Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 161 : Menuju istana es


Xiao Tian terbang menuju ke lubang kunci menuju dimensi es. Lubang kunci tersebut terletak agak jauh dari gua rahasia, di dalam perjalanan Xiao Tian menanyakan soal perubahan kultivasi pada tubuhnya kepada Dewa petir.


Untuk bertemu dengan dewa petir, Xiao Tian cukup mengucapkan namanya melalui telepati.


"Dewa Petir, datanglah!"


"Aku butuh bantuanmu." ucap Xiao Tian melalui telepati.


Setelah berulang kali memanggil Dewa Petir, akhirnya Dewa Petir muncul tepat disambing kanan Xiao Tian.


"Ada apa?"


"Kenapa kau memanggilku?"


"Bukankah kau sudah tahu bahwa aku tidak bisa membantumu lagi hari ini."


"Aku tak bisa ikut campur dengan urusanmu ketika sudah merasukimu dua kali."


"Hari ini aku sudah merasukimu dua kali, pertama ketika kau ingin menundukkan Tailung, dan kedua saat kau melawan Tailing Zen." ucap Dewa Petir.


"Kalau kau sudah tak bisa membantuku, lalu siapa yang membantuku saat berada di dalam gua rahasia?"


"Kultivasiku meningkat tajam sejak di dalam gua tadi, dari seorang jenderal petarung bintang satu hingga menjadi kaisar petarung lapisan puncak."


"Ini terlalu tak masuk akal."


"Bahkan kultivasiku tidak kembali semula hingga sekarang."


"Tapi jika memang ini permanen, aku akan sangat bersyukur. Karena kekuatanku yang sekarang sudah jauh di atas Taiwu, bahkan bisa dibilang hampir setara dengan kekuatan ayahku."


"Satu langkah lagi, aku bisa menjadi seorang pendekar tingkat petarung legenda." ucap Xiao Tian.


"Kabar baiknya kultivasimu akan bertahan lama, bisa dibilang kultivasimu bersifat permanen."


"Kabar buruknya adalah kau tak akan bertemu Sunlong untuk waktu yang cukup lama."


"Dia telah menyerahkan semua kekuatannya kepadamu karena tak ingin kau mati."


jelas Dewa Petir.


"Tunggu, semua kekuatannya?"


"Jangan bilang dia ... " ucap Xiao Tian dengan wajah yang murung.


"Tenanglah, dia tidak menghilang sepenuhnya. Meski telah memberikan semua kekuatannya padamu, dia masih bisa kita bangkitkan kembali setelah kau menjadi seorang Dewa Petarung." jelas Dewa Petir.


"Seorang Dewa Petarung?"


"Maksudmu jika aku menjadi seorang Dewa Petarung, Sunlong akan langsung bangkit secara otomatis?" tanya Xiao Tian.


"Begitulah." jawab Dewa Petir.


Xiao Tian bimbang karena menurut pengetahuannya, roh iblis seperti Sunlong akan lenyap jika menyerahkan seluruh kekuatan miliknya. Namun semua kebimbangannya menghilang setelah Dewa Petir menjelaskan bahwa Sunlong masih bisa dibangkitkan kembali karena dia telah menjadi seorang roh beladiri. Sunlong akan menghilang, jika dia memberikan kekuatannya saat tidak terikat oleh kontrak roh beladiri.


"Begitu ya, aku mengerti sekarang."


"Tapi masih ada satu hal yang belum kumengerti." ucap Xiao Tian.


"Apa?" tanya Dewa Petir.


"Kenapa aku tak merasakan sedikitpun hawa iblis Sunlong saat kultivasiku meningkat?"


"Bukankaj semua kekuatan itu berasal dari Sunlong?" tanya Xiao Tian.


"Itu semua karena bola sinar hitam di dalam tubuhmu, bola itu menyerap semua hawa iblis saat Sunlong memberikan semua kekuatannya kepadamu. Dengan terhisapnya semua hawa iblis yang terkandung dari dalam kekuatan yang Sunlong kirim, kekuatan yang sampai kepadamu hanyalah kekuatan qi murni yang tak mengandung hawa iblis." jelas Dewa Petir.


"Apakah itu baik bagiku, atau malah sebaliknya?" tanya Xiao Tian.


"Qi murni yang sampai ke tubuhmu, merupakan hal yang baik. Namun, hawa iblis yang diserap bola sinar hitam di dalam tubuhmu itu merupakan hal yang buruk." jawab Dewa Petir.


"Maksudmu?" tanya Xiao Tian.


