
Xiao Tian telah sampai di gerbang istana, semua pandangan terarah kepadanya karena terdapat dua sosok siluman yang cukup kuat di samping kanan dan kirinya. Di tambah lagi terdapat ratusan siluman yang tak bisa diremehkan dengan wujud menyerupai harimau, rusa dan rubah merah.
"Bukankah itu putra mahkota?"
"Mahluk apa yang terbang di samping dan di belakangnya?" pikir para prajurit dan para penduduk yang saat itu telah berkumpul di depan gerbang istana.
#Ruang singgasana kerajaan petir
Raja Xiao Zhaoye yang saat itu sedang duduk sambil menunggu informasi, dikejutkan oleh dua orang prajurit yang menerobos masuk dengan tampang ketakutan seperti habis melihat hantu.
"Hosh hosh hosh( napas yang terengah engah),"
"Ada apa dengan kalian?"
"Kenapa kalian terlihat begitu panik dan ketakutan?" tanya raja Xiao Zhaoye.
"Ma ... maaf karena mengganggumu yang mulia. Tapi ini sangat penting, putra mahkota telah ... ," belum sekpat menyelesaikan ucapannya, raja Xiao Zhaoye memotong pembicaraan dengan berkata,
"Ada apa dengan putraku?"
"Katakan dengan jelas!"
"Anu, sebenarnya ... ,"
"Putra mahkota telah ... ," ucap prajurit itu dengan napas yang terengah engah.
"Putraku telah apa?"
"Katakan dengan jelas!" bentak raja Xiao Zhaoye dengan tampang kesalnya.
"Kau saja yang mengatakannya," ucap prajurit itu sambil menyenggol temannya.
"Aih, kau ini."
"Begini yang mulia. Sebenarnya putra mahkota telah datang. Tapi dia ditemani oleh makhluk aneh yang kultivasinya setara dengan jenderal pembasmi iblis tempo lalu,"
"Kalau tak salah putra mahkota tadi menyebut mereka dengan sebutan siluman," jelas salah satu prajurit sambil memberi hormat.
"Siluman katamu?" ucap raja Xiao Zhaoye sambil mengerutkan dahi karena merasa tak asing dengan kata siluman.
"Benar yang mulia," ucap prajurit itu sambil memberi hormat.
"Lalu dimana putraku sekarang?" tanya raja Xiao Zhaoye sambil menatap prajurit itu.
"Putra mahkota berada di alun alun istana, dia juga mengumpulkan seluruh penduduk ke sana untuk mengumumkan sesuatu," jelas prajurit itu sambil memberi hormat.
"Bagitu ya, kalau begitu panggil Taiwu, para prajurit dan para pelayan istana. Suruh mereka pergi ke alun alun istana untuk menyusulku, karena aku akan pergi duluan." Kalau dugaanku tak salah, sepertinya ini berkaitan dengan tempat yang akan kita huni setelah meninggalkan kerajaan ini," sambung raja Xiao Zhaoye sambil bangkit berdiri dari singgasananya.
"Baik yang mulia," ucap kedua prajurit sambil memberi hormat.
#Alun alun istana, wilayah khusus yang biasa dipakai untuk mengumpulkan penduduk kerajaan untuk mengumumkan sesuatu.
"Terimakasih karena telah mau menungguku di depan gerbang istana sebelumnya. Seperti yang kalian lihat saat ini, di belakangku ada sosok makhluk yang tak pernah kalian lihat sebelumnya. Mereka berasal dari bangsa selain manusia, namun bukan iblis ataupun vampir. Melainkan bangsa siluman yang bisa menggunakan bahasa manusia."
"Meski tampang mereka cukup mengerikan, kalian tak perlu takut. Karena mereka ada di pihak kita," jelas Xiao Tian sambil berdiri di atas panggung yang terbuat dari bebatuan.
"Apa benar mereka tak berbahaya?"
"Taring mereka begitu tajam, dan wujud mereka terlalu buas. Bukankah harimau dan rubah memakan daging?"
"Apa jaminannya kalau mereka tak akan memakan kami?" tanya para penduduk sambil menatap ke arah Xiao Tian.
