
Xiao Tian yang telah tersadar kembali, langsung menyelamatkan White Dragon serta para keturunan naga suci dengan mengaktifkan ribuan lubang hitam yang terhubung dengan ruang hampa.
Sun Liang beserta keturunan ras iblis naga merah yang sebelumnya menutup mata mereka karena berpikir akan kehilangan nyawa, perlahan membuka mata mereka dengan penuh rasa penasaran.
"Aneh ... , kenapa tubuhku tak terasa terbakar?"
"Apakah karena api hitam itu terlalu panas hingga aku tak sadar kalau aku telah mati?" gumam para ras iblis naga merah sembari perlahan membuka mata mereka.
"Sun Liang kau masih hidup!?" salah satu pria yang merupakan salah satu keturunan Sunlong menunjuk Sun Liang dengan terkejut. "Ba ... bahkan kalian juga!?" pria itu menatap ke arah ras iblis naga merah dengan pandangan bingung.
"Ah ... , benar juga!"
"Kita kan tiada bersama sama, maka kita akan masuk alam kematian bersama sama juga!" pria itu menyimpulkan seenaknya.
Pletakk!!! Sun Liang sang gadis iblis naga merah memukul kepala pemuda naga merah yang seenaknya menyimpulkan sembari berkata, "Kita belum mati bodoh!"
"Lihatlah ke atas sana!"
"Musuh musuh kita masih melayang di atas udara!"
"Kalau kita tak tiada, lalu kemana perginya api api hitam itu!?" tanya Sun Jiao dengan penasaran.
"Entahlah ... ," Sun Liang dan para ras iblis naga yang lain tak dapat menjawab pertanyaan Sun Jiao karena mereka juga menutup mata saat bola api hitam dijatuhkan ke arah mereka.
Sementara itu di sisi lain, White Dragon memanfaatkan momentum yang diciptakan Xiao Tian untuk menyingkirkan racun di tubuhnya.
Rencana memanfaatkan keadaan, berjalan lancar karena semua mata benar benar terfokus kepada Xiao Tian.
"Open Up, Force Blow!" Xiao Tian kembali memunculkan ribuan lubang hitam ke belakang punggung para klom Dragon Blood Chameleon.
Bersamaan dengan munculnya lubang lubang hitam itu, bola bola api hitam yang sebelumnya hilang terlempar keluar dari lubang hitam tersebut dengan kecepatan lemparan dan tingkat kepanasam puluhan kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Duarr!!! seketika ribuan klon versi lima lenyap menjadi abu.
Belum sempat semua orang merespon, Xiao Tian membuka lubang hitam yang sangat besar tepat dibawah kaki para ras iblis naga merah.
"Masuklah!" seketika Xiao Tian menutup kembali lubang hitam yang melahap habis para ras iblis naga dalam jentikan jari.
"Apa dia memasukkan para ras iblis naga itu ke ruang hampa!?" White Dragon menyeringai setelah beban yang harus dia jaga benar benar telah dihilangkan.
"Dragon Mode!"
"Rrrrrr!!!"
Seketika nyali para klon Dragon God Blood Chameleon menciut. Mereka memutuskan menjauh dan mengincar musuh yang mereka anggap lebih lemah. Black Dragon dan Sunlong yang masih dalam keadaan lemah akibat dampak serangan sebelumya pun menjadi sasaran empuk bagi mereka. Sayangnya mereka melupakan satu eksistensi yang sempat menghilang sebelumnya. Dialah Xiao Tian yang kini telah menguasai hampir dari semua relik kaisar iblis yang pernah tersebar di alam fana. Dengan memanfaatkan relik relik itu, dia dapat memusnahkan ribuan klon hanya dalam hitungan detik.
"Body Split!" Xiao Tian membagi tubuhnya menjadi puluhan tubuh. Skill yang dia gunakan saat ini merupakan skill dari salah satu relik Kaisar iblis yang sempat digunakan God Blood Chameleon yang belum membangkitkan inti naga.
"Pembagian fisik dengan suntikan relik Kaisar iblis!?" Beraninya kau menggunakan skill kesayanganku!" Dragon God Blood Chameleon raksasa membentak Xiao Tian dari kejauhan.
