Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Hutan terlarang


# Hutan jauh di luar sekte Gunung Api


#Malam hari


Xiao Tian berjalan di bagian paling depan , Si Gendut berada tepat dibelakangnya , Dan Su Yan berjalan paling belakang untuk mengawasi bagian belakang.


Su Yan Melihat ada banyak buah yang tergeletak ditanah, Karena lapar dia memakannya tanpa memberi tahu Xiao Tian dan Si Gendut, Tapi setelah memakan buah itu dia menjadi merasa pusing dan pingsan, Sedangkan Xiao Tian dan Si Gendut tak menoleh kebelakang, Jadi ketika Su Yan pingsan, Tak ada yang menyadarinya.


"Boss bisakah kita berhenti sebentar?"


"Aku lapar." Ucap Si Gendut


"Kita harus cepat pergi sebelum mereka mengejar." Ucap Xiao Tian


Kruyukkkk(Suara perut Xiao Tian)


"Lihatlah bahkan perutmu juga bunyi, Kita kan belum makan apapun sejak tadi pagi." Ucap Si Gendut


"Bisakah kau belajar dari Su Yan?"


"Dia tak mengeluh dari tadi." Ucap Xiao Tian sambil menoleh kebelakang


Ketika melihat kebelakang dia baru sadar kalau Su Yan tertinggal.


"Waduh kemana tuh anak?" Ucap Xiao Tian


"Dari tadi kan dia dibelakangku." Ucap Si Gendut


"Lihat kebelakang!"


"Jelas-jelas dia tidak ada!" Ucap Xiao Tian


"Waduh sejak kapan dia menghilang?" Ucap Si Gendut


"Terpaksa kita balik lagi, Ayo kita cari dia!" Ucap Xiao Tian


Setelah kembali kebelakang dia akhirnya menemukan Su Yan sedang tergeletak di tanah.


"Su..Su Yan kau tak apa?" Ucap Si Gendut sambil berlari kearah Su Yan


Hanya dengan melihat buah di tangan Su Yan, Xiao Tian menyadari apa yang terjadi.


"Su Yan kau sialan ternyata kau tertidur setelah makan banyak buah-buah ini sendirian ya, Dasar serakah!" Ucap Si Gendut


Melihat buah-buah itu Si Gendut ingin memakannya, Tapi Xiao Tian merebutnya dari tangan Si Gendut dan membuang buah itu.


"Ke..kenapa kau buang!"


"Aku sudah sangat lapar!" Ucap Si Gendut


"Kalau kau ingin mati silahkan." Ucap Xiao Tian


"Apa buah itu beracun?" Ucap Si Gendut


"Sangat beracun, Kalau kau memakannya dalam 3 jam kau akan mati." Ucap Xiao Tian


"La..lau apa Su Yan sudah?" Ucap Si Gendut


"Aku tak tahu, Kita harus mengeceknya." Ucap Xiao Tian


"Bagaimana keadaanya?" Ucap Si Gendut


"Dia masih hidup, Sepertinya belum lama dia pingsan." Ucap Xiao Tian


"Syukurlah, Lalu apa ada cara menghilangkan racunnya?." Ucap Si Gendut


"Untung saja aku pernah membuat pil anti segala racun, Sebagian sudah kujual di tempat lelang tapi aku juga masih membawa beberapa, Akhirnya aku bisa mencoba pil ini, Semoga saja manjur." Ucap Xiao Tian


Setelah beberapa lama Su Yan terbangun dari pingsannya.


"Ke..ketua kenapa kau disini?" Ucap Su Yan


"Kau baru saja mau mati tahu!" Ucap Xiao Tian


"Bagaimana mungkin, Kenapa aku bisa hampir mati?" Ucap Su Yan


"Kau memakan buah beracun tadi, Buah yang kau makan adalah Apel neraka, Walau terlihat seperti apel tapi warnanya ungu, Disebut Apel Neraka karena memiliki racun yang sangat mematikan, Tak banyak orang yang mengetahui buah ini, Dan mati karena memakannya."


