
Jenderal Feng Long telah terluka parah karena menerima serangan mogui secara langsung, baju bajanya telah hancur oleh tembakan api mogui yang bertubi-tubi.
Demi mengobati Jenderal Feng Long, Xiao Tian memberikan beberapa pil penguat tubuh, dan pil pemulih energi yang dia miliki, untuk mempercepat proses pemulihan, Xiao Tian mempraktekkan teknik akupunturnya, tak lama kemudian, luka bakar di tubuh Jenderal Feng Long perlahan menghilang, dan nafasnya mulai kembali teratur, Feng Ling semakin mengagumi Xiao Tian setelah melihat kemampuannya.
Awalnya Feng Ling hanya menyukai paras Xiao Tian yang begitu tampan, tapi setelah melihat kekuatan dan keterampilannya, dia semakin mengagumi Xiao Tian, apalagi Xiao Tian telah berhasil menyelamatkan nyawa ayahnya.
Feng Ling senang sekaligus sedih karena bisa mengenal Xiao Tian, di dalam benaknya dia senang karena Xiao Tian bisa menyembuhkan ayahnya dan bisa membuatnya jatuh cinta, tapi dia juga sedih, karena yang dia tahu Xiao Tian sudah memiliki Huang Li dan mempunyai dua orang anak yang kekuatannya jauh diatasnya. Karena kesalahpahaman itu Feng Ling mencoba menahan diri untuk melupakan Xiao Tian.
Sambil memalingkan wajah kearah yang lain, Feng Ling berkata " Terimakasih karena sudah menyembuhkan ayahku."
Feng Ling belum mengetahui, kalau Kaibo dan Jingmi bukanlah anak kandung Xiao Tian, dan Huang Li hanyalah sebatas teman dimata Xiao Tian. Karena mencoba menahan diri, Feng Ling pun berterimakasih kepada Xiao Tian sambil memalingkan wajahnya, dia melakukan ini untuk menutupi perasaannya.
"Kenapa kau berterimakasih sambil menghadap kearah yang lain?"
"Aku ada didepanmu loh." ucap Xiao Tian yang bingung akan perilaku Feng Ling
Feng Ling tak bisa menjawab apa-apa, dia merasa semakin canggung karena hanya berduaan dengan Xiao Tian.
Dag dig dug(Jantung Feng Ling berdetak semakin kencang setelah mencoba melirik kearah Xiao Tian)
"Aku..." ucap Feng Ling yang masih memalingkan wajah
"Sial, alasan apa yang harus kukatakan, tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku sedang mencoba menghindarinya." pikir Feng Ling dengan jantung yang berdetak begitu kencang
Dalam suasana yang begitu canggung, Kaibo berteriak memanggil Xiao Tian,
"Kak Xiao Tian!" teriak Kaibo
Mendengar teriakan Kaibo, Xiao Tian pun melirik kearah belakang.
"Syukurlah akhirnya situasinya tak secanggung tadi."
"Tapi apa bocah itu memanggilnya kak Xiao Tian?"
"Bukankah dia anaknya?" pikir Feng Ling
Xiao Tian langsung berdriri, setelah melihat Kaibo menggendong Jingmi yang sedang terluka parah, dia langsung berlari menuju kearah kaibo, terlihat jelas dimata Feng ling kalau Xiao Tian begitu menghawatirkan Jingmi, Xiao Tian terlihat begitu panik hingga berlari tanpa memperhatikan sekitar, beberapa kali dia tersandung oleh bebatuan yang berserakan di sekitarnya.
"Kak Xiao Tian apakah Jingmi baik-baik saja?" tamya Kaibo sambil menggendong Jingmi yamg terluka parah
"Letakkan dia dibawah, biar aku bisa memeriksanya." jawab Xiao Tian
Kaibo meletakkan Jingmi ke tanah, agar Xiao Tian bisa memeriksanya.
"Maafkan aku, aku tak bisa melindunginya, aku terlambat menolongnya, ini semua salahku." ucap Kaibo sambil meneteskan air mata
"Sudahlah berhenti menyalahkan dirimu, aku juga salah, walau bagaimanapun juga, aku yang harusnya melawan Chenzhong, aku lengah karena meremehkan serangan lawan." sambung Xiao Tian
Xiao Tian memeriksa keadaan Jingmi, dia mengecek denyut nadi, nafas dan jantungnya, meski dalam kondisi yang sangat lemah, jantung Jingmi masih berdetak, Xiao Tian pun mulai bernafas lega, sedangkan Kaibo hanya bisa berdoa karena tak bisa melakukan apapun.
