Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chalter 326 : Menyingkirkan gangguan


Xiao Tian telah membongkar identitasnya dihadapan para alkemis. Namun dia sedikit mengarang cerita tentang kerja samanya dengan Tian Zhong.


Setelah berhasil mempengaruhi para alkemis, dia pun membuka portal menuju ke dunia nyata dan membiarkan para alkemis berjalan lebih dulu.


#Lantai bawah tanah pusat gedung petarung


Para murid cabang petarung menetap di dalam ruangan sambil bertukar ilmu satu sama lain. Mereka bisa saja pergi keluar, namun mereka memilih tetap tinggal untuk menunggu kedatangan Xiao Tian yang mereka kira Tian Zhong.


Xian Juan dan kedua murid yang sempat kehilangan semangat bertarung juga merendahkan diri mereka demi bertukar ilmu dengan para petarung yang telah melampauinya.


Setelah bertukar ilmu cukup lama, sebuah portal yang cukup besar mulai terlihat. Dari dalam portal tersebut keluarlah para alkemis yang telah mencapai tingkat pendekar alam roh keatas.


"Entah mengapa aku merasa kalau para alkemis sudah tak memiliki aura lemah seperti dulu," ucap Tian Fengji sambil menatap ke arah para alkemis yang keluar satu persatu.


"Kau tak sendiri, akupun juga merasakan hal tersebut. Terutama para tetua alkemis dan lima murid itu, aura mereka benar benar terasa begitu kuat," ucap Long Hu sambil mengerutkan dahinya.


"Oh iya, apa lukamu benar benar sembuh karena pil yang Xia Hu berikan?" tanya Xian Juan sambil menepuk pundak Long Hu.


"Itu masih agak sakit kampret!" ucap Long Hu sambil memukul wajah Xian Juan.


Para murid alkemis berjalan ke depan lalu berhenti satu persatu membuat dua buah garis yang bersebrangan seperti memberi jalan kepada orang penting.


Para tetua juga ikut berbaris secara terpisah untuk menyambut Xiao Tian dan Patriach mereka.


"Apa yang dilakukan para alkemis?" ucap Tian Feng Ji sambil mengerutkan dahi.


Tap tap tap


Xiao Tian dengan rupa Tian Zhong berjalan keluar dari portal. Seketika semua pandangan tertuju padanya. Semua murid alkemis memberi hormat setiap Xiao Tian melewati mereka. Para murid cabang petarung pun tak ingin kalah dengan mereka. mereka berjalan menghadap ujung barisan, lalu memberi hormat secara kompak dengan pedang di tangan mereka.


"Hormat kami pateiach Tian Zong," ucap para murid sambil menundukkan kepala mereka.


Tap tap tap


Suara langkah kaki yang lain terdengar dari dalam portal. Lalu seketika para alkemis berkata, "Hormat kami maharaja Xiao Tian,"


Sontak seluruh murid petarung terkejut akan apa yang mereka dengar, secara bersamaan mereka langsung menatap orang yang berjalan keluar dari dalam portal yang langsung berjalan menuju ke samping kanan patriach mereka.


"Xiao Tian sang pembunuh Immortal Xian Yun?" ucap Xian Juan sambil menjatuhkan pedangnya.


Prang prang prang


Semua murid yang memegang senjata di pedang mereka tanpa sengaja menjatuhkan pedang secara bersamaan karena saking terkejutnya dengan pemandangan yang mereka lihat.


"Kenapa orang yang oing dicari oleh sekte pembasmi iblis ada disini?" pikir Long Hu dengan tubuh yang gemetaran.


"Kenapa para alkemis bertekuk lutut dihadapannya?"


"Apa yang dia lakukan pada mereka?" pikir Xia Hu sambil memasang wajah syok.


"Jangan takut murid muridku, dia tak seberbahaya seperti yang kalian kira. Nasibnya sama sepertiku, diburu karena terikat dengan relik. Itulah alasan mengapa dia membunuh Xian Yun," ucap Xiao Tian dengan rupa Tian Zhong.


"Ada apa?"


"Kenapa kalian masih diam?"


"Apakah keraguan kalian mulai bangkit lagi?" tanya Xiao Tian dalam rupa Tian Zhong.


"Haruskah?" tanya Dewa petir melalui telepati.


"Ya, lakukan saja," ucap Xiao Tian melalui telepati.


Dewa petir memberikan gambaran ingatan palsu kepada para petarung melalui gelombang energi yang sama seperti sebelumnya. Cara tersebut terbukti ampuh membuat para murid mengerti, dan memahami keputusan Tian Zhong.


Ketika semua sedang memberi hormat pada Dewa petir yang berwujud Xiao Tian, Dewa petir menyambar lima ekor lebah yang hendak pergi meninggalkan ruangan.


kreattt kreattt


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Membunuh mata lain Tian Zhong," ucap Dewa petir melalui telepati.


