Bruakk
Di San menangkap kepala Liu Ming, lalu menghantamkannya kedaratan.
"Di.. Di San, lepaskan Liu Ming, kita semua adalah teman, sadarlah!" teriak Wu Hao.
Rrrrrr
Di San tak menanggapi teriakan Wu Hao, dia hanya menatapnya sambil mengeluarkan nafas yang penuh dengan asap. Sedangkan Liu Ming tak bisa mengeluarkan suara sedikitpun, karena tangan kanan Di San menutup mulut Liu Ming.
Setelah menatap Wu Hao, Di San hanya tersenyum kearah Wu Hao dengan tampang yang menyeramkan. Setelah tersenyum Di San fokus kearah Liu Ming lagi, Liu Ming terlihat sangat tersiksa. Hal yang membuat Liu ming tersiksa hingga mengeluarkan begitu banyak air mata yaitu, api hitam yang menyelimuti seluruh tubuh Di San.
Liu Ming berusaha melepaskan diri dengan menendang tubuh Di San, tapi kakinya.malah terbakar oleh api yang menyelimuti tubuh Di San. Melihat teman seperjuangannya tersiksa Wu Hao melompat mendekat, melupakan rasa takutnya, mencoba menghajar Di San dengan sekuat tenaga.
Namun sebelum Wu Hao berhasil mengenai Di San, Dadi punggung Di San muncul dua tangan hitam raksasa yang bergerak begitu cepat. salah satu tangan itu menangkap tubuh Wu Hao dengan mudah, Wu Hao menjerit kepanasan ketika tangan itu berhasil menangkapnya.
"Aaaa, Di San sadarlah, musuhmu berada dibelakangmu." teriak Wu Hao
Diluar dugaan Di San menjawab ucapan Wu Hao, biasanya jika iblis dalam mode berseker yang tak sempurna mereka tak akan bisa menjawab pertanyaan, tak bisa membedakan kawan dan lawan. Tapi ada hal yg berbeda dengan Di San, dia terlihat seperti memiliki kesadaran lain. Dia bisa menjawab pertanyaan Wu Hao, tapi sifatnya berbanding terbalik dengan aslinya.
Di San tertawa begitu keras, sambil mengatakan banyak hal yang membuat Wu Hao terkejut.
"Ahahhahahahah." tawa Di San
"Makhluk lemah sepertimu tak layak ku jadikan teman."
"Aku adalah yang terkuat sekarang, aku tak perlu teman lemah seperti kalian!"
"Diamlah dan nikmati proses kematian kalian!"
"Banggalah karena kalian akan menjadi bagian dari diriku!"
"Hahahahah." tawa Di San
"Di.. Disan, sebenarnya ada apa denganmu!" teriak Wu Hao
Tubuh Wu Hao dan Liu ming lenyap ditelan oleh api hitam yang begitu membara, sedangkan semua energi mereka, telah diserap oleh Di San.
Dari balik punggungnya muncul lagi dua tangan hitam, tangan tangan itu bisa dijadikan sayap, sekaligus tangan tambahan.
Api hitam yang mengelilingi seluruh bagian tubuhnya menjadi perisai sekaligus kekuatan tambahan yang bisa dia pakai untuk menyerang musuhnya.
Xiao Tian sedikit cemas, karena kekuatan musuhnya meningkat begitu drastis hingga ketahap Dewa petaung lapisan puncak, sedanhkan dia hanya memiliki bantuan dari tombak emas dan naga hitam raksasa.
Alasan dia bisa bergerak cepat melebihi para jenderal utama raja iblis Dianzeng yaitu karena bantuan teknik 1000 langkah cahaya. Waktunya kali ini hanya 15 menit lg sebelum efek teknik tersebut muncul.
Setelah menelan habis kedua temannya, Di San menatap kearah Xiao Tian, Sun Long dan Dewa Petir memperingatkan Xiao Tian agar berlari secepatnya, namun diluar dugaan Xiao Tian tak sempat menghindari serangan Di San. Di San tiba tiba muncul dihadapannya lalu menendang Xiao Tian begitu jauh.
Duakk
Duarrrr
"Kecepatan macam apa itu, itu bukan kecepatam seorang Dewa petarung." pikir Xiao Tian
Xiao Tian tak terluka parah karena memiliki teknik tempurung naga, tapi tubuhnya tetap mengalami luka yang membuatnya agak kesulitan bergerak.
Di San berjalan mendekati Xiao Tian. Demi melindungi tuannya naga hitam raksasa menyemburkan satu api biru dan ribuan api kuning kearah Di San.
Duarrr
duarrr
duarr
Naga hitam raksasa hanya bisa menembakkan satu bola api biru setiap 30 menit sekali, oleh karena itu dia tak bisa menyemburkan bola api biru sesukannya.
Namun hal yang aneh telah terjadi, ribuan bola api kuning diterbangkan kembali menuju naga hitam raksasa yang terbang diatas udara, sedangkan tubuh Di San tak terluka sedikitpun meski telah terkena serangan bola api biru. Bukannya terluka Di San malah semakin menjadi kuat,
Keempat tangan tambahan yang berada di punggung Di San memanjang menyentuh tanah, tangan itu terbentuk seperti kaki belalang yang ingin melompat jauh keatas udara. Setelah keempat tangan tambahan itu menyentuh darat, tangan tangan itu memberikan dorongan ke tanah dengan tekanan yang begitu kuat, sehingga membuat Di San melompat keudara dengan begitu cepat.
Wooshhhh
Ketika diatas udara, keempat tangan tambahanya berubah menjadi sayapnya, sehingga Di San bisa melayang diatas udara.
