Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 407 : Menggila


"Ini ...," Wu Kong terdiam setelah melihat ke atas langit. Semua karena dia melihat para Dewa Dewi sedang terbang di atas langit sambil mengelilingi mereka.


"Lama tak bertemu, Dewa kera," Nezha menatap Wu Kong sambil terbang menaiki roda apinya. Gelang semesta melingkar dikedua tangannya, dan salah satu tangan memegang tombak berujung api.


Disekeliling Nezha terdapat Dewa Dewi yang juga mengincar roh beladiri ular Yin dan Yang.


"Memonopoli roh beladiri ular Yin dan Yang adalah perbuatan yang buruk, apa kau sadar akan hal itu, Dewa kera?" tanya Erlang Shen sambil menaiki anjing surganya.


"Serahkan manusia itu, atau ... ," ucap Dewa angin sambil mengendalikan badai angin disekitarnya.


"Atau apa?" tanya Wu Kong sambil memainkan tongkat emasnya.


Karena tahu bahwa Wu Kong tak berniat untuk menyerah, Nezha pun berinisiatif untuk menyerangnya.


"Karena kau tak mau menurut, maka jangan salahkan aku karena bertindak kasar," ucap Nezha sambil menyalurkan kekuatab qi nya ke dalam tombak berapi yang dia pegang.


Setelah memperkuat tombak tersebut, Nezha melemparkannya ke arah Wu Kong dengan kecepatan tinggi.


Akan tetapi serangannya terlihat begitu tak berguna di hadapan Wu Kong, semua karena dia sudah terbiasa menangani senjata para Dewa.


Saking terbiasanya dia dengan senjata para Dewa, dia bahkan bisa menghentikan serangan tombak berapi hanya dengan menyentilnya saja.


Tap


"Dengan skill selemah ini, masih ingin mencari masalah denganku?"


"Kembalilah dan menyusu saja ke ibumu, bocah!" Wu Kong mendorong balik tombak berapi ke arah Nezha hanya dengan menyentilnya. Kecepatan seranganya terlihat begitu tinggi, hingga Nezha tak dapat menghindari serangan tersebut.


Karena sadar bahwa dia tak dapat menghindari serangannya, Nezha hanya bisa menggeser tubuhnya agar tak terkena bagian yang cukup vital.


"Sial, aku tak bisa menghindari serangan baliknya," pikir Nezha dengan penuh keringat dingin.


Ketika hampir mengenai Nezha, Dewa angin membelokkan laju tombak dengan memanfaatkan badai angin disekitarnya.


Wooshhh


Nezha yang siap akan terkena tusukan tombaknya sendiri, tak menyangka kalau akan dibantu oleh Dewa Angin. Setelah tahu bahwa dia telah dibantu olehny, Nezha pun berterima kasih kepadanya.


"Terimakasih, Dewa angin," ucap Nezha sambil menoleh ke kanan.


"Sama sama, Dewa pelindung, Nezha," ucap Dewa angin sambil tersenyum.


"Dewa pelindung baru saja dilindungi oleh Dewa lain, lucu sekali," Wu Kong melempar bulu bulu yang baru saja dia cabut untuk memperbanyak kloningnya.


"Ingin bermain jumlah ya?" ucap Erlang Shen sambil mengaktifkan teknik pembagi tubuh miliknya. Dia mengkloning dirinya menjadi ratusan hingga setara dengan jumlah Wu Kong.


"Sepertinya kau masih belum kapok dengan pukulanku saat itu ya, Dewa Erlang," ucap Wu Kong sambil memainkan tongkatnya.


"Cih, aku sudah tak selemah waktu itu!" Erlang Shen dan kloning kloningnya melesat maju mendekati Wu Kong.


Sebwlum melesat maju menyerang Dewa Erlang, Wu Kong menoleh ke arah Dewa petir dan berbicara melalui telepati,


"Kuserahkan Xiao Tian padamu, Dewa petir,"


"Baiklah, Dewa kera," angguk Dewa petir.


Dewa pwtie menyetujui permintaan Wu Kong tanpa sebiah pertanyaan. Akan tetapi ketika melihat ke. tempat Xiao Tian sebelumnya, Dewa petir dikejutkan oleh menghilangnya dia dari tempat tersebut.


"Ayo kita per ... ,"


"Sial, kemana dia?"


"Jangan bilang kalau dia pergi ke kastil seorang diri?" Dewa petir melesat maju mendekati kastil dengan kecepatan tinggi.


Dewa petir terlihat begitu panik dan khawatir saat itu. Keringat dingin disertai degup jantung yang cukup kencang mengiringi perjalannya.


Ketika sedang melesat dengan kecepatan tinggi yang ada di dalam pikirannya saat itu hanyalah semoga bisa menyusul Xiao Tian sebelum hal buruk menimpanya.


#Ruang singgasana Kaisar iblis Haifeng


Ruang singgasana Kaisar iblis Haifeng ditempati oleh sepuluh kaisar iblis dengan tato laba laba di tangan mereka.


