
Wu Kong mengintrogasi kaisar Jian yang merupakan kaisar iblis dari relik regenerasi / relik pedang hitam. Dia sedang mencari cara untuk menghilangkan pengaruh darah iblis dari tubuh Dewa petir dan keluarganya.
"Apakah kau bisa menarik kembali semua DNA iblismu dari tubuh seseorang?" tanya Wu Kong dengan tampang serius.
Setelah mendengar pertanyaan Wu Kong, Kaisar iblis Jian yang berdiam diri di dalam relik pedang kaisar iblis pun berkata, "Jika darah iblisku belum menyatu dengan sempurna dengan tubuh tersebut maka aku akan menjawab iya,"
Setelah mendengar jawaban sang kaisar iblis, Dewa kera Sun Wu Kong pun kembali bertanya,
"Lalu, bisakah kau katakan padaku. Berapa lama proses penyatuan darahmu berlangsung?"
"Lima menit," jawab Pedang Kaisar iblis.
"Lima menit?"
"Bukankah itu terlalu singkat?" sambung Wu Kong dengan tampang tak percaya.
Ketika Dewa kera Sun Wu Kong masih dibuat bingung akan hal tersebut, Kaisar iblis Jian yang bersemayam di dalam relik pedang kembali berkata,
"Percaya atau tidak, darahku bahkan bisa membuat orang menjadi gila dalam hitungan satu menit saja. Yah, meskipun ada beberapa kasus tertentu dimana yang terjangkit tak terkena dampak apapun sih,"
Setelah mendengar penjelasan sang Kaisar iblis, Wu Kong masih dibuat bingung oleh penjelasan tersebut. Karena hal itu, dia pun kembali bertanya dengan berkata,
"Kasus tertentu ... ?"
"Bisakah kau perjelas hal itu?" tanya Wu Kong dengan serius.
Setelah mendengar pertanyaan Wu Kong sang kaisar iblis pun berkata,
"Kesadaran ilahi, dan aura Dewa. Hanya kedua hal itu yang bisa menekan efek darahku,"
"Selain hal itu, tak ada yang bisa menekannya. Apalagi menghapusnya secara sempurna,"
"Apa kau tak berbohong?" tanya Wu Kong sambil menatap tajam pedang kaisar iblis untuk memastikan.
"Memangnya aku bisa menipumu?" tanya pedang Kaisar iblis.
"Yah tak ada salahnya untuk memastikan bukan?" ucap Wu Kong sambil mengaktifkan teknik menyiksa iblis.
"Sialan, apa dewa ini menyadari tipuanku?" pikir pedang Kaisar iblis dengan panik.
"Kalau tak salah DNA iblismu itu mengandung sedikit kesadaranmu, bukan?" tanya Wu Kong.
"Itu ... ," jawab Pedang Kaisar iblis.
"Memberitahukan cara untuk menyingkirkan DNA iblismu dari tubuh orang orang, sama saja dengan bunuh diri. Bukankah begitu, pedang nakal?" tanya Wu Kong sambil memperbesar kilatan kuning ditangannya.
"Seperti yang diharapkan dari Dewa kera, benar benar tak mudah untuk ditipu," jawab Pedang Kaisar iblis.
"Dewa bumi, keluarlah!" ucap Wu Kong.
"Ada apa Dewa kera?" Dewa bumi keluar dari bayangan Wu Kong.
"Panggilkan Sunlong kemari," ucap Wu Kong sambil melirik ke arah Dewa Bumi.
"Baiklah, Dewa kera," Dewa Bumi kembali masuk ke dalam lantai ruangan.
"Sunlong?"
"Untuk apa kau memanggil iblis naif seperti dia?" tanya pedang Kaisar iblis.
Selang beberapa saat Sunlong dan Dewa Bumi muncul tepat di belakang pedang kaisar iblis. Dia berdiri di samping kanan Dewa Bumi dan muncul dengan menggunakan teknik teleportasi. Posisi mereka bersebrangan dengan Wu Kong dengan pedang Kaisar iblis sebagai pusat pemisahnya.
"Iblis naif katamu?"
"Apakah kau ... ,"
"Sunlong?"
