Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 468 : Pusaka pengunci dimensi


Setelah mendengar penolakan Dewa petir dan diamnya Xiao Tian sejak tadi, Kaisar Langit memutuskan untuk memberitahu mereka alasan dibalik tindakannya.


"Sebenarnya aku bisa saja menyuruhmu mengantar Xiao Tian. Tapi akan jauh lebih baik kalau Xiao Tian bisa datang kesini sendiri kan?"


"Kita tidak tahu kapan musuh akan menyerang,"


"Selain itu, musuh juga memiliki pusaka tingkat Dewa yang dapat membuat kita kewalahan. Dan satu dari pusaka tingkat Dewa yang telah direbut ada yang berfungsi untuk mengunci dimensi."


"Segala teknik pemindahan ruang tak dapat digunakan saat pusaka itu diaktifkan," jelas Kaisar Langit.


"Dimention Ball," ucap Dewa pwtir dengan tampang gemetar.


"Pusaka macam apa itu?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Pusaka yang dapat mengunci retakan dimensi. Berbentuk seperti bola kecil yang memancarkan sinar warna warni," jawab Kaisar Langit dengan serius.


"Pusaka itu dapat mencegah semua orang di alam dimana benda itu diaktifkan, menggunakan segala macam teknik perpindahan ruang. Baik teknik telepirtasi jarak jauh, maupun teknik teleportasi antar dimensi," sambung Dewa petir.


"Kelemahan dari pusaka itu adalah, tak dapat mencegah orang dari luar dimensi masuk kedalam jangkauan efeknya. Dan keunggulannya adalah, mencegah orang yang berada di dimensi itu untuk pergi keluar dimensi," sambung Kaisar Langit dengan serius.


"Dengan kata lain, pusaka itu dapat membiarkan orang lain masuk dimensi dimana dia diaktifkan, dan mencegah siapapun yang sudah masuk untuk keluar dari dalam dimensi?" sambung Xiao Tian dengan serius.


"Yap, benar sekali. Oh iya ini juga berlaku untuk teknik penghubung dengan portal. Sama halnya seperti ruang hampamu, kau mungkin bisa memunculkan portalnya namun tak bisa masuk kedalamnya," jelas Dewa petir dengan serius.


"Jadi begitu," sambung Xiao Tian sambil menganggukkan kepalanya.


"Tapi bukankah akan lebih baik jika aku pergi bersamanya?" tanya Dewa petir.


"Aku memerlukan bantuanmu untuk memperbaiki istana Langit. Para Dewa sudah disibukkan oleh urusan mereka masing masing. Meskipun ada beberapa yang membantu dalam rekonstruksi ulang istana, aku tetap memerlukan bantuanmu untuk mempercepat perbaikannya,"


"Tapi aku ... ," ucap Dewa petir.


"Maafkan aku Dewa petir, sejujurnya aku masih ragu kalau darah iblis di tubuhmu telah menghilang. Jadi sementara ini, tolong jangan menjauh dari pandanganku," ucap Kaisar Langit dengan tampnag serius.


"Begitu ya ... ," ucap Dewa petir sambil menghela napas.


"Kalau kalian ragu dengan itu, bagaimana kalau kita lakukan saja lagi,"


"Kebetulan aku mau mencoba untuk memotong bagian lain," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan pedangnya.


Setelah mendengar ucapan muridnya, Dewa petir seketika terdiam dan berkata, "Singkirkan pedangmu!"


"Aku menolak untuk disakiti lagi!"


"Aku hanya bercanda kok," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.


"Wajahmu tak dapat menutupi niatanmu, murid sialan!"


"Berhenti menggunakan gurumu ini sebagai bahan uji coba!" teriak Dewa petir sambil mengacungkan jarinya.


"Haih, sayang sekali," ucap Xiao Tian sambil menghilangkan pedang auranya.


Ketika pedang auranya menghilang, Kaisar Langit terlihat sangat kecewa dan berkata, "Sayang sekali,"


"Padahal aku ingin melihat keajaiban pedangnya lagi, siapa yang tahu benda asing macam apa yang akan terlepas dari tubuhnya," pikir Kaisar Langit dengan tampang kecewa.


"Nereka ini benar benar ... ," pikir Dewa petir dengan tampang suram.