Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 255 : Menuju istana Es


Setelah menasehati semua pasukan langit dan memberi pelajaran kepada panglima Tian Feng atas perilakunya, Wu Kong melompat turun ke daratan menghadap Xiao Tian dan semuanya.


"Salam Dewa Kera," ucap Xiao Tian dan semua orang sambil memberi hormat dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


"Aku benci mengakui ini, tapi ucapan para pasukan langit memanglah benar. Musuh kita kali ini terlalu sulit ditangani, Dewa Iblis bisa membuat kalian terlempar ke alam ilusi hanya dengan menjentikkan jarinya."


"Bangunlah, kalian tak perlu takut kepadaku."


"Aku kemari bukan untuk menakut nakuti kalian, tapi ingin memberitahukan kalian. Bahwa aku hanya memiliki dua belas buah amulet yang bisa dipakai untuk menangkal serangan ilusi milik Dewa iblis."


"Tolong putuskan siapa saja diantara kalian yang akan ikut kesana," ucap Dewa Kera sambil menatap semua orang.


"Apakah kehadiran kami benar benar diperlukan?"


"Satu pasukan langit saja sudah cukup untuk meratakan seluruh manusia di kerajaan elemen, sedangkan saat ini terdapat ribuan orang anggota pasukan langit yang siap bertempur melawan iblis."


"Bukankah kehadiran kami hanya akan menjadi beban belaka?" tanya Xiao.Tian sambil menundukkan kepalanya.


"Dasar bodoh, kami hanya akan mengatasi tiga Dewa Sesat serta Dewa iblis yang menjadi buronan surga dan neraka saja. Kami tak memiliki wewenang untuk menghabisi para raja iblis. Selagi kami fokus meringkus Dewa Iblis Yon Heng dan komplotannya, kalian harus menghabisi para raja iblis yang mengganggu keseimbangan alam semesta," ucap Wu Kong sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Ingatlah baik baik, kami tak akan lama disini. "Setelah Dewa iblis dan tiga Dewa sesat berhasil kami tangkap, kami akan segera pergi dan mungkin tak akan pernah kembali ke bumi lagi," jelas Wu Kong sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Tak akan kembali?"


"Apakah Dewa Petir juga akan ikut bersamamu?" tanya Xiao Tian sambil menatap ke arah Wu Kong.


"Kalau jasadnya iya, tapi rohnya akan terus mendampingimu hingga menjadi seorang Dewa obat sejati. Setelah perang ini berakhir kau akan berhadapan dengan berbagai macam pendekar yang tak pernah kau temui sebelumnya, beberapa dari mereka mungkin seorang pendekar berpedang atau bahkan seorang alkemis tingkat tinggi. Perjalananmu menuju kedewaan masih sangat jauh, bersabarlah dan teruslah berusaha. Jangan jadikan jarak diantara kita sebagai beban. Tapi jadikan itu sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuanmu."


"Setelah peperangan ini selesai, aku jangan pernah mencari kami lagi. Karena kami akan pergi secepatnya setelah tugas kami selesai."


"Aku mengucapkan ini sekarang karena mungkin kita tak akan bertemu lagi dalam waktu yang cukup lama."


"Aku terpaksa berpamitan sekarang.


Karena setelah tugas menangkap para Dewa iblis ini selesai, aku dan kedua adik seperguruanku harus melanjutkan pencarian roh guru kami yang telah bereinkarnasi di alam semesta lain tanoa sepengetahuan kami."


"Berbeda dengan kami para siluman yang memiliki umur ribuan tahun, guru kami terpaksa menjalani sembilan kehidupan dalan roda reinkarnasi demi mencapai kesempurnaan. Jika dia berhasil dia akan menjadi seorang budha berikutnya. Demi membantu guru kami mencapai kesempurnaan, kami harus mencari dimana dan sebagai siapa guru bereinkarnasi saat ini."


"Namun semua informasi itu tak mudah kita dapatkan begitu saja. Dewi Quan Im dan budha Amithaba memberikan berbagai macam tugas kepadaku setiap kali aku menanyakan dimana roh guru saat ini."


"Dan perang ini adalah tugas terakhir yang telah mereka berikan kepada kami. Jika kami berhasil menangkap ketiga Dewa sesat dan Dewa Iblis yang menjadi buronan surga dan neraka, kami akan diberikan informasi tentang roh milik guru. Jadi ... ," belum sempat Wukong menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Kami mengerti, terimakasih telah mau menolong kami sebelumnya. Dan terimakasih juga karena mau berpartisipasi dalam perang saat ini, tanpa menguranginrasa hormatku padamu tolong terimalah rasa terimakasihku yang mendalam ini," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan sekantong penuh pil pemulih energi.


