Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 502 : Menyerbu kekaisaran Ning.


Taiwu memimpin pasukan naga biru, beserta prajurit kerajaan petir yang telah dilengkapi jirah hitam yang merupakan pusaka rampasan dari rombongan iblis dan siluman.


Raja siluman rubah merah, Raja siluman rusa, raja siluman kelinci dan raja siluman Angsa, memimpin setiap ras mereka untuk bersiap berperang.


Jendral Tailong, Jenderal Taifeng, dan jenderal Taizheng memimpin pasukan elit kerajaan petir, yang bersenjatakan tombak emas.


Xiao Hong, dan Xiao Zhaoye memimpin sekelompok pasukan khusus kerajaan yang biasa bertugas dibawah perintah Topeng bencana.


Jenderal Huangcheng memimpin seluruh pasukan keluarga Huang yang berjirah putih dan bersimbol kerajaan petir.


Pasukan roh iblis yang telah menguasai tubuh baru mereka, berkumpul di satu tempat dalam komando Sunlong.


Su Yan, si Gendut, Huanran, putri Jia Li, Huang Li, Jingmi dan Kaibo dalam versi dewasa, bersiap di atas punggung naga hitam versi raksasa mengikuti arahan Xiao Tian.


Patriach bai dan seluruh anggota sekte badai berduri, bersiap dibawah pimpinan Tian zhong.


Sedangkan Tainam chun dan beberapa pasukan yang tersisa, bertugas untuk melindungi adik Xiao Tian saat semuanya pergi meninggalkan sekte badai berduri. Tentunya, Dewa petir pun turut ikut melindungi adik Xiao Tian, karena sadar bahwa anak kecil itu merupakan reinkarnasi dari Dewi petir.


'Semuanya sudah siap sekarang, bagaimana dengan tunggangan yang anda janjikan?' tanya Xiao Tian melalui telepati. Dia menoleh ke arah Wu Kong yang sedang berdiri tepat dibawah kepala naga hitam versi raksasa.


'Lihat dan amati,' Wu Kong memutar mutar tongkat hitam emasnya, lalu menusukkan tongkat tersebut ke tanah di hadapannya. "Allrise!" Aura Dewa terpancar menyelimuti tanah disekitarnya. Dan terus menyebar hingga gelombang tekanannya melewati Xiao Tian dan seluruh pasukannya.


Woooshhh ....


Sekumpulan debu menumpuk dimana mana, hingga membentuk suatu bentuk kehidupan. Awalnya bentuknya tak begitu jelas, namun setelah beberapa detik kemudian, tumpukan debu tersebut pun berubah menjadi naga hijau yang pernah dikendalikan oleh ras siluman. Jumlahnya begitu banyak hingga memenuhi pandangan semua orang.


"Naga hijau?"


"Bukankah itu naga iblis yang dikendalikan ras siluman waktu itu?" tanya Semua orang takjub.


"Dengan ini masalah tunggangan sudah selesai," ucap Wu Kong sembari memegang ujung tongkatnya.


Sesuai grup mereka masing masing, pasukan yang akan pergi bersama Xiao Tian dalam misi penaklukan kekaisaran Ning, menaiki naga hijau mereka sendiri sendiri. Karena ukuran naga hijau yang dibangkitkan tidak sebesar naga hitam, dan bahkan tak mendekati besar naga biru, naga itu hanya bisa dinaiki oleh satu orang per naganya. Berbeda dengan naga biru yang bisa menampung dua hingga empat orang. Sedangkan naga hitam jauh lebih besar dari naga biru, hingga sanggup mengangkut puluhan hingga ratusan orang, tergantung seberapa besar dia merubah ukuran tubuhnya.


Tap tap tap, semua orang menaiki naga mereka masing masing, lalu bersiap terbang sembari menunggu aba aba dari Xiao Tian.


"Ayo kita pergi!" ucap Xiao Tian dalam bahasa naga.


