
Setelah diancam oleh Xiao Tian, Sunlong alhirnya terpaksa menjelaskan semua hal yang dia ketahui.
Berdasarkan penjelasannya, Xiao Tian tak bisa merasakan kekuatan sebagai seorang Dewa Petarung dikarenakan oleh bola sinar hitam yang terus menyerap sebagian besar energi Dewa milik Xiao Tian.
Dia juga menjelaskan bahwa alasan dibalik hancurnya dua rantai ilusi yang mengikat kaki Xiao Tian ketika sedang tak terkendali, yaitu berkat bantuannya yang mengorbankan kultivasinya sendiri. Akibat dari mengorbankan kultivasi membuat tubuh Sunlong kembali ke versi mini seperti seekor kadal merah kecil yang tidak berdaya.
Mendengar penjelasan Sunlong, Xiao Tian pun bertanya, "Kalau kau memang menolongku, kenapa tak bilang dari tadi?"
Kau bahkan berusaha lari dari pertanyaanku."
"Oh iya, bukankah kau juga pernah bilang kalau kau sudah bangkit sejak aku menatap mata mayat guruku."
"Lalu kenapa kau tak menunjukkan diri sejak waktu itu?" tanya Xiao Tian.
"Bukan urusanmu!" Sunlong memalingkan wajahnya ke arah kanan seperti seorang anak kecil yang sedang mencoba menyembunyikab sesuatu.
"Tolong jawab pertanyaanku dengan benar," ucap Xiao Tian sambil mendekatkan tangan kirinya yang berlapis petir ke rantai perak yang mengikat Sunlong.
Mendengar suara percikan listrik dari tangan Xiao Tian, Sunlong pun langsung mengeluarkan keringat dingin disekitar dahinya diikuti dengan jantung berdegup semakin kencang karena merasa takut. Sunlong merasa takut karena tak ingin merasakan setruman listrik lagi, semua rasa takutnya itu muncul karena tubuhnya yang sekarang belum bisa menahan setruman listrik sekecil apapun. Tubuhnya yang saat ini hanya bisa menahan serangan api yang tak terlalu panas. Sedangkan serangan elemen lain akan mampu membuatnya tersiksa.
Sambil menatap Sunlong dengan tatapan mengancam, Xiao Tian berkata, "Kau yakin tak ingin menjawab pertanyaanku?"
"Sial, bocah ini benar benar tak memberiku pilihan lain," pikir Sunlong sambil mengepal kedua tangannya.
"Cih, kau pikir kau bisa mengancamku?" ucap Sunlong sambil mencoba mengecoh Xiao Tian.
Sunlong berusaha menipu Xiao Tian dengan bersikap seolah olah tak takut terhadap listrik di tangan Xiao Tian. Sayangnya rencananya itu tak berjalan sesuai rencana, Xiao Tian terus mendekatkan tangan brrselimut listrik ke rantai perak tanpa mempedulikan ucapan Sunling.
Sunlong pun semakin ketakutan dan tak bisa menahan diri lagi karena melihat Xiao Tian terus mendekatkan tangan yang berselimut petir itu ke rantai perak. Ditambah lagi Xiao Tian juga menatap Sunlong dengan serius tanpa rasa ragu sedikitpun.
Ketika Xiao Tian hampir menempelkan tangannya yang berselimut petir, Sunlong pun menjadi semakin panik dan berkata,
"Iya iya, aku akan menjawab pertanyaanmu. Tapi tolong singkirkan tangan kirimu itu dulu!" ucap Sunlong dengan wajah paniknya.
Setelah mendengar jawaban Sunlong, Xiao Tian pun langsung menyingkirkan tangannya yang berselimit listrik dari rantai perak yang terhubung dengan leher Sunlong.
Sunlong pun bernapas lega setelah Xiao Tian menyingkirkan listrik yang bisa menyetrumnya.
Karena telah berjanji dan tak ada pilihan lain selain menjawab semua pertanyaan Xiao Tian, Sunlong pun menceritakan semua hal yang terjadi dari awal dia terbangun sampai rohnya terlempar keluar dari punggung Xiao Tian.
Sunlong menjelaskan bahwa sebenarnya dia sudah bangkit sejak Xiao Tian menatap mata mayat Dewa Obat. Namun sebagian besar kemampuannya tersegel oleh kekuatan dari bola sinar hitam yang merasuki tubuh Xiao Tian.
