Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 250 : Disambut musuh


Setelah memasuki dimensi es, Xiao Tian dan rombongannya dihadang oleh Raja iblis Lie Bao beserta pasukannya.


Raja iblis Lie Bao adalah raja iblis dengan wajah manusia yang tergolong tampan. Rambutnya berwarna putih menyala, dengan mata kuning yang terlihat cukup mempesona.


Tak hanya warna mata saja yang berwarna kuning, jirah serta celananya pun berwarna kuning cerah hingga cukup menyilaukan mata. Di tangan kanan dan kirinya terdapat cakar besi berwarna putih yang menempel dengan punggung tangannya. Senjata itu memiliki ketajaman luar biasa hingga sanggup menebas kapas yang terbang menjadi dua beberapa bagian.


Pasukannya berwujud manusia setengah cheetah, memiliki perawakan layaknya manusia, berdiri bagai manusia normal. Tapi meraung bagai hewan liar. Mata merah beserta hawa iblis yang keluar dari tubuh mereka menjadi cara untuk membedakan bangsa iblis dengan bangsa siluman.


Hal ini berlaku kebalikannya, dengan kata lain siluman tak memiliki hawa iblis, iblis pun tak bisa mengeluarkan hawa siluman. Tapi ada kasus tertentu yang membuat bangsa siluman bisa membangkitkan hawa iblis, tentu saja dengan menjalin kontrak atau bekerja sama dengan bangsa iblis itu sendiri.


Tanpa ada campur tangan dari bangsa iblis, para siluman tak akan bisa menggunakan hawa iblis. Begitu pula sebaliknya.


"Akhirnya kalian sampai juga, manusia!" ucap raja iblis Liebao sambol menajamkan kedua cakar besinya.


"Biar aku yang menghadapinya, pangeran," ucap Taiwu sambil memberi hormat.


"Baiklah, ingat pesanku ini baik baik. Kembalilah hidup hidup, Taiwu," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak Taiwu.


"Baik pangeran," ucap Taiwu sambil memberi hormat.


Setelah meminta ijin untuk menghadapi raja iblis yang muncul di hadapannya, Taiwu langsung mengeluarkan segenap tenaganya untuk menakut nakuti lawannya itu.


"Cih hanya seorang petarung alam ilusi berani datang melawanku seorang diri, semuanya serang!" ucap raja iblis Liebao sambol mengangkat tangannya tinggi tinggi.


"Serang!" ucap para siluman harimau sambil berlari menyerang para iblis Cheetah yang bergerak cukup cepat.


Karena jumlah prajurit musuh tergolong cukup hanyak, Xiao Tian dan yang lainnya akhirnya disibukkan oleh serangan para iblis cheetah yang tak kalah cepat seperti golingan demon kong tipe listrik.


Namun karena kultivasi Xiao Tian dan teman temannya telah jauh diatas kultivasi demon kong terdahulu, alhasil para pasukan iblis cheetah itu dibantai habis dalam hitungan detik tanpa menjatuhkan satu korban di pihak manusia sedikitpun.


Lie Bao bergoyang ke kanan dan ke kiri sambil mengayunkan kedua tangan bercakar besinya itu. Tepat setelah bergoyang cukup lama, dia tiba tiba saja bergerak begitu cepat hingga menghilang dari pandangan semua orang.


Dia mencabik cabik daratan sekitar untuk menakut nakuti semua orang, namun semua cara kunonya itu tak bekerja pada Taiwu. Saat dia ingin mencoba mencakar Taiwu dari belakang. Taiwu menghilang dari pandangannya lalu muncul tepat dibelakangnya dengan tangan yang terkepal begitu erat yang langsung dia pakai untuk memukul mundur raja iblis Liebao.


"Wah wah wah, sepertinya ada yang telah dipojokkan oleh seorang manusia."


"Menyedihkan sekali bukan?" ucap Yinying yang muncul dari balik sekumpulan awan di atas langit.


Yin Ying merupakan iblis wanita yang telah mencapai tingkatan yang setara dengan para raja iblis.


