
Alam Langit dalam bencana yang luar biasa. Para Dewa terpojok, bahkan Wu Kong pun dibuat kewalahan oleh musuh bebuyutannya.
Jika pertarungan berlangsung lebih lama lagi, para Dewa akan kalah. Dan alam langit akan menjadi milik para siluman.
Meskipun Wu Kong dapat mengimbangi kera Tumpey yang menjadi pemimpin seluruh pasukan siluman, dia tak akan bisa bertahan jika semua Dewa telah berpihak kepada para siluman.
"Sial, kalau saja teknik teleportasi masih bekerja. Aku mungkin sudah menghabisi para siluman rendahan itu," pikir Wu Kong sembari melirik ke arah pasukan siluman yang memojokkan Dewa Api dan Dewa Es.
"Fokuslah pada lawanmu, ketika sedang bertarung!" Kera Tum Pey memanjangkan tongkat merahnya hingga menghantam perut Wu Kong. Karena sedikit lengah Wu Kong pun terpental mundur cukup jauh hingga menghantam daratan awan. Kera Tumpey mendorongnya begitu jauh sehingga tak dapat menyentuh pasukan siluman.
"Kakak pertama!" Sha Wu Jing dan Panglima Tian Feng menengok ke kanan karena menyadari Wu Kong terpukul mundur. Dewa Erlang yang sedang beradu senjata dengan panglima Tian Feng tentu saja memanfaatkan saat tersebut untuk melukai mereka.
Clebb!!! "Dengan ini kalian akan menjadi bagian dari diriku," Dewa Erlang dan kloningnya menusukkan tombak sakti mereka ke perut Sha Wu Jing serta Panglima Tian Feng disaat mereka lengah.
Sedangkan Dewa petir dibuat terpojok oleh A*jing surga karena para pasukan siluman ikut menyerangnya dari segala arah.
"Sial, kuharap Xiao Tian segera datang. Jika tidak para siluman akan berkuasa," Kaisar Langit tak bisa menghubungi Xiao Tian karena pusaka langit ruang dan waktu telah diaktifkan sejak munculnya portal penghubung dua dunia. Satu satunya jalan keluar bagi para Dewa ialah kabur melalui portal. Namun karena pasukan siluman yang dilengkapi pusaka langit terus berdatangan dari sana, para Dewa tak dapat menerobos ke portal tersebut.
####
Sementara itu, di sisi lain portal. Seorang dari ras siluman naga memimpin masuk para siluman serigala sembari menaiki naga mereka.
Si Gendut, Huanran, Jia Li, Liang Su, Taiwu, mantan raja Xiao Zhaoye dan semua orang yang masih bisa menjaga kesadaran mereka, hanya terdiam penuh trauma sembari menatap ke atas langit.
Tak ada satu pun dari mereka yang berani membuat gerakan untuk menyerang pasukan besar yang mengabaikan eksistensi manusia. Semua karena tenaga mereka telah terkuras cukup banyak.
Sementara itu, para naga biru juga telah banyak terluka sehingga tak sanggup terbang lagi. Satu satunya naga yang tak terluka hanyalah naga hitam milik Xiao Tian, dan dia pun tak melakukan serangan karena Xiao Tian belum memberi perintah.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, maha rajaku?" tanya raja siluman rubah merah dengan luka di tubuhnya.
Xiao Tian melemparkan cincin ruang dari balik bajunya, lalu berkata, "Di dalam cincin itu terdapat pil tingkat tinggi yang sanggup menyembuhkan luka semua orang. Bagikan pada semuanya, dan pastikan tak ada yang terlewat!"
"Baik yang mulia," Raja siluman rubah merah memberikan salam hormat kepada Xiao Tian sembari menerima cincin ruangnya.
Wooshh, Tapp Xiao Tian melompat ke punggung naga hitam tanpa mengatakan apapun.
Karena khawatir akan keselamatan Xiao Tian, sang raja siluman rubah merah pun kembali menyapanya dan berkata, "Apakah anda ingin melawan mereka sekarang?"
"Tidak, aku tidak sebodoh itu. Bahkan jika kita semua dalam kondisi tubuh terbaik pun mengalahkan sekumpulan pasukan siluman berlengkapkan pusaka langit tingkat tinggi adalah hal yang mustahil," jawab Xiao Tian sembari menatap ke arah lawan bicaranya.
"Jika bukan untuk itu, lalu kemana anda akan pergi?"
"Maaf jika hamba sedikit lancang, tapi kehadiran anda sangatlah penting bagi semua orang disini," Raja siluman rubah merah menatap Xiao Tian dejgan rasa khawatir.
"Kau tak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri. Untuk sekarang fokuslah dalam tugasmu. Bagikan pilnya dan perintahkan semua orang agar tak bertindak gegabah sebelum aku kembali. Ingat, pastikan semua orang tidak mengusik pasukan musuh!" Xiao Tian menatap raja siluman rubah merah dengan rasa percaya diri.
Sembari berdiri di atas punggung naga hitam versi raksasa, Xiao Tian pun berkata , "Terbanglah!"