"Bisakah kalian berhenti menilai seseorang hanya dari tampangnya saja!" ucap raja siluman rusa sambil mengubah wujudnya ke wujud manusia.
"Wah wah wah, tak biasanya kau menunjukkan wujud manusiamu. Kalau begitu aku pun tak mau kalah," ucap raja siluman rubah merah sambil mengubah wujudnya menjadi wujud manusia.
Semua bulu di tubuh mereka menghilang, Pakaian mereka menyusut mengikuti bentuk tubuh mereka, Selain warna mata yang masih tetap berwarna merah, tubuh dan wajah mereka sudah benar benar berubah drastis. Yang tadinya terlihat mengerikan saat ini terlihat seperti manusia tampan dengan tatapan dingin di mata mereka.
Tak lama setelah itu, para siluman harimau, siluman rusa serta siluman rubah merah yang lain juga ikut mengubah penampilan mereka.
Saat ini wujud mereka terlihat sepeerti manusia, ada yang terlihat tampan dan ada pula yang terlihat cantik. Ada yang terlihat sangar ada pula yang terlihat pemalu.
"Tunggu dulu, jadi prajuritmu ada yang berjenis kelamin wanita?"
"Kupikir kalian semua adalah seorang pria," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak raja siluman rusa.
"Tentu saja kami memiliki yang berjenis kelamin wanita. Jika bangsa kami hanya terdiri dari kaum pria, bagaimana mungkin kami bisa memiliki keturunan?" tanya raja siluman rubah merah dengan wujud manusianya.
"Setelah melihat wanita dari bangsa kalian bertransformasi menjadi manusia, aku jadi mengingat bangsa siluman kelinci dan siluman angsa. Sudah begitu lama aku tak melihat mereka, saat kita menyerang sekte iblis di dimensi es pun mereka tak muncul juga, apakah kalian mengetahui dimana mereka?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Itu ... ," ucap raja siluman rubah merah sambil menatap ke arah raja siluman rusa.
"Mereka menghilang sebelum sekte iblis menyerang dimensi es. Aku pun tak tahu kemana mereka pergi, soalnya mereka menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Kerajaan mereka kosong, dan telah lama tak dihuni. Kemungkinan besar, mereka kabur meninggalkan dimensi es, atau sesuatu terjadi pada mereka," jelas raja siluman rubah merah sambil menundukkan kepalanya.
"Bangsa siluman kelinci dan siluman angsa bukanlah pengecut, dan mereka tahu artinya balas budi. Mereka juga tak pernah melarikan diri dari masalah mereka. Alasan mengapa mereka tak muncul sejak sebelum sekte iblis menyerang bukan karena mengetahui bahwa sekte iblis akan menyerang lalu kabur duluan.
Akan tetapi mereka diculik dan dijadikan sandera oleh raja siluman rubah putih tepat sebelum sekte iblis menyerang," jelas raja siluman rusa sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"
tanya raja siluman rubah putih yang tak mengetahui kalau raja siluman rubah putih adalah dalang dibalik menghilangnya bangsa siluman kelinci dan bangsa siluman angsa.
"Sudahlah, kita bahas ini lain kali. Ingatlah baik baik, kalau kau berhutang penjelasan padaku juga Lan Lu. Untuk saat ini, bersikaplah seolah tak terjadi apa apa, hingga kita berhasil memindahkan seluruh penghuni kerajaan petir," sambung Xiao Tian melalui telepati.
"Kami menegerti, maharaja Xiao Tian," ucap raja siluman rubah merah dan raja siluman rusa sambil menganggukkan kepala mereka.
"Apa yang mereka diskusikan sejak tadi?"
pikir para penduduk sambil menatap ke arah punggung Xiao Tian yang sedang berbicara menghadap raja siluman rusa dan rubah merah.
"Kau benar, Feng Yin,"
"Aku harap aku bisa membawa salah satunya pulang," ucap gadis pelayan yang lain.
"Dasar wanita, lihat pria bening sedikit saja sudah lupa daratan," gumam salah satu pria yang menjadi penduduk kerajaan petir.
