
Setelah sampai di istana Xiao Tian langsung menuju kamarnya dan tidur dengan pulas karena begitu lelah.
"Apa dia sudah tidur?"
"Kenapa dia pergi lama sekali bersama Taiwu?"
"Kemana saja mereka pergi?"
"Apakah rumor tentang hubungan mereka itu benar?" Ucap Putri Jia Li
"Apa aku harus menanyakannya langsung?"
"Tapi bagaimana kalau kejadian tadi pagi terjadi lagi?"
"Aku tak bisa menahan diriku lagi kalau hal itu terjadi lagi" Ucap Putri Jia Li
"Hei putri kenapa kau diluar kamar Pangeran?"
"Apakah kau ingin melanjutkan kejadian tadi pagi?" Ucap Taiwu
"Sialan Jadi kau masih mengingat kejadian itu ya, Kenapa kau tak membantuku saat aku berusaha melawannya!" Teriak Putri Jia Li
"Sttt jangan berisik, Hari ini pangeran Xiao Tian sangat kelelahan, Dia habis melakukan banyak hal yang luar biasa."
"Kau kan tahu kalau besok dia akan mengikuti turnamen beladiri, Jadi khusus malam ini jangan mengganggunya, Tapi jika kau ingin menemaninya tidur itu terserah padamu." Ucap Taiwu
"Brengsek siapa juga yang mau menemaninya tidur!" Ucap Putri Jia Li
Putri Jia Li meninggalkan Taiwu dan masuk ke kamarnya.
#Kamar putri Jia Li
"Kalau tak salah turnamen itu kan untuk mencari murid berbakat yang pantas masuk ke sekte Gunung Api."
"Apakah dia akan pergi berlatih di sekte itu?"
"Jadi dia akan meninggalkanku disini sendirian?"
"Lalu nasib pernikahanku bagaimana?"
"Kalau dia pergi, Aku tak bisa melakukan apapun lagi."
"Aku tak akan bisa membuatnya menyukaiku."
"Eh, Kenapa aku berpikir begitu?"
"Sadaralah Jia Li kau tak boleh menyukai pria mesum itu!" Ucap Putri Jia Li sambil menampar wajahnya
#Keesokan harinya
"Huahhhh tidur yang menyenangkan, Tak ada gangguan sedikitpun." Ucap Xiao Tian
"Hei cepatlah mandi, Hari ini kau harus ikut turnamen beladiri." Ucap Dewa petir
Xiao Tian berjalan menuju tempat pemandian, Tetapi di jalan dia tak sengaja menabrak Putri Jia Li yang sedang berlari untuk membangunkan Xiao Tian di persimpangan jalan.
Karena dalam keadaan masih ngantuk, Xiao Tian terdorong hingga jatuh kebelakang, Membuat putri Jia Li menindihnya dan tak sengaja mereka pun berciuman lagi. Dan dibagian bawah Xiao Tian terasa barang yang semakin mengeras.
"Hei brengsek, bisakah kau tahan benda tajammu itu?" Ucap Putri Jia Li
"Bagaimana mungkin aku bisa menahannya kalau kau tiba-tiba saja menindihku dan menciumku!" Ucap Xiao Tian
"A..aku tak sengaja ok!" Ucap Putri Jia Li
"Kalau begitu cepatlah berdiri!" Ucap Xiao Tian
"Kakiku terkilir aku tak bisa berdiri." Ucap Putri Jia Li
"Apa kau tahu aku hanya memakai handuk, Jangan menggodaku, Kalau tidak aku bisa memakanmu!" Ucap Xiao Tian
"Ta..tapi aku belum siap, Tolong mengertilah aku benar-benar terkilir!" Teriak putri Jia Li
Xiao Tian membalikkan badanya sehingga posisi dia diatas tubuh putri Jia Li.
"Setelah kupikirkan dia lumayan cantik." Pikir Xiao Tian
Tanpa sadar karena terdorong nafsu Xiao Tian mencium putri Jia Li, Tapi ketika dia mencoba meraba bagian lain terdengar langkah kaki dari para pelayan.
