
Setelah berdebat cukup lama, Dewa petir akhirnya setuju dengan keputusan Kaisar Langit. Dan proses pewarisan teknik teleportasi dua alam pun dimulai.
Sama halnya pewarisan teknik yang pernah dilakukan oleh Dewa petir di waktu lampau. Kaisar Langit mewariskan tekniknya dengan menyentuh dahi Xiao Tian. Dan menyalurkan pengetahuannya melewati energi qi yang menembus melewati dahi Xiao Tian.
Biasanya pewarisan teknik akan membuat kepalanya terasa sakit, namun berkat kultivasinya yang saat ini dia tak menerima rasa sakit sedikitpun. Dan proses pewarisan teknik teleportasi dua alam pun berjalan dengan lancar tanpa kendala.
"Sekarang kau telah mewarisi salah satu teknik rahasia dari alam Langit, pergilah ke alam manusia untuk membereskan masalahmu," tegas Kaisar Langit dengan serius.
"Terima kasih atas pengertianmu, yang mulia," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat.
"Ehm," angguk Kaisar Langit.
"Terimakasih atas bimbingannya selama ini, guru," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat kepada Dewa petir.
"Cih," jawab Dewa petir dengan tampang cemberut.
"Ah, sepertinya dia masih kesal terhadapku," pikir Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
Setelah menyapa Dewa petir, Xiao Tian langsung tersenyum dan berkata,
"Kalau begitu, hamba pamit undur diri,"
"Teknik teleportasi dua alam aktifkan!" pikir Xiao Tian sambil membayangkan pemandangan sekte badai berduri.
Tak lama setelah Xiao Tian mengaktifkan tekniknya, dia pun lenyap dari pandangan semua orang.
Dab tepat setelah itu, Dewa petir pergi mengikutinya tanpa ijin sang Kaosar Langit.
Ketika sadar bahwa Dewa petir juga menghilang, Kaisar langit pun menerikkan nama Dewa petir dengan cukup kencang. Tampangterlihat begitu kesal, karena merasa telah dipermainkan.
"Dewa petir .... !!!!" teriak sang Kaisar dengan penuh kekesalan.
#Sekte badai berduri
Xiao Tian muncul di depan gerbang sekte badai berduri, diikuti oleh Dewa petir yang muncul tepat disamping kanannya.
Awalnya Xiao Tian tak menyadari hal tersebut, hingga Dewa petir mengeluarkan suara yang berbunyi,
"Uahhh!" dia meregangkan tangannya seakan baru meraih sebuah kebebasan.
"Siapa juga yang mau menjadi kuli bangunan istana langit. Dari pada membuat hal yang merepotkan lebih baik aku mengikuti Xiao Tian. Toh aku belum percaya kalau dia sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri," pikir Dewa petir dengan senyum jahatnya.
Saat Dewa petir masih larut dalam pikirannya, Xiao Tian menatapnya dan berkata, "Kenapa kau ada disini?"
"Dunia sudah kacau gara gara pusaka dari alam langit dicuri, sekarang larangan untuk para Dewa ikit campur dalam dunia manusia sudah tak berlaku lagi. Dan larangan itu akan kembali diterapkan saat semua pusaka telah direbut kembali."
"Alasan mengapa aku tetap mengimutimu adalah karena aku harus melindungimu sampai kau benar benar berada di tingkatan dimana sudah tidak memerlukan bantuanku lagi," jawab Dewa petir.
"Sepertinya dia benar benar tak percaya kalau aku sudah sekuat Kaisar Langit. Tapi aku tak akan menunjukkan kekuatanku, Lagipula kapan lagi aku bisa memiliki seorang pendekar alam Dewa lapisan puncak di sisiku kan?" pikir Xiao Tian sambil tersenyum.
Disaat Xiao Tian masih larut dalam pikirannya, terdengar suara Xiao Hong dari dalam gerbang sekte.
Dia berjalan secara perlahan dan berkata, "Putraku?"
"Kaukah itu?"
"Kemana saja kau?"
"Kenapa bisa menghilang tanpa kabar?" tanya Xiao Hong. Wajahnya terlihat khawatir, dan perutnya sudah membuncit seakan sudah hamil selama sembilan bulan.
Saat ibunya berjalan semakin dekat, Xiao Tian langsung memasang tampang heran dan berkata, "Apakah Tainam Chun tak menjelaskannya padamu?"
"Lupakan tentang bocah tak bermoral itu, dia dan ayahnya sama sama pembual!"
"Keterlaluan sekali, bagaimana bisa mereka mengatakan kalau pitraku telah mati," sambung Xiao Hong dengan kesal.
"Ah, sepertinya ada kesalah pahaman diantara mereka," pikir Dewa petir dan Xiao Tian sambil menatap mata Xiao Hong.
