
Xiao Tian dan Dewa petir pergi ke pasar, untuk mencari sebuah batu, Dewa petir menuntun Xiao Tian hingga sampai di tempat seorang pria tua yang menjual banyak batu giok.
Pria tua itu terkenal sebagai penjual giok palsu, oleh karena itu dagangannya begotu sepi, tapi ada saja orang yang tertipu setiap harinya, kebanyakan adalah pendatang baru, seperti murid dari sekte luar yang sedang mengikuti misi pembasmian iblis.
Dewa petir menunjuk ke arah batu hitam yang berada di paling pojok kanan depan, Xiao Tian pun melirik kearah batu itu, penjual batu giok itu melihat lirikan mata Xiao Tian, wajahnya seketika tersenyum, seolah olah tahu tujuan Xiao Tian.
"Ehm tuan muda, apa kau tertarik untuk membeli giokku?" tanya penjual itu
"Aku hanya ingin melihat-lihat." jawab Xiao Tian
"Oh begitu ya, kalau begitu silahkan melihat-lihat, maaf merusak pandanganmu, aku akan menyingkirkan batu hitam jelek yang merusak pemandangan." ucap penjual Giok itu sambil mengambil batu yang Xiao Tian lirik ketika pertama kali datang
"Hei sepertinya dia tahu tujuanmu, pria ini benar-benar licik, berhati-hatilah." ucap Dewa petir
"Ya sudah, kalau begitu aku pakai trik pura pura tak tertarik." ucap Xiao Tian
"Pak jangan buang batu itu, aku akan membelinya seharga 2 koin perak." ucap Xiao Tian
"Harganya 1 juta koin emas, baru kau boleh membelinya." sambung penjual giok itu
"Kau bilang tak berharga, kenapa semahal itu!" teriak Xiao Tian
"Kalau tak berharga, kau tak perlu membelinya kan?" tanya penjual Giok
"Benar-benar mengesalkan, sabar sabar, aku harus sabar." pikir Xiao Tian sambil mengepal kedua tangannya
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi, toh gak ada yang tertarik dengan batu murahan itu, aku kan sudah bilang hanya ingin melihat lihat." ucap Xiao Tian
Xiao Tian melangkah pergi, dia berjalan perlahan menunggu penjual itu memanggilnya, tapi diluar dugaan, ada orang yang membeli batu itu.
"Pak jangan singkirkan batu itu, biar aku yang membelinya." ucap seorang pemuda
"Harganya satu juta koin emas." jawab penjual Giok
"Ah mahal sekali, aku hanya butuh batu itu untuk mengganjal pantatku, aku sakit perut di pasar ini sulit mencari batu, kalau pantatku tak di ganjal aku takut emasku akan keluar sebelum sampai di toilet umum, aku tak butuh batu mahal berikan saja apapun yang bisa mengganjal pantatku." ucap Pria itu
"Berapa banyak uang yang kau miliki?" tanya penjual Giok
"3 koin perak" jawab pria itu
"Baiklah kau boleh mengambilnya." ucap penjual Giok
"Oke terimakasih tuan." ucap Pria itu
Xiao Tian mendengar semua pembicaraannya, dalam hati dia berpikir.
"Sialan dia menjual begitu murah kepada pria itu, 1 koin emas setara dengan 1000 koin perak, dia meminta 1 juta koin emas padaku, tapi ketika orang lain membelinya dia hanya menjual 3 koin perak."
"Dasar pria tua sialan!" pikir Xiao Tian
"Berhenti menggerutu, kejar pria itu, atau kau tak akan bisa mendapatkan batunya." ucap Dewa Petir
"Kau tak perlu memberitahuku!" ucap Xiao Tian
Xiao Tian mengejar pembeli batu itu, awalnya si pembeli batu berjalan sangan lambat karena takut pantatnya bocor, sambil menahan sakit perutnya, dia berjalan begitu lambat, tapi saat Xiao Tian mengejarnya, dia tiba-tiba saja berlari kencang.
"Hei kau yang disana berhenti berlari!" teriak Xiao Tian
"Ampun pak, aku berjanji membayar hutangku nanti, jangan tagih aku sekarang!" teriak pria itu
"Woi aku bukan penagih hutang, berhentilah!" teriak Xiao Tian
"Kau tak bisa menipuku!" teriak pria itu
Pria itu berlari begitu cepat meninggalkan Xiao Tian.
