Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 177 : Sejarah dimensi es


Lan Lu berjanji akan menjawab pertanyaan apapun yang akan Xiao Tian tanyakan, baik berupa hal biasa maupun rahasia aliansi. Semua itu akan dia katakan asalkan Xiao Tian mengabulkan permintaannya. Demi mendapatkan jawaban dari pertanyaanya, Xiao Tian pun menyanggupi permintaan dari Lan Lu sebelum mengetahui permintaan yang akan di ajukan olehnya.


"Katakan padaku, apa permintaanmu?"


Lan Lu tersenyum sinis, dengan nada kesal dia menjawab, "Hidupkan kembali tiga siluman yang telah kau bunuh."


Diluar dugaan Xiao Tian menyanggupi permintaan Lan Lu.


"Baiklah, hanya tiga siluman kan?"


"Kebetulan sekali."


Xiao Tian memegang punggung tangan kirinya lalu membuka portal ruang hampa di dalam penjara. Hua Chen Li dan Hua Chen Yu terjatuh keluar daei dalam portal tersebut, diikuti oleh jenderal siluman rubah putih yang juga terjatuh dari dalam portal ruang hampa.


Mereka terlihat begitu lapar dan haus karena menghabiskan banyak waktu di dalam ruang hampa. Tubuh mereka terikat oleh lilitan tali hitam yang terbuat dari aura kegelapan milik Xiao Tian. Selama ini mereka menghabiskan banyak waktu di dalam ruang hampa dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat kencang.


Dalam benak Lan Lu terlintas banyak rasa ragu, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat. Dalam hati dia berkata,


"Apa yang terjadi?"


"Bukankah mereka sudah mati?"


"Untuk Hua Chen Li dan jenderal siluman rubah putih masih bisa ku mengerti karena aku memang tak melihat mereka terbunuh di depan mataku. Sedangkan Hua Chen Yu seharusnya sudah mati karena diremukkan oleh tangan raksasa."


"Ada apa?"


"Kenapa kau terdiam membisu?"


"Sekarang aku sudah menepati janjiku."


"Katakan padaku, apa kau sudah siap menjawab semua pertanyaanku?" Xiao Tian menagih janji Lan Lu karena tak kunjung mendengar jawaban dari mulutnya.


"Baiklah, akan kujawab pertanyaanmu, tapi bisakah kau jelaskan mengenai apa yang terjadi?"


"Bagaimana caramu menghidupkan mereka kembali?" Lan Lu bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.


Akan tetapi Xiao Tian menolak menjawab pertanyaanya. Dengan nada kesal dia menjawab, "Itu bukan urusanmu, tugasmu hanyalah menjawab pertanyaanku. Bukan mengajukan pertanyaan untukku. Cepat jawab atau ku kembalikan ketiga siluman ini ke alam baka."


"Raja Lan Lu, kumohon jawab pertanyaanya.


Kami tak ingin masuk ke ruangan aneh itu lagi. Tak ada makanan maupun air minum, hidup di dalam portal itu lebih mengerikan dibandingkan kematian." Hua Chen Yu memohon sambil mengeluarkan air mata.


Tak hanya Hua Chen Yu yang merasa tersiksa, Hua Chen Li dan jenderal siluman rubah putih juga mengalami trauma yang luar biasa. Saking traumanya mereka tak sanggup berkata apa-apa. Sejak keluar dari portal ruang hampa mereka terdiam membisu dengan keadaan mental yang terganggu.


Sebenarnya terkurung di dalam ruang hampa tak akan membuat mental seseorang hancur. Hanya saja yang terjadi kepada mereka bertiga berbeda dengan yang di alami putri Feng Yin. Ikatan hitam yang melilit begitu kencang hingga mengikat seluruh tubuh mereka mengeluarkan hawa negatif yang membuat mereka terus mengalami halusinasi tentang sesuatu yang sangat mereka takutkan.


Hua Chen Yu masih sanggup bicara karena belum menghabiskan waktu cukup lama di dalam ruang hampa. Sedangkan Hua Chen Li dan jenderal siluman rubah putih sudah menghabiskan waktu di dalam ruang hampa selama berhari-hari hingga mengalami kerusakan mental.


"Aku yakin kalau aku melihat semua kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri, apa dia bisa membangkitkan orang mati?" Lan Lu kebingungan melihat Hua Chen Yu yang telah tewas dihadapannya, keluar hidup-hidup dari portal misterius yang muncul dari atas langit-langit penjara. Awalnya dia masih berpikir kalau semua itu hanyalah ilusi namun semua keraguannya menghilang setelah mendengar suara Hua Chen Yu.