Berbagai cara telah dia lakukan untuk melepas segel hitam yang melingkar di lehernya, namun semua usahanya tak membuahkan hasil sedikitpun.
Karena kehilangan sebagian besar kekuatannya dia tak bisa menghubungi Xiao Tian melalui telepati. Jangankan telepati, untuk berbicara saja dia mengalami kesulitan.
Ketika Xiao Tian diluar kendali, rohnya pun berada di alam pikiran tempat Sunlong berada. Sehingga Sunlong dapat melihat roh Xiao Tian dengan jelas. Akan tetapi Xiao Tian tak dapat melihatnya karena Sunlong berada jauh di belakang punggungnya.
Selain itu, roh Sunlong pun bernasib sama seperti roh Xiao Tian. Dia juga terikat oleh rantai ilusi yang mencegahnya bergerak. Akan tetapi rantai ilusi yang mengikat tubuh Sunlong jauh lebih banyak karena sejatinya dia tak memiliki sedikitpun elemen cahaya. Sedangkan Xiao Tian hanya terikat oleh dua buah rantai ilusi di kakinya karena masih memiliki sedikit elemen qi tipe cahaya. Oleh karena itu, Xiao Tian masih bisa bergerak dan berusaha melawan. Sedangkan Sunlong tak bisa melawan rantai ilusi sedikitpun. Alhasil dia tak bisa menggerakkan badan serta mulutnya untuk memanggil Xiao Tian.
Melihat Xiao Tian sangat kesulitan melepas rantai ilusi, Sunlong tak punya pilihan lain selain mengorbankan kultivasinya untuk membebaskan tuannya itu. Dia melakukan itu karena semakin lama Xiao Tian terikat rantai ilusi, maka kesempatan untuk melepaskan diri dari belenggu sinar hitam akan semakin berkurang.
Setelah mengorbankan kultivasinya untuk menolong Xiao Tian, tubuh besarnya menyusut hingga ke ukuran mini. Sayap di punggungnya pun menghilang sehingga dia kembali terlihat seperti seekor kadal merah biasa. Tak hanya itu, sejak saat itu dia juga menjadi begitu lemah dan tak berdaya karena kehilangan semua kultivasinya.
Tepat setelah Sunlong kembali ke ukuran mini, rantai ilusi di kaki Xiao Tian pun hancur tak berbekas. Bersamaan dengan hancurnya rantai ilusi, roh Xiao Tian pun menghilang dari pandangan Sunlong karena kembali ke alam nyata dimana tubuhnya berada.
Setelah Xiao Tian berhasil lepas dari ikatan rantai ilusi, Sunlong pun tersenyum lega.
Akan tetapi segel hitam di lehernya tak kunjung menghilang, begitupun empat buah rantai ilusi yang terus mengikatnya.
Tak hanya ikatan yang terus semakin kencang dan menyakiti Sunlong, aura hitam pun perlahan merambat dari ujung rantai ilusi sampai menempel ke pergelangan kaki dan tangan mungil Sunlong.
Perlahan tapi pasti, aura hitam terus merambat menyelimuti tubuh Sunlong, dan berusaha menelan roh Sunlong hidup hidup.
Karena tak bisa melakukan apapun terhadap aura hitam yang mencoba menelannya, Sunlong pun mulai pasrah dan berserah diri.
Namun tepat ketika aura hitam hampir menelannya hidup hidup, tiba-tiba saja semua aura hitam yang hampir menelan seluruh tubuhnya pun menghilang tanpa sisa.
Tak lama setelah itu, sebuah bola sinar putih muncul entah dari mana, Lalu merasuki tubuh mungil Sunlong yang masih terikat rantai.
Bersamaan dengan masuknya sinar putih ke perutnya, seluruh tubuh Sunlong langsung bersinar begitu terang. Mengeluarkan sinar putih yang mrnyilaukan mata.
Setelah sinar putih menyelimuti tubuh Sunlong, keempat rantai dan lingkaran hitam yang melingkar dilehernya pun mulai hancur tanpa sisa. Belum sempat Sunlong memahami apa yang baru saja terjadi, tiba toba saja terdapat gelombang kekuatan yang mendorongnya keluar dari alam pikiran dan berakhir menabrak tembok karena sinar putih yang belum menghilang dari tubuhnya.
