Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 564 : Sang Akhir


Raja Neraka iblis setengah dewa bersayap delapan nampak dikepung oleh ras iblis dan ras iblis setengah dewa yang sudah berada di bawah kendalinya.


"Kau sudah terkepung sekarang, menyerahlah!" Xiao Tian berdiri menghadap sang Raja Neraka iblis setengah dewa bersayap delapan sembari memegangi sabit Dewa kematiannya.


"Tanda jiwa?" Raja Neraka iblis setengah dewa bersayap delapan menyeringai, sembari berpikir, 'Ah, begitu ya?'


Raja Neraka iblis setengah dewa bersayap delapan menghentakkan sabit dewa kematiannya ke tanah. Tak lama setelah itu, gelombang tekanan roh yang dahsyat seketika melenyapkan semua sosok yang ada di dalam dimensi tersebut hingga hanya menyisakan Xiao Tian dan dirinya saja. Tak cukup sampai di situ, Dia juga menyegel, serta menghisap habis semua kabut beserta racun yang sangat mempengaruhi ras setengah Dewa melalui salah satu dari sabit dewa kematian yang kini sedang dalam keadaan tertancap di tanah.


"Apa aku akan berakhir di sini?"  Xiao Tian tersentak dengan tubuh yang bergetar ngeri saat merasakan perbedaan kekuatan antara dia dan sosok di hadapannya tersebut. Kepalanya tertunduk, sementara lututnya menyatu dengan tanah yang kini telah tersegel hingga tak mungkin untuk dia masuki dengan bantuan simbol roh suci lagi. Kedua tangannya terkepal, sementara wajahnya nampak sangat putus asa karena perbedaan kekuatan yang teramat tinggi.


"Jangan mudah putus asa begitu nak, aku tak akan menghabisimu di sini kok! Bagaimana mungkin aku melukai orang yang belajar dari muridku?" Raja Neraka iblis setengah dewa bersayap delapan menghilangkan semua sayap beserta sabit sabit dewa kematiannnya. Kemudian merubah pakaiannya menjadi pakaian seorang biksu.


Xiao Tian tersentak saat mendengar ucapan sang raja neraka, keterkejutannya pun semakin menjadi ketika melihat sosok sang biksu yang selama ini di cari cari oleh Dewa kera dengan sikap dan wujud yang seharusnya.


"Murid memberi hormat kepada guru besar!"


"Kalau saja kau tak menggunakan tanda jiwa pada bawahanku, mungkin aku tak akan menyadari siapa dirimu. Jika itu terjadi, akhirmu mungkin tidak seperti ini," Xiao Tian mengepal erat kedua tangan sembari menghentakkan giginya karena sadar akan ketidak berdayaannya. Dia juga semakin pesimis karena memikirkan akan seberapa kuat musuh yang berada di dalam satu tingkat setelah ini.


"Jangan hawatir, Sang Akhir tidak semengerikan itu! Jika kau membandingkannya denganku, makhluk itu bukanlah apa apa bagi seorang yang diberkati simbol roh suci seperti kita," roh Biksu Tong seketika memudar kemudian perlahan berubah menjadi ribuan kunang kunang yang memanjakan mata.


"Gu ... guru besar? Apa yang terjadi dengan roh ,mu?" Xiao Tian nampak kebingungan.


"Ami ... taba ...,"


"Aku terjebak disini karena bagian dari diriku yang lain telah banyak melakukan dosa. Fakta bahwa diriku perlahan lenyap, berarti bahwa tugasku telah selesai, sementara dosa dosaku telah diampuni.Sebagai salam perpisahan, aku akan mewariskan sesuatu padamu. Ingatlah, gunakan pedang draconicmu untuk menyerap habis seluruh esensi jiwa Sang Akhir, Jangan hancurkan tubuh atau rohnya saja, karena dia adalah sosok yang abadi!" Biksu Tong perlahan lenyap dari pandangan Xiao Tian.


"Jika tugas guru besar sudah selesai, lalu kemana guru besar akan menghilang?" Xiao Tian penasaran.


"Tentu saja ke salah satu dari tubuh asliku," Biksu Tong tersenyum tepat sebelum lenyap sempurna.


"Begitu ya .... , Titipkan salamku kepada Dewa kera, Guru besar," Xiao Tianmemberi salam perpisahan sembari melihat ribuan kunang kunang emas yang kala itu masih bertaburan di sekitar tempat di mana biksu tong baru saja menghilang. Tak lama setelah itu, semua kunang kunang tersebut, beterbangan untuk menabrakkan dirimereka ke tubuh Xiao Tian. Roh Xiao Tian pun segera menyerap semua kunang kunang tersebut  hingga terbentuklah tubuh asli Xiao Tian. Rohnya yang berwujud padat kini benar benar sudah memiliki tubuh seutuhnya.


Portal hitam berhiaskan warna ungu, perlahan muncul di hadapan Xiao Tian. Aura membunuh dari Sang Akhir  memancar keluar dari dalam portal tersebut.


"Huahahahhahaaha!"


"Akhirnya kita bisa bertemu lagi, Manusia!" Sosok iblis berwujudkan tengkorak  manusia berlapis daging tanpa kulit menyambut Xiao Tian sembari mengenakan jubah hitam selayaknya seorang DEwa kematian. Tubuhnya teramat tinggi dan besar jauh di atas ukuran wujud asli White Dragon. Jari kelingking kakinya saja nampak seperti gunung bagi Xiao Tian. Di bawah kaki Sang Akhir yang nampak sedang duduk tersebut nampak dikerumuni oleh ribuan tengkorak dan mayat hidup yang nampak penuh luka dan bersimbah darah. Suasana dimensi ini begitu mencekam, semua karena aura kematian yang begitu pekat di mana mana. Daratan yang diinjak, hingga singgasana Sang Akhir pun nampak dihiasi oleh tengkorak dan darah manusia.


