Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 375 : Menang dengan mudah


"Heave Axe!" Ning Zetao menyerang sisi lain Xiao Tian dari segala arah.


Woosh


Trangg


Trangg


Sisi lain Xiao Tian menahan semua serangan dengan pedang hitam bergerigi secara bergantian.


Meski semua serangan tak mengenai tubuhnya secara langsung. Ning Zetao tetap bisa meninggalkan luka gores di tubuh lawannya itu.


"Dari mana datangnya semua luka ini?"


"Kenapa kedua tanganku mengalami luka gores?" pikir sisi lain Xiao Tian sambil melangkah mundur.


"Kenapa kau berinisiatif menjaga jarak sekarang?"


"Apakah kau takut dengan skill relik buatan milikku?" tanya Ning Zetao sambil memanggul kapaknya.


"Takut?"


"Hahaha,"


"Lucu sekali," aura gelap menyelimuti tubuh sisi lain Xiao Tian.


Sadar bahwa lawannya tidak selemah sebelumnya, Ning Zetao pun berkata, "Bisakah kita lanjutkan pertarungannya diluar?"


"Kau duluan," sisi lain Xiao Tian mempersilahkan Ning Zetao lewat.


Wooshhh


Ning Zetao melanjutkan pertarungannya di luar gedung harta karena takut menghancurkan seluruh gedung.


Sementara itu, Xiao Tian masih beradu pedang dengan Ning Jizhe di dalam gedung harta.


"Sepertinya saudara seperjuanganmu memilih untuk bertarung di luar, haruskuh kita mengikuti mereka?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum.


"Itu tidak perlu,"


"Karena aku akan menghabisimu sekarang," ucap Ning Jizhe sambil mengelus pedangnya.


"Gerakannya sangat cepat dan tebasanya sangatlah kuat. Jika bukan karena tubuh perak dan teknik tempurung nagaku, aku mungkin sudah habis sejak tadi," pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.


"Kuakui tubuhmu sangatlah keras. Relik pedang buatan milikku bahkan tak meninggalkan luka gores sedikitpun pada tubuhmu, aku sangat terkesan."


"Tapi jangan senang dulu. Karena ketajaman pedangku tidak hanya sebatas ini!" Ning Jizhe menggores salah satu telapak tangannya dengan pedang sendiri. Tak lama setelah itu, pedang merah berubah menghitam, dan aura merah tiba tiba saja menyelimuti tubuhnya. Tak lama setelah itu tepat di belakang punggungnya muncul seekor roh naga yang tidak lain adalah roh beladirinya.


"Roh beladiri dapat mempercepat proses penyerapan qi. Alasan dia mengeluarkannya pasti karena tekniknya saat ini sangat amat memerlukan cukup banyak keluatan qi."


"Apa mungkin dia ingin mengeluarkan kekuatan penuhnya?" pikir Xiao Tian sambil menyiapkan kuda kuda.


"Bersiaplah untuk pergi ke neraka, tuan pemburu immortal," Ning Jizhe melesat maju untuk menebas leher Xiao Tian dengan kecepatan penuh.


Anehnya Xiao Tian hanya terdiam di posisinya sambil tersenyum. Dan saat pedang tersebut menyentuh leher Xiao Tian, hal paling tak terpikirkan oleh Ning Jizhe pun terjadi.


Krakkk


Woshhsh


Clebb


Pedang Ning Jizhe Terpotong menjadi dua.


"Eh ...," Ning Jizhe kebingungan.


"Apa hanya itu kemampuanmu?" Ucap Xiao Tian dengan mata ber-iris mata ular.


Duakkk


Xiao Tian menendang Ning Jizhe sampai menghantam belasan pilar ruangan.


Tap tap tap


"Seharusnya pedang itu bisa menebas apapun. Aku telah meningkatkan ketajamannya hingga ke tingkat maksimal. Seharusnya tak ada satu pun benda yang tak bisa kupotong. Bagaimana bisa kulit tipisnya itu bisa menjadi setajam ini?"


