
Buah persik abadi, adalah buah legendaris yang dapat memberikan manfaat luar biasa kepada siapapun yang memakannya. Buah itu sangat berguna bagi para Dewa yang berencana menembus tingkat awal dari ranah Dewa pendekar.
Selain berfungsi untuk menaikkan kultivasi seorang Dewa, buah tersebut juga memiliki fungsi lain dimana siapapun yang memakannya akan bertambah batas umurnya hingga sebanyak seribu tahun per buah.
Dengan catatan buah tersebut haruslah matang. Karena itulah banyak yang mengincar buah tersebut entah dengan cara mencuri, atau memohon kepada Kaisar Langit. Dan kebanyakan orang yang memohon buah persik abadi kepada Kaisar Langit adalah para penghuni langit yang tak memiliki jabatan sebagai seorang Dewa. Dan mereka lebih tertarik kepada penambahan umur sehingga tak meminta begitu banyak. Dan satu satunya Dewa tamak yang suka mencuri begitu banyak buah persik adalah Wu Kong. Dan dia melakukan hal tersebut untuk menjaga tingkatan kultivasinya agar tak terkejar oleh Kaisar Langit.
Meski memiliki efek yang luar biasa, persik abadi tak dianjurkan untuk digunakan oleh para manusia yang belum mencapai ranah para Dewa.
Jika seorang manusia yang belum mencapai ranah pendekar alam Dewa, memaksa untuk memakannya secara langsung. Maka satu gigitan dari buah tersebut saja dapat meledakkan jiwa orang tersebut. Semua karena pemilik tubuh tak memiliki dantian yang dapat menampung begitu banyak kekuatan qi.
Saking dahsyatnya persik tersebut, seorang Dewa pun harus memakannya sedikit demi sedikit disaat dia baru berada di tahap pendekar alam Dewa.
Akan tetapi efek dari penambah umur dari persik tersebut akan menghilang jika tak langsung dimakan hingga habis.
Karena Jia Li masih berada di tahap pendekar alam immortal, Xiao Tian tak bisa menyuruhnya untuk memakan buah secara langsung.
Sebenarnya ada dua cara agar Jia Li dapat memakan buah tersebut dan mendapatkan efek bertambahnya umur, Pertama mencampurnya dengan bahan lain. Lalu merubahnya menjadi seratus pil. Namun cara ini akan menghilangkan manfaat untuk menambah tingkat kultivasi.
Dan cara kedua adalah membuat Jia Li menjadi seorang pendekar alam Dewa lapisan puncak. Dan membiarkannya memakan buah itu secara utuh. Namun karena waktu begitu mendesak, maka hanya cara pertama saja yang dapat dilakukan.
Xiao Tian berteleportasi ke Gedung alkemis Xianlun sambil membawa Jia Li bersamanya. Dia langsung muncul di ruang penyimpanan tungku dimana Xianlun dan para muridnya biasa mempraktekkan pemurnian pil.
Melihat kemunculan Xiao Tian yang secara tiba tiba tentunya mengejutkan semua orang di ruangan tersebut.
Sambil memberi hormat, mereka pun berkata, "Hormat kami, Guru besar Xiao Tian."
Disaat semua orang memberi hormat Xiao Tian menyuruh mereka berhenti membungkuk dan berkata, "Apakah kalian sedang menggunakan tungkunya?"
"Kebetulan aku baru selesai memakai tungkunya, dan saat ini adalah giliran perwakilan dari muridku untuk mempraktekkan apa yang telah aku ajarkan. Tapi, jika memang anda ingin menggunakan tungkunya. Kami rela untuk menunggu," jawab Xianlun sambil memberi hormat.
"Kalau begitu, bisakah kau perintahkan untuk murid muridmu agar keluar sebentar?"
"Aku takut konsentrasiku akan terganggu jika mereka ada disini," sambung Xiao Tian.
Tak lama setelah memberi penghormatan, Xianlun mengajak semua muridnya keluar dari ruangan. Hingga meninggalkan Jia Li dan Xiao Tian saja. Meskipun pelatihan bagi muridnya adalah hal penting, Xianlun tak mempermasalahkan hal itu. Sekua karena dia tak ingin menyinggung Xiao Tian yang bisa meratakan sektenya kapan saja.
Ketika semua orang sudah keluar, Jia Li pun bertanya, "Apakah aku juga harus ikut mereka?" Dia merasa kalau dia tak bisa membantu dalam proses alkemis, dan berkir bahwa kemungkinminan besar dia akan menggangu konsentrasinya saat sedang meracik pil.
Setelah mendengar pertanyaan Jia Li, Xiao Tian langsung menghela napas begitu dalam. Lalu mengatakan bahwa Jia Li tak perlu pergi. Dan dia mengatakan hal tersebut dengan alasan yang masuk akal.
"Tidak perlu. Alasan mengapa aku meminta mereka keluar adalah untuk menjaga kerahasiaan pil yang akan aku buat. Aku takut mereka menggila hingga memiliki niat untuk merampas pil saat aku menyelesaikan proses pemurnian pilnya," jawab Xiao Tian dengan serius.
Jia Li yang masih belum begitu paham akan situasinya pun kembali melontarkan pemikirannya.
"Bukankah mereka lebih lemah darimu?"
"Kenapa kau takut mereka mencuri pilnya saat kau lengah?" tanya Jia Li dengan heran.
"Beberapa dari mereka telah mewarisi teknik teleportasi, dengan teknik itu mereka bisa kabur dengan mudah saat aku dalam keadaan lengah,"
"Lagipula, meracik pil tingkat langit tidaklah mudah. Aku takut kalau aku akan pingsan tak berdaya tepat setelah menyelesaikan pemurnian pilnya," tegas Xiao Tian dengan serius.
Dari apa yang Xiao Tian katakan, nampak jelas bahwa dia tak begitu mempercayai Xianlun dan murid muridnya. Namun ketidak percayaan tersebut bukanlah tanpa dasar, semua karena dia brlum mengenal betul murid murid baru Xianlun. Bisa saja diantara mereka memiliki pemikiran untuk berhianat disaat melihat pil tingkat Langit. Walau bagaimana pun, godaan atas menambah batas umur tidaklah kecil. Manusia bisa saja berubah menjadi iblis setelah tergoda oleh hal yang bisa memperpanjang umurnya.
"Aku mengerti sekarang,"
"Dengan adanya aku disini, aku bisa mengamankan semua pilnya jika kau tak sadarkan diri. Bernar kan, Yanyan?" sambung Jia Li dengan serius.
"Haih, sebenarnya seberapa lemot pikirannya itu?"
"Aku harus menjelaskannya begitu panjang lebar hingga dia memahaminya."
"Caranya bertindak tanpa berpikir lebih dulu, tidak pernah berubah ya," pikir Xiao Tian sambil menghela napas.
Setelah berhasil membuat Jia Li memahami kondisinya, Xiao Tian memulai proses peracikan pilnya dengan melempar masuk persik abadi ke dalam tungku. Dan langsung membakar bagian bawahnya dengan menggunakan api putihnya.