"Apa kau sudah melupakan keberadaanku!?" White Dragon mengancam dengan hawa membunuh.
"Kiieekk!" Dragon God Blood Chameleon merintih ketakutan. Bersamaan dengan itu, para klon Dragon God Blood Chameleon versi lima, dibantai habis oleh Xiao Tian beserta tubuh tiruannya hanya dengan sekali pukul. Xiao Tian memanfaatkan relik peningkat kecepatan, serta relik mata Dewa yang dapat memprediksi gerakan musuh beberapa menit ke depan.
"Tak peduli seberapa cepat musuh bergerak, jika lokasi serta gerakan akhirnya dapat kuprediksi, semuanya benar benar menjadi mudah!" Xiao Tian menyeringai senang.
'Memprediksi gerakan kami!?'
'Apakah salah satu relik yang ku punya memiliki kemampuan itu!?' Dragon God Blood Chameleon berpikir keras saat mendengar gumaman Xiao Tian melalui telinga para klonnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan, bunglon jelek!?" White Dragon mencekik leher Dragon Blood Chameleon dengan lengan raksasanya.
"Se ... sejak kapan kau ada di depanku!?"
"Dan sejak kapan kau menjadi sebesar ini!!?" Dragon God Blood Chameleon gemetar ketakutan.
"Kudengar kau merampas inti naga Red Dragon demi melampauiku, tapi sepertinya jarak kekuatan kita masih terlampau jauh!" White Dragon menyeringai tajam.
"Kkkkeukkk," Dragon God Blood Chameleon raksasa tercekik begitu kencang, sementara ribuan klon yang terus bermunculan dari lubang di tubuhnya malah memutuskan untuk melarikan diri meninggalkan induk atau fisik asli mereka.
'Dasar keturunan terkutuk!'
'Beraninya kalian meninggalkanku!' Dragon God Blood Chameleon semakin tercekik. Dia meronta kesakitan sembari mencakar lengan keras White Dragon. Ekornya yang panjang dan berduri pun turut dia gunakan untuk mencambuk fisik White Dragon. Sayangnya semua usaha makhluk malang itu tak membuahkan hasil sedikitpun. Duri keras yang mengandung racun mematikan, tak dapat melukai fisik naga raksasa White Dragon. Jangankan melukainya hingga parah, menggoresnya pun terasa mustahil. Saking kerasnya fisik naga White Dragon, duri duri tajam dan keras di ekor Dragon God Blood Chameleon hancur saat bertabrakan dengan sisik putih milik White Dragon.
Perlahan tapi pasti, Dragon God Blood Chameleon yang sebelumnya meronta, mulai kehilangan kesadarannya dan berakhir tiada. Inti Red Dragon yang sedikit tercampur dengan inti Blood Chameleon pun melesat keluar dari jantungnya. Diikuti relik Kaisar iblis yang sempat tersegel di tubuh Dragon God Blood Chameleon.
Saat White Dragon menghabisi lawannya dengan penuh emosi, inti naga serta relik Kaisar iblis itu dicuri oleh salah satu klon Dragon God Blood Chameleon dan tertelan utuh dalam fisiknya yang mungil. Bersamaan dengan itu, ribuan klon versi lima yang sebelumnya terpencar melesat mendekat ke pemilik inti naga baru dengan mata yang terlihat seperti sedang terhipnotis.
Tak lama setelah itu, fisik kosong Dragon God Blood Chameleon raksasa yang sedang tercekik, membuka matanya secara tiba tiba, lalu bergerak sendiri dan langsung menjulurkan lidahnya yang teramat panjang.
Shuuttt!!! lidahnya melesat dengan kecepatan tinggi, dan langsung melilit fisik raksasa White Dragon.
"Apa yang!?" White Dragon yang sebelumnya merasa sudah di atas angin, terkejut bukan main karena lidah yang melilit tubuhnya tak dapat disingkirkan. Cairan asam tingkat tinggi yang terkandung dalam liur Dragon God Blood Chameleon pun membuat fisik White Dragon berasap. Meski tak terasa menyakitkan, namun hal tersebut susah cukup mengganggu White Dragon. Semua karena asam tingkat tinggi mungkin akan melelehkan sisik naganya, meskipun memerlukan waktu yang cukup banyak dalam prosesnya.