
Xiao Tian pergi meninggalkan istana es bersama dua puluh siluman harimau perak. Mereka menaiki naga hitam raksasa agar sampai ke tempat tujuan dengan cepat.
Di pertengahan perjalanan, Xiao Tian baru mengingat soal kunci dimensi es. Dia lupa membawa kunci tersebut sebelum memasuki portal menuju dimensi es. Dia menatap ke arah salah satu siluman harimau perak yang sedang duduk tepat di samping kanannya.
Xiao Tian mengingat dengan jelas nama-nama para siluman harimau perak yang tersisa. Semua itu berkat sebagian ingatan Tailing Zen yang diberikan Dewa Petir kepadanya. Meski Semua siluman harimau perak terlihat berwajah sama, mereka memiliki nama yang berbeda. Satu-satunya cara membedakan mereka yaitu dari hawa siluman mereka. Karena Xiao Tian tidak bisa merasakan hawa siluman, dia tak bisa mengenali siapa yang duduk di sebelah kanannya itu.
" Hei kau Tailong Chun, apa kau tahu dimana raja iblis Lanbing menyembunyikan kunci dimensi es yang satunya?" tanya Xiao Tian.
"Maaf Tuan, namaku Tailing Sun." jawab siluman harimau yang ada di samping kanan Xiao Tian.
Xiao Tian tak dapat membedakan Tailing Sun karena para siluman harimau perak memakai pakaian yang sama. Dari bagian badan yang terlindungi jirah berwarna perak, hingga celana panjang yang berwarna perak. Berbeda dengan siluman harimau yang merupakan bawahan Tailung, mereka memakai pakaian yang berwarna berbeda.
"Ya iya, maaf sudah salah menyebut namamu. Katakan padaku apa kau tahu dimana kunci yang satunya disembunyikan?" tanya Xiao Tian dengan terburu-buru.
"Kunci dimensi es ya?"
"Kebetulan aku membawa kunci itu, aku menemukannya tepat dibawah mayat raja iblis Lanbing yang telah berubah menjadi debu." jawab Tailing Sun.
"Tapi aku tak melihat kunci saat membakar habis tubuh raja iblis Lanbing." Ucap Xiao Tian dengan terheran.
"Apa kau yakin kalau kunci itu kau temukan di bawah abu raja iblis Lanbing?" Xiao Tian mencoba memastikan bahwa orang yang di depannya tidaklah berbohong.
"Kudengar kau sudah membaca semua ingatan tuan Tailing Zen, kenapa kau tidak tahu soal ini?" tanya Tailing Sun.
"Ingatan?" Xiao Tian mencoba mengingat maksud ucapan Tailing Sun.
Setelah memusatkan pikirannya, Xiao Tian akhirnya mengetahui apa yang dimaksud oleh Tailing Sun.
Kunci dimensi es terikat dengan roh keturunan murni istana es. Maksud dari keirunan murni adalah keturunan asli dari kalangan bangsawan. Karena kunci tersebut merupakan kunci peninggalan leluhur siluman harimau putih maka kunci tersebut terikat dengan keturunan para bangsawan siluman harimau putih. Tailung dan Tailing Zen merupakan keturunan terakhir bangsawan siluman harimau putih.
Karena mereka telah tiada, maka kunci-kunci tersebut akan menyatu dengan tubuh seseorang yang terakhir memakai kunci tersebut. Dan akan terikat dengan orang yang memakai kunci itu. Namun karena raja iblis Lanbing juga telah tiada dan merupakan orang terakhir yang menggunakan kunci tersebut, maka kunci tersebut muncul di dekat butiran debu dari tubuh raja iblis Lanbing setelah beberapa waktu terlewati.
Kunci itu muncul sekitar lima menit setelah pemilik kunci tiada. Karena Xiao Tian pergi memasuki istana sebelum lima menit terlewati, dia tak melihat kunci dimensi es muncul disekitar tubuh raja iblis yang telah terbakar hingga menjadi abu.
Karena Tailung juga telah tiada, dan Xiao Tian merupakan pengguna kunci yang terakhir. maka salah satu kunci juga telah terikat dengan tubuhnya. Xiao Tian hanya perlu membayangkan kunci tersebut ada di tangannya, maka kunci itu akan muncul dengan sendirinya.
Setelah mengingat semua itu, Xiao Tian mencoba memunculkan kunci dimensi es di tangan kanannya. Tak perlu menunggu lama, kunci dimensi es pun muncul di telapak tangan kanannya.