"Sebenarnya aku tak membutuhkan ini, tapi karena kau memberikannya kepadaku dengan begitu tulus. Maka akan kuterima kantong ini tanpa ragu," ucap Wu Kog sambil mengambil kantong berisi pil pemulih energi dari tangan kanan Xiao Tian.


"Katakan pada kami, siapa saja yang akan ikut dalam perang?" tanya Sha Wu Jing sambil menatap semua orang.


"Aku dan putri Jia Li, Taiwu dan keempat Jenderal yang lainnya. Huanran dan Si Gendut, Jingmi dan Su Yan, lalu yang terakhir adalah Kaibo," jawab Xiao Tian tanpa rasa ragu sedikitpun.


"Baiklah, kalau begitu pakai amulet penangkal sihir ini!" ucap Wu Kong sambil memberikan dua belas amulet kepada Xiao Tian.


"Terimakasih atas bantuannya Dewa kera," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat.


Setelah melepaskan Dewa petir dari ikatannya, Wu Kong beserta panglima Tian Feng berjalan memimpin pasukan menuju ke arah istana Langit sambil diikuti oleh pasukan Langit yang terus berdatangan.


"Akhirnya tiba saat dimana aku bisa beraksi lagi," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya.


Wukong dan yang lainnya terbang di atas awan menuju istana es, Sedang Xiao Tian dan rombongannya menyusul Dewa Kera serta pasukan langit sambil menaiki punggung raja iblis Lie Bao yang masih berada di dalam kendali Huang Li.


"Apa kau tak apa pangeran?" tanya Taiwu sambil menatap Xiao Tian yang terlihat bengong sejak tadi.


"Jika ada masalah, ceritakan saja pada kami," ucap Su Yan sambil tersenyum tipis.


"Tak ada, aku hanya sedikit mengingat tentang ucapan Dewa Kera. Dia bilang bahwa daratan elemen akan di datangi oleh para pendekar dari sebrang lautan yang telah mengering. Di luar sana terdapat pendekar yang kultivasinya jauh diatas kita, diluar sana juga terdapat ribuan alkemis serta pendekar jahat yang mungkin datang mengunjungi kerajaan kita."


"Sebelum itu semua terjadi, penting bagi kita untuk memperkuat pertahanan serta menaikkan kultivasi semua orang," jelas Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Kenapa kau malah tersenyum, pangeran?"


"Bukankah itu cukup gawat?" tanya Taiwu sambil mengerutkan dahinya.


"Mengeringnya lautan memang bisa memberikan beberapa dampak buruk, tapi kejadian itu juga bisa memberikan dampak baik jika kita melihatnya dari sisi lain," sambung Xiao Tian sambil menatap Taiwu.


"Maksudmu kak?" tanya Kaibo sambil mengerutkan dahi.


"Seperti halnya alkemis tingkat tinggi yang bisa datang kapan saja untuk mengunjungi kita, atau sebaliknya. Kita juga bisa pergi keluar mencari alkemis tingkat tinggi untuk keperluan kita sendiri. Hal pertama yang aku lakukan setelah perang ini berakhir adalah mencari para alkemis tingkat tinggi untuk meminta mereka meracik obat penambah umur untuk Lily," jawab Xiao Tian sambil menatap semua orang.


"Untuk Lily?"


"Lily yang kau maksud putri Jia Li kan?"


"Aku baru ingat tentang pil suci yang telah merenggut cukup banyak nyawamu, bisakah kau beri tahu kami berapa lama lagi nyawamu yang tersisa?" tanya Huang Li sambil menatap ke arah putri Jia Li.


"Yang pasti lebih dari seminggu dan kurang dari dua minggu," ucap putri Jia Li sambil memalingkan wajahnya.


"Ku ... kurang dari dua minggu!"


"Tiga belas hari?"


" Dua belas hari?"


"Atau ... ," melihat putri Jia Li menggelengakn kepalanya terus menerus membuat pandangan semua orang langsung terbelalak karena saking terkejutnya.


"Sembilan hari lagi, sampai saat itu tiba. Tolong maafkan semua kesalahanku ya. Aku juga ingin meminta tolong kepada kalian untuk yang terakhir kali, jika tiba saatnya nyawaku telah habis karena tak mendapat resep pil pemanjang umur. Maka tolong jaga Yan Yan untukku ya," ucap putri Jia Li sambil tersenyum tipis.


"Berhenti bicara seperti itu!"


"Aku kan sudah bilang, kalau aku pasti mendapatkan resepnya dalam waktu dekat. Jadi jangan pernah berkata seolah olah kalau aku akan gagal. Toling jangan jatakan itu lagi, Lily," ucap Xiao Tian sambil menggertakkan gigi serta mengepalkan kedua tangannya begitu kencang.