Ketika pria itu menatap ke arah siluman rubah merah yang berjenis kelamin wanita yang terlihat cukup cantik menggoda, dan dibalas oleh kedipan manja darinya. Pria itu langsung mimisan dan terjatuh ke tanah dengan posisi punggung menempel ke tanah karena saking girangnya.
"Hei kawan, kau baik baik saja?" tanya pria yang berdiri tepat di sampingnya.
"Dia berkedip padaku. Wanita itu berkedip padaku. Apa kalian melihatnya?" ucap pria itu dengan hidung yang mimisan.
"Hanya berkedip saja bisa sampai mimisan. Apa kau sudah kelamaan menjomblo?" ucap pria yang berdiri di samping kanannya.
"Benar benar pria yang menyedihkan," ucap pria yang berdiri di samping kanannya.
Karena penasaran denga kecantikan para wanita dari bangsa siluman rubah yang sanggup membuat salah satu pria mimisan, pria yang lain pun ikut menatap mata wanita dari bangsa siluman rubah merah. Dan benar saja, mereka pun langsung mengalami hal yang sama berupa mimisan yang berlebihan diikuti oleh tubuh yang tiba tiba lemas hingga mengakibatkan mereka terjatuh pingsan.
"Perasaanku saja, atau memang banyak pria yang pingsan di tempat dengan hidung mimisan?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Jangan khawatir maharaja Xiao Tian, aku hanya memberi mereka ilusi yang sangat mereka inginkan melalui kedipan mataku," ucap salah satu siluman rubah merah wanita sambil mencubit manja hidung Xiao Tian.
"Ling ling, jagalah kelakuanmu!" bentak raja siluman rubah merah dengan tampang kesal.
"Jangan galak galak dong, nanti gantengnya ilang loh, mantan raja siluman rubah merah Hua Zhou" ucap Ling Ling sambil mengedipkan matanya kepada Hua Zhou.
"Wanita ini, benar benar menyebalkan saat berubah menjadi manusia. Tingkahnya berubah 180 derajat dari pendiam menjadi keganjenan. Sudah lama sekali dia tak memanggil namaku, tapi ini pertama kalinya dia menyebutku dengan sebutan mantan raja. Walau ingin protes, aku tak bisa. Bagaimana pun ucapannya memang benar, aku bukanlah raja lagi. Semua kekuasaanku kan telah berpindah tangan kepada maharaja Xiao Tian. Huft," pikir Hua Zhou sambil menghela napasnya.
"Apakah kepribadian semua siluman berubah setiap kali berubah wujud menjadi manusia?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Ini hanya terjadi pada siluman yang belum mencapai tingkat pendekar alam roh. Karena aku dan Hua Zhou telah mencapai lapisan puncak alam roh maka kami Zhou tak mengalami perubahan sifat sama sekali," jelas Lan Lu sambil menghela napas.
"Oh iya, raja siluman rusa. Eh, Maksudku Lan Lu.
"Bukankah sebelumnya kalian hanyalah seorang pendekar tingkat dewa petarung?"
"Bagaimana bisa kultivasi kalian melonjak tajam setelah kejadian penghapusan ingatan secara besar besaran terjadi?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Ini semua berkat pil yang diberikan Dewa petir. Pil itu kami dapatkan tepat sebelum Dewa kera mereset ulang ingatan semua orang. Dan tepat disaat gulungan teleportasi kami baru saja di aktifkan," jelas Lan Lu sambil menatap Xiao Tian.
"Begitu ya," sambung Xiao Tian sambil menganggukkan kepala.
Tak lama setelah itu, raja dan ketiga jenderal utama baru sampai di alun alun istana. Taiwu, Tainam Chun dan seluruh kerabat klannya pun turut hadir sambil ditemani semua prajurit dari wilayah perbatasan kerajaan.
Mereka terkejut bukan main setelah melihat orang orang asing berwajah tampan dan cantik berdiri tepat di sekitar Xiao Tian.
Pletakk
"Mana siluman menyeramkan yang kalian maksud?" ucap raja Xiao Zhaoye sambil memukul kepala kedua prajurit yang dia bawa terbang menuju alun alun istana.
