Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 452 : Keluar dari ruang kehampaan


Karena Xiao Tian telah berhasil membalikkan situasi dengan cara yang cukup nekad, aura pedang mengaku kalah. Dan terpaksa memberikan pedang kesayangannya kepada Xiao Tian.


"Pedang merah, bertepi putih dengan ukiran naga di bagian gagangnya. Ini benar benar pedang legenda yang terbentuk dari aura murni. Ketajaman pedang ini sangatlah luar biasa, tapi bukan hanya itu saja yang membuatnya menjadi istimewa. Pedang ini dapat berevolusi sesuai dengan tingkat aura pemiliknya. Tak hanya bisa semakin tajam, pedang ini juga bisa digunakan untuk menebas roh. Asalkan aku melatih aura pedangku hingga ke tingkat ungu, maka didunia ini tak akan ada yang tak bisa kutebas dengan pedangku," pikir Xiao Tian sambil menatap pedang aura di genggaman tangannya.


"Benar benar bicah yang tak bisa diremehkan, cih," pikir aura pedang sambil menatap kesal Xiao Tian.


Disaat sang perwujudan aura pedang masih dalam keadaan kesal, Aura Dewa menatap sinis ke arah aura pedang dan berkata, "Cih, lemah,"


"Beraninya dia menatapku dengan tatapan seperti itu, akan kubalas kau di alam bawah sadar orang lain nanti," ancam Aura pedang dengan kesal.


"Cih, kayak yang bisa saja. Bukankah perwujudan auramu selalu berada dibawahku. Bahkan ada beberapa Dewa yang memilih untuk menyegelmu," sambung Aura Dewa dengan tampang sinis.


"Kalau tak ada penghalang disini, kau pasti sudah kuhabisi sekarang juga," ucap aura pedang dengan tampang kesal.


"Benarkah?"


"Yang ada kau malah lenyap duluan sebelum berhasil mendaratkan pukulanmu kepadaku," ledek Aura Dewa dengan tampang sinis.


"Kau ini ...!" bentak Aura pedang dengan kesal.


Disaat kedua perwujudan aura sedang berdebat, Xiao Tian memutuskan untuk kembali ke dalam kesadarannya.


Ketika sudah kembali ke tubuh asli, pedang aura melayang tepat di hadapan matanya. Sambil memegang pedang tersebut, Xiao Tian pun berkata, "Tinggal dua pedang lagi yang harus kudapatkan. Pedang aurora dan pedang dewa emas. Jika kedua pedang itu juga dapat aku miliki, maka memurnikan darah iblis bukanlah suatu hal yang mustahil lagi,"


"Sebelum hal itu terjadi, aku harus melatih ilmu pedangku. Aku juga harus meningkatkan pemahaman terhadap pedang untuk meningkatkan kualitas auraku. Tapi, berpedang tanpa lawan sepertinya agak kurang efrktif," pikir Xiao Tian sambil menghela napasnya.


Ketika Xiao Tian menoleh ke arah para roh suci, semua roh suci kecuali roh b_bi melangkah mundur cukup jauh.


"Aku mungkin tidak pandai dalam mengayunkan pedang, tapi ... ," ucap roh B_bi suci sambil memainkan pisau pemotong daging yang berukuran cukup besar. Dia memutar mutar kedua buah pisau tersebut di kedua tangannya, lalu menghentikan putarannya sambil berkata, "Aku sangat ahli dalam menggunakan pisau."


"Apakah aku harus mengganti pedangnya?" tanya Xiao Tian sambil menatap roh suci.


"Tak perlu, pisau daging emas ini saja sudah cukup untuk mengalahkanmu," jawab roh b_bi suci sambil memainkan pisau daging berwarna emasnya.


"Pedang ini cukup tajam loh," sambung Xiao Tian dengan ragu.


"Pisau daging emas ini juga tak kalah tajam, bagaimanapun ini juga termasuk pusaka tingkat Dewa," ucap roh b_bi suci sambil tersenyum.


"Kalau kau bilang begitu, baiklah," ucap Xiao Tian sambil memasang kuda kudanya.


"Ku akui pedang itu memang tajam, tapi dengan tingkat auranya yang saat ini. Pedang itu tidak lebih dari pedang biasa yang tak bisa diremukkan," pikir roh b_bi suci dengan senyum di wajahnya.


"Jika aku mengalahkanmu, apakah aku bisa mendapatkan simbol sucimu?" tanya Xiao Tian sambil menatap roh suci.


"Dengan kultivasimu yang sekarang?"


"Berhenti bermimpi!" ucap roh B_bi suci sambil melesat maju mendekati Xiao Tian.