
Xiao Tian melangkah mendekati Xin Ye dengan hawa membunuh yang begitu kuat.
Dengan tubuh gemetar Xin Ye berjalan mundur sambil berkata,
"Mundur kau, ja ... jangan mendekat. Kalau tidak pasukanku akan menghabisimu!"
"Kau dan pasukan apa?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Xin Ye.
Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, Xin Ye melirik ke kanan dan ke kiri. Dia terkejut bukan main setelah menyadari bahwa semua pasukannya telah tewas tergeletak di segala penjuru.
"Mu ... mustahil, sejak kapan mereka tiada. Padahal aku sangat yakin bahwa hawa keberadaan mereka masih bisa kurasakan beberapa detik yang lalu. Apa dia yang membunuh mereka secara bersamaan?"
"Tapi bagaimana?"
"Bukankah mereka terpencar ke segala arah dan jarak mereka saling berjauhan?" pikir Xin Ye dengan mata yang terbelalak.
"Mati aku, aku telah meremehkan kerajaan petir. Aku tak menyangka kalau pangeran kerajaan petir bisa seberbahaya ini, aku harus mundur," pikir Xin Ye sambil melompat mundur sambil membelakangi Xiao Tian.
Wooshhh
Xin Ye terbang begitu cepat di atas udara untuk menjauhi Xiao Tian, disaat merasa sudah cukup jauh dia pun mengurangi kecepatannya. Namun diluar dugaan Xiao Tian tiba tiba saja berada di hadapannya.
"Ingin pergi ke mana?" tanya Xiao Tian yang baru saja muncul dengan teknik teleportasi.
"Percuma saja kau lari, wilayah kerajaan petir telah kutandai. Tak peduli secepat apapun dirimu, aku bisa menyusulmu dalam sekejap mata hanya dengan teknik teleportasi," ucap Xiao Tian sambil mengumpulkan kekuatan qi di telapak tangan kanannya.
"Sial," pikir Xin Ye.
Bukkkk
Xiao Tian memukul perut Xin Ye begitu kencang hingga menghantam daratan. Tubuhnya terpental begitu keras hingga membuat sebuah kawah kecil di tempatnya terjatuh.
Xiao Tian menghilang dari tempatnya terakhir menendang Xin Ye, lalu muncul secara tiba tiba tepat di hadapan Xin Ye yang sedang berusaha berdiri.
Dia duduk dengan kepala yang tertunduk bagaikan orang yang kerasa begitu frustasi. Tubuhnya gemetaran karena merasa takut.
"Sial, kenapa jadi seperti ini?"
"Kalau tahu akan jadi seperti ini, aku tak akan pernah mencari keributan dengan Xiao Tian," pikir Xin Ye dengan tubuh yang gemetar.
"Menyebalkan, benar benar menyebalkan," ucap Xin Ye sambil mengepalkan tangannya.
Dengan badan yang agak sulit di gerakkan, Xin Ye mengeluarkan sebuah pil dari pakaiannya. Dia langsung menelan pil tersebut dan seketika semua lukanya langsung sembuh bagai tak terjadi apa apa.
Dia tertawa layaknya orang gila sejak semua lukanya tersebut telah sembuh.
"Hahahhaahha!"
"Tak kusangka aku akhirnya berada di situasi seperti ini. Kau adalah orang pertama yang berhasil memaksaku melakukan ini," ucap Xin Ye sambil menggigit telunjuk kanannya hingga berdarah.
Setelah berhasil membuat telunjuknya meneteskan darah, dia langsung memukul tanah sekeras tenaga sambil berkata,
"Teknik tingkat langit, hujan asam pemusnah!"
Brukkk
Sebuah simbol sihir muncul di bawah kakinya, simbol tersebut berbentuk merah dan berputar begitu cepat hingga membuat semua yang melihatnya merasa cukup was was akan hal tersebut.
"Hahahahahah!"
"Dari pada mati sendiri, mari kita mati sama-sama, Pangeran!" tawa Xin Ye sambil menatap Xiao Tian.
"Bersiaplah untuk menghadapi kematianmu, Pangeran!" teriak Xin Ye
Awalnya lingkaran sihir tersebut terus membesar ketika masih dalam keadaan berputar di bawah kaki Xin Ye.
Namun, setelah berputar putar cukup lama, lingkaran sihir tersebut semakin mengecil.
Lalu berakhir lenyap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
"Ada apa ini?"
"Kenapa lingkaran sihirnya menghilang?"
"Harusnya tak seperti ini, apa yang kau lakukan padaku?" tanya Xin Ye dengan mata yang terbelalak.
"Lukamu memang sembuh berkat pil aneh itu, namun dantianmu tidak," ucap Xiao Tian sambil menatap Xin Ye.
"Benar juga, lautan qi milikku tak kunjung penuh bahkan terus terkuras semakin tipis."
