
'Huft, nampaknya mulai dari sekarang aku hanya bisa mengandalkan pengetahuanku sendiri!' Xiao Tian nampak menghela napas karena keadaan yang menimpa dirinya.
"Beraninya kau menghela napas saat berhadapan denganku!" Iblis neraka seribu wajah segera melayangkan satu dari kedelapan tinjunya, sementara Xiao Tian hanya terdiam sembari memanfaatkan kekuatan dari kedua belas simbol suci sesuai dengan apa yang dia butuhkan. Di mana dirinya menggunakan kekuatan suci dari simbol simbol tersebut untuk membuat lingkaran pelindung yang melindunginya dari serangan segala arah.
Pssttt!!!
Tangan raja iblis seribu wajah nampak melepuh saat masih berjarak beberapa jengkal dari tubuh Xiao Tian.
"Cih! Aku hampir lupa kalau tubuhku tidaklah cocok dengan kekuatan suci!" Iblis seribu wajah melangkah mundur sembari menarik kembali kepalan tangannya.
"Kenapa kau malah mundur? Aku bahkan belum menyerang balik loh?" ledek Xiao Tian dengan penuh percaya diri. Dia begitu senang karena menyadari fakta bahwa musuhnya akan terluka jika bersentuhan dengan kekuatan suci. Tak hanya itu, semua teknik serangan yang menggunakan qi gelap pun tak ada yang sanggup menembus pelindung yang menyelimuti tubuhnya.
"Pelindung merepotkan ini lagi! Kau benar benar mirip dengannya manusia! Meskipun teknik ini juga merupakan satu dari teknik yang berulang kali menjadi penyebab kekalahanku, kau salah jika berpikir aku masih tak dapat mengatasinya!" iblis seribu wajah mengangkat ke delapan tangannya seakan hendak mengambil sesuatu.
Delapan buah sabit Dewa kematian berwarna hitam pekat berlapis corak petir berhias warna emas seketika muncul di genggaman ke delapan tangan sang iblis seribu wajah.
"Aku menjadi satu dari ke tujuh raja neraka bukan karena tanpa alasan!" Raja neraka iblis seribu wajah mengeluarkan tekanan yang semakin kuat saat memegang ke delapan sabit Dewa kematian tersebut.
Fisik roh jahat mungkin sangatlah rapuh terhadap kekuatan suci, tapi sabit Dewa kematian bukanlah bagian dari fisik penggunanya. Xiao Tian sadar betul bahwa ke delapan sabit itu pasti bisa digunakan untuk menyerang lingkaran pelindung yang berasal dari salah satu simbol roh suci.
Demi untuk berjaga jaga, Xiao Tian segera menyatukan kedua bilah sabit yang sudah menjadi miliknya untuk disatukan dengan kekuatan pedang draconic aurora.
Sabit ganda berlapis empat aura, aura pedang, aura naga, aura dewa, serta aura kematian yang menjadi kekuatan dasar dari sabit dewa kematian.
Kranggg!!!
Sabit ganda yang hampir membentuk huruf S dengan bagian tengah yang cukup panjang milik Xiao Tian, berhasil menahan serangan dari empat buah sabit yang di arahkan untuk menghancurkan pelindungnya.
'Ha ... hancur dalam sekali serang!' Xiao Tian sedikit tercengan karena ternyata pelindungnya belum cukup kuat untuk menahan serangan empat buah sabit Dewa kematian yang dilayangkan secara bersamaan.
"Lumayan! tapi bagaimana dengan sabit lainnya? Apa kau sanggup menahan semuanya?" Raja neraka iblis seribu wajah melanjutkan serangannya dari dua arah, yang mana akhirnya membuat Xiao Tian terpaksa untuk mengambil jalan mundur.
"Hooo! lihatlah siapa yang mundur sekarang!"
"Seingatku ada yang meremehkanku karena mundur tadi!" ledek raja neraka iblis seribu wajah dengan seringaian tajam yang menghiasi wajahnya.
"Karena mustahil untuk melakukan pertarungan jarak dekat denganmu, maka ... ," Xiao Tian menyalurkan kekuatan sucinya ke dalam sabit draconic aurora.
"Tak peduli apapun yang kau coba lakukan, kau tak akan bi ... !" belum selesai mengucapkan kalimatnya, sebuah bilah sabit tiba tiba saja melesat ke arahnya. Karena tak menyangka akan hal tersebut, dia tak dapat menghindarinya dengan sempurna.
Pstttt!
Pipi raja neraka iblis seribu wajah yang terkena luka gores mengeluarkan asap seperti kertas yang terkena sedikit api.
"Sabit draconic aurora bentuk ke dua! harmoni benang aura!" Xiao Tian nampak melayang sembari memegang pegangan sabit yang cukup panjang yang mana kini terlihat seperti sebuah tongkat besi bercorak naga. Di ujung tongkat tersebut nampak benang emas yang terhubung dengan dua buah mata sabit yang terpencar melayang di atas udara.
Serangan dua bilah mata sabit Xiao Tian sangatlah cepat dan mengarah ke titik titik vital, namun semuanya bukanlah masalah bagi sang raja neraka iblis seribu wajah hingga membuatnya sanggup untuk mengurangi jarak antara dia dan Xiao Tian sembari menangkis semua serangan tersebut. Sementara Xiao Tian terus menyerang sembari menjaga jarak aman untuk menghindari pertarungan jarak dekat.