"Sialan, larinya cepat sekali, sepertinya dia seorang jenderal petarung ." ucap Xiao Tian
"Sebenarnya kultivasinya tak setinggi itu, kultivasi kalian sama kok." ucap Dewa petir
"Lalu kenapa dia berlari begitu cepat?" tanya Xiao Tian
"Itu adalah The power of kepepet, maksudnya kekuatan dari orang yang kepepet."
"Takut ditagih hutang, dan satu lagi takut kebobolan." ucap Dewa Petir
"Kebobolan?" tanya Xiao Tian
"Kau tak perlu mengejarnya karena tujuannya ada tepat didepanmu, aku jamin dia akan kembali lagi." ucap Dewa petir
"Begitu ya." ucap Xiao Tian
"Tapi kau harus bersembunyi agar dia tak melihatmu." ucap Dewa Petir
Xiao Tian pun bersembunyi dibalik tumpukan jerami, menunggu pria itu kembali ke tempat tujuannya. benar saja, tak lama setelah Xiao Tian bersembunyi, pria itu berjalan mendekat, sambil memegang lubang pantatnya yang tertutupi celana, dia berjalan begitu pelan hingga masuk ke toilet.
Saat dia masuk dia pun berteriak, "tidak!"
Karena takut terjadi sesuatu Xiao Tian menendang pintu toilet.
Bruak
Dia melihat pria itu masih memakai celana dan terdapat tempat duduk yang terbuat dari batu bata, disertai saluran air dibawahnya, dengan ember untuk menampung air
"Jadi begini ya bentuk toilet di jaman kuno?" ucap Xiao Tian
"Selama ini kau membuang kotoran dimana?" tanya Dewa petir
"Aku membuangnya saat di hutan dengan menggali pasir, dan menguburnya." ucap Xiao Tian
"Apa tak ada ingatan pemilik tubuh soal cara dia membuang kotoran?" tanya Dewa Petir
"Tak ada ingatan tentang itu." jawab Xiao Tian
"Haih, orang-orang kerajaan memiliki pusaka khusus untuk dijadikan toilet, pusaka itu berfungsi sama seperti cincin ruang, mampu menampung banyak benda, hanya saja karena hanya bisa menampung benda berukuran sebesar kepalan tangan manusia, pusaka itu digunakan sebagai toilet." jelas Dewa Petir
"Oh begitu ya." sambung Xiao Tian
"Woi siapa kau, dari tadi bicara sendiri, maen dobrak pintu toilet, apa maksudmu berkata o begitu ya!" teriak pria itu dengan wajah kesal
Tak lama kemudian tercium bau bau menyengat.
"Bau apa ini?" tanya Xiao Tian
"Sialan gara gara kau aku jadi kebobolan, aku berteriak karena tak ada air disini, tapi kau malah membuatku keluar dicelana, sialan!" teriak pria itu
"Ah sial baunya busuk sekali." ucap Xiao Tian
"Tutup pintunya, jangan sampai ada orang yang melihatku seperti ini!" teriak pria itu
"Baik baik." ucap Xiao Tian
Xiao Tian menutup pintunya dan menahan pintu itu dengan tembok yang dia ciptakan dengan elemen tanah.
"Sialan jadi kau pengguna elemen tanah, padahal aku berharap kau pengguna elemen air." ucap pria itu
"Tenang saja, aku juga bisa menggunakan elemen air, baumu begitu luar biasa ya." ucap Xiao Tian
"Hei kenapa kau tak mengontrol udara di sekitarmu, agar bau busuk itu tak bisa kau cium ha?" ucap Dewa Petir
"Ah benar juga, untung kau mengingatkanku." ucap Xiao Tian
"Lagi lagi bicara sendiri, apa pria ini sudah gila?" pikir pria itu
Brottt Brott
Pria itu masih merasa mulas sehingga tak bisa menahan kentut disertai kotoran miliknya. Xiao Tian berhasil mengontrol udara disekitarnya, akhirnya dia hanya bisa menghirup udara segar, karena merasa lega Xiao Tian berkata.
"Akhirnya aku bisa merasakan udara segar."
"Sepertinya otak pria ini memang tidak waras, aroma kentutku dia bilang udara segar, aku saja tak kuat mencium bau kentutku." pikir pria itu
"Cepat buka celanamu dan duduk di batu itu kalau kau mau buang air besar lagi!" ucap Xiao Tian
"Tapi kau kan ada disini." ucap pria itu
"Apa kau mau semua orang tahu kalau kau buang kotoran di celana?"
"Tenang saja aku pria normal, aku tak akan nafsu karena melihatmu telanjang." ucap Xiao Tian
"Sial aku tak tahan lagi, emasku mau keluar, bodo amat lah!" ucap pria itu
pria itu membuka celananya yang penuh dengan kotoran, dan melanjutkan buang air besar sambil duduk diatas batu bata.
