Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 282 : Menulis teknik beladiri


"Akhirnya aku berhasil menerobos. Rasa sakit yang kuderita berhasil kulalui. Roh beladiri ular Yin dan Yang memang benar benar luar biasa," pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.


Xiao Tian telah berhasil menerobos ke ranah pendekar alam beast lapisan ke enam.


Semua orang terkejut akan hal itu.


Namun hal yang lebih membuat orang terpukau adalah roh beladiri legendaris yang muncul di belakang punggung Xiao Tian.


Setelah memupuk pondasi kultivasi barunya. Xiao Tian langsung menelan pil pemulih energi. Namun pil tersebut tak memberikan efek sama sekali kepada tubuhnya.


"Ada apa ini?"


"Kenapa obatnya tak berefek?"


"Kalau seperti ini terus bagaimana caraku mengobati luka dalamku akibat memaksakan diri tadi?" pikir Xiao Tian sambil mengepal erat kedua tangannya.


"Ada apa putraku?"


"Kenapa kau terlihat kesal?" tanya raja Xiao Zhaoye sambil berjalan mendekat.


"Ayah tak perlu khawatir, aku tak apa apa," ucap Xiao Tian sambil mencoba berdiri.


"Kau yakin, Putraku?" ucap raja Xiao Zhaoye dengan tampang khawatir.


"Wajahmu terlihat pucat, biar ibu periksa tubuhmu," ucap Xiao Hong sambil berjalan mendekat.


"Tak apa bu, sungguh," ucap Xiao Tian sambil menatap wajah Xiao Hong.


"Maafkan hamba karena menyela pembicaraan kalian, tapi hamba tak bisa menahan diri begitu lama. Rasa ingin tahu ini benar benar menggangguku. Apakah roh beladiri tadi, benar benar roh ular Yin dan Yang?" tanya jenderal Tailong sambil memberi hormat.


"Ya, itu benar. Kau tak salah dalam mengenali roh beladiriku," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.


"Jika itu memang benar, apa alasanmu menutupi semua ini?"


"Bukankah bagus bagimu jika semua orang tahu akan hal ini, Putra mahkota?" tanya Taiwu sambil memberi hormat.


"Bagus katamu?"


"Apa kau tahu Taiwu?"


"Roh beladiri ini bagaikan pisau bermata dua," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Taiwu.


"Maksud anda?" tanya Taiwu sambil mengerutkan dahi.


"Roh beladiri ini bisa menjadi awal kejayaan bisa juga menjadi awal dari kehancuran."


"Semua tergantung dari sisi mana yang akan dipilih oleh sang pemilik roh."


"Seperti yang semua orang ketahui, roh beladiriku adalah jenis roh yang sangat langka dan hanya muncul selama ribuan tahun sekali."


"Banyak yang ingin menjadikan pemilik roh beladiri ini sebagai seorang murid, bawahan, aliansi, dan adapula yang menganggapnya sebagai ancaman," jelas Xiao Tian sambil berjalan mendekati Taiwu.


"Lalu kenapa kau menunjukkannya kepada kami?" tanya Taiwu sambil menatap mata Xiao Tian.


"Ada alasan khusus dibalik semua itu. Pertama, ruang hampa ini tak akan membocorkan aura roh beladiriku hingga ke alam nyata. Kedua aku sedang terdesak karena harus melakukan penerobosan yang sangat menyakitkan. Dan yang terakhir, karena aku percaya pada kalian semua," jelas Xiao Tian sambil menepuk pundak Taiwu.


"Pu ... putra mahkota," ucap Taiwu karena terharu akan jawaban terakhir Xiao Tian.


"Ingatlah baik baik, kepercayaan itu sangat mahal. Jika diantara kalian ada yang berani menghianatiku, maka jangan harap bisa selamat dari terkamanku," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan hawa membunuh.


Semua prajurit, teman teman Xiao Tian, para siluman, roh iblis serta para jenderal langsung menundukkan kepala sembari memberi hormat secara bersamaan.


Sambil memberi hormat, mereka pun berkata,


"Kami berjanji tak akan membahas hal ini lagi, dan merahasiakannya dari publik."


"Terima kasih atas kepercayaan yang telah anda berikan kepada kami, Putra mahkota."


"Bagus, itulah hal yang ingin kudengar," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Dian Zheng tak ingin mengajar orang orang. Apakah kau akan melanjutkan latihannya, bocah?" ucap Sunlong sambil menatap Xiao Tian. Saat itu putri Jia Li sedang menggendongnya dengan erat. Setelah mendengar ucapan Sunlong yang terdengar agak kasar, dia pun langsung terkena pukulan putri Jia Li.


Pletakk!


"Siapa yang kau panggil bocah!"


"Bersikaplah lebih hormat kepada Yan Yanku!" bentak putri Jia Li sambil memukul kepala Sunlong.


"Aduh, sakit tahu!" bentak Sunlong.