"Kau beruntung karena aku memiliki obat penawar dari racun buah ini." Ucap Xiao Tian


"Te..terima kasih ketua." Ucap Su Yan


"Lain kali kalau menemukan buah katakan dulu padaku, Kau tak bisa makan semua buah yang kau lihat, Buah yang terlihat lezat belum tentu enak, Bisa saja itu beracun seperti tadi, Tapi kalau kau mau mati ya sudah, Aku tak akan menyelamatkanmu untuk kedua kalinya." Ucap Xiao Tian


"Ketua aku berjanji, Jadi jangan tinggalkan aku.. Huhuhu." Ucap Su Yan


"Ya sudah kita cari makanan dulu, Meski kau sudah pulih, Kita belum makan apapun, Aku juga sudah lapar." Ucap Xiao Tian


"Akhirnya makanan!" Teriak Si gendut


"Hei aku tahu kau lapar, Tak perlu berteriak." Ucap Xiao Tian


"Boss lihat itu, Itu adalah kelinci liar, Ada 5 ekor, Kita bisa memakannya." Ucap Si Gendut sambil menunjuk ke arah para kelinci


"Wah ternyata benar-benar ada."


"Tajam juga matamu Gendut." Ucap Xiao Tian


Ketika Xiao Tian melangkahkan kaki ke arah kelinci, Para kelinci tiba-tiba berlari menyebar, Dan terdengar suara misterius. Suasana menjadi mencekam karena suara itu terdengar begitu menakutkan.


"Roarrrr apa yang kalian laukan disini manusia!"


"Menjauhlah dari hutanku atau kau akan mati!"


"Ini adalah wilayah kekuasaanku, Tak ada yang boleh berburu atau merusak hutan ini!" Ucap Suara misterius yang menakutkan


"Sial suara apa itu?"


"Aku merinding." Ucap Si Gendut


"Ini adalah hutan iblis naga, Tak ada manusia yang boleh disini, Kalau ingin hidup pergilah dari sini!" Ucap Suara misterius yang menakutkan


"Hu..hutan Iblis Naga, Aku baru ingat, Itu adalah nama hutan terlarang yang tak boleh kita lewati, Aku tak tahu kalau kita malah melewatinya." Ucap Su Yan


"Hei apa di peta tak tertulis?" Ucap Si Gendut


"Oh di peta memang ada, Coba lihat ini." Ucap Xiao Tian sambil menunjukkan petanya


"Dasar kenapa kau malah membawa kami kemari, Ini kan jalan yang salah, Jelas-jelas dipeta tertulis untuk jalan memutar!" Teriak Si Gendut


"Ya kupikir kalau lurus jadi lebih cepat kan?" Ucap Xiao Tian


"Disini dijaga oleh iblis berbahaya, Semua yang kemari tak pernah kembali, Makanya ada larangan untuk melintasi hutan ini." Ucap Su Yan


"Sialan kami akan mati kalau tak segera pergi, Boss berikan petannya dan ayo kembali ke jalan memutar!" Ucap Si Gendut


"Kau ini terlalu ya, Kalau kembali akan memakan waktu lama, Dan juga kita bisa disergap para bawahan Chunku." Ucap Xiao Tian


"Tuan iblis tolong biarkan kami lewat ya." Ucap Su Yan


"Kalian harus kembali, Tak boleh jalan lurus!"


"Atau kalian ingin mati?" Ucap Suara misterius


"Ampun jangan bunuh aku!"


"Bunuh saja mereka, Aku tak ingin mati huhuu." Ucap Su Yan


"Hei Sun Long apakah kau tahu lokasi iblis itu?" Ucap Xiao Tian lewat telepati


"Aku tak merasakan hawa iblis sedikitpun, Sepertinya itu hanyalah kerjaan manusia." Ucap Sun Long


"Apa kau yakin?" Ucap Xiao Tian lewat telepati


"Sialan kalau begitu aku harus meminta bantuan dewa petir, Dia paling hebat kalau melacak orang." Ucap Xiao Tian Lewat telepati


"Lalu dimana dia?"


"Sejak tadi aku tak melihatnya." Ucap Sun Long


"Woi dewa petir dimana kau!" Teriak Xiao Tian


"Boss kenapa kau malah berteriak memanggil dewa petir?"


Tak lama kemudian Dewa petir muncul dihadapan Xiao Tian


"Berisik, Kau ini mengganggu waktu santaiku." Ucap Dewa petir


"Kemana saja kau?" Ucap Xiao Tian Lewat telepati


"Aku habis dari surga, Istriku memanggilku, Lagi pula kau kan sudah punya penjaga lain." Ucap Dewa petir


"Apa maksudmu?" Ucap Xiao Tian lewat telepati


"Bukankah kau bekerja sama dengan kaisar iblis?" Ucap Dewa petir


"Ba..bagaimana kau tahu?" Ucap Xiao Tian Lewat telepati


"Itu mudah, Aku tahu sejak kau diserang iblis setengah naga waktu itu, Dan bahkan aku tak bisa membaca pikiranmu pasti karena dia kan?" Ucap Dewa petir


"Iya kalau kau sudah tahu ya sudahlah, Aku ingin tanya kok kau bisa tiba-tiba muncul?"


