
Setelah terlihat sedikit tenang, Xiao Tian memberanikan diri untuk bertanya kepada Wukong.
"Dewa kera, bisakah kau beri tahu aku apa itu labirin es?" tanya Xiao Tian dengan tubuh yang gemetar.
Wukong membalikkan badannya, dia menatap ke arah Xiao Tian yang baru saja melontarkan pertanyaan kepadanya.
Tatapannya terlihat begitu tajam, sebelum menjawab pertanyaan Xiao Tian Dewa kera Sun Wukong berjalan begitu gagah mendekati Xiao Tian. Setiap suara langkah kaki yang diciptakan oleh Dewa kera Sun Wukong membuat jantung Xiao Tian berdetak semakin kencang.
Dia larut dalam rasa takut akan kemurkaan Sun Wukong, karena merasa terlalu lancang saat awal pertemuan mereka. Ditambah lagi rasa bersalah karena menghajar para siluman kera juga terus menghantui dirinya.
Setelah agak dekat dengan posisi Xiao Tian, Dewa kera Wukong tersenyum karena melihat Xiao Tian dan Dewa Petir gemetar ketakutan.
"Santai saja, aku tak akan menggigit kalian."
"Terutama kau, bukankah kau juga seorang Dewa?"
"Meski aku menjadi Dewa jauh lebih awal darimu, derajat kita tetaplah sama, jadi jangan terlalu tegang." ucap Wukong.
"Begitu ya, syukurlah." sambung Dewa Petir.
"Tenang saja, asalkan kalian tak melukai salah satu dari pengikutku lagi kalian pasti aman."
"Perkelahian tadi anggap saja tak terjadi." ucap Wukong sambil menepuk pundak Xiao Tian.
"O iya, jika ada yang sampai tewas karena serangan kalian tadi, aku jamin ceritanya akan sangat berbeda." bisik Wukong didekat telinga Dewa Petir serta telinga Xiao Tian.
Mendengar ancaman Wukong, Dewa Petir langsung bergegas pergi untuk menyembuhkan para siluman kera.
Dia menyembuhkan semua luka para siluman kera dengan menggunakan teknik yang sama seperti teknik yang dia lakukan pada tubuh putri Feng Yin.
Setelah para siluman kera telah di sembuhkan, Wukong menceritakan tentang alasannya turun ke bumi, dan menjelaskan tentang apa itu labirin es.
Alasan Wukong turun ke bumi yaitu untuk melindungi para pengikutnya, dia berbeda dengan para Dewa Lainnya. Dia juga menjelaskan bahwa dia memiliki tugas untuk melindungi perbatasan lembah kristal es dari para penyusup agar kejadian ribuan tahun yang lalu tak terulang kembali.
Lembah kristal es memang sengaja di jaga ketat agar tak terjadi kejadian serupa seperti ribuan tahun yang lalu, mengenai hancurnya banyak peradaban manusia hanya karena mengusik naga putih.
Labirin es merupakan sebuah labirin yang hanya boleh di lewati makhluk selain Dewa. Labirin tersebut diciptakan khusus untuk memasuki wilayah lembah kristal es tanpa takut menciptakan sebuah kehancuran.
Labirin tersebut dibangun Budha atas ijin naga putih, naga putih merupakan naga raksasa penghuni lembah kristal es. Dia begitu kuat melampaui kekuatan para Dewa. Karena itu para Dewa begitu menghormati naga putih.
Labirin Es merupakan tempat khusus yang tak diketahui oleh semua makhluk kecuali Dewa kera dan pengikutnya.
Labirin tersebut dibangun untuk memenuhi keinginan para makhluk hidup.
Labirin tersebut belum pernah dibuka karena memang tak bisa di buka sesukanya. Labirin hanya terbuka dan berealsi terhadap orang-orang yang terpilih. Alasan di balik menghilangnya hawa iblis Kaibo saat di atas awan yaitu karena memang dia tak ada disana. Kaibo berada jauh di dalam tanah untuk melalui banyak rintangan menuju lembah kristal es.
Melewati atas tembok, atau menghancurkan tembok kristal hijau merupakan cara yang tidak di anjurkan. Naga putih bisa mengamuk jika tempatnya dikunjungi oleh para makhluk hidup. Jika dia tak berkenan dengan perilaku seseorang, dia pasti akan menghabisi seluruh keluarga dari orang itu. Dia cinta ketenangan dan kedamaian. Hanya karena sikapnya yang seperti itu, semua orang gemetar ketakutan saat mendengar nama naga putih.
Labirin es merupakan jalan satu-satunya untuk menemui naga putih tanpa takut memicu emosi naga putih.