"Mata lain?"


"Bukankah yang dia sambar hanyalah lima ekor lebah?" pikir Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Lebah biasa?"


"Gunakanlah energi jiwamu untuk memperkuat pelnglihatanmu," ucap Dewa petir melalui telepati.


"Energi jiwa?"


"Iya, itu adalah sebutan lainnya. Bisakah kau fokuskan energi jiwa ke dalam matamu?" tanya Dewa petir melalui telepati.


"Akan kucoba," ucap Xiao Tian sambil memusatkan energi jiwa ke indra penglihatannya.


Ini adalah pertama kali baginya belajar meningkatkan daya lihat, namun dia berhasil dalam sekali coba bahkan hingga ke tingkat timggi yang bisa melihat aura serta kekuatan qi yang tak kasat mata.


"Apakah kau melihat benang qi?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.


"Ya, aku melihatnya. Sesuatu yang aneh terhubung dengan lebah lebah itu, apakah benang putih panjang yang terikat dengan bangkai lebah itu merupakan benang qi?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Ya, itulah benang qi. Dan percaya atau tidak, Tian Zhong lah yang mengendalikan lebah lebah itu," jelas Dewa petir melalui telepati.


"Tian Zhong telah mengetahui rencana kita, apakah ini akan baik baik saja?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Tidak, ini buruk. Biarkan aku yang mengurusnya," ucap Dewa petir melalui telepati, sambil mengaktifkan teknik teleportasi.


"Baiklah, kuserahkan ini padamu," ucap Xiao Tian melalui telepati.


####


Area terlarang


Celah neraka


"Sepertinya aku harus mengulangnya dari awal lagi," ucap Tian Zhong sambil memukul daratan hingga menciptakan sebuah kawah.


"Kenapa kau mendadak kesal?"


"Apakah ada yang merusak rencanamu?" ucap Yuan er dalam mode manusia.


"Pegang pundakku, akan kujelaskan nanti," ucap Tian Zhong sambil membelakangi Yuan Er.


Tap


"Reset!" ucap Tian Zhong dengan tampang kesal.


Tian Zhong berpikir bahwa dia bisa mengulangi semuanya lagi agar semuanya sesuai dengan kehendaknya, namun siapa sangka ternyata saat ini resetnya benar benar tak berguna. Tak terjadi apapun hingga membuatnya kebingungan.


"Reset!" ucap Tian Zhong dengan tampang kesal.


Tian Zhong mencoba hingga puluhan kali, namun skill resetnya tak kunjung aktif.


"Tak peduli sebanyak apapun kau mencoba, relikmu tidak akan berguna lagi," ucap Dewa petir dalam wukud Xiao Tian.


"Bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Tian Zhong yang mengenal suara serta rupa Xiao Tian dengan baik.


"Untuk menyingkirkan gangguan kecil," ucap Dewa petir sambil menyetrum tubuh Tian Zhong hingga tak sadarkan diri.


"Si ... siapa kau?" tanya Yuan er yang terkejut akan kemunculan Xiao Tian.


"Tak kusangka ternyata didaratan ini ada yang tak mengenal wajah ini. Sepertinya kau benar benar terisolasi ya, Yuan er?" tanya Dewa petir sambil menatap Yuan er yang tak bisa bergerak akibat tekanan kuat milik Dewa petir


"Ba ... bagaimana kau tahu namaku?" tanya Yuan er dengan mata yang terbelalak.


"Anggap saja aku mengetahuinya dari Sunlong," ucap Dewa petir sambil tersenyum tipis.


"Sunlong?"


"Kau mengenalnya?" tanya Yuan er sambil mengerutkan dahi.


"Yap, begitulah. Oh iya, jangan khawatirkan kekasihmu. Dia hanya pingsan dan tak bisa menggunakan reliknya lagi, dewa ini telah menyegel reliknya. Bilang kepadanya, kalau mulai saat ini sekte badai berduri berada di bawah perlindungan dewa ini. Jadi tak perlu khawatir," ucap Dewa petir sebelum menghilang dari pandangan Yuan er.


"Dewa?"


"Sebenarnya siapa dia?"


"Tekanan yang dia pancarkan begitu mendominasi," pikir Yuan er dengan napas terengah engah.


####


#Lantai bawah gedung pusat cabang petarung


"Apakah urusanmu sudah selesai?" tanya Xiao Tian dengan rupa Tian Zhong.


"Ya, semuanya sudah beres. Kau tak perlu menghawatirkan reset lagi," ucap Dewa petir melalui telepati.


"Bagus, dengan begini aku bisa bernapas lega. Ngomong ngomong kau melakukannya sesuai rencana kita kan?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Tentu saja, aku sudah menyetrumnya dengan voltase yang cukup tinggi. Aku yakin dia tak akan mengganggu turnamennya nanti," ucap Dewa petir melalui telepati.