
"Kanya karena belum bisa, bukan berarti tak akan bisa ya?"
"Benar benar bocah yang optimis. Seperti yang diharapkan dari muridnya," pikir Kaisar Langit sambil tersenyum.
Setelah Xiao Tian sudah bisa menenangkan dirinya, dia memasang tampang yang lebih serius dan berkata,
"Jika saat ini aku tak boleh ikut campur secara langsung. Lalu apa yang harus kulakukan?"
"Apakah aku tak bisa membantu sama sekali?" tanya Xiao Tian dengan kedua tangan yang terkepal. Terlihat jelas bahwa saat itu, dia sangat kecewa sekaligus kesal akan ketidak mampuannya.
Akan tetapi, tanpa diduga kekecewaan itu dirubah menjadi sebuah harapan. Dan semua itu karena jawaban Kaisar Langit.
"Tidak berguna?"
"Jika kau tak memiliki roh beladiri legendaris dan memilih menjadi Dewa obat mungkin memang iya," jawab Kaisar Langit dengan nada serius.
"Maksudmu?" tanya Xiao Tian sambil menatap punggung Kaisar Langit.
"Kaisar iblis Jian yang sempurna memang bukan musuh yang bisa kau hadapi saat ini. Itulah sebabnya aku memintamu untuk memperkuat diri."
"Sebelumnya aku pun takut akan kehancuran alam Dewa, sejak mengetahui bahwa iblis sialan itu telah mendapatkan kekuatannya kembali. Tapi setelah bertanya kepada seorang Budha, kini aku sangatlah sadar. Bahwa kau sangat berpotensi untuk menjadi mimpi buruk bagi semua kaisar iblis kuno." ucap Kaisar Langit sambil menggigit ibu jarinya hingga meneteskan darah.
Saat tetesan darah tersebut menyentuh lantai ruangan yang berbentuk awan, seketika terjadi sebuah perubahan besar dalam ruangan tersebut.
Warna merah darah menyebar luas hingga merubah seluruh dinding awan. Tak lama setelah itu, tubuh Xiao Tian tiba tiba saja terhisap masuk ke dalam awan merah yang sedang dia duduki.
"Apa yang ... ," pikir Xiao Tian dengan tampang bingung.
"Jangan Khawatir, awan itu akan menuntunmu ke dimensi merah yang tak terikat oleh waktu. Teknik ini baru ku dapatkan dari seorang budha dengan mengorbankan begitu banyak harta."
"Oh iya, ini hanya bisa kulakukan sekali seumur hidupku. Jadi jangan kecewakan aku. Pastikan jangan keluar dari dimensi itu sebelum kau dinyatakan sudah cukup kuat untuk melawan Kaisar iblis Jian," jelas Kaisar Langit tanpa menoleh ke belakang. Sambil menjelaskan hal tersebut, dia melemparkan beberapa gulungan teknik tingkat Dewa, dan metode pengembangan aura Dewa.
"Semoga berhasil, Dewa obat Xiao Tian," ucap Kaisar Langit sambil mengepal erat kedua tangannya.
"Nasib Dewa petir dan semua orang yang telah terjangkit darah iblis milik Kaisar iblis Jian hanya ada padamu. Tolong jangan kecewakan aku, Xiao Tian," pikir Kaisar Langit sambil menundukkan kepalanya.
#Dimensi merah
Xiao Tian telah terhisap masuk ke dalam awan merah. Awalnya aean tersebut berwarna puntih, namun tiba tiba saja berubah menjadi merah karena dipicu oleh teknik baru yang dimiliki Kaisar Langit. Saat itu tak hanya jiwanya saja yang dipindahkan, melainkan raganya juga.
Alasan mengapa dimensi tersebut, disebut sebagai dimensi merah yaitu karena di dalamnya tak ada warna lain selain merah. Dari matahari, langit, awan, tanah, hingga pepohonan semuanya memiliki warna merah.
Suhu di dalam dimensi itu pun bukan main panasnya, hingga bisa membakar tubuh seorang Dewa sekalipun. Jika Xiao Tian tak terikat dengan api hitam dan putih, kemungkinan besar dia tak akan dapat menahan rasa panas tersebut.
"Untunglah tubuhku sudah memiliki toleransi oleh hawa panas dari segala jenis api, yang jadi masalah adalah pakaianku sudah mulai terbakar sejak masuk ke dalam dimensi ini. Jika dibiarkan begini terus, aku bisa kehilangan pakaianku."
"Untungnya gulungan teknik tingkat Dewa memiliki ketahanan terhadap api juga, jika tidak aku tak tahu harus bagaimana lagi," pikir Xiao Tian sambil menghela napasnya.
Disaat Xiao Tian masih khawatir terhadap pakaiannya, tiba tiba saja sebuah set pakaian pendekar berwarna merah darah terlempar kencang ke arahnya. Dan tak lama setelah itu, terdengar suara yang tak asing dari arah belakang punggungnya.
Dan suara itu berbunyi,
"Pakai itu, jika kau tak mau telanjang!"
Saat mendengar suara yang terdengar familiar di telinganya, Xiao Tian langsung membalikkan badannya dan benar saja dia menemukan seseorang yang dia kenal. Dan itu adalah roh tikus suci yang pernah menggigit punggung salah satu kakinya.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Xiao Tian dengan heran.
Disaat roh tikus suci belum merespon, para roh suci yang lain ikut muncul entah dari mana.
Ketika semua roh suci berkumpul, para roh suci tersenyum dan berkata, "Untuk melatihmu menjadi seorang Dewa yang bisa diandalkan."