"Oh iya ngomong ngomong, kenapa perut ibu begitu besar?" tanya Xiao Tian dengan heran.
"Ibu juga tak tahu, ini terjadi begitu saja saat kau menghilang selama lima hari,"
"Mu gkin karena ibu terlalu banyak makan," sambung Xiao Hong dengan sambil mengelus perutnya.
Mendengar jawaban Xiao Hong yang tak masuk akal, membuat Xiao Tian dan Dewa petir menepuk dahi mereka. Sambil menggelengkan kepala, mereka pun berkata, "Bagaimana mungkin bisa begitu!"
"Umur kandungannya seharusnya baru baru mencapai lima bulan, semua itu sudah ditambahkan dengan waktu yang ibuku habiskan di dalam ruang hampa. Bagaimana bisa perutnya bisa sebesar itu, dan itu terjadi hanya dalam lima hari?" pikir Xiao Tian dengan heran.
"Tak perlu panik, sepertinya aku sudah tahu alasannya saat ini," ucap Dewa petir sambil mengaktifkan teknik mata tembus pandang. Hidungnya pun mimisan saat sedang menatap Xiao Hong.
"Berhenti mengintip ibuku, Dewa sialan!" bentak Xiao Tian melalui telepati sambil menutup mata Dewa petir.
"Percuma saja menutup mataku, karena aku dapat melihat menembus tanganmu," sambung Dewa petir melalui telepati dengan teknik mata tembus pandang yang aktif.
Pletakkk!!! Xiao Tian memukul kepala Dewa petir dengan tampang kesal.
"Bisakah kau berhenti bersikap konyol!" bentak Xiao Tian dengan kesal.
"Hei, aku tak ada niatan untuk mengintip ibumu. Semua itu diperlukan untuk mengetahui kondisinya. Lagipula kalau aku ingin, aku kan bisa melakukannya saat tidak ada disampingmu," sambung Dewa petir melalui telepati dengan tampang kesal.
"Apa katamu?" tanya Xiao Tian dengan kesal.
Karena tak mendengar ucapan Dewa petir yang dikatakan melalui telepati, Xiao Tian terlihat seakan berperilaku tak sopan terhadap Dewa petir. Dimana Dia terus memakinya tanpa alasan jelas tepat setelah Dewa petir berkata kalau dia mengetahui apa masalahnya.
Karena kecewa dengan sikap putranya, Xiao Hong langsung memukul kepala Xiao Tian dan berkata, "Berhentilah bersikap tidak sopan terhadap Dewa petir!"
"Apakah ibu tak mengajarimu tata krama?"
Xiao Tian pun terdiam disaat ibunya terus mengomel, dan Dewa petir pun menutup teknik tembus pandangnya setelah merasa cukup puas.
Disaat Xiao Hong sudah puas mengomeli putranya, dia langsung menatap Dewa petir dan berkata, "Maaf atas ketidak sopanan putraku, bisakah senior katakan tentang masalah yang baru saja senior temukan?" tanya Xiao Hong.
"Alasan dari keanehan dalam perkembangan kandunganmu adalah karena kau sedang mengandung istriku!" jawab Dewa petir dengan serius.
"Maaf?"
"Bisakah senior katakan sekali lagi?" tanya Xiao Hong dengan tampang heran.
"Alasannya adalah karena kau sedang mengandung istriku," jawab Dewa petir dengan tampang serius.
Seketika Xiao Hong terdiam sejenak. Dan tak lama setelah itu, ekspresinya berubah dari hormat menjadi begitu kesal. Dengan bola api biru yang muncul di atas telapak tangannya dia pun berkata, "Mati saja kau Dewa sialan!"
Bola api itu melesat mengarah ke arah Dewa petir, dan anehnya dia tak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Tekanan gravitasi menahan tubuhnya dan mencegahnya untuk bergerak. Meski begitu Dewa petir masih bersikap tenang karena api biru seharusnya tak dapat melukainya, namun diluar dugaan sebuah lingkaran sihir yang dapat memperkuat serangan seketika muncul tepat dihadapannya. Alhasil dampak serangan dari bola api biru itupun diperkuat sehingga sanggup membuat gosong dirinya.
Duarrr!!!!!!
"Rasakan itu Dewa sialan," pikir Xiao Tian yang masih belum rela bahwa calon adiknya akan dinikahi gurunya.
Simbol roh naga dan simbol roh kera suci diaktifkan di sekitar dahinya. Dan lingkaran sihir bersimbol kera suci muncul di atas kepala Dewa petir.
"Anakku bahkan belum lahir, bagaimana bisa dia mengklaimnya sebagai istrinya," pikir Xiao Hong dengan kesal.