Meski sudah memegang kunci dimensi es, Xiao Tian masih memiliki banyak pertanyaan yang dia rasa cukup menjanggal. Walau dia bisa saja mencari jawabannya sendiri melalui ingatan Tailing Zen, dia tak ingin memeras otaknya begitu keras karena kepalanya akan merasa sangat sakit saat mencoba menggali ingatan Tailing Zen terlalu dalam.
"Tunggu dulu, bisakah kau jelaskan mengapa Tailing Zen menyimpan kunci milik Tailung di gua rahasia waktu itu?"
"Dan kenapa Tailung tidak membayangkan saja kunci tersebut, bukankah dia juga terikat dengan kunci itu?" tanya Xiao Tian.
"Lalu kenapa raja iblis Lanbing bisa memasuki istana es, sedangkan dia awalnya belum memiliki kunci dimensi es."
"Bagaimana ceritanya para iblis bisa menyerbu istana es?"
"Bukankah istana kalian berada di dimensi lain?"
"Sama halnya dengan Dewa Obat dan wabah penyakit yang bisa sampai ke istana es. Bukankah semua itu berasal dari luar dimensi es?"
"Bagaimana caranya mereka memasuki dimensi es tanpa memakai kunci dimensi es?" tanya Xiao Tian.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin Xiao Tian ucapkan, tapi dia hanya mengatakan pertanyaan yang sangat membuatnya penasaran.
Setelah mendengar rentetan pertanyaan yang dilontarkan Xiao Tian, Tailing Sun menjawab semua pertanyaan itu dengan begitu jelas.
Dia menjelaskan kepada Xiao Tian bahwa kunci dimensi es bukan merupakan satu-satunya cara untuk memasuki dimensi es. Itu hanyalah salah satu dari lima jenis kunci yang menghubungkan alam nyata dengan dimensi es.
Tailing Sun juga menjelaskan bahwa selain istana es dan bangsa siluman harimau putih, masih ada lima bangsa siluman yang lain.
Diantaranya adalah siluman rubah putih, siluman rubah merah, siluman rusa, siluman kelinci, dan siluman angsa.
Mereka memiliki istana masing masing yang jaraknya cukup jauh dari istana es. Sama halnya Tailung dan Tailing Zen, para keturunan bangsawan dari lima siluman tersebut memiliki bentuk dan wajah seperti manusia. Sedangkan para keturunan campuran atau bukan keturunan murni berwujud hewan, namun memiliki bentuk tubuh seperti manusia. Sama seperti para siluman harimau putih, bangsa siluman yang lain juga bisa berdiri dan berbicara layaknya manusia.
######
Setelah mencapai tempat dimana portal sebelumnya tercipta, Xiao Tian mengangkat tangannya sambil menunjukkan kunci dimensi es.
Berbeda dengan cara memasuki dimensi es. Xiao Tian hanya perlu mengangkat kunci dimensi es sembari membayangkan portal menuju alam nyata ketika ingin keluar dari dimensi es.
Berkat ingatan yang dia dapatkan dari Tailing Zen, Xiao Tian bisa keluar dari dimensi es tanpa halangan sedikitpun.
Xiao Tian beserta dua puluh siluman harimau perak, telah sampai di menara es. mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju markas para siluman harimau perak yang pernah Xiao Tian bumi hanguskan.
Setelah sampai di tempat yang dituju, para siluman harimau perak menempelkan pedang mereka ke tubuh Xiao Tian.
"Aku mengerti dengan apa yang kalian maksud, tapi apakah tuan kalian akan kembali hidup setelah membunuhku?" tanya Xiao Tian.
"Tuan kami tak bersalah, dia tak layak mati. Kau terlalu kejam karena membunuhnya setelah menyerap semua ingatannya." tegas para siluman harimau perak.
"Dari awal aku memang ragu dengan kesetiaan kalian, tapi aku tak melarang kalian mengikutiku. Apa kalian tahu apa alasannya?" tanya Xiao Tian denganwajah tenang.
"Apa maksudmu?" tanya Tailing Sun.
"Karena kalian tidak berbahaya bagiku!" Xiao Tian mengeluarkan gelombang kekuatan yang begitu dahsyat hingga membuat semua siluman harimau perak terpental ke daratan. Mereka semua jatuh dari atas punggung naga raksasa akibat gelombang kekuatan Xiao Tian.
Xiao Tian melompat ke daratan untuk mendekati salah satu dari siluman harimau perak.
