Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 344 : Tanpa ampun


Xia Hu berhasil menahan pukulan surgawi milik Tao Yun hanya dengan mengaktifkan teknik tempurung naga yang dia pelajari dari Xiao Tian.


Tao Yun yang saat itu merasakan begitu kuatnya pertahanan Xia Hu langsung gemetar ketakutan. Namun dia tak menyerah begitu saja, meski sudah tahu bahwa dia tak akan menang dia terus menyerang Xia Hu hingga kedua tangannya mengeluarkan darah akibat digunakan secara bergantian untuk memukul Xia Hu.


"Menyerahlah, kau tak akan bisa melukaiku," ucap Xia Hu sambil memandang hina Tao Yun.


"Benarkah?"


"Kalau begitu rasakan ini!" ucap Tao Yun sambil menendang ******** Xia Hu.


Kretakkk


Kaki Tao Yun seketika patah akibat serangan kejutannya sendiri.


Karena kejadian tersebut, Tao Yun pun langsung terkejut bukan main. Sambil mencoba menahan sakit karena mengalami patah tulang, dia pun berkata,


"Ba ... bagaimana bisa bagian yang seharusnya lunak, malah jauh lebih keras dari pada bagian tubuhmu yang lain?"


"Apa kau benar benar seorang pria?" tanya Tao Yun dengan mata yang terbelalak.


Tak hanya Tao Yun yang terkejut akan hal itu, Bahkan para murid dari sekte badai berduri pun terkejut akan hal tersebut.


Bahkan ada yang menyebarkan gosip tak jelas karena merasa iri dengan krahlian Xia Hu tersebut.


"Wah lihat Xia Hu benar benar tak merasakan sakit meski senjatanya dipukul," tunjuk para murid alkemis sambil menatap Xia Hu.


"Jadi rumor bahwa Xia Hu memotong habis masa depannya itu benar ya?" ucap Tian Ling dan para murid wanita dari cabang alkemis.


"Masa depanku itu masih cerah tahu!" teriak Xia Hu sambil kengeluarkan tekanan pendekar alam Naga lapisan kelima.


"Apa apaan perkembangannya itu?"


"Hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja dia benar benar meninggalkan kami begitu jauh," ucap Fang Long sambil mengerutkan dahi.


"Sialan, dia malah mengambil perhatian semua orang sebelum aku beraksi," guman Bai Hu sambil menghela napas.


"Iya menyebalkan sekali, padahal kita menyebarkan gosip tak jelas agar dia tak merebut perhatian semua orang," ucap Bai Li sambil menatap Bai Hu.


"Bai Hu, Bai Li .... ," ucap Xia Hu yang tak sengaja mendengar pengakuan mereka.


"Sial, padahal disini begitu ramai. Kenapa dia masih bisa mendengar ucapanku," pikir Bai Li sambil memasang wajah panik.


Srattt


Xia Hu menebas leher Tao Yun tanpa simpati sedikitpun. Sambil menatap Bai bersaudara. Dia pun berkata, "Berikutnya giliran kalian,"


"Sepertinya akan ada kepala lain yang terpenggal," ucap Liu Ming sambil menyindir Bai bersaudara.


"Tolong kami, master," ucap Bai bersaudara sambil menatap Xiao Tian.


"Apa aku mengenal kalian?" ledek Xiao Tian dengan nada serius.


Krakkk


Seketika hati Bai Lu dan Bai Hu hancur karena tak tahu harus berlindung pada siapa lagi.


Tekanan yang dikeluarkan Xia Hu tak hanya membuat Bai bersaudara ketakutan. Tekanan tersebut juga membuat para murid sekte singa perak kehilangan nyali mereka. Lian Ting pun menyadari bahwa Xia Hu tak mungkin bisa dikalahkan oleh murid muridnya, namun egonya yang begitu tinggi membuatnya enggan untuk menyerah.


Hingga memaksa murid muridnya untuk bertarung dalam pertarungan yang mustahil untuk dimenangkan.


"Dia adalah pendekar alam Beast. Bisakah kami menyerah saja?" tanya para murid kepada Lian Ting.


"Tidak, sekte kita tak boleh kalah lagi. Meski dia kuat, dia hanyalah seorang diri. Jika kalian terua bergantian menyerangnya, dia pasti akan kehabisan tenaganya," ucap Lian Ting sambil menunjuk ke arah Xia Hu.


Tepat disaat semua pandangan terarah ke tekpat yang sama, Xia Hu menelan pil pemulih energi yang Xiao Tian berikan sebelum turnamen dimulai. Dan seketika kekuatan qi serta kekuatan jiwanya pun terisi penuh kembali.


