Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 533 : Kembalinya inti naga Sunlong


Xiao Tian telah berhasil mengalahkan Dragon God Blood Chameleon karena merebut paksa relik yang terikat dengan tubuh lawannya itu meski tanpa unsur kesengajaan.


Mayat Dragon God Blood Chameleon yang terkapar perlahan mengeluarkan inti naga yang sempat tertanam di dalam tubuhnya. Sinar merah menyala berbentuk bola dengan corak bintik bintik berwarna hitam yang bertebaran di permukaannya kini melayang di atas mayat tersebut.


"Inikah yang disebut dengan inti naga Red Dragon!?"


"Aura iblis naga terpancar jelas dari bola ini, tapi samar samar aku juga merasakan aura kematian milik Blood Chameleon." Xiao Tian memegang inti naga Red Dragon dengan penuh rasa penasaran. Dan perlahan pergi meninggalkan ruang kekosongan setelah puas memperhatikannya.


"Open up!" Xiao Tian keluar dari dalam lubang hitam, dan kembali ke alam fana. White Dragon dalam versi raksasa, Sunlong serta Black Dragon dalam versi manusia, nampak terkejut akan kedatangan Xiao Tian. Terlebih saat mereka melihat inti Red Dragon di tangannya.


"Kau mengalahkan dia hanya dalam hitungan detik!?' tanya Sunlong dengan heran.


"Maksudmu!?" Xiao Tian asalnya bingung dengan ucapan Sunlong, namun kebingungannya seketika sirna setelah menerima memori dari apa yang dilihat para klonnya. Saat itu, barulah dia menyadari bahwa ruang kekosongan memiliki efek menghentikan waktu. Jika pemilik akses seperti Kaisar Langit, Wu Kong atau Xiao Tian memasuki tempat tersebut, maka waktu diluar dimensi itu akan berhenti. Jika pemilik akses memasukkan makhluk lain yang tak diberi ijin khusus menghabiskan waktu, maka waktu di ruang kekosonganlah yang akan terhenti. Karena ketentuan tersebutlah hubungan antara klon Dragon God Blood Chameleon beserta bangkai raksasanya terputus dengan fisik baru dengan inti naga.


'Jadi saat aku memasukkan fisik baru Dragon God Blood Chameleon ke dalam dimensi itu, dia berhenti bergerak karena waktu disana berhenti!?' pikir Xiao Tian setelah menyadari sesuatu.


'Tepat sekali!'


'Itulah mengapa aku memberikanmu akses masuk ke dimensi merah kekosongan,' sambung Wu Kong melalui telepati.


"Ehm!" Sun Long merasa agak jengkel karena Xiao Tian tak merespon ucapannya. Dia berdehem cukup kencang hingga kembali mendapatkan perhatian Xiao Tian.


"Ah ... maaf, aku terpikirkan hal lain tadi." Xiao Tian sedikit terkejut, dan mulai melirik ke arah Sunlong.


Dan saat mata mereka bertatapan, tanpa ragu Xiao Tian melemparkan inti naga Red Dragon.


"Ambil ini!"


"Kau memberikannya begitu saja!?" tanya Sunlong heran.


"Memangnya kenapa?"


"Apakah kau ingin menolak?"


"Kalau begitu berikan saja padaku!" sambung Xiao Tian sembari menyodorkan tangannya.


"Enak saja!"


"Hal yang sudah diberi tak boleh diminta lagi!" Sunlong memeluk inti naganya dengan cukup erat.


Dan tak lama setelah itu, dia pun menyerap inti tersebut ke dalam tubuh manusianya. Seketika rupanya pun berubah, rambutnya memanjang dan berubah memerah, sedangkan matanya berubah menjadi kuning keemasan dan agak menyala layaknya seekor naga suci pada umumnya. Tubuhnya kembali agak memuda, dan raut wajahnya berubah menjadi sosok yang jauh lebih menarik. Kini dia tak terlihat seperti pria tua yang dia ambil alih tubuhnya lagi.


"Akhirnya kau mendapatkan fisik suci dan inti nagamu, Red Dragon!"


"Kini kau dapat berubah ke wujud naga, seperti saat kita di alam atas," suara White Dragon menggema di mana mana.


