
Xiao Tian telah tersadar dari pingsannya. Dia tergeletak di sebuah ruang kosong yang terbentuk dari awan. Dari lantai, hingga dinding ruangan semuanya terbentuk dari awan.
Meski ruangannya terlihat tertutup, tapi ruangan tersebut tidaklah gelap. Semua karena awan awan tersebut memancarkan sinar yang cukup terang.
Saat dia baru membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah atap ruangan yang terbentuk dari awan. Dan saat menengok ke kanan lalu ke kiri pun dia dapat melihat pemandangan yang sama.
"Dimana aku?"
"Apakah aku sudah tiada?"
"Tidak ... , aku yakin kalau aku belum tiada," ucap Xiao Tian sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Disaat Xiao Tian masih kebingungan, dia mendengar suara Kaisar Langit dengan cukup jelas. Dan suara itu berbunyi, "Apakah kau sudah sadar sekarang?"
"Jangan khawatirkan masalah teman atau keluargamu, Dewa kera akan mengurus keamanan mereka. Kaisar iblis Jian yang telah menguasai teknik membagi kesadarannya, bukanlah lawanmu saat ini. Jangankan dirimu, Wu Kong serta seluruh Dewa disini saja masih belum bisa membinasakannya."
"Oh iya, ini tak berlaku untuk Kaisar iblis Jian saja. Bahkan semua Kaisar iblis sama berbahayanya saat mencapai kekuatan penuh mereka."
"Satu satunya yang bisa mengalahkan para kaisar iblis adalah gurumu, namun kini dia telah tiada. Kau pasti sudah tahu kan, kalau semua relik yang menyegel Kaisar iblis adalah ciptaan gurumu."
"Jujur saja, meski dia ahli dalam segala jenis obat obatan. Kemampuannya dalam menciptakan relik tingkat tinggi jauh lebih mengerikan."
"Kalau aku boleh jujur, sebenarnya gurumu jauh lebih cocok disebut sebagai seorang Dewa relik atau Dewa pusaka."
"Oh iya, Dewa petir juga pasti sudah menceritakan tentang cara membangkitkan gurumu kan?"
Awalnya Xiao Tian tetap diam karena ingin mendengar penjelasan lengkap Kaisar Langit, namun setelah dia mengajukan pertanyaan. Xiao Tian langsung bangkit dari tempatnya terbaring, hingga dalam posisi duduk tegak sambil menatap punggung Kaisar Langit. Setelah berhasil duduk, dia pun mengangkat suara dengan berkata, "Tentu,"
"Dewa petir pernah berkata kalau aku mengumpulkan seratus relik Kaisar iblis untuk tujuan tersebut."
Seketika Kaisar Langit tersenyum dibuatnya, dengan senyuman tersebut dia pun berkata, "Apa kau yakin?"
"Bukankah jumlah relik yang ada hanya sembilan puluh sembilan saja?"
"Dan lagi, salah satunya telah menyatu dengan salah satu sekutumu. Apakah kau akan membunuhnya suatu saat nanti?"
"Diam mu menandakan kalau kau tak akan mampu melakukannya. Benar kan?" tanya Kaisar Langit.
"Apakah tak ada cara lain untuk memisahkan relik tanpa membunuh penggunanya?"
"Dan apakah benar kalau jumlah relik kaisar iblis hanya ada sembilan puluh sembilan saja?" tanya Xiao Tian dengan tampang panik.
"Relik yang ke seratus, ada di tanganku. Relik tersebut masih murni karena belum pernah menyegel seorang Kaisar iblis. Ini dibuat khusus untuk menyegel Sunlong jika dia membuat kesalahan. Namun sepertinya tak diperlukan lagi, karena dia tidak begitu membahayakan manusia," jawab Kaisar Langit dengan nada serius.
"Lalu, apakah aku harus menyegel Sunlong dengan relik itu agar reliknya berfungsi?" tanya Xiao Tian dengan pandangan menunduk. Dia begitu takut akan pikiran tersebut, karena jika ucapan itu benar maka Sunlong harus dibinasakan saat sudah berhasil disegel nanti.
Disaat dia masih terlihat cukup tegang, Kaisar Langit menjawabnya dengan cukup tegas. Dalam pernyataannya tersebut dia menjelaskan bahwa relik tersebut sudah siap diserap gelang Dewa.
"Kenapa begitu?" tanya Xiao Tian dengan heran. Meskipun dia sedikit lega karena tak perlu menghabisi Sunlong, dia tetap ingin tahu alasan dibalik hal tersebut.
Dan dengan nada serius, Kaisar Langit pun berkata, "Karena sejak awal yang diperlukan adalah relik yang murni dari iblis,"
"Relik yang sudah tak mengandung jiwa Kaisar iblis kuno," jawab Kaisar Langit tanpa menoleh ke belakang.
"Begitu ya?"
"Lalu bagaimana dengan Tian Zhong?"
"Apakah aku bisa memisahkan relik Kaisar iblis pengendali waktu tanpa harus menghabisinya?" tanya Xiao Tian dengan serius.
"Sayangnya, itu tak bisa. Aku belum tahu cara untuk memisahkan relik tanpa membunuh penggunanya," jawab Kaisar langit sambil menghela napasnya.
Seketika Xiao Tian terdiam dan termenung, namun renungannya tak berlamgsung lama. Semua karena dia mendengar kata belum dalam ucapan Kaisar Langit. Itu membuktikan bahwa dia masih mencari solusi untuk masalah tersebut. Saat itu dalam pikiran dia berkata, "Belum, bukan berarti tak akan bisa kan?"
Tanpa diduga Kaisar Langit membalas pikirannya dengan berkata, "Yah begitulah, belum bukan berarti tak akan bisa."
"Sama halnya dengan menghabisi Kaisar iblis kuno, dulu kami tak bisa menandinginya. Namun sekarang sudah bisa, karena kekuatan mereka telah di tekan."