Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 424 : Aku adalah dirimu


Xiao Tian mencoba menghabisi Kaisar iblis Hei An dengan menimpanya menggunakan tongkat sakti milik Wu Kong. Akan tetapi meski sudah merubah tongkat tersebut ke ukuran raksasa, Kaisar iblis Hei An dapat menahan tongkat tersebut dengan begitu mudah.


Bahkan sanggup menahannya hanya dengan menggunakan satu tangan saja.


"Apa kau sedang ingin melawak?" tanya kaisar iblis Hei An sambil memegang tongkat sakti ukuran raksasa hanya dengan satu tangan.


Setelah tahu betapa kuat dan kerasnya Kaisar iblis berwujud tengkorak tersebut, Xiao Tian pun terkejut bukan main.


"Tubuh macam apa itu?"


"Kuat sekali," ketika Xiao Tian masih terkejut, kaisar iblis Hei An mendorong keras tongkat tersebut untuk menghantam tubuh Xiao Tian yang saat itu masih berada di atas udara.


Woooshhh


"Gawat, aku kan tak bisa terbang karna kekuatan qi dan kekuatan jiwaku tersegel," Xiao Tian tak bisa menghindar serangan balik kaisar iblis Hri An sehingga tongkat raksasa menghantam tubuhnya hingga membawanya terbang tinggi ke atas langit.


"Max, gravitation!" ucap Kaisar iblis Hei An sambil berdiam diri di tempatnya.


Wooshhh


Duarrr


Tongkat emas yang telah kembali ke ukuran kecil, serta Xiao Tian yang mengalami cukup banyak luka, terjatuh menghantam daratan awan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Bruakk


Kretakkk


Semua tulang tulang Xiao Tian patah akibat hal tersebut. Hanya tangan kanannya saja yang masih sedikit berfungsi. Jika tubuh perak tak melindunginya Xiao Tian akan merasakan hal yang lebih menyakitkan dari itu. Atau bahkan bisa tewas saat itu juga.


Ketika melihat Xiao Tian masih bisa hidup setelah menerima serangan kejutannya, Kaisar iblis Hei An pun tersenyum menikmati perjuangannya.


"Wah wah wah, keras juga ya tubuhmu itu. Karena sepertinya kau terlihat cukup kuat ayo kita lakukan sekali lagi" ucap Kaisar iblis Hei An sambil berjalan mendekat. Dia berencana untuk melempar Xiao Tian tinggi tinggi, lalu menjatuhkannya lagi dengan kecepatan tinggi.


"Sial apa yang terjadi dengan tubuhku, aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali," pikir Xiao Tian sambil mencoba menggerakkan tubuhnya.


Ketika tahu bahwa dia telah terpojok, Xiao Tian pun melirik ke arah Wu Kong. Namun tak ada pertanda kalau dia akan bergerak. Karena tak ada yang bisa dipikirkan lagi, Xiao Tian pun bertanya kepada sisi lainnya. Dia berpikir untuk meminta bantuan sisi lainnya. Akan tetapi hal buruk malah terjadi. Ternyata sisi lainnya pun tak bisa membantu karena beberapa alasan. Dan alasan utamanya adalah karena Xiao Tian terkena efek relik kutukan.


"Hei sisi lainku, apakah kau bisa membantuku?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Segel kutukan milik tengkorak sialan itu telah merantai diriku, aku tak bisa melakukan apapun karenanya," jawab sisi lain Xiao Tian melalui telepati.


Ketika dia sedang berada di jalan buntu, Xiao Tian melihat salah satu tengkorak panggilan Kaisar iblis Hei An sedang berusaha untuk bangkit. Dan kebetulan tengkorak malang itu terbaring tepat di samping kanannya, dengan kekuatan yang tersisa dia mencoba untuk menyentuh tengkorak tersebut dan akhirnya berhasil.


Disaat Kaisar iblis Hei An hampir mendekatinya, Xiao Tian mengaktifkan relik dimensi air untuk kabur dari musuhnya.


Seketika Xiao Tian menghilang bersamaan dengan tengkorak tersebut, dan waktu diluar dimensi air pun berhenti.