"Apa apaam itu, bukankah itu curang!" ucap Lian Ting sambil menunjuk Xia Hu.


"Sejak kapan menelan pil menjadi sebuah kecurangan?"


"Bukankah di turnamen sebelumnya kalian juga menelan pil peningkat kultivasi?"


"Berbeda denganmu yang menelan di saat turnamen berlangsung, aku menelan pil ini disaat turnamen belum dimulai. Ingatlah, turnamen akan dimulai kembali ketika ada murid lain yang berdiri di arena yang sama denganku. Sedangkan saat ini, murid yang kau kirim sudah menjadi bangkai. Bukankah sudah saatnya bagimu untuk mengirim mereka lagi?" tanya Xia Hu sambil menatap tajam mata Lian Ting.


"Kau ini benar benar ya!" ucap Lian Ting sambil menatap mata Xia Hu.


"Cepat terjun satu persatu, atau kubunuh kalian semua!" bentak Lian Ting sambil menatap tajam para muridnya.


Awalnya Xia Hu berniat menghabisi semua murid murid itu, namun Xiao Tian mencegahnya melalui telepati.


"Muridku Xia Hu, apakah kau bisa mendengarku?"


"Tentu saja aku bisa, master," jawab Xia Hu melalui telepati.


"Bisakah kau memenuhi sebuah permintaanku?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Permintaan, ditengah turnamen seperti sekarang?" ucap Xia Hu melalui telepati sambil menerima semua serangan salah satu murid sekte singa perak yang menjadi penantangnya.


"Ya muridku, aku hanya meminta satu hal padamu. Bisakah kau bunuh murid murid sekte singa perak tanpa harus menebas atau meracuni tubuh mereka?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Itu sangat mustahil master," jawab Xia Hu melalui telepati sambil memukul murid petarung yang berada dihadapannya.


"Aku tahu itu mustahil, makanya aku memintamu agar tak membunuh mereka. Kalau bisa buat pingsan atau buat lumpuh saja," sambung Xiao Tian melalui telepati.


"Aku tak tahu apa tujuan master melakukan ini. Tapi karena aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk memenuhi segala keinginan master, maka akan kulaksanakan apa yang dia perintahkan," pikir Xia Hu sambil menghajar lawan yang baru turun ke tengah arena turnamen.


"Sebenarnya membunuh mereka dengan racunpun tidak masalah, hanya saja jika mereka dibunuh terlebih dulu Sunoong tak bisa menyerap lautan jiwa mereka. Karena tubuh tanpa sebuah roh sama halnya dengan kolam tanpa air," pikir Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


Melihat murid muridnya dikalahkan satu persatu dengan begitu mudah membuat Lian Ting semakin setres. Hingga dia nekad melesat ke arah Xia Hu untuk menghabisinya secara langsung.


Tian Zhong yang menyaksikan hal tersebut, tentu saja langsung mencegah Lian Ting dengan memukul mundur dirinya hingga menghantam dinding turnamen.


Duakkk


Kretakkkk


"Uhuk uhuk," Lian Ting batuk batuk hingga mengeluarkan darah setelah mendapat serangan kejutan dari Tian Zhong.


"Apakah kau sudah melupakan kehadiranku, Lian Ting?" tanya Tian Zhong dalam rupa Chen Li.


Sadar bahwa yang memukulnya adalah jenderal Chen Li, Lian Ting pun menjadi semakin kesal.


"Bisakah kau berhenti mempersulitku jenderal?"


"Kau tahu betul kalau pamanku tak akan membiarkanmu begitu saja setelah mendengar perlakuanmu ini terhadapku," ucap Lian Ting sambil menatap tajam mata Tian Zhong.


Mendengar Lian Ting mencoba mengancamnya, Tian Zhong berinisiatif untuk memanggil salah satu siluman rubah merah. Dan memberi tahunya melalui telepati, untuk memberikan Lian Ting ilusi yang bisa membuatnya berpikir bahwa para pasukan bayangan merubah wajah mereka menyerupai dirinya.


"Akan kupastikan ayah dan pamanmu tak akan menyadari kematianmu, benarkan teman?" ucap Tian Zhong sambil mengedipkan salah satu matanya ke arah rubah merah yang menyamar menjadi pasukan bayangan.


Lian Ting melihat para pasukan bayangan merubah rupa mereka menjadi rupa dirinya secara bersamaan. Namun semua itu hanyalah ilusi yang Tian Zhong buat untuk menakut nakuti Lian Ting.


"Bagaimana, kau takut sekarang?" tanya Tian Zhong dengan rupa Lian Ting.


"Si siapa kau sebenarnya?"


