Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 382 : Tertangkap basah


#Kerajaan petir


#Wilayah istana


Taiwu mengaktifkan teleportasi jarak dekat, dan muncul tepat di tengah tengah para penjaga.


Disaat fokus para penjaga teralihkan kepadanya, Jenderal Tailong dan yang lainnya memukul leher mereka hingga pingsan. Lalu menusuk mereka dengan jarum beracun agar tak membuat keributan jika tersadar.


"Ayo kita masuk," jenderal Tailong memimpin semua orang menuju penjara bawah tanah.


Taiwu dan ketiga jenderal utama menerobos masuk ke dalam penjara bawah tanah dengan begitu mudahnya.


Setiap penjaga yang berusaha menghalangi mereka, dapat mereka habisi dengan mudah dalam sekali serang. Semuanya terasa begitu lancar, hingga akhirnya mereka pun sampai di penjara para naga.


"Rrrr," para naga biru dalam versi mini bangkit dari tidur mereka.


"Sstt," Taiwu mengisyaratkan kepada para naga agar tak membuat keributan.


"Mundurlah nak,"


"Biar aku buka segel penjaranya," jenderal Tailong merapatkan kedua telapak tangannya sambil membayangkan pola segel penjara. Namun tepat disaat dia baru mencoba menggunakan tekniknya, tiba tiba saja segel tersebut mengeluarkan gelombang kejut yang sanggup menbuatnya batuk berdarah.


"Uhuk uhuk," jenderal Tailong memuntahkan cukup banyak darah.


Karena hal tak diduga tersebut, Taiwu dan kedua pamannya langsung menoleh ke arah Jenderal Tailong dan berteriak panik secara bersamaan.


"Ayah, apa kau baik baik saja?" tanya Taiwu dengan tampang cemas.


"Adik Tailong!" jenderal Taifeng mendekat dengan tampang cemas.


"Adik!" jenderal Taizhong mendekat dengan tampang cemas.


Ketika semua orang bergerak mendekat, jenderal Tailong menyuruh mereka berhenti dengan mengangkat salah satu tangannya.


Dengan napas yang terengah engah dia pun berkata,


"jangan khawatir, aku baik baik saja."


"Ini hanyalah efek buruk yang kuterima karena gagal mengungkap pola segel," jelas jenderal Tailong sambil membersihkan muntahan darah di sekitar mulutnya.


"Segel penjara dibuat oleh leluhur klan Xiao, dan raja telah mempercayakan cara membuka dan menutup segel tersebut kepadamu. Selain dirimu dan pihak kerajaan, seharusnya tak ada yang bisa merubah pola segel penjaranya. Hal ini seharusnya tak bisa terjadi," jelas jenderal Taizhong dengan tampang heran.


Ketika semua orang sedang dilanda kebingungan, tiba tiba terdengar tiga pasang langkah kaki yang berjalan semakin mendekat.


Tap tap tap


Suara langkah kaki dari atas tangga terdengar semakin jelas di telinga semua orang.


Karena takut tertangkap, Taiwu mengaktifkan teknik teleportasi. Lalu meminta semua orang agar berpegangan padanya.


Mereka berbicara melalui telepati sehingga orang yang berjalan mendekat tak mungkin dapat mendengar.


Akan tetapi hal aneh malah menimpa mereka.


Teknik teleportasi yang Taiwu aktifkan tak kunjung aktif meski dicoba berulang kali. Tak hanya itu, ketiga jenderal juga mengalami hal yang sama ketika ingin mencoba teknik teleportasi menggantikan Taiwu.


Mereka berusaha begitu keras untuk mengaktifkan tekniknya, tapi teknik itu tak kunjung aktif hingga tiga orang misterius yang melangkah mendekat benar benar sampai di hadapan mereka.


"Teknik teleportasi tidak akan berguna disini. Kalian tak akan bisa lari sejak gagal membuka pola segel penjara kerajaan. Jika kalian ingin menyalahkan seseorang, maka salahkanlah nasib kalian. Bukankah begitu, Jenderal?" tanya jenderal Xiao Fei Ji sambil tersenyum sinis.