Setelah mendengar penjelasan Sunlong, Xiao Tian pun menganggukkan kepalanya. Ertanda bahwa dia telah memahami semua maksud ucapan Sunlong.
"Aku mengerti, dengan kata lain Dewa Petir telah membebaskanmu dari belenggu sinar hitam. Dia juga pura-pura tidak tahu mengenai ketidak berdayaanmu agar kau mengakui semuanya sendiri," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
Karena tak terima terhadap ucapan Xiao Tian yang menyinggung kekalahannya terhadap sinar hitam. Wajah Sunlong pun langsung terlihat kesal, setelah menarik napas begitu dalam dia pun berkata,
"Siapa bilang kalau aku tak berdaya, kaulah yang tak berdaya. Seorang Kaisar iblis sepertiku tidak akan mungkin kalah dari sinar lemah seperti itu!"
"Andai saja kekuatanku sudah kembali aku pasti sudah menghancurkan bola sinar hitam itu dari tubuhmu!" jawab Sunlong dengan nada tinggi.
"Oh .. " Xiao Tian menatap Sunlong dengan tatapan datar. Tanpa menghiraukan Sunlong dia pun langsung tidur menghadap Su Yan.
"Hei tunggu jangan abaikan aku, kalau kau ingin tidur batalkan kontrak kita dan lepaskan rantai perak ini!" bentak Sunlong.
Xiao Tian menatap Sunlong dengan tatapan dingin lalu berkata, "Apa kau ingin disetrum lagi?"
Seketika Sunlong langsung menutup rapat-rapat mulutnya lalu berpura-pura tidur di belakang punggung Xiao Tian.
"Sialan, kenapa aku harus bernasib seperti ini. Aku rindu masa jayaku sebagai salah satu Kaisar iblis."
Setelah menutup mata mereka cukup lama, Su Yan membangunkan Xiao Tian setelah berjaga menggantikan Taiwu.
"Maaf ketua, aku harus membangunkanmu. Sekarang giliranmu berjaga. Aku sudah berjaga cukup lama setelah menggantikan Taiwu," ucap Su Yan sambil menggoyang-goyang tubuh Xiao Tian.
Setelah membuka matanya, Xiao Tian langsung menatap Su Yan dan berkata,
"Ah, sudah giliranku ya?"
"Baiklah kalau begitu." Xiao Tian berjalan keluar rumah lalu berjaga di atas atap sambil mengawasi seluruh wilayah sekitar.
Sedangkan Sunlong terpaksa ikut ke atas atap, karena rantai perak yang terhubung dengan tangan kanan Xiao Tian.
Sambil menatap keatas langit yang penuh bintang, Xiao Tian berkata,
"Sunlong, apakah kau bisa menganggapku sebagai teman mulai sekarang?"
"Walau kita menghabiskan banyak waktu bersama, dan aku sering menolongmu saat kau dalam kesulitan. Bukan berarti kalau aku sudah mengakuimu sebagai temanku. Semua itu kulakukan karena kau adalah tuanku. Kita terikat oleh kontrak roh beladiri. Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, maka aku juga akan merasakan hal yang sama. Bahkan bisa merasakan dua kali lipat dari apa yang kau rasakan."
"Ketika kau terluka parah akibat pertarungan yang sulit dimenangkan, maka aku juga ikut merasakan sakit yang luar biasa."
"Ketika kau kehilangan nyawamu maka aku juga akan ikut menghilang dari dunia ini."
"Aku menolongmu selama ini bukan untuk lebih dekat denganmu. Atau bahkan ingin menjadikanmu sebagai temanku. Melainkan untuk menyelamatkan nyawaku sendiri."
"Ketika kontrak diantara kita telah berakhir atau menghilang, maka hubungan kita akan berakhir saat itu juga. Aku masih sama seperti yang dulu, tidak akan pernah mau menganggap manusia sebagai temanku lagi. Sudah cukup bagiku merasakan penghianatan yang dilakukan oleh manusia terhadapku." Sunlong mengerutkan dahinya dan mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya terlihat sangat kesal dan kecewa. Dia teringat oleh masa kelamnya dimana semua keluarga serta teman satu rasnya telah dibasmi habis oleh para pembasmi iblis yang telah dia anggap sebagai temannya sendiri.