"Apakah kau bisa teleportasi?" Ucap Xiao Tian lewat telepati


"Aku hanya menggunakan rohku untuk menemuimu, Tubuku masih ada di alam surga, Ya anggap saja teleportasi, Karena aku bisa pergi kesana kemari dalam sekejap mata." Ucap Dewa Petir


"Begitu ya, Kalau begitu bisakah kau kirim kami ke tempat tujuan kami dengan teleportasi?" Ucap Xiao Tian lewat pikiran


"Tidak bisa, Aku hanya bisa memindahkan tubuhku sendiri, Kaisar langit membatasi kemampuanku ketika di bumi." Ucap Dewa petir


"Begitu ya." Ucap Xiao Tian


"Apa yang begitu ya!"


"Beraninya kau melamun saat aku memperingatimu!"


"Lakukanlah seperti kedua anak buahmu, Berlututlah dan memohon ampun, Manusia!" Ucap Suara misterius


Karena fokus bicara pada Dewa petir dia tak mendengar semua ucapan dari suara misterius itu.


"Boss apa yang kau lakukan?"


"Berlututlah atau kau akan bernasib seperti orang-orang yang tak bisa kembali." Ucap Si Gendut


"Hei Dewa Petir apa kau tahu dimana asal dari suara itu?" Ucap Xiao Tian


"Oh dia ada di balik pohon besar itu, Dia menggunakan item sihir untuk merubah suaranya." Ucap Dewa petir


"Hahahahah, Bersiaplah iblis, Kau akan aku habisi!" Teriak Xiao Tian


"Berani sekali kau menantangku!" Ucap Suara misterius


Xiao Tiaon berlari memutar menuju sumber suara agar tak ketahuan, Saat dia memeriksa sumber suara, Ternyata dari tadi dia sedang dikerjai oleh seorang bocah berumur sekitar 5 tahun.


"Kemanapaun kau mencoba lari kau tak akan bisa pergi." Ucap Suara misterius


Bukkk


Xiao Tian memukul bocah itu, Dan menarik baju belakangnya, Dia mengangkatnya dengang satu tangan dan membuatnya bergelantungan karena bajunya dia tarik keatas. Xiao Tian membawa bocah itu menghadap Su Yan dan Si Gendut.


"Hei turunkan aku, Beraninya kau berbuat hal tak sopan pada penguasa hutan ini!" Ucap bocah itu


Su Yan dan Si Gendut yang sedang bersujud mengangkat kepalanya dan kaget setelah melihat Xiao Tian sedang mengangkat seorang bocah.


"Kenapa kalian lihat-lihat!"


"Berdirilah dan bantu aku lepas dari manusia terkutuk ini!" Ucap Bocah dengan suara yang misterius


"Apa dari tadi kita dikerjai bocah itu?" Ucap Su Yan


Xiao Tian mengambil item sihir milik bocah itu lalu melepaskan bajunya hingga dia terjatuh dan akhirnya suaranya tak mengerikan lagi.


"Kembalikan barang berhargaku!" Teriak bocah itu


Su Yan dan Si Gendut berdiri dan memasang wajah marah ingin memukul bocah itu.


"A..apa yang kalian ingin lakukan, Menjauh dariku!" Ucap Bocah itu


"Hei bocah berani sekali kau yah mempermainkan kami!" Ucap Su Yan


"Berhenti memanggilku bocah, Umurku jauh lebih tua darimu!" Teriak bocah itu


"Hei apa kau masih mau berpura-pura?" Ucap Si gendut


"Kau pikir bocah macam apa yang bisa hidup sendirian di tengah hutan yang dipenuhi binatang buas!" Ucap Bocah itu


"Haha aku yakin ayahmu bersembunyi disekitar sini, Sudahlah aku tak mau mengurusimu, Ayo teman-teman kita berburu lagi !" Ucap Xiao Tian


"Ya aku juga sudah sangat lapar." Ucap Si Gendut


"Brengsek berikan item sihirku!" Ucap Bocah itu


Tak lama kemudian orang-orang suruhan Chunku muncul didepan bocah itu. Dan menjadikannya sandra untuk mengancam Xiao Tian.


