
Xiao Tian dan Dewa petir telah mengetahui kebenaran tentang reinkarnasi Dewi petir. Disisi lain mereka merasa lega karena tak harus mencarinya lagi. Namun disisi yang lainnya, Xiao Tian merasa dirugikan karena tahu bahwa calon adiknyalah yang akan menjadi reinkarnasi istri gurunya.
Disaat Xiao Tian masih termenung, Dewa petir menatap Kaisar langit dan berkata, "A ... anu yang mulia, maaf karena telah meragukanmu sebelumnya,"
"Ah tak apa tenang saja, aku mengerti kok," sambung Kaisar langit dengan santainya.
Ketika Kaisar langit baru merespon jawabannya, Dewa petir memasang tampang serius lalu berkata,
"Oh iya, ngomong ngomong. Apakah kau telah menyebarkan teknik teleportasi antar dua dimensi?" tanya Dewa petir dengan senyum kesalnya.
"Eh ... , apa maksudmu?" tanya Kaisar langit dengan heran.
"Sebelum kemari, aku sempat melihat Taizheng. Dia benar benar bisa pergi ke alam fana, tanpa bantuan dari seorang Dewa. Bahkan bisa membawa tubuh Tainam Chun dan tubuhnya sendiri secara utuh."
"Bukankah dia bukan bagian dari alam Dewa?"
"Kenapa kau memberikannya teknik itu?" tanya Dewa petir dengan tampang kesal.
"Aih, dari pada menyalahkanku. Sebaiknya kau tanyakan pada istrimu. Mungkin dia yang telah mengajarkannya," jawab Kaisar langit dengan santainya.
"Ngomong ngomong bukankah sebelumnya kita memerlukan portal untuk turun ke alam manusia?"
"Bahkan akupun terpaksa meninggalkan tubuhku di alam Dewa untuk turun ke bumi. Selain pakai portal, ada juga dengan menggunakan teknik momentum para Dewa. Dan itu pun hanya bisa dilakukan dengan bantuan Kaisar langit dan puluhan Dewa," sambung Dewa Bumi dalam wujud roh.
"Teknik teleportasi antar dimensi adalah teknik rahasia, akupun baru mendapatkannya dari Dewa kera baru baru ini. Sedangkan istriku mendapatkannya dari Kaisar langit baru baru ini. Oh iya, ngomong - ngomong selain yang kusebutkan tadi adakah yang berhasil mempelajari teknik ini?" tanya Dewa petir dengan serius.
"Sejauh ini, aku hanya mengajarkannya kepada keponakanku," jawab Kaisar langit.
"Dewa erlang?" sambung Dewa petir dengan tampang serius.
"Bicara soal portal, apakah portalnya dalam keadaan tertutup?" tanya Dewa Bumi.
"Aku yakin akan hal itu," jawab Kaisar langit dengan serius.
Ketika Mereka sedang berbicara, Nezha turun dari angkasa sambil menaiki roda api terbangnya. Tubuhnya terlihat penuh luka dan terjatuh tepat ditengah semua orang saat baru sampai.
Brukkk!
"Apa kau baik baik saja, Dewa pelindung?" tanya para Dewa dengan tampang cemas.
"Dian Peng ... , dia telah membawa paksa Dewa Erlang ... ," belum selesai mengatakan segalanya, Nezha terbaring pingsan karena kehabisan banyak darah.
Setelah melihat Nezha terluka parah, semua orang mengerti betul bagaimana cara Dian Peng keluar.
"Nezha dan para Dewa yang terluka telah dirawat di tempat rahasia, bersama tubuh Dewa obat yang lama. Entah bagaiman iblis kecil itu berhasil menemukan tempat tersebut. Andai mereka tak mencari gara gara dengan Wu Kong, mungkin Dian Peng tak akan bisa mengalahkan mereka dengan mudah," pikir Kaisar langit dengan tampang serius.
####Sementara itu di daratan siluman
Dian Peng telah berhadapan dengan kera Tumpey, dan sepakat untuk menjalin sebuah kerja sama.
Mereka berdiskusi di dalam gua penuu tengkorak, dengan obor sebagai alat penerangannya.
Saat itu selain memegang pusaka langit roda bulan sabit, Dian Peng juga memegang sebuah kandang emas berukuran mini, dengan Dewa Erlang dalam ukuran mini yang terkurung di dalamnya.
"Tak hanya membawakan pusaka langit untuk membantu kami, kau bahkan membawa Dewa erlang untuk dijadikan penghubung kita. Kau benar benar menarik, Kaisar iblis kecil," ucap kera Tumpey dengan senyum di wajahnya.
"Jangan panggil aku iblis kecil, karena tubuhku saat ini bukanlah tubuh asliku. Panggil aku, Kaisar iblis Jian," sambung Dian Peng dengan senyum di wajahnya.