
Xiao Tian telah sadar dari tidur panjangnya, dia masih belum bisa menggerakkan tubuhnya karena masih terkena efek teknik 1000 langkah cahaya.
Karena tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali dia hanya bisa berpikir dan bertelepati kepada Sun Long yang berada di dalam tubuhnya.
"Sun Long, apa kau masih disana?" tanya Xiao Tian lewat telepati.
Sun Long berada di dalam alam piriran Xiao Tian, selama ini dia menjaga roh Xiao Tian sambil berbaring disamping rohnya.
Karena sekarang sudah melewati tengah malam, Sun Long sedang tertidur pulas di dalam alam pikiran Xiao Tian.
Dia tak menyadari kalau roh Xiao Tian telah kembali ketubuhnya.
Xiao Tian terus memanggil Sun Long melewati telepati, namun tak ada jawaban apapun dari Sun Long.
Karena Sun Long tak menjawab panggilannya, Xiao Tian pun mencoba memanggil Dewa Petir. Dia memanggil Dewa petir dengan memakai teknik telepati karena berpikir kalau Dewa petir masih ada di dalam tubuhnya. Sayangnya tak ada satupun respon yang dia terima.
Dewa petir sudah lama pergi ke alam para Dewa, tentu saja dia tak mendapat respon sedikit pun dari Dewa Petir.
"Sebenarnya dimana Dewa sialan itu." pikir Xiao Tian.
Karena tak ada yang meresponnya, Xiqo Tian memutuskan untuk memejamkan matanya. Dia mengistirahatkan tubuhnya agar mempercepat proses penghapusan efek teknik 1000 langkah cahaya.
Sementara itu Di alam para Dewa, Dewa petir telah kembali masuk kedalam tubuh miliknya.
Dia mendadak terkejut saat pertama kali membuka matanya. Dia melihat sang Kaisar langit tidur tepat disampingnya. wajah Kaisar Langit begitu dekat hingga hampir menempel dengan wajahnya.
Karena terkejut dia pun langsung menendang keras tubuh Kaisar Langit dengan sekuat tenaga. Kaisar Langit jatuh dari tempat tidur hingga menghantam lantai.
Bukkkk
"Beraninya kau menendangku!" teriak Kaisar Langit.
"Untuk apa kau tidur disampingku?"
"Bukankah seorang kaisar langit tak memerlukan tidur?"
"Kau kan sudah punya istri, kenapa meniduri pria sepertiku?"
"Apa saja yang kau lakukan terhadap tubuhku selama aku pergi?" ucap Dewa petir sambil menatap Kaisar langit dengan wajah yang frustasi.
"A.. aku bisa menjelaskan semuanya, tolong jangan berpikir macam-macam." sambung Kaisar Langit.
"Kalau begitu jelaskan semuanya padaku!" jawab Dewa petir.
Kaisar Langit menjelaskan kepada Dewa Petir tentang alasannya tidur disamping tubuh Dewa Petir. Alasan pertama dia tak bisa tidur di kamarnya karena dilarang oleh istrinya, alasan kedua dia ingin menjaga agar perjanjiannya dengan Dewa petir tak terganggu.
Selama ini tubuh Dewa Petir berada di dalam kamar pribadi milik Kaisar Langit. Biasanya kamar tersebut digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi milik Kaisar Langit.
Walau merupakan tempat barang-barang pribadi miliknya, Kaisar Langit tak pernah menyuruh banyak prajurit untuk berjaga di depan kamar tersebut. Karena hal itu istri Kaisar Langit merasa begitu penasaran hingga mencoba memasuki kamar tersebut.
Sayangnya Kaisar Langit tak mengijinkan siapapun masuk ke kamar tersebut. Meski berstatus sebagai istri Kaisar Langit, Dia tak diijinkan memasuki kamar tersebut atas perintah Kaisar Langit.