"Siapa kalian!"


"Lepaskan aku!"


"Dasar manusia , Jika kau tak melepaskanku.."


"Aku pasti membunuhmu!" Teriak bocah itu


"Hohoho bocah yang imut ,Dia bahkan tak menangis saat di kerumuni orang-orang bersenjata." Ucap salah satu anak buah Chunku


"Hei kalian, Berhentilah dan tolong aku!" Ucap Bocah itu


"Maaf aku tak akan percaya padamu!, Paling mereka hanya lah kelompokmu yang sedang bersandiwara." Ucap Xiao Tian


"Hahahaha sudah kuduga seorang bocah tak mungkin sendirian di tengah hutan." Ucap Si Gendut


"Kami benar-benar akan membunuh anak ini loh." Ucap Orang-orang itu


Melihat bocah itu berdarah di bagian leher karena tersayat pedang yang menempel di lehernya , Xiao Tian tak bisa menahan diri dan melempar jarum-jarum akupunturnya hingga membuat orang itu tak bergerak, Dengan cekatan xiao Tian menghilang dari pandangan mereka dan menghajar pria yang menyandra bocah itu.


"Aku tak perduli kalian sedang berakting atau benar-benar penjahat, Tapi aku tak tahan melihat kalian melukai bocah 5 tahun hanya demi uang." Ucap Xiao Tian


"Hahahaha jangankan bocah ini, Kami bahkan rela menghancurkan desa jika dibayar banyak, Jadi Xiao Tian terima saja nasibmu!" Ucap Orang itu


"Bagaimana kau tahu namaku?" Ucap Xiao Tian


"Aku adalah pemimpin kelompok D, Namaku Zheng Lin, kami adalah kelompok khusus yang menjadi bayangan hitam tuan Chunku." Ucap Zheng Lin


"Hahaha jadi kalian suruhannya ya." Ucap Xiao Tian


"Aku tak menyangka kau mengambil jalur ini, Padahal ini jalur terlarang, Syukurlah kami kebetulan lewat, Semua orang sudah menyebar, Tak perduli kau lari kemanapun pasti akan kami temukan." Ucap Zheng Li


"Begitu ya, Sayang sekali Chunku terlalu meremehkanku karena mengirim orang lemah seperti kalian." Ucap Xiao Tian


"Beraninya kau berkata seperti itu!" Ucap Zheng Lin


Zheng Lin dan pasukannya yang tersisa menyerbu Xiao Tian dan berusaha menebasnya. Tapi Xiao Tian mengalahkan mereka dengan mudah.


"Bagaimana mungkin!"


"Kupikir kau hanya petarung perunggu bintang 6." Ucap Zheng Lin


"Sayangnya kau salah info, Hanya karena aku keluar sekte bukan berti aku lemah, Aku hanya belum cukup kuat kalau melawannya sekarang, Tapi aku cukup kuat untuk menghabisi kalian." Ucap Xiao Tian


"hahaha, Menarik tapi kami bukan satu-satunya bawahan tuan Chunku, Bersiaplah sampai mereka menjemputmu, Karena jika kau membunuhku, Mereka akan tahu lokasimu!" Ucap Zheng Lin


"Terimakasih infonya." Ucap Xiao Tian


"Kalau begitu kalian makan pil ini saja ya." Ucap Xiao Tian


"Kau pikir kami akan menurut!" Ucap ZhengLi


"Sayangnya aku bisa membuatmu diam dengan mudah, Asal kau terkena jarumku, Dan kalian sekarang tak bisa bergerak, Tenang saja , Racun ini tak hanya membuat kalian tak bisa bergerak, Tapi jiga bertahan 7 hari untuk membunuhmu, Entah hewan buas atau racun ini yang akan membunuh kalian, Aku tak perduli." Ucap Xiao Tian


"Tak perduli kalian lari kemanapun, Kalian pasti bisa ditemukan, Kami sudah menyebar poster kalian bertiga di semua kerajaan dan wilayah sekitar sini!" Teriak Zheng Lin


"Jadi kami sudah jadi buronan ya, Menarik." Ucap Xiao Tian


Xiao Tian meninggalkan mereka setelah memberi pil beracun yang pernah dia buat. Su Yan dan Si Gendut hanya bisa diam karena merasa takut mati. Akhirnya mereka berlari untuk membuat jarak yang jauh dari tempat itu.