Kesepuluh Kaisar iblis tersebut duduk di kursi mereka sambil menunggu perintah dari Kaisar iblis Haifeng yang sedang tak ada ditempa.


Ketika para Kaisar iblis sedang menunggu pimpinan besar mereka, tiba tiba saja Panglima iblis Disan sang tangan kanan Kaisar iblis Haifeng muncul di tengah tengah mereka.


Disan berteleportasi dengan tubuh penuh luka. Dia terjatuh pas baru muncul tepat di tengah tengah para Kaisar iblis bertato laba laba.


Brukk!!!


"Uhuk uhuk uhuk," Disan terjatuh dan batuk mengeluarkan darah.


Melihat Panglima besar mereka muncul dengan luka yang cukup parah, para kaisar iblis pun langsung bangkit dari kursi mereka dan berkata,


"Apa kau baik baik saja, panglima?"


"Dimana Kaisar agung Haifeng?" tanya Disan dengan tampang panik. Tubuhnya gemetar ketakutan karena habis kabur dari musuh yang cukup mengerikan.


"Kaisar agung Haifeng sedang keluar sekarang," jawab salah satu kaisar iblis sambil berjalan mendekat.


Para kaisar iblis ingin menanyakan apa dan siapa yang membuat panglima mereka terluka parah. Namun sebelum mereka menanyakan hal itu kembali, Panglima iblis Disan, malah pingsan karena luka yang dia derita.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Disan sebelum pingsan tak sadarkan diri.


"Pa ... panglima!" para Kaisar iblis berjalan mendekat untuk memeriksa keadaan panglima mereka.


"Apakah dia baik baik saja?" tanya salah satu Kaisar iblis sambil menatap Kaisar iblis yang telah mengecek tubuh panglima iblis Disan.


"Dia baik baik saja, hanya kehabisan kekuatan jiwa dan mengalami sedikit kehancuran meridian," jawab Kaisar iblis yang memeriksa tubuh Panglima iblis Disan.


Setelah mendengar kondisi panglima iblis Disan, para Kaisar iblis langsung gemetar ketakutan dan dipenuhi rasa penasaran akan apa yang telah membuat panglima mereka hancur.


"Monster macam apa yang bisa melukai panglima iblis Disan?"


"Dia adalah pengikut pertama kaisar agung Haifeng, kekuatannya tak kalah kuat dengan Kaisar agung sendiri. Ini buruk, sejak kapan kita menyinggung kekuatan sebesar ini ...," ucap para Kaisar iblis dengan tubuh gemetar ketakutan.


Duarrr


Xiao Tian menghantam tembok kastil dengan tubuh kerasnya.


"Siapa diantara kalian, yang telah menangkap salah satu temanku," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan hawa membunuh. Saat itu matanya sudah normal karena efek teknik segel tingkat dewa. Dimata para iblis kekuatan Xiao Tian hanya setara pendekar alam peri lapisan lima saja.


Melihat manusia berani berbuat onar di wilayah mereka, para iblis pun melampiaskan amarah mereka dengan menyerang Xiao Tian.


"Beraninya kau merusak di kastil kami, Manusia!" teriak para iblis berwujud manusia sambil mencoba mencabik tubuh Xiao Tian.


"Teknik seribu langkah cahaya, tebasan kilat!" Xiao Tian mengaktifkan teknik seribu langkah cahaya untuk melampaui kecepatan musuh yang memiliki kultivasi diatasnya, lalu menggunakan pedang hitam bergerigi untuk menebas semua iblis yang mencoba menghabisinya.


Sratt srat srat


Wooshhh


Duakk , Xiao Tian menebas dan memukul semua iblis yang datang menyerangnya. Meski perlu sebuah jawaban tentang lokasi Huanran dan si gendut, dia tetap membunuh iblis iblis yang menyerangnya. Alasan dia melakukan hal ini yaitu untuk mengurangi jumlah mereka. Dan rencanya saat itu adalah membiarkan salah satu dari mereka hidup untuk di tanyai.


"Kecepatannya tak bisa kuikuti, dia benar benar mengerikan. Aku harus melapor pada para Spiders (para kaisar iblis yang bekerja langsung dibawah pimpinan Kaisar iblis Haifeng, kekuatannya hampir setara dengan Disan)." Salah seorang iblis berlari menaiki tangga dengan tampang yang sangat panik.


Wooshhh


"Semoga saja dia tak bertemu Kaisar iblis sebelum aku sampai,"


"Kalau dia mati bisa bisa aku habis!"


"Sumpahku adalah menjadikannya sebagai yang terkuat, dan melindungi nyawanya sebelum menjadi yang terkuat. Kalau sampai sumpah itu tak terlaksana, bisa bisa aku dibuang dari alam Dewa," pikir Dewa petir sambil melesat maju menuju kastil vampir.