Brott brott brottt
"Ahhah leganya." ucap pria itu
"Sialan mata dan telingaku ternodai hanya demi mendapatkan batu yang dia gunakan sebagai pengganjal pantat." pikir Xiao Tian
Xiao Tian mengendalikan udara disekitarnya hingga membuat celana pria itu melayang, dia menggunakan elemen tanah untuk memisahkan batu yang dia mau, lalu mengendalikan elemen air untuk membersihkan batu dan celana pria itu dari kotoran, air yang telah penuh kotoran dia arahkan ke saluran pembuangan, dan dalam sekejap celana dan batu itu menghilang dari pemandangan.
"Wah ajaib, inikah teknik legenda pengendali emas?" ucap pria itu
"Emas matamu, itu jelas jelas kotoran!" teriak Xiao Tian
"Lagipula aku mengendalikan udara untuk membuat celanamu melayang, dan membersihkannya dengan elemen air, sambil mempertahankan elemen angin agar celanannya tetap melayang." ucap Xiao Tian
"Tidak sopan kalau kau menyebutnya kotoran, aku selalu menyebutnya sebagai emas." ucap pria itu
"Ini pertama kalinya aku melihat orang memiliki 3 elemen." ucap pria itu
"Ini rahasia diantara kita oke." ucap Xiao Tian
"Oke."
"Maaf ya aku sempat mengira kalau kau adalah orang aneh, ternyata kau orang aneh yang hebat." ucap pria itu
"Maksudmu keanehanku begitu hebat ya?" ucap Xiao Tian
"Hahahaha , akhirnya ada yang sadar juga." tawa Dewa petir
"Diam kau!" teriak Xiao Tian
"Tuh kan kau bicara sendiri lagi." ucap pria itu
"Aduh aku keceplosan, karena fokus mengendalikan udara dihidungku, aku lupa memakai telepati." pikir Xiao Tian
"Aku kemari hanya untuk batu ini, kau membelinya jadi aku akan membayarnya." ucap Xiao Tian
"Kau boleh mengambilnya, anggap saja sebagai rasa terima kasih, ngomong-ngomong bisakah kau membantuku membersihkan pantatku?"
"Aku sudah selesai buang air besar." ucap pria itu
"Aih, aku harus membantu menceboki seorang pria, untung saja aku bisa mengendalikan elemen air, aku tak bisa membayangkan, jika aku harus membantunya dengan tangan kosong." pikir Xiao Tian
Xiao Tian membantu pria itu cebok, dan mengambil batu yang dia inginkan.
"Oke kita sudah impas ya." ucap Xiao Tian
"Bisakah kau keringkan celanaku?" tanya pria itu
"Baiklah aku akan membantumu." ucap Xiao Tian
Xiao Tian membantu mengeringkan celana pria itu, setelah selesai mereka keluar dari toilet, tapi saat keluar mereka dikejutkan dengan banyaknya antrian di luar toilet.
"Apa yang kau lakukan di dalam toilet hingga begitu lama?" tanya para penduduk yang telah antri
"Aduh leganya, walau lubang pantatku sedikit perih karena menahannya terlalu lama, akhirnya selesai juga, perasaan lega ini bagaikan merasakan surga dunia." ucap pria itu sambil melangkah ke arah pintu
Pria itu terkejut melihat antrian diluar, para penduduk melihat mereka dengan pandangan jijik.
"Menjijikan, lubang pantat perih, menahannya terlalu lama, bagaikan merasakan surga dunia?"
"Sebenarnya apa yang kalian lakukan di toilet berduaan?"
"Apakah kalian menjadi rusak, karena kelamaan menjomblo?" tanya para penduduk yang mengantri toilet
"Hahaha sialan, sepertinya rumor jelek tentangku akan tersebar lagi." pikir Xiao Tian
"Asem, kenapa aku mengatakan sesuatu yang bisa membuat orang salah paham." pikir pria itu
"Hancur sudah reputasiku." pikir Xiao Tian dan pria itu
"Jangan diam saja sana pergi, kami mengantri untuk buang air besar!" teriak salah satu pria yang mengantri palimg depan
"Ah iya maaf, kami akan pergi." ucap Xiao Tian
Akhirnya Xiao Tian dan pria itu meninggalkan toilet dalam keadaan yang lemas, dan begitu frustasi.
"Hancur sudah reputasiku." ucap Xiao Tian
"Kenapa ini harus terjadi padaku." ucap pria itu