Dia memiliki wajah yang begitu cantik, memiliki rambut dan mata berwarna merah yang sanggup menipu mata semua pria.


Dia datang sambil terbang menggunakan sayap elang yang menempel di punggung tangannya.


"Diam Kau Yin Ying!"


"Aku tak perlu bantuanmu, jangan ikut campur dengan pertarunganku ini!" ucap raja iblis Liebao sambil menatap Yin Ying dengan kesal.


"Iya iya, kau nikmati saja pertarunganmu dengan jenderal muda Taiwu. Aku akan membawa terbang pria tampan bermata satu itu untuk menakuti semua orang," ucap Yin Ying melalui telepati.


Yin Ying merubah kedua kakinya hingga berbentuk cakar elang. Cakar tersebut ingin dia gunakan sebagai tangan pengganti yang akan memudahkannya menculik Su Yan dengan secepat tenaga


Setelah berhasil membawa terbang Su Yan ke atas menara, Su Yan mengeluarkan jurus yang dia pelajari dari Dewa Petir dengan penuh percaya diri saat tubuhnya masih bergelantungan di atas langit sambil digenggam erat oleh kaki elang mik Yin Ying.


Setelah menyelesaikan ritual tekniknya, Su Yan langsung melontarkan upil tingkat Dewanya untuk meledakkan ratu iblis Yin Ying yang membawanya terbang begitu jauh di atas langit.


Terkejut akan serangan dadakan yang dilancarkan Su Yan, Ratu iblis Yin Ying langsung membuka cakarnya lebar lebar sehingga membuat Su Yan terjatuh ke daratan es. Alasan dia menjatuhkan Su Yan bukan karena teknik upil peledak milik Su Yan.


Akan tetapi karena dia merasakan kehadiran sisi lain Su Yan yang berusaha menslan habis kekuatan iblisnya. Sadar bahwa kekuatannya diserap secara terus menerus sejak kakinya menyentuh Su Yan, Yin Ying langsung mepepas tubuh Su Yan saat itu juga.


wushhhh krakkkkk


Dataran dataran es di tempat Su Yan terjatuh mengalami keretakan berkat tubuh keras yang telah lama dia latih selama ini. Sadar bahwa Su Yan bukanlah orang sembarangan, Yin Ying memilih mundur dengan kecepatan tinggi.


"Dasar wanita payah, katanya mau membantu tapi malah kabur pertama kali."


"Tak ada pilihan lain, sembari menunggu yang lain datang kemari. Akan kuhambat semua orang dengan menunjukkan wujudku yang sempurna!" ucap Lie Bao sambil menggigit ibu jarinya.


"Huaaaaa!"


Setelah menghisap setetes darahnya sendiri, fisik Lie Bao perlahan berubah menyerupai seekor manusia cheetah. Seluruh tubuh mulusnya perlahan mulai ditumbuhi oleh bulu bulu kuning yang terus menyebar hingga menutupi kulitnya. Mata kuningnya semakin bersinar terang hingga menyilaukan mata semua orang.


Ketika bulu bulu kuning telah melapisi seluruh tubuhnya, raja iblis Lie Bao membungkukkan tubuhnya lalu mulai merangkak layaknya seekor cheetah.


Ekor kuning dengan titik titik hitam yang menghiasai semua bulu bulunya mulai muncul dari belakang tubuh raksasanya itu.


Sebuah tekanan angin yang cukup tinggi menghalau semua orang hingga membuat mereka tak sanggup mendekat sebelum perubahannya benar benar menjadi sempurna.


Terhitung lima belas menit sejak raja iblis Lie Bao menghisap darahnya sendiri, kini dia telah menjadi seekor iblis Cheetah raksasa yang merangkak bagaikan hewan liar.


"Rrrrrr,"


"Kita lihat siapa yang akan terpojok saat ini ... ," ucap Lie Bao sambil mengeluarkan hawa membunuh.


"Pergilah lebih dulu, antarkan ketiga Dewa menemui musuh utama kita," ucap Taiwu melalui telepati.


