Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 329 : Menghampiri celah neraka


#Wilayah terlarah sekte badai berduri


#Celah neraka


Xiao Tian berjalan masuk ditemani Dewa petir yang tak bisa dilihat oleh sembarang orang.


Dia juga ditemani oleh Sunlong yang merasuki tubuh tiruan Xiao Tian dengan rupa yang menyerupai dirinya.


Ketika sampai di celah neraka, Xiao Tian melihat Tian Zhong masih tergeletak pingsan di samping Yuan er yang terus mencoba membangunkannya.


"Hei Yuan er, berhentilah menggoyang goyang tubuhnya. Dia tak akan bangun hingga efek serangannya menghilang," ucap Sunlong dengan rupa Xiao Tian.


"Kau ... ,semua ini karena kau!" teriak Yuan er sambil menatap mata Sunlong.


Mata kuningnya seketika menyerupai ular, kulitnya pun menghijau dan berganti menjadi sisik. Tak lama setelah itu, sinar hijau menyelimuti tubuh mulusnya dan merubah bentuk tubuh Yuan er menjadi ular hijau raksasa dengan hawa membunuh yang luar biasa.


"Kau hanyalah seekor ular yang telah mencapai pendekar alam Beast, jadi urungkan saja niatmu itu," ucap Sunlong dengan tampang berani.


Ketika Sunlong sedang bertindak berani menentang Yuan er dengan kultivasi pas pasannya, Xiao Tian berinisiatif untuk meninggalkan Sunlong untuk menguji kekuatan fisik tubuh tiruannya.


Sunlong yang tak sadar telah ditinggalkan, melanjutkan ocehannya hingga akhirnya dia oun berhenti menyombongkan diri ketika menoleh ke arah kanan.


"Aku mungkin bukan lawanmu saat ini, tapi selagi ada Xiao Tian di sam ... ," Sunlong baru menyadari bahwa Xiao Tian sudah tak ada disisi kanannya. Yang masih bisa dia lihat adalah Dewa petir yang sedang terlihat duduk santai di jarak yang agak jauh.


"Apa liat liat!" ucap Dewa petir dengan tampang menyebalkan.


"Kemana bocah itu pergi, kenapa situasinya jadi seperti ini?" pikir Sunlong dengan sambil menelan ludah dalam dalam.


"Sejak awal Xiao Tian tak ikut masuk ke dalam celah neraka, kau meninggalkannya karena terlalu bersemangat," jelas Dewa pergi sambil menyandar ke pohon.


"Tidak mungkin, beberapa detik tadi aku yakin dia ada disampingku!" teriak Sunlong melalui telepati.


"Oh, itu adalah ilusi yang kubuat agar kau tak curiga."


"Ngomong ngomong apakah kau ada pesan pesan terakhir?" tanya Dewa petir sambil menatap ke arah Sunlong.


"Pesan terakhir matamu!" bentak Sunlong dengan tampang kesal.


"Sss" Yuan er mendesis tepat di atas kepala Sunlong.


Haupp


Sunlong ditelan hidup hidup oleh Yuan er yang merasa jengkel dengan kehadirannya.


Glek


Yuan er menelan utuh tubuh tiruan Xiao Tian yang Sunlong rasuki dalam sekejap mata.


"Sepertinya dia tak bisa mengucapkan saat saat terakhir ya?"


"Sayang sekali," ucap Xiao Tian yang tiba tiba muncul di samping Dewa petir.


"Mau bagaimana lagi, dia terlalu lengah," ucap Dewa petir dengan tampang santainya.


" Oh iya, ngomong ngomong kau tak takut dia mati?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.


"Dia kan sudah mati, mana mungkin mati lagi," jawab Xiao Tian dengan santuinya.


"Benar juga, ahhahaahh," tawa Dewa petir dengan terbahak bahak.


