Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 285 : Orang tua misterius


"Tentu saja ular kembarmu," ucap pria tua itu sambil tersenyum tipis.


"U ... ular kembar?"


"Apa dia merasakan aura ular Yin dan Yang?"


"Tapi bagaimana bisa?"


"Aku kan sudah menyegel auranya lagi," pikir Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Tak perlu berpura pura bodoh, jubah dan segel lemahmu itu tak akan bisa membohongi penilaianku. Aku tak mungkin salah dalam mengenal roh beladiri seseorang. Oh iya akupun mencium bau roh Xian Yun di sekitar tubuhmu, apakah jubah itu miliknya?"


"Jadi kau yang membunuhnya ya?"


"Besar juga nyalimu datang kemari setelah mengacaukan wilayah ini," ucap pria tua itu sambil memakan buah buahan dari kantung makanan yang dia terima.


"Apa maumu?" tanya Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Tak ada, aku hanya ingin mengucapkan hal ini kepadamu. Cucilah pakaian Xian Yun agar identitasmu tak terbaca, karena beberapa orang orang dari sekte pembasmi iblis bisa mengandalkan indera penciuman mereka melebihi indra penciuman anjing," ucap pria tua itu sambil memasang tampang serius.


Baru saja pria tua itu selesai bicara, para prajurit yang merupakan bawahan Xian Yun beserta beberapa pendekar yang mengabdi kebapadanya tiba tiba datang mengepung mereka.


"Sial, kenapa para pendekar alam roh berkumpul disini?"


"Lukaku masih belum sembuh, aku tak bisa mengalahkan mereka untuk sekarang," pikir Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Ini buruk, apakah kau masih bisa mengaktifkan teleportasi lagi?" tanya Dewa petir sambil menatap ke arah Xiao Tian.


Tanpa basa basi, Xiao Tian langsung mencoba mengaktifkan portal ruang hampa untuk melarikan diri. Namun usahanya sia sia karena sesuatu hal yang tak terduga.


"Apa apaan ini?"


"Kenapa aku tak bisa mengaktifkan portalku?" pikir Xiao Tian dengan mata terbelalak.


"Kau telah kutandai, gulungan teleportasi serta relik yang tak memerlukan kekuatan jiwa sudah tak bisa kau gunakan lagi hingga aku mencabut kembali tandaku," ucap pria tua itu melalui telepati.


"Sial, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku. Pria tua!" bentak Xiao Tian melalui telepati.


"Memohonlah untuk menjadi muridku, maka aku akan menolongmu," ucap pria tua itu melalui telepati.


"Jika aku tak mau?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Maka hadapi mereka dengan kekuatanmu sendiri," sambung pria tua itu melalui telepati.


"Jika aku bisa mengalahkan mereka, apakah kau akan berhenti mengincarku untuk dijadikan murid?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Dengan semua luka dalam itu?"


"Hahaha, kau benar benar menarik."


"Baiklah, akan kulihat bagaimana caramu mengalahkan mereka," tawa pria itu melalui telepati.


#Alam pikiran Xiao Tian


"Apa lagi yang kau inginkan?"


"Aku tak bisa memberimu kekuatanku lagi, meski aku bisa, aku tak akan melakukannya hingga kau menepati janjimu," ucap sisi gelap Xiao Tian sambil menatap roh Xiao Tian.


"Aku kemari bukan untuk meminjam kekuatanmu, tapi untuk memberi tahumu. Bahwa sekaranglah saatnya kau mengamuk," ucap Xiao Tian sambil menatap ke sisi gelapnya.


"Kau masih terluka, apa kau yakin?" tanya sisi gelap Xiao Tian sambil menatap Xiao Tian.


"Berhenti berpura pura, kau seharusnya tahu tentang apa yang kuhadapi saat ini," ucap Xiao Tian sambil menatap tajam sisi gelapnya.


ucap sisi gelap Xiao Tian sambil berjalan melewati Xiao Tian.


"Mengamuklah, dan habisi hingga tak bersisa," ucap Xiao Tian saat berpapasan dengan sisi gelapnya.


"Dengan senang hati," ucap sisi gelap Xiao Tian sebelum menghilang dari alam pikiran.