"Anggap saja kau beruntung karena ada orang yang lewat, Lain kali Jika kau terus menggodaku mungkin aku akan melakukan hal yang lebih dari ini!" Ucap Xiao Tian
"Tunggu!"
"Jangan tinggalkan aku sendiri!"
"Aku sedang terkilir!" Ucap Putri Jia Li dengan wajah yang merah
Xiao Tian menggendong putri Jia Li ke kamarnya untuk mengambil jarum akupuntur miliknya, Dia ingin sekalian mengobati penyakit putri Jia Li yang membuatnya tak bisa berkultivasi melebihi petarung bintang 4.
"Ke..kenapa kau menggendongku kekamarmu?"
"A..aku hanya terkilir, Aku tak sedang menggodamu!" Ucap Putri Jia Li dengan wajah memerah
"Sudahlah diam dan patuhi aku, Atau kau akan menerima hal yang lebih buruk." Ucap Xiao Tian
"Pangeran kau mau menggendong putri Jia Li kemana?" Ucap Fang Yin salah satu pembantu istana
"Aku ingin membawanya kekamarku, Kakinya sedang terkilir jadi aku menggendongnya." Ucap Xiao Tian
"Putri apa itu memang benar?" Ucap Fang Yin
"Iya I..itu benar," Ucap Putri Jia Li dengan wajah merah yang gugup karena malu
Xiao Tian pergi meninggalkan para pelayan dan lanjut pergi ke kamarnya.
"Apa menggendong orang terkilir harus dibawa ke kamar pribadinya?"
"Lalu kenapa dia hanya memakai handuk?"
"Dan beberapa kancing putri Jia Li ada yang lepas" Ucap Fang Yin
"Hei Fang Yin masa kau tak mengerti, Itu berarti mereka habis melakukan sesuatu disini, Karena mendengar langkah kaki kita, Mereka ingin melanjutkannya di dalam kamar." Ucap salah satu pembantu
"Bagus dong kalau gitu!" Ucap Fang yin
"Apa maksudmu, Kau kan biasanya paling tak mau pangeran dekat dengan wanita lain." Ucap Salah satu pembantu
"Kau ini lupa ya, Kalau mereka benar-benar melakukan sesuatu, Berarti pangeran masih normal, Dulu aku memang membenci pangeran dekat dengan wanita lain, Tetapi setelah mendengar rumor itu aku tidak terlalu membencinya." Ucap Fang Yin
"Rumor apa maksudmu?" Ucap Salah satu pembantu
"Rumor bahwa pangeran menyukai pria, Aku memang benci dia bersama wanita lain, Tapi aku lebih benci kalau dia bersama pria lain, Itu terdengar begitu mengerikan." Ucap Fang Yin
"Kau benar, Bagaimana kalau kita ke kamarnya dan menguping di pintunya, Walau tak melihat adegannya kita bisa mendengar mereka." Ucap Salah satu pembantu
"Hahaha, Tumben otakmu encer." Ucap Fang Yin
Xiao Tian yang sedang mengobati Putri Jia Li dengan Jarum akupunturnya, Membuat Putri Jia Li kesakitan dan menjerit begitu keras, Semua pembantu yang mencoba mengupingnya dibuat mimisan karena memikirkan hal yang lain.
"Ah Xiao Tian tolong pelan-pelan, Ini sangat sakit!" Ucap Putri Jia Li
"Berhentilah teriak, Kalau tidak aku akan melakukannya dengan lebih keras!" Ucap Xiao Tian
"Aku tidak sanggup lagi, Ini terasa begitu sakit." Ucap Putri Jia Li
"Aku melakukan ini demi masa depanmu, Kalau kau tak ingin menjadi kuat kau akan menjadi sampah selamanya!" Ucap Xiao Tian
"Tolong bersikaplah lebih lembut padaku, Ahh." Teriak Putri Jia Li
"Berhenti mendesah, Kau bisa membuat semua orang salah paham."