Ketika Xiao Tian dan Dewa petir tertawa kegirangan, Yuan er langsung melirik ke arah mereka. Tentunya dia tertarik bukan karena suara Dewa petir yang tak bisa dia dengar, melainkan karena suara tawa Xiao Tian yang terdengar begitu jelas di telinganya.


"Kenapa dia bisa ada disana?"


"Bukankah baru saja aku menelannya?" pikir Yuan er dengan tampang bingung.


Ketika Yuan er sedang bingung dengan apa yang dia lihat, tiba tiba saja perutnya terasa sakit karena Sunlong memukulnya dari dalam.


Bukk bukk


"Sepertinya dia mulai melawan," ucap Xiao Tian sambil memakan buah apel yang dia keluarkan dari cincin ruangnya.


"Hei dapat dari mana apel itu?"


"Bisakah kau berikan padaku satu?" tanya Dewa petir sambil melirik ke arah Xiao Tian.


"Kau kan sebuah roh, bagaimana caramu memakan apel ini?" tanya Xiao Tian dengan tampang bingung.


"meski aku tak bisa memakan fisiknya, aku masih bisa memakan intisarinya," ucap Dewa petir sambil meraih apel di tangan Xiao Tian.


Tepat ketika tangannya menarik apel tersebut, terlihat sebuah roh berwujud apel yang begitu transparan. Namun karena apel yang Dewa petir ambil sudah Xiao Tian gigit sebelumnya, intisari apel tersebut juga sudah dalam keadaan tergigit.


Setelah menyingkirkan bagian yang tergigit, Dewa petir menggigit intisari apel tersebut sedikit demi sedikit. Xiao Tian pun kembali memakan apel di tangannya. Namun rasanya tiba tiba menjadi begitu hambar.


Karena tak suka dengan rasa apelnya, Xiao Tian melempar apel tersebut ke perut Yuan er hingga membuatnya memuntahkan Sunlong dari dalam perutnya.


Bweekkk


Sunlong begitu kesal karena tubuh favoritnya itu terkontaminasi oleh lendir. Setelah menghilangkan semua lendir dengan kekuatan jiwanya, Sunlong langsung melesat ke arah Yuan er untuk memukulnya sekeras tenaga.


Yuan er berusaha mengalahkan pukulan tersebut dengan kibasan ekor. Awalnya dia percaya bahwa orang dengan wajah kirip Xiao Tian si hadapannya akan terpental akibat terkena kibasan ekornya. Namun siapa sangka, ternyata Sunlong dapat menepis serangan balik tersebut dengan begitu mudah, bahkan terus melesat hingga mencapai kepala Yuan er.


Duakkk


Yuan er terlempar begitu tinggi di atas udara, lalu kembali ke wujud manusianya dengan luka yang terlihat cukup parah.


"Itulah yang kau dapatkan karena memakanku tanpa permisi, cacing kremi!" bentak Sunlong dengan tampang kesal.


Sunlong bersikap biasa saja karena berpikir bahwa Yuan er tidak akan mengalami luka serius akibat pukulannya, namun siapa sangka ternyata pukulannya sanggup menghancurkan tulang keras Yuan er hingga membuatnya pingsan setelah beberapa detik menyentuh tanah.


Brukk


"Eh, bukankah aku hanya petarung bintang emas?"


"Kenapa Yuan er terlihat terluka begitu parah?" pikir Sunlong dengan tampang bingung.


"Kultivasimu mungkin rendah, tapi tubuh yang kau rasuki adalah bagian dari diriku. Tingkat kekerasan dan kekuatan tubuh tersebut dibentuk sedemikian rupa sesuai kultivasi terbaruku. Karena sekarang aku adalah pendekar alam naga lapisan puncak, maka tubuh itu bisa menahan serangan para pendekar alam naga lapisan ke sembilan ke bawah," jelas Xiao Tian yang terletak begitu jauh di belakang Sunlong.


"Begitu ya, aku mengerti," ucap Sunlong sambil mengepal erat kedua tangannya.