#Alam nyata


Mata Xiao Tian kembali terbuka dengan warna yang dominan merah menyala, dia membuka matanya tepat ketika para pendekar melompat sambil berusaha menebaskan pedang mereka ke arahnya.


Sring sring sring


Setelah mengeluarkan gelombang kekuatan yang sanggup membuat semuanya terpental, ekor ekor hitam yang berjumlah lebih dari sepuluh, muncul tepat di belakang punggungnya. Dan langsung menusuk menembus perut para pendekar hingga menewaskan semua musuh Xiao Tian dalam hitungan detik saja.


Pria tua yang tadinya meremehkan Xiao Tian langsung memasang wajah serius sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Jadi ini kartu as milikmu?"


"Cih, menyebalkan," ucap pria tua itu sambil memasang tampang kesal.


Tak lama setelah Xiao Tian menghabisi semua orang, pria tua itu langsung menghilang dari pandangan dengan menggunakan teknik teleportasi.


Setelah pria tua itu menghilang, Xiao Tian mendapatkan kembali kesadarannya. Dan langsung ditegur oleh Dewa petir.


"Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Dewa petir sambil menatap tajam menatap tajam mata Xiao Tian.


Krakk


gelang Dewa kembali mengalami keretakan tepat ketika Xiao Tian selesai di rasuki oleh sisi gelapnya.


"Aku pasti akan memperbaiki retakan pada gelang Dewa lagi, tenanglah. Memangnya aku punya pilihan lain, selain meminta bantuannya?" jawab Xiao Tian sambil menatap tajam mata Dewa petir.


"Huft, kurasa kau benar. Lalu apa rencanamu sekarang?"


"Kau sudah tak bisa kembali ke ruang hampa ataupun meninggalkan tempat ini. Selagi kita tak bisa menghilangkan tanda di pundak kananmu itu, maka kita terpaksa menunggu hingga hari esok. Dimana kekuatanku bisa digunakan kembali," ucap Dewa petir dengan tampang serius.


"Bukankah sudah jelas?"


"Pertama tama kita singkirkan bau Xian Yun terlebih dulu," ucap Xiao Tian sambil menerbangkan jubah Xian Yun, lalu menyiramnya dengan teknik pengendali air, lalu mengeringkannya menggunakan teknik pengendali angin.


Setelah selesai menghilangkan bau Xian Yun, Xiao Tian kembali memakai jubah tersebut. Lalu pergi ke arah barat daya.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Sunlong melalui telepati. Saat itu Sunlomg masih bersembunyi di dalam cincin ruang, karena takut pembasmi iblis mencium hawa keberadaanya.


"Ke perguruan Badai berduri," ucap Xiao Tian sambil melanjutkan langkahnya.


"Kenapa kau ingin pergi kesana?" tanya Dewa petir sambil terbang mengikuti Xiao Tian.


"Untuk mengambil obat yang bisa menyeumbuhkan luka dalamku," jawab Xiao Tian sambil berjalan menuju ke barat daya.


"Perguruan badai berduri memang terkenal dengan sumber daya mereka, tapi untuk mendapatkan sumber daya tersebut kau harus menjadi murid disana. Sedangkan keadaanmu saat ini sangat jauh dari syarat untuk menjadi murid perguruan itu," sambung Sunlong melalui telepati.


"Meski penuh dengan sumber daya, alkemis mereka sangatlah terbelakang. Berdasarkan ingatanku, hanya ada alkemis bintang dua yang menetap disana. Sedangkan sisanya hanya ahli pertarungan yang membuat mereka bisa menjaga sumber dayanya," sambung Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Memangnya apa gunanya itu untukmu?" tanya Sunlong melalui telepati.


"Alkemis sangat suka meracik ramuan dan pil yang tak pernah mereka lihat, dengan kekuatan jiwa sisi gelapku yang masih tersimpan sedikit di dalam lautan jiwaku. Aku pasti bisa memurnikan dua buah pil bintang lima dalam waktu kurang dari satu menit. Dan berdasarkan ingatanku, mereka akan menggelar acara demonstrasi di dalam perguruan mereka untuk mencari calon murid yang mau menjadi alkemis di perguruan mereka. Inilah satu satunya kesempatanku untuk menyelinap masuk ke dalam perguruan itu," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Begitu ya, menarik," ucap Dewa petir sambil tersenyum tipis.