"Lebih menyiksa dibandingkan kematian?"


"Maksudmu kau belum mati?" tanya Lan Lu.


"Belum, dia menciptakan ilusi yang mengelabui mata semua orang. Semua yang kalian lihat adalah ilusi belaka!"


#Setelah Hua Chen Yu baru menginjakkan kakinya di tengah arena.


"Bersiaplah akan kematianmu manusia!" Hua Chen Yu ingin mengaktifkan kekuatan ilusinya, namun ilusinya tak kunjung aktif.


"Apa yang terjadi?" pikir Hua Chen Yu.


"Ingin bermain ilusi?"


"Akan kutunjukkan apa yang disebut sebagai ilusi" Xiao Tian berbicara kepada Hua Chen Yu melalui telepati.


Sebuah gelombang kekuatan keluar dari seluruh tubuhnya. Gelombang kekuatan itu mempengaruhi penglihatan semua orang. Apa yang Hua Chen Yu lihat berbeda dengan yang dilihat semua orang. Itu semua dia sadari sejak pandangan semua orang melirik kearah tempat kosong yang tak ada dirinya. Sedangkan Xiao Tian berjalan mendekatinya.


Xiao Tian bergerak begitu cepat menghajar Hua Chen Yu yang tak bisa mengeluarkan jurus ilusinya. Meski dianggap sebagai jenderal terkuat. Dia diperlakukan seperti anak kecil oleh Xiao Tian. Setiap pukulan ataupun tendangan yang dia lancarkan dengan mudah Xiao Tian tahan hanya menggunakan satu jari telunjuknya.


"Pengguna kekuatan ilusi sangatlah berbahaya jika bisa menipu mata semua lawannya. Begitu pula sebaliknya, seorang pengguna teknik ilusi tak akan menjadi ancaman jika tak bisa menggunakan teknik ilusinya. Dan semua itu terjadi padamu saat ini."


"Kau mungkin hebat dimata semua orang, tapi bagiku kau sangatlah lemah. Berhentilah bergantung terhadap kekuatan ilusi. Perkuat juga teknik fisikmu agar bisa sekuat diriku." Xiao Tian terus mempermainkan Hua Chen Yu bagai mainan.


Setelah puas menyiksa Hua Chen Yu, dia mengikat tubuhnya lalu melemparnya ke dalam ruang hampa. Ketika raja siluman rubah merah melompat ke tengah arena, Xiao Tian memancarkan hawa membunuh yang begitu kuat tepat dari belakang tubuh raja siluman rubah merah. Saat itu Hua Zhou sedang menghadap ke tubuh ilusi Xiao Tian yang dilihat oleh semua orang. Hal itu terjadi karena kenyataanya tak ada satupun yang bisa melihat tubuh fisik Xiao Tian .


Ketika raja siluman rusa menyambarkan serangan petir dari trisula birunya ke arah tubuh ilusi Xiao Tian. Dia melapisi ekor siluman rubah dengan aura gelap miliknya sehingga bergerak sesuai kehendaknya.


Saat Hua Zhou ingin menyerang tubuh Xiao Tian, dia melapisi seluruh tubuhnya dengan aura hitam sehingga Hua Zhou mematung tak berdaya sama seperti ketika raja iblis Lanbing terhisap kedalam bola sinar hitam raksasa.


Setelah membuat tubuh Hua Zhou mematung tak berdaya, tubuh ilusi Xiao Tian menghilang. Dan tubuh fisiknya terlihat kembali oleh semua orang. Posisinya saat itu berada tepat di sebelah kanan tubuh Hua Zhou. Setelah itu, semua kejadian sama persis dengan yang dilihat oleh semua orang.


#####


Terjawab sudah semua keraguan dan rasa bingung Lan Lu. Demi memenuhi janjinya, dia pun menjawab semua pertanyaan Xiao Tian.


Lan Lu menjelaskan bahwa tempat pertemuan memiliki enam buah kursi merah karena memang terdapat enam kerajaan di dalam dimensi es. Aliansi enam kerajaan berubah menjadi aliansi lima kerajaan sejak istana es kehilangan seorang raja. Dan selalu dijadikan sebagai incaran kerajaan lain.


Awalnya di dalam dimensi es hanya terdapat lima bangsa siluman. Yaitu siluman Rubah merah, siluman Harimau putih, siluman rusa, siluman angsa dan siluman kelinci. Meski berbeda ras mereka sangat akrab namun saat itu belum tercipta kerajaan.