Oleh sebab itu istrinya begitu marah. tapi istri Kaisar Langit tak menyerah begitu saja. Dia terus mencoba menerobos masuk ke kamar itu hingga rela menyamar menjadi seorang pelayan. Karena mengetahui istrinya begitu ingin mengetahui isi kamarnya, Kaisar Langit terpaksa berjaga di dalam kamar untuk memperkuat segel yang mengunci kamar tersebut.
Karena merasa bosan sendirian di dalam kamar, akhirnya Kaisar Langit memutuskan untuk tidur disamping Dewa Petir.
itu juga demi menyelesaikan perjanjian antara dia dengan Dewa petir. Berdasarkan perjanjian selagi rohnya belum kembali tak ada yang boleh melihat tubuh Dewa petir selain kaisar Langit, dan ketika roh Dewa petir kembali ketubuhnya orang pertama yang harus dia lihat adalah Kaisar Langit.
Demi memenuhi syarat itu, Kaisar Langit tidur disamping tubuh Dewa Petir, dan meletakkan wajahnya begitu dekat dengan wajah Dewa Petir.
Setelah mendengar penjelasan Kaisar Langit, Dewa Petir pun merasa lega.
"Syukurlah, ternyata kau masih normal." ucap Dewa Petir.
"Bisa kau katakan sekali lagi?" tanya Kaisar Langit sambil menyiapkan jurus ditangan kanannya.
"Sekali lagi." jawab Dewa Petir dengan wajah datar.
"Lucu sekali, kau ingin main-main denganku ya?" ucap Kaisar Langit sambil memperkuat jurus di tangan kanannya.
Kilatan petir berwarna ungu mulai berkumpul ditangan Kaisar Langit pertanda jurusnya semakin sempurna, biasanya tekanan energi qi yang keluar dari jurus tersebut bisa membuat semua orang gemetar ketakutan.
Akan tetapi Dewa Petir masih terlihat santai dan berkata.
"Apa kau yakin ingin mengeluarkan jurus sekuat itu?"
"Aku belum mengakhiri perjanjian kita loh."
"Perjanjian antar Dewa sangatlah sakral tak bisa dihentikan oleh sebelah pihak saja, dan aku tak mengatakan batas waktu perjanjiannya."
"Bayangkan jika jurus itu dilepaskan apa yang akan terjadi, mungkin tempat ini akan hancur dan kenyataan bahwa kau menyembunyikan tubuhku akan terbongkar sebelum perjanjian berakhir." ucap Dewa Petir dengan wajah menjengkelkan.
Karena merasa ucapan Dewa petir memang benar, Kaisar Langit terpaksa merendam emosinya dalam-dalam. Nafasnya begitu tak beraturan, wajahnya memerah karena menahan amarah yang begitu dalam.
Kemudian Kaisar Langit menghilangkan jurusnya, menarik nafasnya dalam-dalam lalu berkata. "Katakan apa maumu, akan aku lakukan apapun agar kau menghentikan perjanjian kita."
"Apa itu cara memohon kepada seseorang?"
"Setidaknya tambahkan kata tolong di akhir kalimat, dan pasang wajah memelas." ledek Dewa Petir.
"Kau ini....! Kaisar Langit mengepalkan kedua tangannya sambil menghentakkan giginya karena merasa begitu kesal dengan tingkah Dewa Petir.
" Awas saja kalau aku selesai dengan perjanjian ini, akan kusiksa kau." pikir Kaisar Langit.
Karena tak bisa mengelak, Kaisar Langit terpaksa menuruti permintaan Dewa Petir sambil menahan emosi yang luar biasa.
"Bisakah kita hentikan perjanjiannya?"
"Tolong.."
"Apa kau bilang?"
"Aku tak bisa mendengarnya." ledek Dewa Petir.
Kaisar Langit tak bisa lagi menahan emosinya, dia mengeluarkan jurus yang lebih kuat dari jurus sebelumnya. Petir ungu menyambar keluar dari tangan kanannya dan tubuh Kaisar Langit mengeluarkan aura ungu yang diselimuti tekanan roh.
