Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 559 : Terdesak


"Apa aku boleh menanyakan namamu?" Ciao Tian bertanya sembari mengikuti langkah kaki sang raja neraka yang akan menjadi lawannya kali ini. Dia bertanya dengan tubuh gemetar karena belum terbiasa dengan tekanan roh yang dipancarkan oleh makhluk tersebut.


"Sang penjaga, Sang dinding tak tertembus, Sang penghancur impian, Sang pengendali ilusi, dan masih banyak lagi. Kau bebas memanggilku dengan sebutan apapun, karena sejatinya aku memang tak bernama, berbeda dengan mereka, aku terlahir disini, dan tak pernah berniat untuk pergi dari sini! Tugasku ialah menghalangi para iblis dan orang orang sepertimu yang ingin menantang kehendak langit agar dapat hidup kembali!" Makhluk itu menanggapi dengan suara yang menggema dan mencekam. Dia mengatakan hal tersebut setelah berada tepat di depan pintu yang terbuka secara otomatis tepat setelah dia sampai di hadapannya.


"Apa tak ada nama yang lebih umum disebutkan semua orang untuk mempermudah ku memanggilmu?" Tanya Xiao Tian dengan hati hati.


Makhluk itu melanjutkan langkahnya hingga berada cukup jauh dari ruang singgasananya, berjalan tanpa merespon pertanyaan terakhir Xiao Tian. Suasana pun menjadi sunyi dan mencekam kala itu.


Di luar pintu ruang singgasana, Xiao Tian tak melihat sesosok makhluk satupun selain raja neraka bersayap delapan yang memimpin jalan di hadapannya itu. Yang bisa dia lihat hanyalah sebuah lorong panjang nan gelap, yang hanya diterangi oleh obor obor berapi biru.


'Suasananya seperti sedang di sebuah markas rahasia yang dibangun di gua atau bawah tanah,' pikir Xiao Tian dengan waspada.


Lorongnya nampak tak berujung hingga membuat Xiao Tian bertanya tanya, perlu berapa lama lagi dia berjalan mengikuti sang raja neraka tersebut. Ketika sudah empat jam terlewati, pikiran Xiao Tian pun mulai dipenuhi oleh pertanyaan.


'Sudah Berjam jam kami berjalan, di mana arenanya berada? dan sampai kapan aku harus berjalan mengikutinya seperti ini?' Xiao Tian nampak kelelahan.


Lima jam telah terlewati, Xiao Tian sudah benar benar terbiasa dengan tekanan roh yang terpancarkan oleh sosok didepannya. Tubuhnya pun tak gemetar lagi, sehingga memiliki nyali untuk angkat suara tanpa gemetar seperti sebelumnya.


"Tuan dinding tak tertembus, atau apapun itu ... , bisakah kau memberi tahuku tentang seberapa jauh dan lama lagi, kita harus berjalan agar sampai ke arenanya?!"


Raja neraka bersayap delapan terus melangkah sambil mengabaikan pertanyaan Xiao Tian.


"Kau ini! Bisakahkah berhenti memgabaikanku!" Xiao Tian melesat maju dengan penuh rasa kesal. Mengepalkan tinjunya dengan maksud untuk melukai. Akan tetapi, tinju penuh amarahnya menembus tubuh sang raja neraka bersayap delapan begitu saja. Barulah dia menyadari, bahwa ternyata selama ini, yang dia ikuti hanyalah sebuah ilusi belaka.


Seluruh ruangan, termasuk raja neraka bersayap delapan yang Xiao Tian lihat seketika lenyap digantikan oleh daratan tanah hitam yang mengeluarkan asap beracun.


Langitnya terlihat merah, sementara kerumunan iblis setengah dewa, nampak jelas melingkari dirinya sembari menjaga jarak cukup jauh. Di dalam lingkaran kerumunan iblis setengah dewa tersebut, terlihat sosok raja neraka bersayap delapan yang sedang duduk dengan santainya di sebuah kursi emas berhiaskan ukiran burung Phoenix.


"Hahahaha! Lihatlah manusia itu! Bisa bisanya terjebak jebakan ilusi selama berjam jam!" Para iblis setengah dewa, yang memiliki wajah seperti manusia dengan empat buah sayap berwarna hitam di sebelah kiri, dan empat buah sayap berwarna putih di sebelah kanan. Kepala mereka memiliki tanduk dengan jumlah beragam, dari satu hingga enam. Sementara tekanan roh mereka terasa persis seperti raja neraka bersayap delapan yang berlapis qi iblis dan kekuatan suci. Mereka memakai jubah dewa kematian sembari memegang sabit seperti penghuni gerbang alam bawah lainnya.


"Menyerah saja! Kau yang sekarang tak mungkin bisa mengalahkan ku!" Raja neraka bersayap delapan duduk santai sembari memandang remeh Xiao Tian. Semua sayapnya nampak ungu kehitaman dengan kilatan listrik berwarna biru.


"Terus apa masalahnya?"


"Kau takut orang orang yang kau kenal sudah tiada saat berhasil hidup kembali?"


"Jangan pikir kau bisa melangkahiku manusia!"


"Aku disebut sang penghancur mimpi para arwah bukan karena sebuah lelucon!"


"Seorang amatir sepertimu tidak akan mungkin bisa melangkahiku meski sampai jutaan kali menantangku!" Suara raja neraka bersayap delapan menggema dengan tekanan roh yang mengerikan.


"Urkk!!!" Xiao Tian tertekan sangat kuat hingga memuntahkan darah begitu banyak.


"Mu ... mustahil! Bukankah aku seharusnya seorang roh!? Bagaimana bisa aku mengeluarkan darah?" Xiao Tian tersentak bukan main.


"Manusia ... , apa kau bahkan tak pernah mencoba untuk mencari tahu tentang siapa lawanmu sebelum datang kemari?"


"Bukankah Hei Bai Wu Chang memberikanmu bukunya? Mungkinkah kau tak membaca habis bukunya!" Raja neraka bersayap delapan nampak kecewa sekaligus kesal.


"Saat aku mendengar kalau ada seorang manusia yang diberkati simbol roh suci sepertiku, telah berhasil mengalahkan para raja neraka dalam kurun waktu kurang dari 24 jam ... , aku benar benar sangat tertarik akan keberadaanmu! Tapi ternyata hasilnya malah seperti ini .... Cih!!! Menyerah saja! Manusia!!" Raja neraka bersayap delapan penuh dengan emosi.


"Tidak akan!" Xiao Tian menolak sembari menahan rasa sakit yang dirasakannya.


"Baiklah jika itu yang kau mau!"


"Habisi dia!" Raja neraka bersayap delapan kehilangan ketertarikan nya terhadap Xiao Tian. Menghilangkan semua tekanan roh yang dipancarkannya kemudian membiarkan semua iblis setengah dewa untuk mengambil alih semuanya.


"Mati kau manusia!" Para iblis setengah Dewa melesat maju menargetkan Xiao Tian.


'Sial! Tubuhku masih terasa sangat sakit! Aku belum terbiasa dengan kondisi aneh ini! Kalau mereka menyerang ku sekarang secara bersamaan, aku bisa bisa tiada!' Xiao Tian nampak sangat panik.