Setelah jumlah setiap bangsa mencapai satu juta jiwa, terbentuklah lima buah kerajaan. Awalnya kelima kerajaan memiliki jarak yang sangat dekat sehingga sanggup bertemu satu sama lain. Hingga terjadi sebuah fenomena aneh yang memisahkan kelima kerajaan siluman. Tak hanya bangsanya bahkan kerajaannya pun ikut berteleportasi.


Demi menyatukan kelima kerajaan akhirnya semua bangsa menciptakan enam buah gulungan teleportasi. Merah, kuning, hijau, biru, ungu dan putih. Dengan memakai barang-barang peninggalan kerajaan lain, mereka pun berhasil menciptakan gulungan teleportasi yang menyatukan kelima kerajaan.


Sejak saat itu mereka kembali hidup rukun. Namun semua kehidupan tenang mereka menjadi kacau sejak siluman harimau mencoba menciptakan kunci dimensi yang menghubungkan dimensi es dengan dimensi lain. Pada percobaan pertama mereka menciptakan portal yang terhubung dengan alam neraka. Akibat dari semua itu seluruh siluman harimau terkena wabah penyakit. Belum puas dengan kegagalan pertamanya raja siluman harimau yang merupakan leluhur para siluman harimau menciptakan kunci yang lain. Kunci kedua berhasil membawanya ke dunia manusia.


Sejak saat itu dimensi es terhubung dengan dunia manusia, dan mengenal bangsa lain selain bangsa mereka. Bangsa siluman rubah putih juga merupakan bangsa yang berasal dari luar dimensi es. Mereka memasuki dimensi es sejak siluman tepat ketika portal belum tertutup rapat. Itulah alasan mengapa jumlah siluman dari kerajaan siluman rubah putih tidak sebanyak jumlah siluman yang lain.


Awalnya selain leluhur siluman harimau, tak ada yang mengetahui tentang dunia luar. Kerajaan siluman yang lain mulai mengetahui semua itu ketika melihat ada bangsa baru yang menyebut diri mereka dengan sebutan siluman rubah putih.


Sejak adanya siluman rubah putih, aliansi lima kerajaan berubah nama menjadi aliansi enam kerajaan. Demi menyambut kedatangannya mereka mengadakan latih tanding dengan beradu kekuatan satu sama lain.


Ribuan tahun telah berlalu saat raja siluman rubah putih sedang mengunjungi kediaman siluman harimau, tanpa sengaja dia menemukan kunci menuju alam neraka. dia juga tak sengaja mengaktifkan portal tersebut sehingga menyebarkan wabah penyakit di seluruh kerajaan siluman harimau.


Karena panik raja siluman rubah putih langsung mengaktifkan gulungan teleportasi menuju ke kerajaannya. Meninggalkan portal alam neraka yang masih terbuka lebar.


Raja siluman harimau putih beserta semua penghuni kerajaan siluman harimau mengalami wabah penyakit tanpa tahu asal muasal dari penyakit tersebut. Wabah tersebut membuat semua warna bulu mereka menghitam dan mengalami sesak napas yang berkepanjangan. Dalam keadaan sekarat dan pasrah akan keadaan, para siluman harimau hanya bisa berharap agar bisa hidup lebih lama lagi.


Tak lama kemudian muncul sesosok Dewa yang datang entah dari mana. Dia menyembuhkan semua siluman harimau kecuali sang raja yang merupakan orang tua dari Tailung dan Tailing Zen. Raja dan ratu siluman harimau sudah tewas jauh sebelum Dewa Obat datang.


Setelah wabah menghilang, Hua Zhou dan Lan Lu mengunjungi Tailung dan Tailing Zen.


Mereka kesana untuk mengasuh mereka karena saat itu Tailung dan Tailing Zen masih sangat muda. Sedangkan kerajaan siluman yang lainnya tak mengunjungi istana es karena takut wabah penyakit muncul kembali.


Suatu hari Hua Zhou dan Lan Lu tak sengaja melihat catatan penelitian raja siluman harimau. catatan tersebut menerangkan tentang asal usul penjara suci dan kegunaannya. Tertulis dengan jelas bahwa penjara suci adalah sebuah relik tingkat tinggi, yang diciptakan oleh Dewa Iblis dengan menumbalkan banyak nyawa pengikutnya. Relik tersebut berfungsi untuk menumbalkan wanita suci yang memiliki elemen es murni. Dalam catatan tersebut tertulis dengan jelas bahwa leluhur siluman harimau merampas relik tersebut untuk menolong umat manusia agar para iblis tidak bisa menggunakan alat tersebut.