"Kalau tubuh dan rohmu hancur, aku tak perlu lagi khawatir soal perjanjiannya bukan..." ucap Kaisar Langit dengan nada Kesal.
Melihat Kaisar Langit begitu marah, Dewa petir mulai gemetaran.
"Tu.. tunggu, aku hanya bercanda!"
"Jangan hancurkan tubuh dan rohku!"
"Apa peduliku, menghabisimu juga bisa mengakhiri perjanjiannya, aku juga sangat kesal dengan tingkahmu tadi, meski hanya bercanda, aku tak bisa menerima perilakumu itu." ucap Kaisar Langit.
"Tunggu, aku punya sesuatu yang harus aku laporkan, jangan bunuh aku yang mulia." sambung Dewa Petir.
"Informasi macam apa yang sebanding dengan nyawamu?" tanya Kaisar Langit dengan nada kesal.
"Salah satu Kaisar iblis telah bangkit, semesta kedua dalam masalah besar, aku yakin 99 relik Kaisar iblis yang lainnya juga akan bereaksi karena hal itu." jawab Dewa Petir.
"Kau tidak berbohong denganku kan?" tanya Kaisar Langit.
"Tentu saja aku tak berbohong, apakah para Dewa akan turun kembali ke alam semesta kedua untuk memperkuat segel para Kaisar iblis yang belum rusak?
Apakah para Dewa akan turun lagi kedunia manusia untuk menyegel kembali Kaisar iblis yang telah bebas?." sambung Dewa Petir.
"Tidak, para Dewa tak akan ikut campur dalam urusan ini." jawab Kaisar Langit.
"Tapi, jika para Dewa tak ikut campur alam semesta kedua akan.. " sebelum menyelesaikan kalimatnya Kaisar Langit berkata.
"Hancur?"
"Jika memang itu yang diinginkan takdir, mau bagaimana lagi."
"Mengirim istrimu kedunia manusia saja sudah mengubah banyak takdir seseorang."
"Jika kau mau menyelamatkan alam semesta kedua, bimbinglah manusia yang bernama Xiao Tian itu."
"Buatlah dia melampaui kekuatan para Dewa, dan menjadi dewa obat yang berikutnya." jawab Kaisar Langit.
"De.. dewa obat?"
"Tapi perjalanan untuk menjadi seorang dewa tidaklah mudah."
"Kupikir tugasku hanya untuk menjadikannya manusia yang terkuat di daratan elemen." sambung Dewa Petir.
"Menjadi yang terkuat di daratan elemen tak akan bisa membuat nyawanya aman, karena suatu hari nanti dia akan berhadapan dengan orang-orang dari luar daratan elemen."
"Sekte iblis merupakan salah satu contohnya." jawab Kaisar Langit.
"Aku mengerti itu, tapi menjadi seorang Dewa Obat?"
"Bukankah itu terlalu berlebihan?" tanya Dewa Petir.
"Ini adalah perintah, kau tak bisa menawarnya lagi." sambung Kaisar Langit.
"Baiklah kalau begitu, akan kubuat dia menjadi seorang Dewa Obat." jawab Dewa Petir.
bersambung.....
# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini
jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..
O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.
A Little Desire of Anti-Hero
Ancient Realm Goddess
Are Not the same
Asmara Jajar Genjang
Cinta Anak Muda
The Secret Vampire
Good Bye My Honey
Kekasih Bayangan
Kita Sepupu?
Lost Princess
Mahluk Pemikat Hati
Miracle of Wish
Monalisa
My Insensitive Boy
Pembalasan si Kembar Wibowo
Rahim Pengganti
Sajak Sang Simpanan
Secret Love
Skenario pintar Jovi
Stranger From nowhere
Tales of Schaduw
Teman hidupku yang mengubah hidupku
The 7 Books of God
The Best Brother
The Dark Slayer
The Magic Shop
The Red Game
The Red String Of Fate