
Setelah dapat menggerakkan tubuhnya secara normal, Xiao Tian langsung bertanya kepada Jia Li perihal pil tingkat langitnya. Dan Jia Li pun langsung menjawab bahwa semua pil tingkat langit yang Xiao Tian maksud, masih tersimpan utuh di dalam cincin ruangnya.
Mendengar Jia Li belum menelan pilnya sama sekali, Xiao Tian pun bertanya, "Kenapa kau tak menelan salah satunya?"
"Itu kan memang ku buat khusus untukmu lily,"
"Kenapa katamu?"
"Tentu saja karena kau hanya mengatakan untuk menyimpannya saja. Toh aku masih belum tahu apakah pil pil yang ku simpan itu benar benar berhasil teracik sempurna. Aku hanya berjaga jaga, oke," jawab Jia Li sambil menunduk dan memainkan jari jarinya.
Setelah mendengar alasan Jia Li, Xiao Tian pun tersenyum. "Baiklah kalau begitu, aku kan sudah sadar sekarang. Bisakah kau keluarkan pil tingkat langitnya?"
"Lily?" tanya Xiao Tian sembari tersenyum.
"Tentu," Jia Li langsung mengeluarkan semua pil penambah umur yang ada di dalam cincin ruangnya. Tekanan angin yang muncul saat pil pil tersebut muncul, tentu saja membuat semua benda kecil di dalam kamar beterbangan. Setelah mengetahui bahwa pilnya benar benar sukses, Xiao Tian langsung menekan energi pilnya sehingga guncangan angin di dalam kamar menghilang.
Ketika semuanya sedah terbilang aman, Xiao Tian langsung menyuruh Jia Li memasukkan semua pilnya ke cincin ruang kembali. Dan membiarkan satu untuk dia telan.
Jia Li pun sedikit menurutinya, namun tak hanya menyisakan satu pil. Melainkan menyisakan dua pil di dalam genggaman tangannya.
Xiao Tian tak mempermasalahkan hal tersebut karena pil itu memang tak memiliki efek samping sama sekali. bahkan jika ditelah seratus pil sekalipun.
Namun karena Jia Li berbuat diluar perintahnya, Xiao Tian pun bertanya,
"Pil pil itu memang tak memiliki efek samping. kau bahkan bisa menelan seratur pil sekaligus jika mau. Dan seperti yang kau ketahui setiap pil berguna untuk menambah masa hidup sebanyak seratus tahun."
"Dan itu sudah cukup panjang untuk ukuran manusia,"
"Bu ... bukan begitu, aku ingin memberikan salah satu pilnya untukmu. Bukankah itu akan jadi lebih baik kalau umurmu sepanjang umurku?" tanya Jia Li dengan jari jari yang dimainkan.
"Sebenarnya setelah memiliki aura seorang Dewa, aku benar benar menjadi makhluk abadi. Jadi kau tak perlu memikirkan umurku. Selagi aku tak terluka begitu parah, aku akan tetap hidup. Inilah keistimewaan menjadi salah seorang Dewa yang menjabat di alam langit," sambung Xiao Tian dengan mengelus kepala Jia Li.
"A ... badi?"
"Apakah aku juga bisa menjadi seorang Dewa juga?" tanya Jia Li sambil menatap Xiao Tian.
"Entahlah, aku akan menanyakannya kepada Dewa kera nanti," jawab Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Untuk sekarang perpanjang dulu umurmu, agar terus bisa hidup berdampingan denganku," sambung Xiao Tian sambil tersenyum.
"Ehm," Jia Li menelan kedua pil tingkat langit tanpa ragu. Ketika pil pil tersebut sudah masuk ke dalam tubuhnya, pil tersebut pun langsung bereaksi. Tubuhnya langsung bersinar begitu terang, bahkan bola matanya pun ikut memancarkan cahaya.
Proses pencahayaan tersebut berlangsung selama dua puluh detik, dan disaat sinarnya menghilang umur Jia Li pun mulai bertambah.
#Sementara itu di alam baka
Salah seorang Dewa kematian yang telah mendapat tugas dari Dewa Yama untuk mencabut Nyawa Jia Li ketika waktunya tiba. Dikejutkan oleh sobekan kertas yang mencatat umur Jia Li. Dimanaumurnya tiba tiba saja bertambah dua ratus tahun.
"Yang benar saja!"
"Kenapa aku harus mendapat klien yang susah mati?"
"Kalau aku tak mengambil banyak jiwa manusia kapan aku terbebas dari hukumanku," gumam sang Dewa kematian dengan tampang kesal.