Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 512 : Memperbaiki ikatan lama


"..." Xiao Tian membuka segel roh beladirinya. Mata naga hitam yang berwarna kuning keemasan, menyala cukup terang bersamaan dengan munculnya roh ular Yin dan Yang dengan wujud sempurna mereka.


"Meski roh beladiri ular Yin dan Yang memang membantumu meningkatkan kapasitas energi qi milikmu. Itu tak akan terlalu membantu," Naga putih menghela napas karena yakin bahwa Xiao Tian tak dapat membantunya sama sekali.


Sedangkan Xiao Tian hanya tersenyum tipis dan tetap melanjutkan penghancuran segelnya.


"Menghancurkan segel buatanku, bukanlah ide yang bagus. Karena tak akan ada lagi segel yang bisa menutupi energi roh beladirimu jika kau melakukannya," Wu Kong memperingatkan dengan serius.


"Aku tahu itu," Xiao Tian terus menyentuh segel roh beladiri yang terlukis di perutnya, memutar paksa lima titik hitam menggunakan kelima jarinya.


Bersamaan dengan itu, sebuah lingkaran sihir berbentuk ular kembar yang terantai, muncul di belakang punggung Xiao Tian.


"Yin Yang soul, seal Breaker!"


Sinar emas menyilaukan, menutupi pandangan semua orang.


"..." Xiao Tian merentangkan kedua tangannya, dan berkata. "Datanglah!"


Roh Ular Hitam dan Ular putih raksasa perlahan mengecilkan ukuran mereka, dan terpisah untuk pertama kalinya.


"Ular putih, Yin She!" roh ular putih melesat turun dan melingkar melalui tangan kanan Xiao Tian.


"Ular hitam, Yang She!" roh ular hitam melesat turun dan melingkar melalui tangan kiri Xiao Tian.


"Teknik ini ... !" Naga putih tersentak kaget. "Apa kau gila!"


"Meskipun kau masih memiliki intimu, dirimu yang sekarang tak cocok dengan teknik perwujudan roh!"


"Jika ku memaksakan teknik itu dengan kondisi saat ini, kau hanya akan menguras daya hidupmu dan daya hidup manusia yang sedang menyatu denganmu!" White Dragon bermaksud memperingatkan Black Dragon yang kembali mengambil alih tubuh Xiao Tian.


"Tenanglah tuan leluhur, aku tak sebodoh itu," mata Black Dragon yang terlukis jelas di kedua mata Xiao Tian, salah satunya mulai mengalami perubahan, dimana mata yang berubah adalah mata sebelah kanan yang awalnya kuning keemasan dengan pupil runcing seperti mata normal Black Dragon, kini berubah memerah dengan bagian putih mata yang berubah menghitam.


'Pupil naga berwarna merah dengan dasar dasar bola mata berwarna hitam!?' White dragon tersentak kaget. "Sejak kapan kalian terhubung dengan Red Dragon!"


Tubuh Sunlong nampak memancarkan cahaya merah berlapis asap hitam yang juga mulai menyita perhatian semua orang.


'Apa yang terjadi pada tubuhku?'


'Kenapa aura naga iblisku terpancar keluar tanpa terkendali?'


'Tidak!'


'Ini berbeda!' Sunlong tersentak kaget.


'Tekanannya jauh lebih kuat dibandingkan seharusnya, dan tercium aroma Dewa dalam aura iblisku. Ini aneh!' Sunlong nampak bingung akan hal yang menimpa tubuhnya.


Sedangkan White Dragon yang baru merasakan aura Dewa Naga milik Sunlong segera menoleh dan berkata, "Aura dewa naga berlapis hawa iblis!?"


"Kau kah itu, Red Dragon?"


Saat Sunlong baru ingin merespon, tubuhnya berubah menjadi sebuah bulatan cahaya merah berlapis asap hitam dan melesat masuk ke mata kanan Xiao Tian.


Bersamaan dengan itu, kedua roh bela diri yang melilit lengan Xiao Tian secara terpisah, mulai meresap masuk ke lengan Xiao Tian dan turut merubah fisiknya.


Jari jemari hingga pundak lengan kanannya kini tertutupi oleh sisik ular putih. Sedangkan di atas pundak kanannya nampak kepala sang ular dapat bergerak layaknya makhluk hidup. Hal yang sama juga terlihat di lengan kirinya, hanya saja kepala ular beserta sisik yang menutupi seluruh lengan Xiao Tian nampak hitam mengikuti wujud ular Yang.


Psssttt!!! kedua kepala ular di pundak Xiao Tian mendesis dan menjulurkan lidah mereka.


Dan saat Xiao Tian mendapatkan kembali kesadarannya, pupilnya berubah menjadi pupil seekor ular dengan warna dasar putih yang menyelimuti pupil merahnya.


"Apa apaan ini sialan!" Sunlong mengomel keras dengan pupil naga berwarna merah dengan dasar bola mata berwarna hitam pekat. Saat ini kesadarannya terkurung di dalam ular hitam yang menempel di atas pundak kiri Xiao Tian. "Bagaimana bisa aku berada disini!"


"Bukankah ikatan kita sudah terputus!"


