
"Yo!"
"Bagaimana kabar sisi gelapku?"
"Apa dia membuat ulah?" tanya Xiao Tian yamg muncul secara tiba tiba di hadapan Dewa petir dan Sunlong.
"Dia begitu penurut sejak tadi, walau tak ada yang menantangnya sama sekali dia tak mengamuk juga. Ini benar benar diluar dugaanku, sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?"
"Seharusnya sisi gelap tak bisa dibuat patuh begini. Teknik macam apa yang Wu Kong ajarkan hingga bisa membuatnya penurut seperti itu?"
"Bisakah kau lakukan hal itu juga kepada kadal busuk ini?"
"Agar dia tak berbuat kacau saat mendapatkan kembali tubuhnya," ucap Dewa petir sambil menunjuk ke arah Long Hu (Sunlong).
"Singkirkan tangan kotormu dariku!"
"Kau baru saja mengupil dan tidak mencucinya, aku tak mau tubuh sementaraku ini terkontaminasi!" teriak Sunlong sambil mencoba menjaga jarak dari Dewa petir.
"Ini sudah terlalu lama, kenapa mereka tak mengumumkan pemenangnya?" ucap Xiao Tian dengan tampang kesal.
"Sepertinya mereka menunggu seseorang, dan sengaja tak bersikap adil kepada sekte badai berduri.
Karena terlalu kesal menunggu begitu lama, sisi gelap Xiao Tian akhirnya sudah kehilangan kesabaran. Dia menyerang para peserta yang tak kunjung menantangnya dengan menggunakan ekor hitam di belakang punggungnya dengan sekuat tenaga.
Namun serangannya itu di tahan oleh pelindung yang diaktifkan oleh para peserta berjubah dari dua sekte tersebut.
"Hooo, tak kusangka ternyata kalian punya sedikit kemampuan. Lalu mengapa kalian menahan diri begitu lama?"
"Turunlah kemari, atau jangan jangan kalian tak memiliki keberanian sama sekali?" tanya sisi gelap Xiao Tian dengan tampang menghina.
"Kalau begitu datanglah secara bersamaan agar aku bisa menghabisi kalian sekaligus!" ucap sisi gelap Xiao Tian dengan tampang kesal.
Setelah mendengar hinaan sisi gelap Xiao Tian, salah satu murid dari sekte harimau emas melompat turun karena terpancing emosi.
"Beraninya kau menghina sekte kami!" ucap Yanlu sambil menyiapkan jurus di kedua tangannya.
"Guru!"
"Bolehkah aku ikut terjun untuk menghabisi Xian Juan?"
"Dia sangat angkuh dan berlagak sok kuat!" ucap Feng Guan dengan tampang kesal.
"Patriach belum memberi perintah, kau haris tetap menahan diri!" ucap tetua Gu sambil menatap tajam dirinya.
"Cih," ucap Feng Guan dengan tampang kesal.
"Aku merasa ada yang tak beres dengan Xian Juan, seakan dia adalah orang lain saat ini. Biarkan sekte lain mencoba kekuatannya terlebih dulu. Aku merasa bahwa saat ini dia masih memiliki banyak trik. Selain itu Long Hu, Tian Fengji dan satu anak baru itu juga tak bisa diremehkan. Instingku mengatakan bajwa mereka cukup berbahaya," pikir Patriach Lian Ting dengan tampang serius.
"Matilah, Xian Juan!" ucap Yanlu sambil melesat secepat kilat hingga tak dapat dilihat oleh semua orang.
Saat bergerak dengan kecepatan tinggi, dia memanah targetnya dengan panah yang terbuat dari kekuatan jiwanya. Xian Juan menghindari seluruh anak panah tersebut dengan begitu mudah hingga membuat takjub semua orang. Tak hanya sampai situ, dia juga menghilang dari pandangan semua orang, lalu muncul tepat di belakang Yanlu dan berkata, "Lambat!"
Duakkk!" Yanlu di tendang dari belakang hingga menghantam pembatas arena.
"Lemah," ucap Xian Juan dengan tampang kesal.
"Lemah katamu?"
"Beraninya kau memanggilku lemah!"
"Akan kubuat kau menyesal," ucap Yanlu sambil menelan sebuah pil peningkat kekuatan.
"Kultivasiku saat ini adalah pendekar alam mortal lapisan kedelapan. Dan dengan bantuan pil ini, aku mendapat kekuatan yang setara dengan kultivator tingkat pendekar alam naga lapisan ketiga. Kau akan tamat, Xian Juan!" bentak Yanlu dengan tubuh yang memerah seakan terbakar sesuatu.
Kekuatan dan kecepatannya melonjak tajam hingga membuat takjub semua orang, namun kecepatannya itu masih belum apa apa bagi Xian Juan. Sehingga ketika dia sedang melesat ke arahnya, Xian Juan bisa menghindari serangannya dengan mudah kemudian melawan balik dengan melubangi punggungnya dari belakang. Tangannya yang berlapis ki kegelapan menembus punggung pria malang itu hingga dia kehilangan nyawa dan seluruh kekuatannya.