"Tadinya aku sedikit ragu akan teori ini, makanya aku membuat simulasi ini," ucap Xiao Tian dengan tampang santai.


"Simulasi?"


"Aku tak mengerti maksud ucapanmu. Tapi setelah kejadian hari ini, aku mulai mengerti satu hal," ucap Sunlong sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Apa itu?" tanya Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.


"Bahwa semua manusia memang tak bisa dipercaya," ucap Sunlong yang langsung melesat ke arah Xiao Tian dengan sekuat tenaga.


Namun kecepatannya itu masih setara dengan kecepatan petarung emas bintang delapan. Alhasil Xiao Tian bisa menghindari semua serangannya dengan begitu mudah.


Wooshb


shoott shuttt


"Sial, ternyata hanya kekerasan dan kekuatan tubuh saja yang bisa kukendalikan, sedangkan kecepatan benar benar sesuai dengan kultivasi asliku," pikie Sunlong dengan tampang kesal.


"Hei tenanglah, ini semua hanya simulasi. Hal yamg baru kau lihat hanyalah ilusi untuk melatihmu. Yuan er dan Tian Zhong yang asli berada di bawah celah neraka saat ini. Yang tadi kamu lihat itu hanyalah tubuh tiruanku, yang dirasuki oleh roh medusa," jelas Xiao Tian sambil mencoba meredam emosi Sunlong.


"Jadi Yuan er yang asli tak terluka?" tanya Sunlong dengan tampang hawatir.


"Tentu saja. Kalau tak percaya turun saja dan cek sendiri," ucap Xiao Tian sambil menoleh ke arah celah neraka.


"Tak perlu, aku sudah ada disini!" ucap Yuan er sambil menggendong Tian Zhong yang masih pingsan tak berdaya di depannya.


"Yuan er?" tanya Sunlong sambil menatap ke arah Yuan er.


"Cih, aku tak menyangka kalau kau saat ini berkomplot dengan manusia," ucap Yuan er dengan tampang kesal.


"Bukankah kau juga sama?" tanya Sunlong sambil menatap tajam mata Yuan er.


"Aku hanya mencoba membalas budi tak lebih dari itu," ucap Yuan er sambil membalas tatapan Sunlong.


"Apa kau yakin tak lebih dari itu?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum.


"Kau yang telah membuatnya tak sadarkan diri, bisakah kau sadarkan dia kembali?" tanya Yuan er sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Memangnya apa manfaatku melakukan hal itu?" tanya Xiao Tian sambil membalas tatapan Yuan er.


"Aku akan melamukan apapun yang kau inginkan, asalkan dia bisa kembali sadar," ucap Yuan er sambil membalas tatapan Xiao Tian.


"Jika aku meminta nyawamu, apakah kau akan memberikannya?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Yuan er.


"Jika itu memang bisa menyadarkan Tian Zhong, maka ambil saja nyawaku," ucap Yuan er sambil membalas tatapan Xiao Tian.


"Baiklah, jika itu keputusanmu," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan dua pedang hitam bergerigi.


Karena berpikir bahwa Xiao Tian akan melukai sahabat lamanya, Sunlong berinisiatif berdiri tepat di hadapan Yuan er untuk menerima serangan Xiao Tian. Namun siapa sangka dia malah melempar kedua buah pedangnya melewati tubuh mereka. Dan mengenai dua orang pendekar yang sedang bersembunyi.


Cleb cleb


"Kau terlihat panik kawan?"


"Tenanglah, aku tak akan melukai temanmu. Karena temanmu adalah temanku juga," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


"Ma .. maaf, karena telah meragukanmu," ucap Sunlong sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, sambil tersipu malu.


"Apa dia masih Sunlong yang sama?"


"Kenapa dia terlihat lebih terbuka dengan manusia?" pikir Yuan er sambil mengerutkan dahinya.