"Baiklah, ayo ikuti aku dan tinggalkan Taiwu seorang diri disini. Dengan kemampuan Taiwu yang sekarang, dia bisa mengatasi raja iblis keroco seperti Lie Bao seorang diri," ucap Xiao Tian sambil memimpin pasukannya meninggalkan Taiwu.


Setelah melihat Xiao Tian beserta yang lainnya berencana melanjutkan perjalanan meninggalkan Taiwu seorang diri.


Raja iblis Lie Bao langsung mengibaskan ekornya yang berlapis sayatan angin untuk menghentikan langkah mereka.


"Apa yang ... ," belum sempat Lie Bao menghilangkan rasa penasaran dengan siapa yang mengaktifkan teknik pelindung tingkat tinggi hingga sanggup menahan serangannya. Taiwu memukul mundur raja iblis Lie Bao secara bertubi tubi dengan gerakan yang tak dapat diikuti oleh mata raja iblis Lie Bao yang telah mencapai pendekar tingkat alam spirit lapisan ke tiga.


Bakk bukm bakk bukk


"Sial, bagaimana bisa aku dikalahkan oleh manusia yang masih bau kencur!"


"Berhentilah bersembunyi dan lawan aku secara jantan, manusia!" bentak Lie Bao sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


"Mencari aku?" ucap Taiwu yang muncul di atas kepala Lie Bao.


"Beraninya kau mempermainkanku!" ucap raja iblis Lie Bao sambil mengeluarkan tekanan roh.


Sadar bahwa raja iblis Lie Bao ingin menyerangnya dengan menggunakan tekanan roh, Taiwu menggunakan cara yang sama sekaligus memamerkan kekuatannya di depan semua orang hingga membuat Lie Bao tak sadarkan diri karena tak tahan terhadap tekanan roh tingkat tinggi yang Taiwu keluarkan.


Setelah melihat raja iblis Lie Bao tak sadarkan diri, para prajurit serta para siluman langsung berlari mendekati tubuh raja iblis Lie Bao sambil mencoba menusuk nusuk tubuhnya tanpa memberikan ampunan sama sekali.


Akan tetapi semua diluar dugaan semua orang. Meski di sayat serta di tusuk beberapa kali, bulu raja iblis Lie Bao sangatlah tebal dan kuat sehingga tak ada yang sanggup melukainya.


Ketika semua orang kebingungan menghadapi bulu tebal yang lebih tajam dari sebuah jirah besi, seorang prajurit yang berpakaian begitu tertutup berteriak dengan cukup keras hingga menarik perhatian semua orang.


"Menyingkirlah kalian semua!"


"Cara kasar tak akan bisa mengakhiri raja iblis Lie Bao yang terkenal akan tubuh besinya."


"Mundurlah, biar aju yang menangani kucing kecil ini," ucap prajurit itu sambil berjalan mendekati tubuh raja iblis Lie Bao.


Setelah tangannya berhasil menyentuh kepala raja iblis Lie Bao yang masih belum tersadar. Saat itu juga raja iblis Lie Bao kembaliembuka matanya.


Para prajurit terkejut dan langsung berlari menjauh ketika melihat raja iblis Lie Bao kembali membuka matanya, nakan tetapi semua


"Mu ... mundur!"


"Iblisnya sudah membuka mata," teriak para siluman dan prajurit.


Setelah melihat para prajurit mundur cukup jauh. Orang misterius itu berkata, "Tenanglah, iblis ini sekarang sudah kujinakkan dan akan terus berada di pihak kita," ucap orang itu sambil mengelus elus kepala raja iblis Lie Bao yang terlihat begitu jinak bagaikan seekor kucing piaraan.


"Relik legendaris memang hebat, asalkan targetku sedang terguncang atau sedang tak sadarkan diri, aku bisa mengendalikan pikiran targetku meski kultivasinya terlampau jauh diatasku," pikir Huang Li yang sedang menyamar.


"Siapa kau?"


"Kenapa kau menutupi wajahmu dengan kemampuan sehebat ini!"