#Di dalam dimensi air


Semua kutukan lenyap dari tubuh Xiao Tian karena dia telah berpindah dimensi.


"Hosh hosh hosh," Xiao Tian bernapas dengan terengah engah karena sudah menahan napas cukup lama.


Sedangkan tengkorak malang yang Xiao Tian bawa ke dalam dimensi tersebut terjatuh kedalam lautan air dan terus tenggelam semakin jauh.


"Cara kerja dimensi air adalah aku harus membawa pergi seseorang ke dimensi ini, dan membunuhnya untuk keluar kembali ke tempat semula."


"Bantu aku menangkap tiket keluar kita dengan ekor hitammu!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Baiklah," satu buah ekor hitam muncul dari belakang punggung Xiao Tian dan terus memanjang hingga meraih tangan tengkorak hidup.


"Tempat ini sama seperti ruang hampa, tanpa ujung dan sangat luas. Jika aku sampai kehilangan tengkorak ini maka habislah aku," pikir Xiao Tian sambil menghela napas.


Setelah mengamankan tiket keluar dari dimensi air, Xiao Tian membuat satu kloning dirinya lalu membiarkan sisi lainnya merasuki tubuh tersebut.


"Apa yang ingin kau lakukan sekarang?" Musuhmu itu terlalu kuat," tanya sisi lain Xiao Tian yang telah merasuk ke tubuh tiruan ciptaan Xiao Tian.


"Sebenarnya aku membenci ide ini, tapi sepertinya tak ada cara lain selain ini," jawab Xiao Tian dengan berat hati.


"Tunggu dulu apa kau berencana untuk ...," sisi lain Xiao Tian melangkah mundur.


"Sejak awal kau adalah bagian diriku, satu satunya cara untuk memperkuat diri kita adalah dengan menyatukan jiwa kita. Taruhannya adalah satu, antara aku yang akan hilang ataukah dirimu," jelas Xiao Tian dengan serius.


Awalnya sisi lain Xiao Tian menolak hal tersebut karena tahu dia lebih dirugikan karena hadirnya gelang Dewa. Tapi karena tak ada jalan lain, dia pun menyerah.


"Baiklah,"


Xiao Tian dan sisi lainnya menyatukan tangan mereka lalu berkata, "Satukan dua jiwa, hilangkan jurang pemisah. Teknik penyatu jiwa, Aktifkan!"


Seketika tubuh tiruan Xiao Tian beserta sisi lain yang merasuk kedalam tubuh tersebut perlahan lenyap terhisap tubuh Xiao Tian.


Awalnya Xiao Tian berpikir bahwa dialah yang dirugikan karena kekuatan sisi gelapnya jauh diatasnya. Jadi dia berpikir bahwa dirinyalah yang akan hilang nantinya.


Ketika tahu bahwa sisi lainnya yang mulai lenyap, Xiao Tian pun berkata, "Ke ... kenapa kau yang menghilang?"


"Bukankah kau jauh lebih kuat dariku?" tanya Xiao Tian dengan tampang panik.


"Gelang Dewa milikmu lah yang telah menekanku. Sejak terserap lebih dari sepuluh relik di dalamnya aku tak mungkin bisa menguasaimu secara penuh," jawab sisi lain Xiao Tian dengan tubuh yang mulai lenyap.


"Kenapa kau tak memberi tahuku sebelumnya?"


"Kenapa kau mau mengorbankan dirimu?" tanya Xiao Tian dengan berlinang air mata.


"Jangan menangis, aku tak akan kemana mana. Karena aku adalah dirimu. Jadi jagalah tubuh kita baik baik dan kalahkan iblis sialan itu untukku, senang mengenal dirimu," sisi lain Xiao Tian menghilang tanpa sisa karena telah terserap masuk kedalam jiwa Xiao Tian.


Seketika kekuatan qi yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya mengalir cukup deras, dan semua kutukan yang ada di dalam tubuhnya pun menghilang hingga ke akar akarnya.


Setelah mengetahui bahwa kutukannya telah menghilang secara sempurna, Xiao Tian langsung berencana melenyapkan tengkorak yang masih terperangkap oleh ekor hitamnya. Semua itu harus dilakukan agar dia bisa kembali ke tempat sebelum dia menghilang.