"Aku mengerti alasanmu masih meragukan manusia, tapi jangan khawatir aku tak akan memaksamu mengakuiku sebagai temanku.
Xiao Tian tersenyum memandang Sunlong.
Melihat senyuman tulus Xiao Tian, Sunlong pun dipenuhi dengan pikiran yang membingungkan. Dia tahu kalau Xiao Tian berbeda dengan kebanyakan manusia. Namun, traumanya terhadap penghianatan seorang teman kepercayaannya membuatnya masih meragukan senyum tulus Xiao Tian.
Dia tak mau berteman dengan manusia karena tak ingin merasakan lagi sakitnya dihianati.
"Aku tak boleh ragu lagi, tak ada manusia yang bisa dipercaya. Semua manusia sama saja, dan Xiao Tian merupakan salah satu dari mereka. Meski Xiao Tian terlihat berbeda dari kebanyakan manusia memperlakukan para iblis, aku tak boleh luluh," pikir Sunlong sambil mengepalkan kedua tangannya begitu kencang.
Melihat Sunlong tiba tiba terlihat tegang membuat Xiao Tian merasa sedih. Meski Sunlong tak mengatakan isi hatinya, Xiao Tian masih bisa memahami isi pikiran Sunlong saat ini. Hanya dengan melihat ekspredinya saja dia bisa tahu kalau Sunlong masih belum bisa mempercayainya sebagai seorang teman.
Sunlong masih terikat oleh masa lalunya yang begitu kelam. Dimana semua keturunannya pernah dihabisi oleh pemburu seorang manusia yang sangat dia percayai. Dia tak pernah menyangka kalau manusia yang telah dia anggap sebagai sahabat sejati, ternyata merupakan pimpinan tertinggi kelompok pemburu iblis.
Hatinya begitu hancur, setiap kali mengingat ketika semua keturunannya dibantai habis tepat dihadapan matanya sendiri. Dan yang paling membuatnya merasa semakin hancur yaitu mengetahui fakta bahwa dalang dibalik pemusnahan keturunan murni iblis naga merupakan sahabatnya sendiri yang sangat begitu dia percaya. Sahabat pertama dan terakhir Sunlong dari bangsa manusia.
"Aku tak boleh luluh, semua manusia itu sama. Mereka hanya terlihat baik di awal saja. Meski di depan terlihat baik, manusia bisa menjadi seorang iblis yang tak kenal ampun."
"Aku tak boleh mempercayai manusia lagi, cukup sekali aku merasakan sakitnya dihianati. Aku tak perlu seorang teman untuk melanjutkan hidupku. Setelah menemukan cara untuk lepas dari ikatan roh beladiri, aku harus cepat pergi meninggalkan Xiao Tian agar tak tenggelam begitu jauh dalam rasa percaya terhadap manusia," pikir Sunlong sambil mengepalkan tangannya begitu kencang.
Setelah berpikir begitu keras, Sunlong terus menatap langit yang penuh bintang dengan mata yang berlinang air mata. Dia terus menatap langit sambil membayangkan semua keturunannya yang telah tiada.
"Sunling, Lingzeng dan semuanya. apakah kalian baik baik saja di surga sana?"
"Aku sangat merindukan kalian, aku telah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan tubuhku kembali. Tapi malah terjebak dalam ikatan kontrak roh beladiri, maafkan ketidak becusanku ini. Karena kecerobohanku dalam memilih musuh, aku berakhir seperti ini."
"Meski aku sudah menjadi seperti ini, aku tak akan melupakan janjiku pada kalian."
"Akan kubalaskan dendam kalian dengan menghancurkan semua orang yang berhubungan dengan pembasmi iblis saat kekuatanku telah pulih kembali," pikir Sunlong dengan air mata yang berlinang.
Dimalam yang telah kembali tenang itu, Sunlong menatap langit sambil mengingat teman serta keluarganya yang telah dilenyapkan oleh para pembasmi iblis.
Dia terus memikirkan hal itu seorang diri, dan tak ingin membagi kesedihanya kepada Xiao Tian yang duduk disampingnya.
####
Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.
Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.
Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.
Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