"Kenapa kau menggunakan tubuh manusia?"
"Bukankah kau sangat membenci seluruh ras manusia hingga ke akar akarnya?"
"Saking bencinya pada mereka kau bahkan sampai menghancurkan tubuh kosong yang kutawarkan dulu. Semua hanya karena kau tak ingin menyatu dengan tubuh manusia. Hal bodoh yang lain adalah saat dimana kau menghabisi manusia, tapi tak mau menyerap rohnya untuk menaikkan kultivasi. Kau hanya mengandalkan kekuatan qi alam dan tanaman herbal saja untuk menaikkan kultivasimu. Padahal kau sangat memahami dengan betul, kalau itu hanya akan memperlambat perkembangan rohmu saja," ucap pedang Kaisar iblis dengan nada serius.
"Jangan samakan aku yang dulu dengan aku yang sekarang. Sunlong yang naif dan larut dalam kebencian terhadap seluruh ras manusia sudah tidak ada lagi. Kini aku tak membenci berdasarkan ras, tapi hanya membenci penjahat kejam yang menghabisi banyak nyawa tak berdosa sepertimu. Dan asal kau tahu saja, sekarang aku tak akan pernah ragu untuk melahap roh dari iblis maupun roh manusia lagi. Dan alasan Dewa kera memanggilku kemari adalah untuk menelan habis jiwamu, bukankah begitu ... , Dewa kera?" tanya Sunlong sambil menatap Wu Kong.
"hmmm, sepertinya Xiao Tian benar benar berhasil mengubah jalan pikiranmu ya. Sunlong," Wu Kong menyambarkan kilatan kuning ke arah pedang Kaisar iblis.
Kreatttt
"Aaaaaaa!" perlahan aura iblis yang mengandung kesadaran sang iblis pedang melayang keluar dari dalam relik.
"Sial, kesadaranku mulai memudar," pikir pedang kaisar iblis yang mulai terhisap keluar dari dalam relik.
"Aku membantumu keluar dari segel relik, kau bebas sekarang pedang nakal," ucap Wu Kong sambil menarik keluar seluruh aura iblis dari dalam relik pedang.
"Jangan khawatir temanku, aku akan menelan penuh seluruh kesadaranmu hingga kau tak merasakan sakit lagi," Sunlong menyedot masuk aura iblis yang melayang keluar.
"Aku akan membalasmu, Kaisar iblis Sunlong!" teriak sang pedang iblis sebelum terhisap masuk ke dalam mulut Sunlong.
"Aku tunggu pembalasanmu, Kaisar iblis Jian," pikir Sunlong dengan tampang serius.
"Kerja bagus, Sunlong," ucap Wu Kong sambil tersenyum.
"Terima kasih atas makanannya, Dewa kera," ucap Sunlong sambil memberi hormat.
#Alam para Dewa
#Rumah Dewa petir
#Kamar Dian Peng
Dian Peng tertidur nyenyak di atas kasurnya. Tiba tiba saja matanya terbuka dan berkata ,
"Sepertinya surga masih berpihak padaku,"
"Saat kesadaran utamaku dihancurkan, aku malah mendapat hadiah yang luar biasa. Dengan darah Dewa yang mengalir dalam tubuh ini, aku bisa membalas mereka. Hahaahhah!" pikir pedang Kaisar iblis dengan penuh semangat.
#Keesokan paginya
#Sekte badai berduri
#Kamar Xiao Tian dan putri Jia Li
Jia Li tersadar dari pingsannya setelah tak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama. Dan hal yang terakhir dia ingat adalah kejadian sebelum pingsan.
"Bukankah aku sedang menyerap aura panas inti api?"
"Kenapa aku bisa ada di kamar?" pikir putri Jia Li sambil mengerutkan dahi.
Selang beberapa detik disaat putri Jia Li terbangun, pintu kamar terbuka dan Xiao Tian ada di balik pintu tersebut. Sambil memegang gagang pintu dan tersenyum manis, dia pun berkata, "Selamat pagi, Lily,"
Putri Jia Li yang masih belum paham akan apa yang terjadi terhadap tubuhnya, hanya bisa tersenyum sambil berkata, "Selamat datang kembali, Yan Yan."