Setelah tahu bahwa teknik teleportasi tak berguna Jenderal Tailong dan kedua jenderal yang lain segera melepaskan pegangan mereka dari tubuh Taiwu.


Dan disaat melihat kehadiran jenderal Xiao Fei Ji, jenderal Tailong langsung memasang tampang kesal dan berkata,


"Kupikir siapa yang telah merubah polanya, ternyata ini ulahmu ya. Jenderal Xiao Fei Ji."


"Jangan terlalu kasar padaku jenderal. Aku bukan tawananmu lagi seperti waktu itu," ucap jenderal Xiao Fei Ji sambil mengaktifkan mode vampir. Matanya memerah, dan taringnya pun melancip.


"Sepertinya kau sudah bisa mengendalikan mode vampirmu ya, jenderal," jenderal Tailong mengaktifkan mode vampir. Matanya memerah dan taringnya ikut melancip.


"Jangan lupakan kami," ucap kedua suku albino sambil mengeluarkan kedua pedang kembar mereka.


Disaat Taiwu ingin melesat maju menyerang para suku albino, kedua jenderal menyuruhnya untuk mundur.


"Biar kami yang menghadapi kedua suku albino itu,"


"Kau fokuslah untuk mencari cara membebaskan para naga naga," ucap jenderal Taifeng sambil menepuk pundak Taiwu.


"Tapi aku tak tahu bagaimana cara membuka pola segel kerajaan," ucap Taiwu sambil mengerutkan dahi.


"Baca gulungan ini, dan kau akan mengerti," ucap Jenderal Taizhong sambil memberi sebuah gulungan bercap lambang kerajaan.


"Baik paman," angguk Taiwu sambil membalikkan badannya.


Setelah Taiwu menyetujui anjuran mereka, kedua jenderal pun langsung melesat mendekati kedua suku albino.


Disaat kedua pamannya telah pergi, Taiwu membuka gulungan yang dia terima. Di dalam gulungan tersebut terlukis lima puluh pola segel, Taiwu harus mencoba salah satu daei lima puluh pola tersebut untuk membuka segel penjara.


Setelah tahu maksud dari gulungan itu, Taiwu pun memulai untuk mencoba segelnya satu persatu.


"Buka segelnya?" ucap Taiwu sambil menggambar segel kerajaan menggunakan jari jarinya.


"Uhukkk!" Taiwu memuntahkan begitu banyak darah karena segel yang dia coba pertama kali bukanlah segel yang telah digunakan.


Meski mengalami luka dalam yang cukup parah karena salah mencoba segel, Taiwu tak langsung menyerah. Dia menelan pil pemulih energi untuk memperbaiki sedikit lukanya, lalu kembali mencoba pola yang lain.


#Sementara itu di dalam ruang hampa


Xiao Tian memulai penyerapan teratai api suci dengan bantuan Dian Zheng dan yang lainnya. Mereka melakukannya dari jarak sepuluh langkah dari teratai api suci.


Sedangkan Dewa petir menyuruh Kaibo dan Liang Su untuk berkultivasi sambil menyerap sedikit hawa panasnya. Mereka pun menurut karena tahu kalau tujuan latihan tersebut adalah untuk memperkuat vitalitas tubuh mereka terhadap serangan berelemen cahaya.


"Mulai!" ucap Dewa petir sambil mentap Liang Su dan Kaibo.


"Baiklah Dewa kera," Kaibo dan Liang Su mulai menyerap hawa panas secara perlahan seperti apa yang diperintahkan.


Bersamaan dengan terserapnya sedikit hawa panas, kulit tubuh Kaibo dan Liang Su mulai memerah dan berasap.


"Ini sangat panas sekali, padahal aku hanya menyerap setitik hawa panas saja. Ini benar benar gila," pikir Liang Su sambil mencoba menahan diri.


"Aku harus menahan ini agar tidak menjadi beban," pikir Kaibo sambil mencoba menahan panas yang ia rasakan di sekujur tubuh.