"Dewi, Dewi, Dewi. Aku melihat banyak Dewi berparas cantik dengan mata kepalaku sendiri, sepertinya aku sedang bermimpi," pikir jenderal Taifeng sambil menatap para siluman rubah, harimau, serta siluman rusa wanita.
"Mereka melihatku, ini memalukan. Tolong tutupi kami, maharaja Xiao Tian," ucap para siluman rusa berwujud wanita cantik dengan mata hijau mereka.
"Apa yang kalian lihat, dasar penjahat kelamin!" bentak para siluman harimau berjenis kelamin wanita dengan tampang galaknya.
Demi menutupi sifat kasar mereka, para pria dari golongan siluman harimau. Menutupi mulut kotor para wanita dari bangsa mereka dengan tangan mereka.
"Toling jangan berbuat keributan, itu tidak baik," ucap para siluman harimau pria sambil menutup mulut para wanita dari bangsa mereka.
"Pemarah, pemalu dan penggoda. Benar benar diluar perkiraanku. Syukurlah hanya para wanita yang belum bisa mengontrol emosi mereka," pikir Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Hei kau, singkirkan tangan kotormu dari dewi kami!" teriak para penduduk pria.
"Tangan kotor katamu?" ucap para siluman harimau dengan mata kuning yang berubah memerah. Kuku mereka pun berubah menajam.
"Aih, benar benar tempramen yang buruk. Sepertinya tak ada cara lain selain menghentikan mereka dengan kekuatan," pikir Xiao Tian sambil menghela napas.
Xiao Tian mengeluarkan tekanan qi sekuat pendekar alam roh lapisan puncak untuk membuat semuanya terdiam. Dan benar saja, caranya ini berhasil membuat sekua orang terdiam kaku di tempat mereka.
"Pendekar alam roh lapisan puncak, jadi ini kekuatan putra mahkota yang sesungguhnya?" pikir Taiwu dengan tubuh yang gemetaran.
"Apakah dia masih orang yang sama?" pikir Tainam Chun sambil mengerutkan dahi.
"Dengarkan baik baik, dan jangan ada yang menyela. Aku mengumpulkan kalian untuk saling mengenal dengan bangsa siluman. Bukan untuk berseteru dengan mereka. Apa kalian paham?" tanya Xiao Tian dengan tatapan tajamnya.
"Kami mengerti, putra mahkota," ucap para penduduk sambil memberi hormat.
"Bagi yang belum mencapai tingkat pendekar alam roh tolong kembali ke wujud siluman kalian. Jangan membantah atau kalian akan kuhukum sekarang juga," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan hawa membunuh.
"Ba ... baik maharaja Xiao Tian," ucap para siluman sambil mengubah kembali wujud mereka.
"Bagus. Sekarang kita kembali ke pokok permasalahan. Kerajaan kita tidaklah aman sebelum salah satu dari kita mencapai tingkat pendekar alam langit. Kenapa aku berkata seperti itu?"
"Karena musuh terlemah kita adalah pendekar alam mortal. dan jumlah mereka ratusan bahkan ribuan."
"Aku tak ingin kalian mati konyol hanya demi melindungi kerajaan. Jika dirasa lawan terlalu kuat, maka alangkah baiknya kita mundur terlebih dulu."
"Mundur bukan berarti kalah, tapi bisa juga dikarnakan mengalah."
"Dan kalah bukan berarti tak akan bisa menang, karena kemenangan sejati tak akan kau rasakan tanpa pernah merasakan kekalahan terlebih dulu."
"Rasa senang karena meraih kemenangan akan terasa begitu luar biasa jika kita pernah merasakan kekalahan sebelumnya, jadi jangan pernah menganggap mundurnya kita sebagai akhir dari kerajaan. Tapi anggaplah ini sebagai awal daei kejayaan," ucap Xiao Tian dengan tekanan kekuatan qi yang terpancar luas ke seluruh kerajaan.
"Hidup putra mahkota!" ucap para prajurit dan penduduk kerajaan.
"Hidup maharaja Xiao Tian!" ucap para siluman sambil mengangkat tangan kanan mereka ke atas dan ke bawah dengan tangan yang terkepal kencang.