"Apa hanya ini kemampuanmu!? Meski caramu memanfaatkan sabit dewa kematian memang cukup unik, tapi itu tidaklah berguna melawanku! Karena dua sabit dewa kematian tingkat rendahmu itu tak mungkin menyamai kekuatan dari delapan sabit Dewa kematian kelas atas milikku!" Raja neraka iblis seribu wajah terus mendekat sembari menahan serangan dua buah mata sabit yang menyerangnya.
Semuanya terlihat mudah bagi sang raja neraka, hingga membuatnya kembali menurunkan tingkat kewaspadaan.
'Mode Yin!' Mata sabit Xiao Tian seketika sulit untuk ditangkis karena sifatnya ketika dalam mode Yin yang sanggup menembus segala macam hal.
Setelah berhasil menembus sabit sabit milik raja neraka, Xiao Tian segera mengembalikannya ke mode Yang hingga akhirnya ....
Srattt!!! dua buah lengan sang raja neraka terpotong oleh dua buah mata sabit draconic aurora.
"Apa yang!" Raja iblis neraka terjekut akan serangan tak terprediksi milik Xiao Tian, kemudian kembali mencoba untuk menahan serangan mata sabit yang kembali di arahkan kepadanya.
Sratt!! Sratt! satu demi satu lengannya tertebas hingga hanya menyisakan dua buah lengan saja! bagian lengan yang terpotong pun melepuh karena mata sabit milik Xiao Tian berlapis kekuatan suci.
Lengan yang terpotong biasanya tak membuat raja neraka iblis seribu wajah panik, karena itu bisa tumbuh kembali berkat kemampuan regenerasinya. Tapi ketenangannya tersebut seketika berubah menjadi kepanikan saat ia menyadari bahwa tak ada satupun lengannya yang beregenerasi. Alih alih beregenerasi, bagian lengan yang telah bersentuhan langsung dengan mata sabit terus mengeluarkan asap karena melepuh.
"Sial!" Raja neraka iblis seribu wajah segera mundur untuk menjaga jarak sembari memastikan sejauh mana jarak serang milik Xiao Tian. Anehnya bukannya kedua mata abit yang mengejarnya, justru semakin cepat dan mendominasi setiap kali jaraknya semakin jauh dari posisi Xiao Tian berdiri.
"Apa apaan senjatanya itu! Kalau begini terus aku bisa .... ," raja neraka iblis seribu wajah berhenti bergerak saat kedua buah kakinya terkena serangan dari dua buah mata sabit milik Xiao Tian.
"Selagi aku bisa melihatmu, maka aku bisa menargetkanmu dengan kedua mata sabit ini! jadi percuma saja berlari menjauh karena aku diberkati penglihatan super oleh salah satu simbol roh suci. Terlebih sabit draconic memiliki efek gila dimana dampak serangannya akan menjadi semakin kuat jika terus membuat jarak dengan penggunanya. Dengan kata lain, semakin jauh jarak kita, maka semakin mengerikan dampak serangannya," Xiao Tian menjelaskan dengan aura mendominasi.
"Aku tak pernah mendengar kalau ada senjata seperti itu! Lagi pula kenapa juga kau menjelaskannya kepadaku!" bentak raja neraka iblis seribu wajah dengan keadaan terbaring tanpa tangan dan kaki.
"Yah ... aku hanya ingin menjawab rasa penasaran seseorang yang akan mati!" Xiao Tian kembali menyatukan sabit draconic auroranya kemudian merubahnya kembali ke bentuk pertama. Tak lama setelah itu, dia menggunakan sabit gandanya untuk memenggal kepala sang raja neraka.
"Tidakkk!" sang raja neraka tak dapat melawan dan hanya bisa menyesal karena sudah meremehkan lawannya.
Jiwanya yang telah terpotong potong perlahan terserap ke dalam sabit draconic aurora, bersamaan dengan delapan buah sabit dewa kematian yang lenyap tak bersisa. Selain kultivasi roh yang Xiao Tian miliki yang berangsur naik dengan kecepatan yang gila, sabit draconic juga mengalami perubahan di mana terdapat corak lima buah bintang di setiap ujung mata sabitnya.
"Bentuk ke dua sabit draconic aurora! Harmoni benang aura!" Seketika ujung pegangan sabit draconic memunculkan lima benang di setiap ujungnya, dengan tiap ujung benang emas berlapis aura suci yang terhubung dengan ke sepuluh mata sabit Dewa kematian.
"Hahahah! Dengan begini aku bisa tenang saat melawan semua roh jahat yang tak cocok dengan kekuatan suci!" Xiao Tian tersenyum dengan antusias. Tak lama setelah itu, dia pun di kirim kembali ke dalam istana raja neraka di mana dia berada sebelumnya.
Suasana istana sangatlah ramai saat itu, karena Hei Bai Wu Chang dan para petugas akhirat nampak mengeeumuni tempat dimana Xiao Tian dan raja neraka menghilang sebelumnya.
"Di mana iblis seribu wajah?" tanya Hei Bai Wu Chang secara bersamaan.
"Ah ... apakah aku melanggar aturan jika melenyapkannya demi membela diri?" tanya Xiao Tian sembari tersenyum.
Seketika seluruh ruangan di terpa keterkejutan, karena tak ada satupun yang mengira kalau raja neraka yang sudah menjabat selama ribuan tahun akan kembali mengalami kekalahan melawan seorang manusia yang kultivasinya bahkan jauh lebih lemah dari orang bermarga Jia yang kini menjabat sebagai peringkat ke dua raja neraka.