"Maaf Sunlong, aku juga tak begitu mengerti. Black Dragonlah yang mengurus segalanya. Cara ini juga terlintas diingatannya sejak mendengar kata God Undead,"


"Meski kami berbagi pikiran, aku masih belum memahami sepenuhnya," Xiao Tian melirik ke arah Sunlong dengan perasaan tak enak hati.


"Maaf jika menyeretmu tanpa bicara terlebih dulu, senior Red Dragon," Black Dragon yang menguasai fisik ular putih di atas pundak kanan Xiao Tian, memutar kepalanya dan melirik ke arah Sunlong dengan penuh penyesalan. Suaranya terdengar feminim tak seperti biasanya.


"A ... ada apa dengan suaramu!?"


"Senior Red Dragon!?"


"Kenapa kau memanggilku dengan sebutan itu?" Sunlong yang belum memahami apapun nampak heran. Saking herannya, dia mengabaikan perubahan suara naga hitam.


'Oh iya, kalau dipikir pikir, pria yang disebut naga putih itu juga memanggilku dengan sebutan Red Dragon. Apakah mereka telah salah mengenali orang?' Sunlong melirik ke arah naga putih dengan heran.


"Kau masih belum mendapatkan ingatannya?" Black Dragon nampak heran.


"Aku ti ... ," kepala Sunlong tiba tiba saja dipenuhi oleh ingatan Black Dragon, bersamaan dengan itu sebagian kecil ingatan di kehidupan sebelumnya pun mulai bermunculan.


"Kita telah berbagi tubuh saat ini, pikiran dan hati kita menjadi saling terhubung. Tentunya ingatan kita juga demikian."


"Meski memerlukan wak ... ," Xiao Tian dan Black dragon perlahan dihujani ingatan Sunlong sejak terlahir di alam fana. Dari masa masa bahagia, hingga saat dimana dia menderita begitu parah.


'Jadi si brengsek itu menghancurkan keturunanku hanya untuk mengincar inti nagaku ya!' Sunlong nampak kesal hingga memancarkan aura membunuh.


"Senior kau ... ," Black Dragon nampak simpati akan ingatan Sunlong.


Sedangkan Xiao Tian yang sudah pernah mendengar ceritanya jauh sebelum hari ini, masih tak dapat membendung rasa kesalnya terhadap orang licik yang berbuat keji terhadap Sunlong beserta keturunannya.


"Soal beberapa keturunanmu yang kemungkinan masih bisa diselamatkan dari belenggu relik buatan, biarkan aku membantumu juga," Xiao Tian menatap Sunlong dengan penuh simpati.


"Cih!"


"Aku tak memerlukan bantuanmu!" Sunlong menoleh ke arah lain untuk menutupi rasa senangnya.


"Pikiran dan hati kita sedang terhubung, kau tak akan bisa menutupi perasaanmu senior!" ucap Black Dragon menggoda.


"Ngomong ngomong, sejak kapan kau menjadi seekor naga betina!" Xiao Tian dan Sunlong bertanya dengan nada tinggi secara bersamaan.


"Sembarangan!"


"Aku ini naga jantan tulen tahu!" Black Dragon membentak dengan suara seorang gadis.


"Ular putih inilah yang betina!"


"Bukannya diriku!"


"Pufft, syukurlah aku tersadar di tubuh ular hitam," Sunlong terkekeh sembari menggoda juniornya.


"Ngomong ngomong, bagaimana bisa tubuhmu terikat dengan Red Dragon?"


"Padahal saat jiwa kita terikat, aku hanya merasakan kontrak jiwa yang mengikat naga hitam." Naga putih bertanya dengan heran.


"Xiao Tian mewarisi tiga teknik unik milik senior."


"Pemblokir pikiran, Demon Eater dan ekor hitam bayangan iblis."


"Untuk Ekor hitam bayangan iblis mungkin terwariskan secara tak sengaja berkat keunikan labirin lembah kristal es yang terhubung denganmu, jadi tak ada sedikitpun pecahan jiwa senior yang dapat membentuk ikatan rohnya kembali."


"Tapi ... ," Black Dragon menatap Sunlong sembari mencoba agar tak tertawa. "Puft!"


"Karena senior yang saat itu terlalu bodoh untuk mengetahui akibat dari pewarisan teknik dengan metode penyuntikan kekuatan Jiwa, maka inilah yang terjadi," Black Dragon terkekeh meledek Sunlong. "Hahahhahah!"


"Be ... beraninya kau memanggilku bodoh!"


"Bukankah aku seniormu saat berada di alam atas!" Sunlong nampak kesal.


"Ta ... tapi jujur saja, aku sangt bersyukur karena hal itu!"


"Pftt!"


"Hahhaaha!" Black Dragon terkekeh keras.


"Kubunuh kau!" Sunlong nampak kesal. Namun Xiao Tian menghalangi mereka saat ingin beradu kekuatan.


"To ... tolong tenanglah teman teman!" Xiao Tian memunculkan array pembatas untuk menahan serangan kedua kawannya.


Pletak pletak! White Dragon memukul kepala keturunannya hingga benjol, dan berkata, "Berhentilah main main!"