Bentuk asal relik tersebut seperti miniatur sebuah penjara. Sangatlah kecil dan mudah dibawa kemana-mana.


Leluhur siluman harimau menyimpan penjara suci jauh di dalam penjara bawah tanah agar tak diketahui orang lain. Namun sang raja yang merupakan ayah dari Tailung penasaran akan kemampuan relik penjara suci. Sehingga mengaktifkan relik tersebut tanpa tahu cara mengembalikan relik penjara suci ke ukuran semula.


Setelah membaca catatan tersebut, Hua Zhou dan Lan Lu berencana untuk menutup mulut mereka rapat-rapat. Namun ketika mereka keluar dari istana es, mereka dikejutkan oleh kabar mengenai penjara suci yang menyebar hingga ke semua kerajaan siluman lain.


Sejak tersebarnya kabar tersebut, istana es sering diserang oleh kerajaan lain. Mereka dianggap sebagai penghianat yang menyembunyikan pusaka kuat untuk diri mereka sendiri. Namun kerjaan siluman harimau selalu berhasil menahan serangan lawan mereka karena dilindungi oleh Dewa Obat.


Demi menjaga ketentraman dimensi es, Dewa Obat berencana membawa pergi penjara suci. Namun keputusannya ditolak mentah mentah oleh Tailung dan Tailing Zen. Itu semua karena mereka telah melihat catatan penelitian ayah mereka. Karena penjara suci dapat membangkitkan orang mati yang masih memiliki fisik yang utuh. Untuk membangkitkan orang mati diperlukan belasan ribu pil suci dan satu tangkai bunga kristal es. Mereka berencana untuk menghidupkan orang tuanya kembali.


Karena tak ingin ikut campur lebih dalam, Dewa Obatpun pergi meninggalkan istana es. Akan tetapi sebelum dia pergi, raja iblis Lanbing melancarkan serangan kejutan yang sangat berbahaya.


Dewa Obat pun mengalami luka parah karena serangan yang dilancarkan raja iblis Lanbing sangatlah berbahaya. Meski tidak dapam kondisi prima, Dewa Obat melawan raja iblis Lanbing selama satu hari satu malam. Mereka terus beradu kekuatan hingga saoah satu dari mereka kehabisan tenaga. Belum sempat melancarkan serangan balik, bawahan raja iblis Lanbing telah menyandra semua siluman harimau.


Demi kelangsungan hidup semua siluman harimau, dia pun mengorbankan nyawanya.


Semua siluman harimau saat itu menjerit begitu keras. Melihat penyelamatnya terluka parah, Tailing Zen langsung berlari mendekati Dewa Obat. Saat itu dia baru berhasil lolos dari terkaman para iblis beruang kutub.


"Tuanku!"


"Jangan menangis, aku melakukan ini demi dirimu. Ambillah pil yang ada di saku kananku, berhati-hatilah musuhmu kali ini terlalu kuat. Jangan melawan dan pura-puralah tak mengingat apapun." Dewa Obat bicara kepada Tailing Zen melalui telepati.


Setelah mendengar semua cerita Lan Lu, Xiao Tian tak memiliki pertanyaan lagi.


########


#Dimensi es


#ruang bawah tanah


#Dibawah gua rahasia


Seorang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya berteleportasi menghadap empat orang yang berpakaian sama sepertinya. Setiap punggung dari kelompok misterius itu memiliki simbol bintang yang berjumlah sesuai panggilan mereka. Dan yang baru saja datang memiliki lima simbol bintang di punggungnya.


"Bagaimana keadaan raja kecil kita?" tanya nomor 1.


"Dia telah berhasil menguasai kerajaan lain,"


jawab nomor 5.


"Bagus, terus awasi dia hingga gelang dewa di tangannya hancur. Setelah gelang tersebut hancur maka kita bisa mendapatkan tubuh yang ideal untuk tuan Ying Zeng," sambung nomor 1.


"Untuk yang lainnya, terus lakukan tugas masing-masing," ucap nomor satu.


"Baiklah!" Keempat orang berjubah selain nomor satu menghilang dari ruang bawah tanah.


"Xiao Tian ya, teruslah tenggelam dalam kegelapan hingga gelang dewa ditanganmu hancur.


bersambung.....