"Apa yang dia lakukan terhadap dantianku hingga tak bisa meanampung kekuatan qi?"
"Teknik tingkat pangit memerlukan banyak energi qi, tanpa kekuatannyang cukup teknik tersebut tak akan bisa diaktifkan."
"Seharusnya pil darah naga bisa memulihkan kekuatan qi serta lukaku, tapi nyatanya kekuatan qi ku malah semakin berkurang."
"Tanpa dantian aku hanyalah seorang sampah, dari caranya menyerangku sudah bisa dipastikan kalau dia tak berniat membunuhku," pikir Xin Ye sambil mengepalkan tangannya.
"Katakan apa yang kau inginkan dariku?"
"Kenapa kau tak langsung membunuhku?"
tanya Xin Ye sambil menatap Xiao Tian.
"Seperti yang diharapkan dari seorang jenderal pembasmi iblis. Kau benar benar bisa memahami situasimu."
"Sebelum aku membunuhmu, ada satu hal yang ingin kutanyakan. Sebutkan dimana lokasi para pembasmi iblis bersembunyi," tanya Xiao Tian sambil menatap Xin Ye.
"Untuk apa kau menanyakan itu padaku?" tanya Xin Ye.
"Dua kelompok elit telah di berantas. Pertama kelompok timur, lalu kelompok utara pasukan elit pembasmi iblis. Dan sekarang hanya kau yang tersisa dari kelompok selatan pasukan elit pembasmi iblis."
"Masih tersisa lima kelompok lagi yang belum datang mencari masalah denganku. Sebelum itu terjadi, aku ingin memberi mereka serangan kejutan. Oleh karena itu, informasimu ini sangatlah penting. Aku mungkinnakan mengampuni jyawamu jika kau berkata jujur, sebagai seorang jenderal kau harusnya tahu wilayah jenderal lain, bukan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Xin Ye.
"Tentu saja aku tahu, tapi aku tak akan memberitahumu!" bentak Xin Ye sambil menatap Xiao Tian.
"Benar benar keras kepala, tadinya aku tak mau melakukan ini. Tapi kau yang memaksa," ucap Xiao Tian sambil menatap Xin Ye dengan begitu tajam.
"Pinjamkan aku kekuatanmu untuk menyalin ingatan Xin Ye, Dewa petir," ucao Xiao Tian melalui telepati.
"Dari mana kau tahu kalau aku bisa meminjamkan jurus itu padamu?" tanya Dewa petir melalui telepati.
"Dari mana lagi kalau bukan dari dewa kera," jawab Xiao Tian melalui telepati.
"Dasar kera sialan!"
"Tak bisakah dia biarkan aku yang memberi tahunya saja!" teriak Dewa petir melalui telepati.
"Jangan banyak mengeluh, berikan saja jurusnya sekarang juga!" ucap Xiao Tian melalui telepati dengan nada ketus.
"Iya iya, dasar tak sabaran," balas Dewa petir dengan nada kesal.
Mata Xiao Tian berubah membiru, Xin Ye yang saat itu sedang membalas tatapan Xiao Tian tiba tiba saja terdiam kaku. Tak lama setelah itu, dia langsung pingsan hingga tak sadarkan diri.
Brukkk
Tepat ketika Xin Ye tumbang, Taiwu langsung berjalan mendekati Xiao Tian lalu berkata,
"Apakah kau baik baik saja, pangeran?"
"Aku baik baik saja, kau tak perlu menghawatirkanku. Jika kau ingin membantuku, maka bawa saja tubuh Xin Ye ke ruang tahanan. Aku masih memiliki suatu urusan dengannya," ucap Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Baik, pangeran," jawab Taiwu sambil memberi hormat.
Tepat ketika Taiwu berjalan masuk ke istana sambil membawa tubuh Xin Ye, Xiao Tian bersiul memanggil naga hitam lalu melompat ke atas punggungnya.
"Putraku, kau ingin pergi kemana?"
"Aku memiliki bajyak pertannyaan saat ini, bisakah kau jelaskan lebih dulu siapa orang orang yang menyerang kita ini?"
"Kenapa mereka bilang kalau kita melindungi iblis?" tanya Xiao Zhao Ye sambil menahan luka di dadanya.
"Ceritanya sangat panjang, namun aku tak bisa menceritakannya sekarang. Karena kalau aku tak segera pergi, mungkin kelompok yang lebih besar akan datang kesini dan mengobrak abrik istana kerajaan."
"Sebelum itu terjadi, maka kepergianku sangatlah diperlukan."
"Kalau begitu, aku pamit undur diri, ayahanda," ucap Xiao Tian sambil menatap Xiao Zhaoye dengan tersenyum tipis.
"Ayo kita pergi, naga hitam!" ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Roarr!" naga hitam meraung dalam versi dewasanya.