"Aku tahu kau tak terbiasa dengan tusukan jarumku, Ini pertama kalinya kau di tusuk dalam keadaan sadar, Jadi kau menjerit kesakitan, Tapi apakah kau bisa berhenti mengatakan hal yang dapat membuat orang salah paham?" Ucap Xiao Tian
"Aku-aku tak sanggup lagi aku ingin keluar!" Ucap Putri Jia Li
#Diluar Kamar
"Pu..putri sampai keluar, Ini luar biasa, Benarkan teman-teman?." Ucap Fang Yin sambil melihat kearah teman-temannya dengan hidung mimisan
"Sialan kenapa kalian malah mimisan sampai pingsan?" Ucap FangYin
"Kalau kalian pingsan disini bagaimana caraku menjelaskan pada pangeran jika dia keluar." Ucap FangYin
#Di dalam kamar Xiao Tian
"Sialan kenapa bagian bawahmu mengeluarkan banyak darah?"
"Aku kan hanya menusuk badanmu dengan jarum." Ucap Xiao Tian
"Itu karena aku baru saja datang bulan, Itu adalah darah dari datang bulanku. Dari tadi aku mencoba menahannya, Tapi karena aku dibuat tak bisa bergerak oleh jarum-jarummu aku tak bisa pergi dari kasurmu." Ucap Putri Jia Li
"Hadeh kenapa kau tak bilang kalau kau akan mengeluarkan itu." Ucap Xiao Tian
"Maaf aku malu, Jadi aku tak berani mengatakannya." Ucap Putri Jia Li
"hahah, Bersyukurlah karena hari ini kau datang bulan, Kalau tidak aku akan memakanmu setelah mengobatimu." Ucap Xiao Tian
"A..apa maksudmu?" Ucap Putri Jia Li
"Harus kuakui kau berhasil menggodaku, Dan terlihat cantik hari ini, Tapi mungkin hari ini adalah hari terakhir aku menemuimu, Makanya aku mengobatimu agar bisa berkultivasi lagi, Dengan begitu suatu saat nanti kau bisa menjaga dirimu sendiri."
"Kalau begitu aku pergi dulu, Aku ingin mandi dan segera pergi ke turnamen beladiri." Ucap Xiao Tian
"Tunggu apa kau benar-benar akan pergi?" Ucap Putri Jia Li
"Ya aku akan pergi." Ucap Xiao Tian
"Bisakah kau tetap disini?" Ucap Putri Jia Li
"Maaf aku tak bisa." Ucap Xiao Tian
"Apakah yang kau katakan benar?" Ucap Putri Jia Li
"Ya memang benar kalau aku akan pergi." Ucap Xiao Tian
"Bu..bukan itu, Aku menanyakan hal yang lain." Ucap Putri Jia Li
"Lalu apa yang maksud?" Ucap Xiao Tian
"Apakah benar kalau aku cantik?" Ucap Putri Jia Li dengan wajah memerah
"Kau memang sangat cantik hari ini." Ucap Xiao Tian
"Lalu apakah kau menyukaiku?" Ucap Putri Jia Li
"Ya aku menyukaimu, Aku sudah tak membencimu lagi." Ucap Xiao Tian
"Apakah kau mencintaiku?" Ucap Putri Jia Li
"Aku belum bisa menjawab itu, Tapi mungkin aku sedikit tertarik padamu, Sayangnya aku harus pergi, Jadi mungkin aku akan melupakan rasa itu ketika jauh darimu." Ucap Xiao Tian
"A..aku berjanji aku akan berkultivasi hingga aku bisa menjadi murid di sekte Gunung Api, Dengan begitu aku bisa menyusulmu dan membuatmu menyukaiku!" Ucap Putri Jia Li
"Kalau begitu aku akan menantikanmu di sekte Gunung Api." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian pergi membuka pintu kamarnya, Dan dia terkejut karena melihat para pembantu pingsan didekat pintunya.
"Fang Yin kenapa mereka pingsan disini?" Ucap Xiao Tian
"Ah tak ada apa-apa pangeran, Penyakit mereka sedang kambuh, Nanti juga sadar sendiri." Ucap Fang Yin
"Lalu kenapa hidungmu mimisan?" Ucap Xiao Tian
"Ini juga karena penyakitku, Kau tak perlu panik." Ucap Fang Yin
"Apa semua pembantu istana memiliki penyakit aneh ya?"