"Aroma naga yang kuat, tak ada bau busuk manusia yang tercium dari tubuhku lagi, jadi tubuh ini benar benar berevolusi ke tubuh makhluk suci!?" gumam Sunlong sembari menatap kedua tangannya, dan mendapati tato hitam kemerahan yang terus menjalar turun dari balik lengan pakaiannya. "Apa ini?"


"Kenapa ada aroma bunglon busuk itu dari benda hitam ini!?"


Saat Sunlong sedang bingung akan corak hitam yang menjalar turun hingga punggung tangannya, Black Dragon melesat mendekat ke arah White Dragon dengan semangat berapi api.


"Apakah ucapan anda tadi sunguh sungguh!?"


"Ucapan yang mana?" tanya White Dragon.


"Ituloh, yang katanya jika memiliki fisik suci dan inti naga yang sudah bangkit akan mendapat kemampuan untuk merubah ke fisik naga!" Black Dragon menatap White Dragon dengan penuh harap dan semangat berapi api.


"Ah tentu!" jawab White Dragon dengan sedikit merasa heran.


"Kalau begitu akan kucoba sekarang juga!" Black Dragon merubah fisiknya ke fisik naga raksasa. dan mendapati dirinya tak jauh berbeda dari White Dragon. Meskipun ukuran raksasanya tak sebesar White Dragon, namun ukurannya saat ini sudah jauh lebih besar dari ukurannya di masa lalu.


"Wwuuahhh!"


"Jadi ini rasanya saat menjadi sebesar dan setinggi gunung!" Black Dragon nampak bersemangat.


Sementara itu disisi Xiai Tian, Sunlong masih merasa jengkel dengan aroma Blood Chameleon di tubuhnya. Meskipun samar samar, aroma tersebut mengingatkan dirinya akan Blood Chameleon yang pernah menyerang dan mengganggu ketentraman dirinya dan Black Dragon baik saat di alam atas maupun saat jatuh ke alam fana.


"Nampaknya setengah dari inti Blood Chameleon terserap masuk ke dalam inti naga milikmu. Maaf karena tak sempat memperingatkanmu tadi," Xiao Tian menatap Sunlong dengan perasaan menyesal karena berpikir bahwa Sunlong mungkin tak akan langsung menyerap inti naganya dan menyingkirkan inti Blood Chameleon terlebih dulu. Namun apa yang Xiao Tian pikirkan tidak sepenuhnya benar, semua karena Sunlong tak mungkin membiarkan inti naganya tetap diluar tubuh dalam waktu lama saat sudah menerimanya, tak peduli seburuk apapun kondisinya.


"Inti yang telah menyatu tak dapat terpisahkan, jadi meski kau memperingatkanku akan adanya setengah inti Blood Chameleon yang tercampur dengan inti nagaku, tak akan ada yang berubah!"


"Aku akan tetap menyerapnya ke tubuhku!"


Dalam kondisi rumit yang Sunlong alami itu, White Dragon kembali memotong pembicaraan dengan berkata, "Yang terserap ke intimu kan hanya setengah dari inti Blood Chameleon, kau hanya perlu menekan pengaruhnya dengan inti penuh milikmu untuk menyembunyikan aromanya!"


"Begitu ya ... ?" Sunlong berkonsentrasi penuh sembari menatap tato hitam di kedua lengannya, sembari berpikir untuk menekan setengah dari inti Blood Chameleon. Tak lama setelah itu, tato hitam tersebut perlahan naik dan kembali masuk ke dalam pakaian Sunlong. Aroma ras Blood Chameleon yang sebelumnya samar samar pun perlahan lenyap hingga tak bersisa.


"Uwahh!"


"Berhasil!" Sunlong nampak begitu senang.


'Tolong urus yang lainnya!' ucap Xiao Tian melalui telepati. Dia memerintahkan puluhan klonnya untuk mengurus anggota sekte pembasmi iblis yang masih terpencar. Sementara dirinya bersiap menuju lokasi dimana salah satu reinkarnasi biksu Tong berada. "Aku pergi dulu!" Xiao Tian pamit pergi karena tak mau merepotkan para naga suci yang nampak sedang menikmati momen mereka.