"Aku sangat yakin kalau jenderal Chen Li dan pasukan bayangan tak memiliki kemampuan untuk merubah wajah," ucap Lian Ting dengan tampang terkejut.


"Carilah jawabannya di dalam neraka," ucap Tian Zhong sambil mengeluarkan hawa membunuh.


Namun tepat disaat Tian Zhong ingin melancarkan aksinya, Xiao Tian menyuruhnya agar tak membunuh Lian Ting secara terburu buru.


Setelah mendengar pesan yang Xiao Tian sampaikan melalui telepati, Tian Zhong langsung melemparkan jarum pelumpuh untuk melumpuhkan kesadaran Lian Ting.


Shuutt


Clebb


"Bawa tubuhnya ke celah neraka," ucap Tian Zhong sambil menatap tubuh Lian Ting.


"Baik jenderal," ucap para siluman rubah merah yang menyamar menjadi pasukan bayangan.


"Tak kusangka sekte besar seperti singa perak bisa hancur dalam sekejap mata. Sepertinya aku harus mengalah pada turnamen kali ini," pikir Sun Yu sambil mengepal erat kedua tangannya.


Kemenangan beruntun Xia Hu, serta kehancuran Lian Ting membuat nyali kedua sekte lain menciut. Hingga langsung menyerah setiap kali Xia Hu menantang mereka.


"Dengan ini turnamen dinyatakan selesai. Peringkat pertama ditempati oleh sekte badai berduri, sedangkan peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh sekte harimau emas dan sekte naga bersayap. Dan leringkat terakhir jatuh kepada sekte singa perak,"


"Karena urusanku disini sudah selesai, maka sampai jumpa," ucap Tian Zhong sambil mengaktifkan teleportasi.


Para siluman rubah pun ikut pergi meninggalkan gedung swcara bersamaan. Seakan mengikuti kepergian jenderal Chen Li. Padahal nyatanya mereka tak pergi pergi kemana mana. Mereka semua bersembunyi di balik bayangan sambil mengawasi keadaan gedung untuk menjamin keswlamatan Xiao Tian dan murid muridnya.


Tepat ketika Tian Zhong dan para siluman rubah merah pergi, Xiao Tian menepuk pundak penatua Kong sambil berkata,


"Kau boleh melampiaskan dendam outramu sekarang,"


"Terimakasih, patriach. Tapi dendamku sudah terbalaskan oleh Xia Hu. Karena orang yang membunuh Kong Ming telah dia habisi," ucap penatua Kong sambil tersenyum.


"Sayang sekali, tadinya kupikir kau memiliki dendam dengan patriachnya juga. Karena kau berkata kalau semuanya selesai maka ... ," ucap Xiao tian sambil mencoba bangkit dari kursinya


"Saatnya berpesta anak anak," ucap Xiao Tian sambil menatap cincin ruangnya.


Seketika ratusan roh iblis muncul memenuhi ruangan, dan para siluman yang menyamar memulai pembantaian mereka terhadap sekte naga bersayap dan sekte harimau emas.


"Apa maksud semua ini, patriach?" tanya para penatua dengan tampang terkejut.


"Terlalu banyak saksi mata sangat berbahaya bagi keamanan kalian. Kerajaan tak akan tinggal diam jika mengetahui apa yang menimpa Lian Ting saat ini," ucap Xiao Tian sambil tersenyum di balik topeng Dewa nya.


"Kejam dan tak berperasaan. Benar benar tak memberi ampunan terhadap seorang musuh, sepertinya ajaran pembunuh itu benar benar mempengaruhi cara pikir kak Tian Zhong," pikir Tian Bai sambil mengerutkan dahi.


Alasan Xiao Tian memang masuk akal, tapi karena para penatua belum terbiasa melihat pembunuhan besar besaran seperti itu mereka pun berpikir bahwa hal yang Xiao Tian lakukan sangatlah kejam dan tak berperasaan.


Padahal nyatanya, Xiao Tian sudah mempertimbangkan itu matang matang. Sebelum menghabisi mereka, dia sudah menyelidiki sifat sifat korban melalui para siluman dan para roh iblis yang menyamarkan diri di sekitar mereka.


Para iblis dan siluman sangat peka dengan aura negatif, sehingga paham betul mengenai sifat sifat orang di sekitar mereka. Dan berdasarkan penilaian mereka, para anggota sekte naga bersayap dan sekte harimau emas memiliki niat buruk untuk membalas dendam jika mereka dilepaskan.


Setelah mendapat kode bahwa mereka tak dapat dibiarkan hidup, Xiao Tian pun menyuruh para siluman dan para iblis menghabisi semua saksi dari kedua sekte tersebut.