"Tunggu dulu, apakah makhluk aneh di atas kepalanya itu adalah roh beladirinya,"


"Roh beladiriku berada pada tingkat sepuluh, itu sudah cukup untuk menggemparkan dunia. Sejak kapan di dunia ini ada roh beladiri semengerikan itu?" pikir Ning Jizhe dengan tampang terkejut.


Ning Jizhe terdiam kaku setelah melihat seberapa tinggi tingkatan roh beladiri Xiao Tian.


Tap tap tap


"Xiao Tian berjalan sambil menyeret dua buah pedangnya.


"Dua belas, tidak itu lebih tinggi dari itu," pikir Ning Jizhe dengan tubuh gemetar ketakutan.


"Biar kubantu kau untuk mengidentifikasinya. Sebenarnya roh beladirinya berada di tingkat lima belas," ucap Dewa petir yang muncul seketika di samping kanan Ning Jizhe.


"Ya Dewa, siapa orang ini sebenarnya?"


"Kekuatannya sangat jauh diatas guru," Ning Jizhe semakin terlihat begitu ketakutan.


Tap tap tap


"Sepertinya aku telah salah memilih lawan," Ning Jizhe telah pasrah akan kematiannya.


Sratttt


Xiao Tian telah memenggal kepala Ning Jizhe.


"Memanfaatkan roh beladiri untuk melawan balik sekaligus membuatnya putus asa. Tidak buruk, tapi cukup beresiko," Dewa petir memasang tampang kesal.


"Iya aku mengerti. Aku tak akan mengulanginya lagi kecuali jika benar benar terdesak," jawab Xiao Tian sambil menghela napas.


#Diluar gedung harta


Pertempuran antara Ning Zetao dengan sisi lain Xiao Tian sangatlah sengit. Keduanya benar benar mengerahkan seluruh kemampuan mereka hingga membuat seluruh tanah dan bangunan di wilayah kerajaan berguncang.


"Menarik, kau benar benar bisa menghiburku," ucap Ning Zetao sambil memegang kampak berukuran raksasa.


#Penjara bawah tanah


Seluruh tahanan yang berusaha kabur terluka parah di tangan Ning Shenli. Begitupun para siluman rubah yang telah terbongkar penyamarannya.


Yang masih bertahan melawan Ning Shenli saat itu adalah Tian Zhong dan Tainam Chun.


"Mainnya keroyokan ya?"


"Jika berani lawanlah aku satu per satu," jawab Ning Shenli sambil memegang cambuk berujung dua kepala naga.


"Sayangnya kami tak sebodoh itu," ucap Tainam Chun sambil membuat ratusan kloning.


"Pertahanannya memang sangat absolut, tapi kita harus bisa menembusnya agar bisa bertahan hidup," ucap Tian Zhong melalui telepati.


"Entah apa yang dia lakukan sehingga teknik teleportasi tak bisa diaktifkan, yang jelas kami tak bisa kabur jika tak melawan," pikir Tainam Chun dengan keringat bercucuran.


#Gedung senjata kerajaan


"Wah wah wah, lihat siapa yang kita dapat disini?" raja Ning Lian Ji berpapasan dengan Jingmi dan Huang Li di dalam ruang persenjataan.


"Meski hanya berasal dari keluarga cabang, kau tetaplah seorang raja. Biarkan kami yang mengurus mereka," ucap Ning Ruye dan Ning Rue sambil melangkah melewati raja.


"Terserah kalian saja," ucap Ning Lian Ji sambil memasang tampang kesal.


"Sepertinya kita berada dalam masalah besar," ucap Huang Li sambil mencoba mengaktifkan teknik teleportasi.


"Segala jenis sihir perpindahan ruang tak berguna di tempat ini, menyerahlah," ucap Ning Rue sambil meregangkan tangannya. Senjata yang dia saat itu ialah sarung tangan mekanik yang terbuat dari besi. Diatas bagian punggung sarung tangan ninja yang dilengkapi tiga mata pisau menyerupai cakar harimau.


"Bersyukurlah pada Dewa, karena kalian bisa mati ditangan para pilar seperti kami," sambung Ning Ruye sambil mengeluarkan delapan buah jarum diantara sela sela jarinya.