
"Lupakan kuncupnya!"
"Fokus saja menerobos maju menuju jantung Blood Chameleon!" suara naga hitam terdengar jelas dipikiran Xiao Tian, saat dia berniat untuk menghancurkan semua kuncup bunga.
"Bagaimana kau tahu kalau kuncupnya tidak penting?" tanya Xiao Tian heran.
"Akan kujelaskan nanti, percaya saja pada ucapanku!" tegas Naga hitam.
"Hmm, baiklah,"
"Aku akan menerobos dan segera menuju jantungnya," ucap Xiao Tian pelan.
"Kalau begitu, serahkan saja pembasmian kuncup daging dan para klon yang kau lewatkan kepada kami," sambung salah satu klon Xiao Tian dan dianggukkan oleh keempat klon lainnya.
"Hmm," Angguk Xiao Tian sambil melangkah maju.
Wooshhh, Para Blood Chameleon melesat maju dengan kecepatan yang mengesankan. Gerakan mereka melebihi gerakan para klon yang telah keluar dari ke permukaan.
Splash! mereka menjulurkan lidahnya begitu cepat dan kencang ke titik vital Xiao Tian, dari leher, jantung hingga dahi.
Woosh!!! Xiao Tian menghindari serangan tersebut. Akan tetapi, serangannya tak berhenti disitu. Ujung lidah yang berhasil dihindari, menancap ke dinding daging dan dijadikan tumpuan untuk menarik tubuh mereka. Keempat klon yang menyerang dari kanan dan kiri dia tebas dengan pedang Draconic Aurora. Sedangkan yang menyerang di akhir dan tak bisa Xiao Tian tebas karena posisi pedang yang tidak memungkinkan, dia tahan menggunakan bagian samping pedang yang lebar dan rata.
Shuuutt!!! Trang!!!" Xiao Tian menahan pukulan klon yang mencoba memukulnya. Saat serangannya ditahan, klon Blood Chameleon tersebut menarik kembali lidahnya dari dinding daging dengan kecepatan tinggi.
Shutt!!! Takkk!! Lidah klon Blood Chameleon dilontarkan kembali ke leher Xiao Tian ketika sudah kembali ke mulutnya, namun terpental ke arah lain setelah berbenturan dengan leher Xiao Tian.
Tanpa memberi kesempatan bagi klon Blood Chameleon untuk menyerang kembali, Xiao Tian langsung mendaratkan pukulan terkuatnya yang berlapis aura Dewa.
Splashhh!! Lengan Xiao Tian menembus perut klon Blood Chameleon tersebut.
"Lemah!" Xiao Tian menarik kembali lengannya, dan membiarkan tubuh Klon Blood Chameleon tersebut jatuh ke genangan darah.
Splash!!!
"Majulah bersamaan!" Xiao Tian menatap tajam para Blood Chameleon dengan hawa membunuh yang begitu kuat. Bersamaan dengan itu, dia juga menusuk kembali lubang di perut mayat Blood Chameleon di bawah kakinya dengan menggunakan pedang Draconic Aurora untuk menyerap habis energinya. Melihat aksi Xiao Tian yang terkesan garang dan tak berperasaan terhadap jenisnya, para Klon yang berada di sekitar Xiao Tian pun langsung berteriak.
"Kkiiiekkk!!!!" Klon klon Blood Chameleon di sekitar Xiao Tian berpencar ketakutan.
Srat srat srat!!! Xiao Tian membabat habis semua Blood Chameleon yang mencoba kabur darinya.
"Setiap orang dari klon Xiao Tian sudah menghabisi sepuluh, kenapa kau hanya bisa mengalahkan satu ha!" Dewa Erlang protes ke dalam pikiran Kaisar Langit.
"Ayolah, berhenti membandingkan kekuatan dari kombinasi kita dengan jenius seperti dia. Sebelumnya kita bahkan kesulitan dan hampir mati saat berhadapan dengan satu dari mereka. Setidaknya sekarang kita sudah bisa menangani satu dan tidak menjadi beban," jawab Kaisar langit.
"Dasar pak tua, biarkan aku saja yang memakai tubuh kita!" tegas Dewa Erlang.
"Cih, Baiklah!" Kaisar Langit menukar kendali tubuh kepada Dewa Erlang.
Wajahnya masih terlihat seperti Kaisar Langit, dan hiasan Dewa Erlang masih terlukis di dahinya. Namun kali ini tubuh mereka jauh lebih muda dan pemandangan yang sangat terlihat ialah jenggot dan kumis sang Kaisar yang menghilang.
Wooshh!!!
"Tombak sakti muncullah!" Dewa Erlang memanggil tombaknya, lalu memegang erat tombak tersebut di tangan kanannya.
Transformasinya saat ini, berbeda dengan transformasi sebelumnya. Kekuatannya setara dengan kelima klon Xiao Tian. Hingga mengejutkan mereka, bahkan Kaisar Langit yang sebelumnya mengumpat dan meledek akan kepercayaan diri Dewa Erlang pun menjadi kagum dan tak bisa berkata kata. Ini adalah pertama kali baginya untuk membiarkan Dewa Erlang mengambil alih, dan hasilnya benar benar diluar perkiraannya.
Srat srat srat!!! para Blood Chameleon dibasmi tanpa ampun.
"Kkkiiekkk!! Kengerian akan pembasmian ras mereka, membuat para klon berlarian seperti saat melihat Xiao Tian asli. Karena tak ada perlawanan yang berarti, Dewa Erlang dan yang lainnya berhasil menumpas klon Blood Chameleon beserta kuncup dengan mudah.
.....
Sementara itu, Xiao Tian berhasil mencapai tempat jantung Blood Chameleon, di dalam jantung raksasa tersebut terlihat tubuh seseorang yang nampak kabur. Namun naga hitam meyakinkan Xiao Tian bahwa tubuh itu, ialah tubuh asli sang Kaisar iblis Jian.
Kreat kreatt!! Xiao Tian memusatkan aura Dewa berlapis petir ke lapisan luar pedang Draconic Aurora.
Tepat disaat dia belum meluncur ke langit langit tubuh Blood Chameleon dimana jantungnya tergantung, sebuah langkah kaki terdengar begitu jelas dari arah depan Xiao Tian.
Tap tap tap
"Tubuh ini akan menjadi tubuh baruku, beraninya kau mengganggu proses perpindahan kesadaranku. Manusia," seorang pria berambut merah, berkulit putih dan berbaju serba hitam berjalan mendekat. Bola matanya memiliki begitu banyak lingkaran luar yang melapisi irisnya. Warna lingkaran lingkaran tersebut yaitu merah, sedangkan irisnya berwarna putih. Di bagian dada pakaian orang tersebut nampak simbol bunglon merah.
"Siapa kau?" tanya Xiao Tian.
"Aku adalah ego dari Blood Chameleon. Kau juga bisa menganggapku sebagai setengah dari pikiran makhluk yang sedang kau masuki tubuhnya ini," tegas pria itu dengan senyum seorang psikopat.