"Tapi kok aku merasa kalau mereka semua sehat." Ucap Xiao Tian dalam hati
"Sebenarnya mereka pingsan karena mengupingmu dan berpikir.tentang adegan ranjang." Ucap Dewa petir
"Adehh sudah kuduga teriakan putri Jia Li bisa membuat orang salah paham." Pikir Xiao Tian
"Fang Yin karena kau satu-satunya pembantu yang masih sadar, Pergilah ke kamar ku dan cucilah kasur dan selimutku, Disana ada begitu banyak darah." Ucap Xiao Tian
"Darah apa pangeran?" Ucap Fang Yin
"Apa aku perlu menjelaskannya?"
"Lakukan saja tugasmu!" Ucap Xiao Tian
"Ba..baik pangeran." Ucap Fang Yin
"O iya putri jia Li masih terbaring lemas dikamarku, Dia bisa pergi dari kamarku setelah istirahat sebentar, Biarkan dia berbaring disana terlebih dulu, Dia sedang kelelahan karena aku tusuk beberapa kali." Ucap Xiao Tian dengan polos
"Hahahah tak kusangka pangeran mengatakannya tanpa rasa malu." Pikir Fang Yin
"Baiklah aku akan pergi mandi dulu, Kau pergilah kedalam dan penuhi semua yang Putri Jia Li inginkan sampai dia sendiri yang bilang ingin pergi, Setelah dia pergi kau baru boleh mencuci kasurku." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian pergi ke tempat pemandian dan meninggalkan Fang Yin
#Di dalam kamar Xiao Tian
"Pu..putri Jia Li apakah kau baik-baik saja?"
"Aku diperintahkan pangeran untuk mencuci kasur dan selimutmya setelah anda pergi dari kamar." Ucap Fang Yin
"Apa dia mau mengusirku?" Ucap Putri Jia Li
"Ti..tidak, Dia bilang aku harus disini sampai putri pulih, Dia bilang selama kau belum pulih aku tak boleh meninggalkanmu sendiri." Ucap Fang Yin
"Aku tak perlu ditemani, Kalau kau ingin mencuci, Cuci saja selimut ini, Karena aku ingin tiduran sebentar." Ucap Putri Jia Li
Fang Yin menerima selimut yang terkena darah itu
"Waw darahnya banyak sekali, Apakah ini darah perawannya?"
"Sepertinya punya pangeran begitu besar ya." Pikir Fang Yin
"Kenapa kau masih disini dan terus bengong?" Ucap Putri Jia Li
"Anu putri apakah kau merasa sakit?"
"Apakah pangeran terlalu kasar?" Ucap Fang Yin
"Dia memang terlalu kasar, Dan melakukannya begitu keras, Aku tak tahan karena jarum miliknya itu menusukku, Tapi setelah agak lama, Rasanya lebih enak, Tubuhku jadi lebih rileks dan tak merasa pegal lagi." Ucap Putri Jia Li dengan polos
"Sialan apakah orang-orang kerajaan tak bisa menjaga rahasia?"
"Dia mengatakannya seolah-olah hal itu adalah hal yang wajar." Pikir Fang Yin
"Oh iya nona kalau kau melakukan adegan ranjang, Jangan dilakukan dipagi hari, Dan kalau mau melakukannya dipagi hari, Jangan berteriak terlalu keras, Aku dan para pelayan yang lain pingsan karena tak sengaja mendengar desahanmu." Ucap Fang Yin sebelum meninggalkan putri Jia Li
"Adegan ranjang?" Pikir putri Jia Li
Setelah beberapa saat putri Jia Li baru sadar apa yang Fang Yin maksud.
"Tu...tunggu!"
"Kau salah paham!" Teriak Putri Jia Li dengan wajah yang merah karena malu
Fang Yin sudah Jauh jadi tak bisa mendengar teriakannya.
"Apakah putri mengatakan sesuatu?"
"Ah sudahlah mungkin perasaanku saja." Ucap Fang Yin