"Tailing Sun, atau siapapun dirimu."
"Apa kau tahu akibat dari melawanku?"
"Kau akan bernasib sama seperti raja iblis Lanbing."
"Berikan kunci dimensi es milik Tailing Zen yang telah kau pegang, karena kau dan semua teman-temanmu berencana menghianatiku maka kau tak layak memegang kunci tersebut untuk dirimu sendiri." ucap Xiao Tian dengan wajah dingin.
Tailing Sun yang baru saja terjatuh hingga terluka parah, mencoba menjauh dari Xiao Tian yang terus berjalan mendekatinya.
Dia mencoba berbagai cara untuk menjauh dari Xiao Tian. Dimulai dari mencoba berdiri, mendorong badannya kebelakang dengan menggunakan kakinya. Namun semua itu tak berguna karena dia hanya bisa bergeser sedikit kebelakang dengan tenaganya yang sekarang.
"Jangan mendekatiku, aku tak akan menyerahkan kunci milik tuanku!"
"Manusia tak layak memegang kunci dimensi es!"
"Meski kau seorang Dewa Obat sekalipun, aku tak akan pernah menyerahkan kunci ini!" teriak Tailing Sun sambil mencoba menggeser tubuhnya menjauhi Xiao Tian.
"Aku tak akan pernah menuruti perintah dari seseorang yang telah membunuh tuan Tailing Zen!"
"Pergilah, menjauh dariku!"
"Aku sangat membencimu!"
"Dasar pembunuh!" teriak Tailing Sun.
Xiao Tian menghajar wajah Tailing Sun, lalu menarik kerah bajunya sambil berkata.
"Pembunuh katamu!"
"Apa kau lupa dengan apa yang tuan kalian lakukan terhadap orang-orangku!"
"Jika saja yang dilukai oleh tuan kalian adalah orang yang tidak kukenal, mungkin aku akan memaafkannya. Tapi, kenyataanya adalah dia telah melukai salah satu orang yang sangat ku cintai!"
"Kalau bukan untuk menjaga perasaan Tailung, mungkin aku akan menyiksanya terlebih dulu. Katakan padaku dimana letak kesalahanku!"
"Tailing Sun!" Xiao Tian melepaskan tangannya dari kerah Tailing Sun, lalu mengambil paksa kunci dimensi es dari saku celananya.
Xiao Tian menyuruh naga hitam raksasa menyemburkan bola api ke daratan untuk mencari ruang bawah tanah yang tersembunyi di balik reruntuhan markas rahasia para siluman harimau perak.
Setelah menyemburkan beberapa bola api raksasa, akhirnya sebuah tangga rahasia menuju ruang bawah tanah terlihat jelas dari balik reruntuhan yang telah dibakar habis.
Xiao Tian mengendalikan elemen air untuk memadamkan api yang tercipta dari bola api naga hitam raksasa. Setelah semua api telah padam, dia berjalan memasuki tangga rahasia dan meninggalkan para siluman harimau perak yang telah terbaring di daratan dengan penuh luka.
"Apapun yang kau lakukan di dalam sana, jauhilah mayat Dewa Obat kami!"
"Meski kau memiliki kekuatan yang sama seperti Dewa Obat yang kami kagumi, kami tak bisa melupakan Dewa Obat yang sangat kami hormati!"
"Jika kau berani menyentuhnya, kami pasti akan mengejarmu terus hingga ke ujung dunia!" teriak Tailing Sun sambil berusaha menggapai kaki Xiao Tian.
"Aku paling membenci para penghianat, balasan dari penghianat adalah kematian."
"Sejak tadi aku berusaha menahan diri agar tidak membunuh kalian, tapi kau terus memaksaku Tailing Sun." Xiao Tian menghentikan langkahnya, mengarahkan telapak tangannya ke arah Tailing Sun lalu menembakkan bola api biru dari telapak tangannya.
Duarrr
Tubuh Tailing Sun hangus tanpa sisa ketika terkena ledakan bola api biru dari telapak tangan Xiao Tian.
"Apa diantara kalian ada yang ingin menyusul Tailing Sun?" Xiao Tian mengeluarkan hawa membunuh yang membuat para siluman harimau perak yang masih hidup gemetar ketakutan.
Para siluman harimau perak yang tersisa terdiam mimbisu karena rasa takut yang menyelimuti pikiran mereka.
Xiao Tian meninggalkan para siluman harimau perak yang tersisa karena harus terburu-buru mencari pil suci untuk putri Jia Li.