'Apanya yang mudah dari sosok asli Sang Akhir, Guru Besar!' Xiao Tian berpikir dengan kesal.


"Wujudmu berbeda jauh dengan waktu itu ya?" Xiao Tian merasa agak risih dengan wujudnya yang terkesan seram dan menjijikan.


"Bukankah wujudku yang ini jauh lebih indah? kalau saja wujudku yang ini bisa kugunakan di luar gerbang alam bawah, Seluruh alam semesta dan negeri para Dewa pasti akan menikmati teriakan merduku. Kwahahahhaah!" Xiao Tian menyimak semua ucapan Sang Akhir. Suaranya memang terdengar sama persis seperti waktu itu, hanya saja terdapat tekanan roh yang luar biasa yang bocor melalui setiap hembusan napasnya.


"Sebelum aku turun tangan untuk menyiksamu, akan kuperkenalkan dirimu dengan oleh oleh dari dunia fana!"


"Death!Rise!" Aura kematian bertebaran keluar dari mulut Sang Akhir. Bersamaan DEngan itu, sosok sosok mayat hidup yang berasal dari berbagai ras muncul satu demi satu dari dalam tumpukan tengkorak yang telah menjadi daratan.


"Bunuh kami! Tolong bunuh kami! Ini benar benar menyakitkan!" para mayat hidup itu memancarkan aura negatis sembari menangis dengan darah yang mengalir ke pipi mereka.


"Bukankah yang bisa dia panggil hanyalah sosok sosok yang tiada karena teriakannya? Bagaimana bisa seluruh orang orang dari kerajaan api yang aku yakin bahwa mereka telah berhasil diselamatkan ada di sana?" Xiao Tian nampak sangat heran.


"Bukannya sudah jelas kalau kau telah menyelamatkan yang palsu?" Sang Akhir menegaskan.


"Jika kau berkata benar, lantas siapa yang kami selamatkan waktu itu?" Xiao Tian nampak bingung.


"Entahlah ... , Mungkin para bawahan yang ikut keluar bersamaku?" Sang Akhir tersenyum ngeri.


Di sisi lain, Di dunia fana di mana kerajaan Api berada,


Su Yan dan rombongannya nampak tergeletak tak berdaya di atas altar pengorbanan yang nampak telah dituliskan beberapa simbol simbol sihir.


"Cepat cari bocah itu! Tanpa Dia, kita tak akan bisa membuka kembali segel portal gerbang alam bawah Dengan sempurna!" Sosok iblis tengkorak berjubah hitam dengan permata ungu di dahinya memberi perintah kepada iblis tengkorak berpermata hijau.


Di sisi lain, Dewa petir dalam wujud bocahnya, mencoba berlari sejauh mungkin dari kerajaan Api.


"Bagaimana bisa makhluk makhluk gerbang alam bawah ada di alam fana! Ini benar benar diluar rencana!" Dewa petir bersembunyi di dalam tanah karena sudah kehabisan tenaga. Tubuh mungilnya nampak penuh luka karena sempat berhadapan dengan para iblis tengkorak yang dia temui saat berhasil lepas dari teknik ilusi.


"Pantas saja banyak hal janggal yang kurasakan saat pertama kali masuk ke kerajaan api, terutama saat aku melihat sosok serigala suci selain Su Yan yang seharusnya sudah punah sejak puluhan tahun yang lalu!"


"Tunggu aku Black Dragon, aku pasti akan menyelamatkanmu!" Dewa petir bergumam dengan serius.


"P!" suara yang tak asing tiba tiba saja terdengar.


"Jangan ngagetin Woi!" Dewa Petir memukul kepala Dewa Bumi yang muncul tiba tiba.


"Aduh!" Dewa Bumi nampak kesakitan. "Kok kau bisa memukulku sih!" Dewa Bumi keheranan.


"Apa kau tak merasakan aura Dewaku?" Dewa Petir nampak kesal.


"Wah, bagaimana caramu mendapatkan kedewaanmu kembali?" Dewa Bumi bertanya tanya.


"Yo! Sedang apa kau disini bocah?" sosok iblis tengkorak menunjukkan diri tepat di samping Dewa petir.


'sial, ini semua karenamu aku jadi ketahuan, Dewa Bumi!' Dewa Petir nampak kesal.


"Semangat!" Dewa Bumi lenyap dari pandangan Dewa Petir.


"Semangat matamu! Setidaknya bantu aku dulu sebelum kabur, Dewa laknat!" Dewa Petir


"Dewa Laknat?"


"Kau ini sedang bicara dengan siapa??" Iblis tengkorak menoleh ke arah kiri karena penasaran dengan orang yang Dewa petir ajak bicara. Saat itu juga, Dewa petir segera menggunakan langkah kilat untuk menjauh dari iblis tersebut.


#


Halo para pembaca setia, maaf author menghilang lama, author lagi sibuk merintis bisnis keluarga, baru buka warung ala cafe dan yang jaga author, sama keluarga. Soalnya baru buka beberapa bulan ini sejak author menghilang. author masih belum nemu waktu luang dr bulan bulan kemarin karena harus urus ini itu. Makasih ya yang masih sabar menunggu.


Btw, RDO akan ditamatkan dalam waktu dekat. Dan projek lain juga akan ikut ditamatkan setelah RDO. Author gak mau terlalu panjang takut gk bisa namat namatin karena waktu author dikit banget untuk sekarang.


Oke itu saja. Selamat membaca!! :>