"Akhirnya kalian turun juga, aku sudah bosan sejak tadi. Majulah dan biarkan aku menyerap semua kekuatan kalian!" ucap Xian Juan dengan senyum di wajahnya.
"Dasar sombong!" ucap keempat murid sambil melesat maju untuk menyerang secara bergantian.
Wooshh
Shuutt
Serangan mereka tak ada yang dapat mengenainya sama sekali. Meski kekuatan dan kecepatan mereka cukup tinggi, tak ada satupun dari mereka yang selamat dari serangan balik Xian Juan. Hingga mereka bernasib seperti Yanlu dan membuat kaget semua orang.
"Bocah sialan!"
"Beraninya kau membunuh seluruh murid dari sekte kami!" ucap Patriach Jian Su sambil melesat dengan begitu cepat.
Namun serangannya ditahan oleh Patriach Bai yang memiliki kultivasi setingkat dengannya.
Duarrr
"Seorang patriach tak seharusnya menyerang seorang murid, bukankah kau pernah mengatakan ini di turnamen sebelumnya?" ucap Patriach Bai dengan tampang kesal.
"Hahahahah, jangan terlalu impulsif patriach Jian Su. Ini pertama kalinya sekte kalian nerada di peringkat terbawah, berdoa saja agar sekte singa perak tak menang. Karena jika mereka menang, maka sekte kalian akan dibubarkan," ucap Patriach Sun Yu sambil tersenyum sinis.
"Cih, Kau akan menyesal karena ini. Tian Bai!" ucap Patriach Jian Su sambil melompat mundur ke tempatnya kembali.
"Cih, perdebatan antara semut benar benar menyedihkan," ucap Xian Juan dengan tampang kesal.
"Semut ya?"
"Bagus juga nyalimu hingga berani menghina perdebatan para patriach," ucap Chu Liang sambil memegang dua buah pedang berlumuran darah di tangannya.
"Maaf karena datang begitu lama, patriach. Kami habis menguliti guru kami yang tak tahu diri," ucap Chu Lin sambil membawa dua buah pisau di tangannya.
"Terimakasih karena sudah mau melepaskan kami dari kurungan, patriach," ucap Chu Ming sambil tersenyum menatap patriach Sun Yu.
Dia terlihat tak membawa apapun saat itu.
"Dasar murid tak berbakti!"
"Apa kalian menghabisi penatua Jingnan!" bentak patriach Sun Yu dengan tampang kesal.
"Apa maksud semua ini, patriach?"
"Kenapa kau melepaskan mereka semua?" tanya para tetua sekte harimau emas sambil menatap ke arah Patriach Sun Yu.
"Kalau aku tahu sekte harimau emas akan hancur lebih dulu, aku tak akan membebaskan mereka. Aku melakukan ini karena tadinya tak ada cara lain untuk mempertahankan sekte kita," ucap Patriach Sun Yu dengan tampang kesal.
"Jingnan yang malang, sepertinya dia datang di waktu yang salah. Pasti saat dia datang menemui mereka, napsu membunuh mereka sedang kambuh. Hingga tak mengenal mana kawan dan mana lawan. Anehnya mereka tak saling bunuh saat disatukan di suatu ruangan meski dalam keadaan napsu yang memuncak sekalipun," pikir salah satu tetua sekte harimau emas sambil mengerutkan dahinya.
"Bagaimana menurutmu tentang mereka bertiga?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Sepertinya mereka masih bukan tandingan sisi gelapku," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Tapi mungkin ini pertarungan terakhir dia bertarung dengan tubuh itu," ucap Sunlong sambil mengerutkan dahi.
"Apa maksudmu?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Sunlong.
"Tubuh tiruanmu belumlah sempurna. Dan sisi gelapmu terus menyerap kekuatan lawan lawannya. Jika dia terus seperti itu, dalam waktu dekat tubuh itu akan menolak kehadirannya. Semua karena saat kesenjangan kekuatan antara tubuh tiruan dengan sisi gelapmu sudah semakin jauh hingga sulit disatukan secara sempurna. Aku berani bertaruh, dia akan kehilangan kendali atas tubuh itu sebentar lagi," ucap Sunlong dengan tampang serius.
"Soal kehilangan kendali, aku tahu hal itu. Dan memang itulah yang akan terjadi. Tapi kalau soal tubuh yang hancur, itu tidak berlaku terhadap tubuh tiruanku. Karena tubuh tersebut tak punya kehendak sendiri seperti layaknya sebuah kloning. Jadi seluruh kendali tubuh ada di tangan roh yang merasukinya.
"Selagi aku tak membatalkan tekniknya, tubuh tersebut akan abadi hingga mencapai batas waktu yang telah ditentukan. Saat ini aku hanya bisa mempertahankan teknik ini selama delapan jam lamanya, dan hanya bisa membuat tiga tubuh tiruan saja selama sehari sekali. Dengan kata lain, waktu kita masih cukup banyak saat ini," ucap Xiao Tian dengan tampang serius.
"Teknik yang menarik," ucap Sunlong sambil tersenyum lebar.