"Roarrrrr!!!!! Naga hitam mengepakkan sayapnya, lalu terbang dengan kecepatan tinggi. Arahnya berlawanan dengan para pasukan siluman, sehingga mereka berpapasan meski hanya sekilas.
Wooshh, rupa Xiao Tian tak begitu jelas dimata para siluman karena kecepatan terbangnya yang tak bisa diikuti oleh mata mereka.
Namun karena kecepatan terbang sang naga hitam, semua orang tak sanggup melihat dimana mereka saat menoleh ke posisi naga hitam sebelum terbang.
"Ke ... kemana perginya Xiao Tian dan naga hitam raksasa?"
"Apakah mereka?" Putri Jia Li dan Huang Li terkejut bukan main setelah menyadari orang yang mereka sayangi menghilang. Mereka terdiam sejenak seperti semua orang, sembari memikirkan Xiao Tian yang berkemungkinan besar menerjang masuk ke dalam portal atau menyusup diantara pasukan.
Disaat semua masih terkejut akan hal tersebut, Jia Li dan Huang Li langsung berniat untuk melesat terbang ke arah pasukan siluman. Namun tepat disaat mereka ingin terbang, raja siluman rubah merah memegang tangan mereka dan berkata, "Yang mulia baik baik saja, dia tak ada diantara kerumunan siluman itu. Jangan khawatir, meski aku tak tahu yang mulia pergi kemana, tapi aku percaya bahwa maharaja Xiao Tian memiliki rencananya sendiri."
"Untuk sekarang, pulihkanlah luka di tubuh kalian dulu. Karena itulah yang Maharaja minta sebelum dia pergi,"
Setelah mendengar peringatan raja siluman rubah merah, Jia Li dan Huang Li menghentikan niatan mereka untuk menerjang masuk diantara para pasukan siluman serigala. Mereka juga membantu sang raja siluman rubah merah itu, membagikan pil yang Xiao Tian berikan dan memperingatkan semua orang agar tak mengusik pasukan musuh.
"Lagi lagi bertindak sendiri, dasar ayah Xiao Tian bodoh!" Jingmi menghela napas dalam bentuk anak anaknya.
"Andai segel di tubuhku berhasil dilenyapkan, para pasukan siluman itu bukanlah musuh yang sulit," Kaibo memasang tampang kesal sembari menghela napas.
"Bukankah sebelumnya kau hanya seorang jenderal iblis dari sekte kegelapan?"
"Memangnya apa yang bisa dilakukan mantan jenderal iblis sepertimu," Sunlong meledek Kaibo yang bersikap seolah dia akan lebih kuat jika segel ditubuhnya menghilang. Dia melakukan hal tersebut sembari menekan halus kepala Kaibo hingga membuatnya sedikit tertunduk.
"Ja ... jangan meremehkan aku!" Kaibo memasang tampang kesal dengan wajah yang memerah.
#####
Woooshhh
Xiao Tian melesat terbang melewati kerumunan pasukan siluman, yang nampak cukup memanjang sehingga membuatnya menggertakkan gigi.
Awalnya dia hanya diam dan melewati mereka, namun setelah jaraknya jauh dari pemukiman manusia. Dia mulai membuat penghalang sihir kedap suara yang membuat pasukan siluman disisi lain penghalang tak dapat mendengarkan mereka.
Brukkk, Pasukan yang terpisah menabrak penghalang yang Xiao Tian munculkan seketika.
"Apa apaan ini?"
"Bagaimana bisa ada penghalang di ... ," disaat belum sempat menyelesaikan kalimatnya, siluman serigala hitam itu terdiam karena Xiao Tian tiba tiba saja muncul dibelakangnya. Tak hanya itu, dia juga muncul dengan bagian tajam pedang yang menempel di leher siluman malang tersebut.
"Si ... siapa kau?" tanya siluman tersebut.
"Malaikat mautmu," Srattt!!!!! Xiao Tian menebas leher musuhnya tanpa rasa ampun.
"Apa yang ... ," Pasukan lain yang juga terjebak dalam array pemisah milik Xiao Tian, terkejut bukan main setelah melihat kemunculan Xiao Tian yang tiba tiba.
Belum sempat merespon kehadiran Xiao Tian, para siluman ditebas satu persatu dengan pedang draconic Aurora.
Tak hanya pusaka langit berwujud pedang, jirah naga hitam pun tertembus begitu mudah oleh pedang Xiao Tian. Karena sejatinya salah satu kemampuan unik pedang Draconic Aurora adalah dapat memotong apapun.
Srat srat srat, ratusan pasukan tertebas dalam hitungan detik. Dia terus melesat maju menerobos hingga ujung pasukan. Menebas semua penunggang naga, lalu kembali melompat ke punggung naga hitam yang terbang tiada henti sebelumnya. Karena penunggang mereka tiada, para naga hijau yang menjadi tunggangan mereka pun tumbang satu persatu. Semua karena mereka terikat kontrak darah yang akan membunuh diri mereka apabila pemilik mereka tiada.
"Dengan begini, aku sudah meringankan sedikit beban penghuni langit," ucap Xiao Tian sembari menghilangkan pedang draconic Auroranya.