Ketika tepat berada di hadapan naga hitam raksasa, kedua tangannya memanjang lalu menampar tubuh naga hitam raksasa dengan sekuat tenaga.
Plakkk
Ketika naga hitam raksasa terpental kebawah, telapak tangan kanan Di San berubah menjadi semakin besar, ukurannya melebihi ukuran naga hitam raksasa. Tangan tersebut menangkap dan mengurung seluruh tubuh naga hitam raksasa.
Setelah mengurung naga hitam raksasa ke dalam telapak tangan kanannya, telapak tangan kanan Di San mengecil dalam waktu sekejap mata. Di San tertawa begitu kencang karena dia pikir dia telah menelan naga hitam raksasa secara utuh, dan menjadikan naga hitam raksasa sebagai bagian tubuhnya.
Akan tetapi tawanya terhenti setelah Di San menyadari sesuatu. Di San menyadari tak ada perubahan sedikitpun pada tubuhnya setelah menelan naga hitam raksasa. Baik dari segi kekuatan, kecepatan maupun fisiknya, semuanya masih sama seperti sebelum dia menelan naga hitam raksasa.
Di San terlihat sangat kesal, dia menggertakkan giginya dan mengepalkan kefua tangannya, di dalam benaknya dia berpikir. " Apa sebenarnya yang terjadi kenapa tak ada perubahan sama sekali?."
Ketika Di San sedang bingung akan hal yang terjadi, tiba-tiba saja bola api biru menghantam dia dari belakang.
Duar.....
duar....
Ribuan bola api biru menghujani tubuh Di San dari segala arah, semua bola api biru tersebut muncul jauh dari atas langit, yang tertutupi awan hitam.
Xiao Tian memutar mutar tombak emas dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya tombak emas tersebut mengeluarkan cahaya. Ketika tombak emas bersinar begitu terang, Xiao Tian melemparkan tombak emas kearah Di San.
Shut
shut
shut
Duar...
duar...
duarr....
Shett
shett
shett
Di San menepis ribuan bola api biru hingga menghantam ribuan tombak emas yang melesat kearahnya. Sedangkan beberapa bola api biru berhasil mengenainya, sedangkan ratusan ribu tombak emas yang menyerang Di San berhasil dihindari oleh Di San.
Akan tetapi semua tombak emas yang dia hindari, terus melayang di udara sambil berbalik arah dan terus menyerang kearahnya.
Shut..
shutt
shut...
Di San yang awalnya hanya menghindari dan menepis serangan serangan yang meluncur kearahnya, dia mulai mengamuk karena beberapa bola api biru berhasil mengenainya, dan emosinya semakin memuncak, ketika salah satu tombak emas berhasil menggores tubuhnya.
Api hitam yang menyelimuti tubuh Di San semakin membesar, tekanan angin dan ki iblis, yang menyelimuti Di San menjadi semakin kuat.
Ketika bola api biru yang terus berjatuhan menuju kearahnya, dan ratusan ribu tombak emas yang telah dia hindari terbang kembali menuju kearahnya. Ledakan api hitam muncul dari dalam tubuhnya, hingga menghancurkan semua tombak emas yang terbang kearahnya, semua bola api biru juga ikut hancur terkena ledakan api hitam.
Di San melempar ribuan bola api hitam menuju keatas langit, dia mencoba menyerang sesuatu yang menyemburkan ribuan api biru dari atas udara.
Duar....
duarr....
duar...
Terdengar suara ledakan diatas udara, pertanda kalau serangan Di San telah mengenai target, namun ketika Di San terbang menuju kesumber suara, disana tak ada satupun makhluk hidup, sebenarnya sumber dari ribuan bola api biru adalah naga hitam raksasa, alasan kenapa naga hitam raksasa bisa menyemburkan bola api biru begitu banyak adalah karena rencana yang telah disusun oleh Sun Long.
Setelah melihat diudara tak ada makhluk satupun, Di San menjadi semakin kesal, sekaligus bingung, didalam pikirannya dia selalu berpikir tentang makhluk yang menyerangnya di atas udara dengan bola api biru, tanpa bisa dia deteksi keberadaannya.
Sedangkan Xiao Tian terlihat sangat khawatir, keringat dingin keluar dari tubuhnya, wajahnya terlihat putus asa, di dalam hatinya penuh dengan pikiran negatif, dan hanya bisa pasrah akan keadaan. Xiao Tian menjadi putus asa bukan tanpa alasan, semua itu karena dia tahu kalau waktunya menggunakan teknik 1000 langkah cahaya telah habis, sedangkan dia tak sempat membuka portal menuju ruang hampa untuk dirinya sendiri.
"sepertinya aku hanya bisa sampai disini." ucap Xiao Tian sebelum jatuh pingsan.
Brukkk
Xiao Tian jatuh pingsan terkena efek samping dari teknik 1000 langkah cahaya.
bersambung...
# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini
jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..
O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.
A Little Desire of Anti-Hero
Ancient Realm Goddess
Asmara Jajar Genjang
Cinta Anak Muda
Good Bye My Honey
Kekasih Bayangan
Kita Sepupu?
Lost Princess
Mahluk Pemikat Hati
Miracle of Wish
Monalisa
My Insensitive Boy
My stupidity
Our Love
Pembalasan si Kembar Wibowo
Rahim Pengganti
Sajak Sang Simpanan
Secret Love
Semua Untuk Cinta
Stranger From nowhere
Tales of Schaduw
The 7 Books of God
The Best Brother
The Dark Slayer
The Magic Shop
The Red Game
The Red String Of Fate