"Buka penutup kepala serta selendang yang menutipi wajahmu itu tuan. Jika kau menolak, kau akan dicurigai sebagai musuh yang menyelinap dianrara kami," ucap Taiwu sambil menghunuskan pedangnya.


"Tu ...tunggu, ini aku Huang Li!"


"Jangan tusuk aku dengan pedang tajammu itu oke!" ucap Huang Li sambil melepas selendang serta penutup kepalanya.


"Pu ... putriku?"


"Apa yang kau lakukan ditempat ini?"


"Bagaimana caramu bisa kemari dan teknik macam apa yang baru saja kau targetkan kepada raja iblis Lie Bao hingga membuatny jink bagai seekor hewan peliharaan?" tanya jemderal Huang Cheng sambil mengerutkan dahinya.


"Aku kabur dari rumah dengan menggunakan teknik yang baru kutunjukkan tadi, teknik ini bukanlah teknik yang kuat. Bukan pula teknik yang lemah, semua tergantung dari cara kita menggunakan teknik ini dan sejauh mana kita memahami inti atau tujuan dari diciptakannya teknik ini," jelas Huang Li sambil menatap jenderal Huang Cheng dengan tatapan serius.


"Aku mendapatkan teknik ini setelah menelan pil legendaris yang telah menjadi warisan turun temurun keluarga Huang. Pil tersebut ternyata bukan pil sembarangan. Melainkan sebuah relik pengendali pikiran yang dicari cari oleh sekte iblis selama ini," jelas Huang Li sambil tersenyum tipis.


"Putriku juga terikat dengan sebuah relik?"


"Ya tuhan, kenapa aku baru memberi tahuku sekarang!"


"Setelah perang ini selesai kau dilarang pergi keluar hingga keadaan diluar sudah cukup aman untukmu pergi, mengerti?" tanya jenderal Huang Cheng sambil menatap Huang Li dengan pandangan serius.


"Iya iya, aku akan mendengar ayah setelah peperangan berakhir. Tapi untuk sekarang biarkan aku ikut perang. Karena dengan adanya diriku di sekitar kalian, raja iblis Lie Bao tak akan menyusahkan kalian lagi. Bahkan kalian bisa menjadikannya tunggangan untuk mengacak ngacak benteng musuh, bagaimana rencanaku?" tanya Huang Li sambil menayap jenderal Huang Cheng.


"Semua keputusan ada di tangan putra mahkota, jika dia mengijinkanmu ikut maka kau boleh ikut. Tapi jika dia bilang tidak maka kau harus pulang sekarang juga, mengerti?" tamya jenderal Huang Cheng sambil menepuk punggung Huang Li.


Sambil menoleh ke arah Xiao Tian, Huang Li memasang wajah memelas sambil berkata,


"Boleh ya ... ?"


"Baiklah kau boleh ikut, tapi ingatlah batasau saat sedang berperang. Mundurlah ketika kau rasa energimu telah habis, paham?" tanya Xiao Tian sambil menatap Huang Li.


"Sangat paham, pangeran. Eh putra mahkota," ucap Huang Li dengan senyum di wajahnya.


"Baiklah Lie Lie, membungkuklah dan biarkan semuanya naik ke atas punggungmu!" ucap Huang Li sambil menatap raja iblis Lie Bao yang telah berada di dalam kendalinya.


#Istana


Naga hitam dan naga biru bertugas membantu raja Xiao Zhaoye mengawasi Xiao Hong agar tak kabur dari istana.


Xiao Hong menjadi kesal akan hal itu, karena kedua naga memiliki tingkat sensitifitas yang cukup tinggi. Ketika mereka mengawasi seseorang, mereka tak akan mungkin kehilangan jejak orang tersebut dengan bantuan penglihatan, pendengaran serta penciuman mereka yang saling melengkapi.


"Ah menyebalkan sekali, kenapa aku harus diam di istana ketika perang sedang berlangsung!" ucap Xiao Hong dengan kesal.


"Bersabarlah istriku, kau harus mengingat bahwa ada kehidupan yang mesti kau jaga saat ini," ucap Xiao Zhaoye sambil mencoba menghibur istrinya.