"Tenanglah, Jingmi masih hidup, aku akan menyembuhkannya, kau tak perlu khawatir." ucap Xiao Tian
"Benarkah?"
"Syukurlah, aku pikir aku akan kehilangan seseorang yang kusayangi lagi."
"Terimakasih, aku sangat berterimakasih, hutang budiku ini tak akan pernah kulupakan." ucap Kaibo sambil menangis
"Kau ini bicara apa, kita kan keluarga, kau tak perlu sungkan." ucap Xiao Tian dengan senyuman
Xiao Tian mengobati Jingmi dengan melakukan perawatan yang sama seperti saat dia mengobati Jenderal Feng Long, karena lukanya tak separah luka Jenderal Feng Long, Jingmi pun tersadar setelah selesai diobati.
"Kenapa Jingmi bisa ada disini?" tanya Jingmi
"Jingmi terluka parah tadi, Ayah Xiao Tian habis mengobati Jingmi." jawab Xiao Tian
"Terimakasih ayah Xiao Tian, Jingmi sayang ayah." ucap Jingmi sambil memeluk Xiao Tian
"Bolehkah aku memanggilmu ayah?" tanya Kaibo dengan wajah yang malu malu
"Dari awal kan aku sudah menganggapmu sebagai keluargaku tentu saja boleh." jawab Xiao Tian
"Ayah!" ucap Kaibo sambil melompat kearah Xiao Tian
"Wah ternyata bocah nakal ini bisa manja juga ya, gemes deh." ucap si Gendut yang tiba-tiba ada di samping Xiao Tian
"Bwee." ledek Kaibo
"Sejak kapan kau ada disampingku?" tanya Xiao Tian
"Aku berlari menyusulmu tadi, tapi sepertinya guru terlalu sibuk melihat kondisi Jingmi ya, sampai-sampai tak menyadari keberadaanku." jawab si Gendut
"Ya kau benar, aku sangat menghawatirkan keadaan Jingmi." sambung Xiao Tian
"Ngomong-ngomong dimana Huang Li?" tanya si Gendut
Mata Kaibo mendadak terbelalak, dia baru mengingat kalau tujuannya berlari kearah Xiao Tian bukan untuk meminta menyembuhkan Jingmi saja, tapi dia juga ingin mengatakan kondisi Huang Li , dengan wajah yang panik Kaibo melepaskan pelukannya, dan langsung menarik tangan Xiao Tian.
"Ayo kita harus segera menolong kak Huang Li!" ucap Kaibo sambil menarik tangan Xiao Tian
"Kenapa kau tiba-tiba terlihat panik?"
"Bukankah Huang Li menjadi begitu kuat sejak tadi malam?" tanya Xiao Tian
"Dia terluka parah oleh sambaran petir semalam, tepat sebelum iblis itu kabur, suara yang misterius menyuruhnya pergi, kalau iblis itu tak pergi mungkin kak Huang Li sudah dihabisi, aku tak tahu keadaannya sekarang, pokoknya ayo kesana!" ucap Kaibo dengan wajah panik
"Jingmi juga ingin lihat , ayo ayah kita kesana." ucap Jingmi
Xiao Tian dan Jingmi mengikuti Kaibo kearah tempat Huang Li terluka, si Gendut mengikuti dengan berjalan di belakang mereka.
Wajah Xiao Tian yang awalnya sudah tenang, berubah menjadi begitu panik setelah melihat Huang Li terbaring tak berdaya, Lukanya terlihat begitu parah, dia tak menyangka Huang Li yang kekuatannya tak bisa dia ukur, bisa terluka separah itu. Xiao Tian langsung mengecek luka Huang Li, dia mengecek nafasnya tapi tak ada hembusan nafas sedikitpun, mencoba mengecek nadinya, tak ada denyut sedikitpun, mengecek detak jantungnya tapi tak ada suara detak jantung sedikitpun. Terlihat jelas di mata semua orang bahwa Xiao Tian terlihat semakin putus asa, dia terlihat begitu frustasi dan menteskan air mata.
"Tidak, ini tak boleh terjadi!"
"Kau tak boleh mati!"
"Kalau kau mati, apa yang harus kukatakan pada ayahmu, bangunlah Huang Li!" teriak Xiao Tian
"Kau telan pil ini ya."
"Aku akan mengobatimu." ucap Xiao Tian
Xiao Tian mencoba memberi Huang Li pil pemulih energi dan pil penguat tubuh, dia juga menggunakan teknik akupunturnya, tapi tak ada perubahan sedikitpun.
Apakah yang akan terjadi kepada Huang Li?
Sanggupkah Xiao Tian menolongnya?
bersambung