"Tunggu aku, tuanku!" Black Dragon versi raksasa terbang mengikuti Xiao Tian dengan sukarela. Sementara Sunlong merasa terkejut saat melihat wujud Black Dragon dalam bentuk naga hitam raksasa sebesar gunung.


"A ... apa itu Black Dragon!?"


"Dia sudah bisa kembali ke fisik naga!?"


"Apa apaan perubahannya itu!?"


"Apa dia ingin menghancurkan daratan ini!?" Sunlong begitu terkejut hingga matanya terbelalak begitu lebar, mulutnya pun terbuka cukup lebar disaat baru melihat fisik Black Dragon karena saking terkejutnya. "Dasar naga betina ini, bagaimana bisa dia menggunakan fisik raksasa itu sembarangan, apa dia mau mengamuk dengan fisik itu!" gumam Sunlong kesal.


"Kalau begini terus .... ," Sunlong berpikir cukup keras sembari terdiam sementara waktu, lalu memutuskan untuk mengikuti aksi Black Dragon karena memiliki keinginan mengamuk sejak lama.


"Aku kan jadi ingin ikut mengamuk juga!"


Setelah berubah ke fisik naga merah raksasanya, Sunlong pun turut melesat maju dengan semangat berapi api.


"Dasar para naga muda!"


"Hobinya membuat kegaduhan saja!" ucap White Dragon yang telah kembali ke wujud manusianya.


"Memangnya kau tak begitu!?" tanya Dewa petir yang mendadak muncul di belakang punggung White Dragon. "Kau kan pernah hampir memusnahkan seluruh benua alam fana hanya karena terganggu tidurnya!"


"Itu .... ," White Dragon tak bisa membantah. Karena tak ingin membahas hal tersebut lagi, White Dragon langsung merubah topik pembicaraan dengan berkata, "Kemana saja kau selama ini!?"


"Kemana lagi kalau bukan melindungi calon istriku!" Dewa petir memasang tampang bangga.


"Jadi kau masih mengincar adik kecil Xiao Tian?"


"Apa kau tak malu akan usiamu?" tanya White Dragon kesal.


"Lihatlah fisikku saat ini!"


"Bukankah aku yang sekarang sudah pantas bersanding dengannya?"


"Kukuku!" Dewa petir terkekeh sembari menyombongkan fisik anak kecilnya.


"Ha!?" White Dragon kehabisan kata kata. Sementara Dewa Petir berhenti terkekeh setelah menyadari sesuatu. "Apakah kau sudah mengingatku!?"


"Kau bahkan mengingat momen dimana kau mengamuk dimasa lalu, semua itu terlihat jelas dari caramu merespon ucapanku." Dewa Petir nampak penasaran.


"Kau benar!"


"Ingatanku tentang para Dewa dan teknik teleportasi memang sudah kembali!"


"Semuanya kembali begitu saja tepat setelah aku berubah ke fisik naga raksasa."


"Nampaknya yang menghilangkan ingatan semua orang berasal dari alam yang sama denganku. Meskipun mungkin juga dia berasal dari alam yang lebih tinggi." jawab White Dragon dengan serius.


"Setidaknya aku jadi punya teman bicara selain Xiao Tian terkait obrolan para Dewa dan masa lalu yang dilupakan semua orang." Dewa Petir nampak lega.


"Kau juga bisa menanyakan hal itu pada Dewa kera, meski samar, aku bisa merasakan kehadirannya di sekitar Xiao Tian. Black Dragon dan Red Dragon juga sudah bisa kau tanyai soal masa lalu, karena mereka juga sudah memiliki fisik naga alam atas sepertiku." White Dragon menatap Dewa petir dengan penuh keyakinan.


Setelah mendengar ucapan White Dragon, Dewa petir segera larut dalam pikirannya. Dan White Dragon pun berhasil merubah topik pembicaraan.


'Jadi Dewa Kera dapat ke alam fana dan berhubungan dengan Xiao Tian meski hubungan antar alam langit dan alam fana diputus paksa oleh hukum alam langit!'


"Terimakasih atas informasimu, Dewa naga!" Dewa Petir melesat pergi menyusul Xiao Tian.


"Beraninya kau memanggilku dengan sebutan yang mirip dengan para penjaga lautan!" White Dragon nampak kesal.