"A ... ampun, aku berjanji tak akan memanggilnya bocah lagi!" ucap Sunlong dengan napas terengah engah.


"Bagus, sekarang panggillah Yan Yan dengan benar," ucap Putri Jia Li sambil melonggarkan pelukannya.


"Sial, kenapa Kaisar iblis sepertiku. Bisa bernasib seperti ini. Aku yang sudah terbiasa membuat jera para pendekar alam Langit, saat ini sedang ketakutan dibawah ancaman seorang pendekar alam roh. Menyebalkan sekali," pikir Sunlong dengan tampang kesal.


"Kenapa kau diam saja!"


"Cepat minta maaf dan panggil Yan Yan dengan sebutan yang seharusnya!" bentak putri Jia Li dengan tampang kesal.


Setelah mendengar bentakan putri Jia Li, Sunlong pun terpaksa menuruti hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya.


"Maafkan aku, tuan Xiao Tian."


"Aku berjanji tak akan menyebutmu bocah lagi, dan akan bertindak sopan layaknya seorang bawahan," ucap Sunlong sambil melirik ke arah lain.


"Pft, ahahahha," tawa Dewa petir sambil menunjuk ke arah Sunlong.


"Beraninya dia mentertawakanku, awas saja jika kekuatanku kembali aku pasti akan menghajarnya lebih dulu," pikir Sunlong sambil mengepalkan kedua tangannya.


####


Di luar ekspektasi Sunlong, Xiao Tian tak menggubrisnya sama sekali. Dia malah membalikkan badan menghadap kedua orang tuanya. Kemudian berkata,


"Apakah ayah membawa kertas kosong di dalam cincin ruang ayah?" tanya Xiao Tian sambil menatap ayahnya.


"Tentu saja, apakah kau membutuhkannya?" tanya raja Xiao Zhaoye.


"Tentu, aku sangat membutuhkannya," jawab Xiao Tian.


"Berapa banyak?" tanya raja Xiao Zhaoye.


"Sebanyak mungkin," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.


"Ibu juga membawa ribuan lembar kertas kosong. Apakah kau juga memerlukannya?" tanya Xiao Hong sambil menatap putranya.


"Tentu ibu, aku sangat membutuhkan kertas sebanyak mungkin. Karena kertas itu akan kupakai untuk menuliskan metode kultivasi serta teknik beladiri," jawab Xiao Tian sambil menatap ibunya.


"Metode kultivasi?"


"Apa itu?"


"Ayah baru mendengarnya?"


"Dan apa kau baru bilang menulis teknik beladiri untuk semua orang?"


"Bukankah itu hanya bisa dilakukan oleh para ahli saja?"


"Lagi pula menulis teknik beladiri untuk semua orang memerlukan waktu yang cukup lama, dan kau ingin membuatnya masing masing orang satu buku?" ucap Xiao Zhaoye dengan mata yang terbelalak.


"Bukan satu, tapi dua buku untuk setiap orang," ucap Xiao Tian dengan tampang serius.


"Sudahlah, ayah tak mau mendengarnya lagi. Tempelkan cincin ruangmu ke cincin ruang ayah, akan ku transfer semua kertas yang ayah punya," ucap Xiao Zhaoye sambil menghela napas.


"Terimakasih, ayah," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


Setelah selesai menerima ribuan kertas kosong dari cimcin ruang ayahnya, Xiao Tian langsung meminta ribuan kertas lagi dari cincin ruang ibunya.


Kemudian, dia keluarkan beberapa lembar kertas. Lalu mengaktifkan teknik 1000 langkah cahaya untuk mempercepat gerakannya.


Dengan mengkombinasikan kekuatan jiwa serta teknik 1000 langkah cahaya, Xiao Tian dapat menciptakan puluhan teknik beladiri dan metode kultivasi dalam sekali hitungan napas.


Semua orang yang melihatnya, tak bisa mengatakan apa apa selain ungkapan takjub yang sulit dijelaskan.


"Apa dia masih manusia?" ucap para roh iblis dengan mulut yang menganga.


"Kupikir teknik 1000 langkah cahaya hanya bisa dilakukan untuk kabur, dan bertarung. Tapi ternyata bisa dimanfaatkan untuk hal ini juga ya. Aku saja tak kepikiran hal ini," pikir Dewa petir sambil menatap Xiao Tian


"Aku sangat yakin kalau Xiao Tian sedang mengalami luka dalam, dari mana asal kekuatannya itu?"


"Mungkinkah itu efek lain yang dihasilkan oleh simbol roh tikus suci?" pikir Sunlong sambil menatap Xiao Tian.


"Tuanku memanglah hebat," pikir naga hitam sambil tersenyum tipis.


"Sebenarnya berapa banyak rahasia yang putra mahkota miliki?"


"Kenapa dia bisa menyembunyikan hal hal besar seperti ini dariku, sedangkan aku selalu bersamanya sejak masih kecil," pikir Taiwu sambil mengepalkan kedua tangannya.