Wooshh, "Roarrr!" naga hitam meraung keras saat telah terbang ke atas langit. Tepat disaat sudah terbang cukup tinggi, Xiao Tian segera mengangkat pedang Draconic Auroranya dan berkata, "Hidup ibu pertiwi!"


Woooshhh! "Roarr!"


"Hancurkan kekaisaran Ning!" ucap semua pasukan saat naga mereka mulai terbang secara bersamaan.


.....


"Sekte putriku telah dihancurkan katamu!" Raja Ning Lian Ho Nampak terkejut setelah mendengar kabar dari seorang prajuritnya. Dia terdiam kaku dan larut dalam pikiran untuk sementara.


'Tidak, itu tidaklah penting sekarang!'


'Yang penting adalah ... ,'


"Dimana putriku!" tanya Ning Lian Huo sambil menatap tajam prajuritnya.


"Selain mayat para siluman dan ras iblis, tak ada satupun mayat yang bisa diidentifikasi sebagai tuan putri," jawab sang prajurit sembari menundukkan kepalanya.


"Jadi maksudmu keberadaan putriku masih belum dapat dipastikan?" tanya Ning Lian Huo dengan serius.


"Selain mayat iblis dan siluman yang telah dilucuti, tak ada satu pun mayat anggota sekte singa perak. Meskipun seluruh bangunan telah rata dengan tanah, besar kemungkinan tuan putri beserta yang lainnya masih hidup dan entah sedang pergi kemana," ucap sang prajurit meneruskan.


'Jika memang mereka masih hidup, lalu kenapa mereka tak kemari?'


'Ini terlalu aneh,' Ning Lian Ho terheran heran akan informasi yang dia terima. Tepat disaat Ning Lian Ho masih larut dalam pikirannya, seorang prajurit menerobos masuk aula kerajaan dengan tampang panik dan napas yang tak beraturan.


Hosh hosh hosh!


"Ga ... gawat rajaku!"


"Di ... diatas langit sebelah barat ... ,"


"Pasukan pendekar berjirah hitam seperti bangsa siluman, sedang menuju kemari sembari menaiki seekor naga.


"Panggil semua pilar kerajaan, dan perketat semua penjagaan," Ning Lian Huo menatap tajam mata penjaga yang memberi kabar buruk.


"Dimengerti, rajaku," prajurit itu membungkuk hormat, lalu pergi meninggalkan ruangan.


'Setahuku aku tak pernah mencari musuh yang berada dibawah kemampuanku, mungkinkah mereka ada kaitannya dengan para pasukan siluman penunggang naga hijau yang telah mengacaukan seluruh daratan Xian Yun?' Ning Lian Huo memunculkan keris emas di telapak tangan kanannya. Lalu terus menggosoknya untuk memperpanjang dan memperbesar ukuran keris tersebut. 'Siapapun mereka, dan apapun tujuan mereka datang kemari, akan kulindungi wilayahku meski nyawaku taruhannya!,'


.....


"Wah wah wah, nampaknya hari ini akan menjadi hari yang menyibukkan," seorang pria dengan rambut putih panjang, dan pegang ganda berlapis sisik naga merah menatap ke atas Langit dengan tersenyum.


"Berhenti membuang waktu, dan berkumpullah ke aula!"


"Perintah untuk mengumpulkan semua pilar kerajaan telah diumumkankan," ucap seorang pria berjirah sisik naga merah, menatap tajam lawan bicarannya.


"Baiklah," pria berpedang ganda mengikuti langkah kawannya.


'Aku telah menghabisi putri dari kekaisaran ning, dan seluruh anggota sekte singa perak demi melancarkan rencanaku untuk melindungi sekte badai berduri.'


'Sebelum Kekaisaran Ning menyadari kebenarannya dan membuat persekutuan dengan sekte pembasmi iblis, aku harus meratakan mereka!' Xiao Tian memantapkan tujuannya dengan tatapan penuh tekad.