Dewa kera Wukong juga menjelaskan, jika seseorang bisa meminta apapun kepada naga putih asalkan mampu melewati semua ujian yang ada di labirin tersebut.
Namun jika gagal melewati labirin itu, maka setiap makhluk yang masuk tak akan bisa keluar dari labirin itu selamanya.
Setelah mendengar penjelasan Dewa kera Sun Wukong, Xiao Tian menanyakan soal keberadaan putri Jia Li dan putri Feng Yin yang telah menghilang.
Akan tetapi sang Dewa Kera menggelengkan kepalanya karena tak tahu keadaan orang yang Xiao Tian maksud.
Melihat Xiao Tian merenung Dewa Kera berkata.
"Setiap orang yang berhasil melewati semua rintangan di labirin tersebut akan mendapat kesempatan untuk meminta sesuatu."
"Apapun permintaan kalian pasti di kabulkan, akan tetapi setiap orang hanya boleh meminta satu permintaan. Jadi bijaklah dalam meminta sesuatu." jelas Dewa kera.
"Aku mengerti."
"Dewa kera, tolong kirim aku memasuki labirin es." Xiao Tian memohon kepada Dewa kera sambil menundukkan kepalanya.
Melihat Xiao Tian begitu bertekad kuat, Dewa petir mencegahnya karena tak yakin dengan kemampuan Xiao Tian.
"Tolong pikirkan lagi, aku tak bisa pergi bersamamu karena labirin tersebut menolak kehadiran seorang Dewa."
"Kau akan dipaksa melewati rintangan seorang diri, apa kau yakin bisa bertahan tanpa bantuanku?" tanya Dewa Petir.
"Aku pasti bisa, yakinlah padaku." sambung Xiao Tian.
"Tapi, jika kau gagal ... ," sebelum menyelesaikan ucapannya Xiao Tian berkata.
"Aku tak akan gagal, tak peduli apapun rintangan yang aku hadapi, aku pasti bisa melewatinya."
"Percayalah, aku akan kembali dan membawa semua teman-temanku keluar dari labirin es." Sambung Xiao Tian.
"Baiklah." Dewa Petir berhenti membujuk Xiao Tian karena melihat tekadnya sudah terlalu bulat.
Setelah perdebatan antara Dewa Petir dan Xiao Tian selesai, akhirnya Dewa kera membuka portal menuju labirin es.
Setelah portal menuju labirin es terbuka, Xiao Tian memasuki labirin tersebut tanpa rasa ragu sedikitpun.
"Tunggu aku semuanya, aku pasti akan menyelamatkan kalian." gumam Xiao Tian.
*******
Topeng bencana berpapasan dengan si Gendut yang terbaring di daratan saat sedang terbang menuju kerajaan Angin.
Si Gendut tergeletak pingsan ditengah jalan karena telah memaksakan diri berjalan menuju ke arah barat untuk mengejar Xiao Tian dalam keadaan tubuh penuh luka.
Karena tahu alasan di balik luka yang si Gendut derita adalah luka yang tercipta karena perseteruannya dengan putranya, Topeng bencana menghampirinya lalu membawanya terbang bersama.
Setelah terbang begitu lama, Topeng bencana telah sampai di perbatasan barat kerajaan Angin. Dia terkejut dengan pemandangan yang dia lihat. Sejauh mata memandang tak ada satupun bangunan yang terlihat utuh, hanya ada puing-puing bangunan yang berserakan.
Taiwu bersiap-siap untuk pergi menuju ke arah barat karena baru mendapat kabar bahwa Xiao Tian telah pergi menuju kearah barat untuk mengejar si Gendut.
Jenderal Huang Cheng dan jenderal Feng Long masih tertidur pulas karena diberi obat penenang oleh para perawat atas perintah Taiwu dan Feng Ling.
Sebelum pergi meninggalkan kerajaan Angin, Taiwu memberi perintah agar semua prajurit memperketat penjagaan selagi dia pergi.
Sedangkan para penduduk kerajaan Angin tak boleh meninggalkan kediaman jenderal Feng Long sebelum keadaan benar-benar aman.
Ketika Taiwu ingin terbang menaiki naga birunya, suara terompet dari para prajurit penjaga di atas menara terdengar begitu keras.
Para prajurit keluarga Huang bersiap-siap menaiki naga biru karena mengira itu merupakan peringatan bahaya.
Setelah terbang ke atas udara, para prajurit bersorak gembira.
Bala bantuan telah datang, meski terlambat bantuan tenaga sangat diperlukan untuk membantu memulihkan bangunan serta pertahanan di kerajaan Angin.
Setelah mengetahui raja Xiao Zhaoye beserta seluruh pasukannya telah sampai di kerajaan Angin, Taiwu melanjutkan penerbangannya menuju ke arah barat.