Dewa Petir menjelaskan kepada Xiao Tian, bahwa bola sinar hitam itu merupakan perwujudan kebencian, amarah, ketakutan serta keputus asaan. Semakin banyak kekuatan negatif yang diserap bola sinar hitam tersebut, maka semakin besar pula kemungkinan Xiao Tian akan mengamuk tak terkendali.


"Aku akan mengamuk?" tanya Xiao Tian.


"Benar sekali, semakin banyak kekuatan negatif yang diserap bola sinar hitam tersebut, maka semakin besar kemungkinanmu untuk mengamuk."


"Sama seperti ketika kau melawan ribuan siluman harimau, kau bahkan hampir menghabisi Kaibo dan naga hitam raksasa waktu itu." jelas Dewa Petir.


"Jadi aku benar-benar mengamuk waktu itu?"


"Lalu, apakah aku yang waktu itu terlihat sama persis dengan sisi gelapku yang aku lawan saat dilabirin es?" tanya Xiao Tian.


"Persis, sangat persis."


"Jika kau belum bisa mengendalikan bola sinar hitam tersebut, mungkin kau bisa menjadi lebih ganas dari yang waktu itu." jelas Dewa Petir.


"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Xiao Tian.


"Terus jaga kesadaranmu, lawan sisi gelapmu jika suatu hari nanti mencoba menguasai dirimu, dan untuk sementara waktu, jangan pernah mencoba mengendalikan elemen kegelapan." jelas Dewa Petir.


"Aku memang mampu menguasai semua elemen, tapi aku baru mencoba elemen tanah, angin, air, es, serta api. Selain itu belum pernah kucoba sedikitpun. Akan ku ingat baik-baik agar tak akan pernah mencoba mengendalikan kekuatan elemen kegelapan." sambung Xiao Tian.


Setelah semua pertanyaan yang mengganjal di hatinya telah dijawab oleh Dewa Petir, Xiao Tian bisa fokus dalam tujuannya untuk menyerbu istana es.


Sejak Xiao Tian dan Dewa Petir berbincang cukup lama di atas punggung naga hitam raksasa, mereka tak berhenti bergerak menuju lokasi lubang kunci dimensi es karena naga hitam terus terbang tanpa henti sejak keluar gua rahasia.


Setelah terbang cukup lama ke arah utara, mereka pun melihat sebuah menara es yang menjulang tinggi. Di puncak menara tersebut terdapat sebuah lubang kunci menuju dimensi es. Xiao Tian melompat ke puncak menara saat naga hitam berada tepat di atasnya.


Setelah kunci dimensi es telah terpasang di puncak menara, Xiao Tian memutar kunci tersebut untuk membuka portal menuju dimensi es.


"Bersiaplah akan ajalmu, raja iblis Lanbing!" ucap Xiao Tian sambil memutar kunci dimensi es yang telah terpasang di lubang kunci di puncak menara.


Seketika portal berwarna biru muda dengan ukuran yang begitu besar muncul diatas menara. Portal tersebut muncul tepat di hadapan naga hitam raksasa yang masih terbang di atas puncak menara es.


Setelah portal menuju dimensi es terbuka, Xiao Tian melompat ke atas punggung naga hitam raksasa. Mereka terbang memasuki portal tersebut dengan kecepatan tinggi.


Setelah memasuki portal, Xiao Tian dan naga hitam raksasa berada di dalam dimensi es. Naga hitam raksasa membawa Xiao Tian terbang lurus menuju istana es dengan kecepatan tinggi.


Setelah mencapai wilayah istana es, Xiao Tian dihadang oleh delapan jenderal iblis yang merupakan bawahan raja iblis Lanbing.


Bentuk tubuh para jenderal iblis terlihat persis seperti manusia, sudah jelas bahwa para jenderal iblis tersebut telah menelan pil suci.


"Apa yang kau lakukan disini, manusia?" ucap para jenderal iblis yang terbang dihadapan naga hitam raksasa sambil menaiki elang iblis.


Delapan elang iblis, dan delapan jenderal iblis beruang kutub yang telah berevolusi menjadi iblis tingkat tinggi yang setara dengan para petarung tingkat raja. Kini sedang terbang menghadang naga hitam dan Xiao Tian.


Meski dihadang delapan orang jenderal iblis yang telah menelan pil suci, Xiao Tak merasa takut sedikitpun. Karena kekuatannya kali ini jauh di atas kekuatan para jenderal iblis tersebut.


"Cih, menyingkirlah dari hadapanku!" tegas Xiao Tian.


"Dasar sombong, semuanya ayo kita habisi dia!" ucap salah satu jenderal iblis.


Delapan ekor elang iblis mengeluarkan ribuan kristal es beracun ke arah Xiao Tian dan naga hitam. Xiao Tian mengendalikan angin di sekitarnya untuk membalikkan semua kristal es beracun tersebut kepada para jenderal iblis dan elang iblis mereka.


Shut shut shut


Para elang iblis menghindari kristal es yang diarahkan menuju ke arah mereka, dan para jenderal iblis menangkis semua kristal es yang diarahkan menuju ke arahnya. Ketika para jenderal iblis masih sibuk menghindari serangan balik dari Xiao Tian. Tiba-tiba saja, Xiao Tian berada tepat di hadapan salah satu jenderal iblis. Dia telah melompat ke atas salah satu elang iblis dengan kecepatan tinggi. Ketika berada tepat dihadapan salah satu jenderal iblis, Xiao Tian langsung menghajarnya dengan tangan kanannya yang telah dia lapisi oleh energi qi yang begitu kuat.


Duakkkk


Sementara itu, naga hitam raksasa menyemburkan bola api biru ke arah salah satu elang iblis. Ledakan bola api biru yang naga hitam keluarkan membuat jenderal iblis beserta elang iblis terluka begitu parah.


Duarrr


"Kakak pertama, kakak kedua!" teriak salah satu jenderal iblis yang terkejut melihat kedua kakak seperguruannya dikalahkan dalam sekejap mata.


Ketika pandangannya terfokus ke naga hitam raksasa, salah satu jenderal iblis yang baru saja berteriak ditendang oleh Xiao Tian yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Temuilah kedua saudaramu itu di neraka!"


Duakkk


"Adik keempat!" teriak salah satu jenderal iblis.


Naga hitam raksasa menyemburkan bola api kuningnya ke arah para elang iblis yang tersisa. Api kuning tidak sekuat api biru, sehingga yang terluka hanyalah elang iblis yang terkena bola api tersebut secara langsung.


Setelah menendang salah satu jenderal iblis, Xiao Tian melompat dari atas elang iblis yang dia naiki dengan memusatkan energi qi di kedua kakinya. Untuk mempercepat gerakan lompatannya, Xiao Tian menghentakkan kakinya begitu keras tepat di punggung elang iblis yang sedang dia naiki. Dia melakukan hal tersebut bukan hanya untuk mempercepat gerakan, Xiao Tian juga berencana menghabisi elang iblis dengan menghentakkan kakinya yang telah dilapisi energi qi yang begitu kuat.


Duakkk


Ketika para elang iblis kehilangan keseimbangan mereka karena luka yang mereka terima akibat bola api kuning dari naga hitam raksasa. Xiao Tian menghabisi para jenderal iblis yang masih berada di atas para elang iblis dengan menendang dan memukul para jenderal iblis yang tersisa.


Duakk duakkk bukk


Setelah selesai menghabisi para jenderal iblis, Xiao Tian melompat ke atas punggung naga hitam. Delapan ekor elang iblis yang terluka parah jatuh kedaratan dengan kecepatan tinggi. Sedangkan tujuh orang jenderal iblis yang Xiao Tian hajar terpental begitu jauh ke arah utara menuju istana es.


#Istana es


Ketika sedang bersantai di singgasananya, raja iblis Lanbing dikejutkan oleh suara berisik yang terdengar dari luar istana.


Duarr duarr duarrr


Tak lama setelah suara tersebut berhenti, lima penjaga yang berasal dari luar istana es memasuki ruang singgasana dengan wajah yang terlihat panik.


Mereka berlari sambil berteriak.


"Yang mulia, ada penyusup yang menyerang istana es!"


"Para jenderal iblis telah dikalahkan, suara ledakan diluar istana berasal dari tubuh ketujuh jenderal yang telah menghantam bangunan istana!" teriak para penjaga.


"Tunggu, kau bilang tadi hanya tujuh?"


"Dimana yang satu lagi?" tanya raja iblis Lanbing.


"Entahlah, yang pasti menurut ucapan para jenderal yang terluka mereka semua dikalahkan oleh seorang manusia yang mengendarai naga hitam raksasa." jawab salah satu penjaga.


"Apa katamu!"


"Dikalahkan oleh manusia!"


"Tak berguna, kenapa bisa kalah oleh seorang manusia."


"Apa mereka berhadapan dengan Topeng bencana?"


"Tapi dari mana Topeng bencana mengetahui lokasi istana es?"


"Cih, merepotkan." ucap raja iblis Lanbing.


"Perketat penjagaan, dan bersiap untuk kedatangannya."


"Sepertinya kita akan menghadapi orang yang cukup merepotkan." tegas raja iblis Lanbing.


"Siap yang mulia." ucap para penjaga.