Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 528 : Xiao Tian vs God Blood Chameleon 2


Kaibo dan Jingmi terdesak tekanan segel suci Yang Changyi dan para biksu suci lainnya. Tekanan segel itu, membuat keduanya kesulitan bergerak dan dan kehilangan setengah dari kekuatan normalnya dalam wujud anak anak. Meskipun ras siluman dan manusia tak terpengaruh oleh segel suci, para prajurit kerajaan petir dan pasukan siluman kelinci nampak kesulitan.


"Hosh hosh hosh!" Kaibo dan Jingmi nampak kewalahan. Sementara Liang Su tetap menjaga jarak aman dengan menjauhi area segel suci karena tak ingin bernasib sama seperti mereka. Sambil mengamati dari jauh, dia juga turut berperan mengurangi anggota sekte pembasmi iblis berjubah putih dan merah yang menyebar diluar area segel suci.


"Pssstt!" Liang Su mendesis dalam wujud ular raksasanya. Liang Su mendesis cukup nyaring, karena hendak memanggil pasukan siluman ular yang pernah dia tundukkan saat mengunjungi daratan vampir waktu itu. Tak perlu waktu lama, asap hitam berlapis racun bermunculan dari kejauhan, di dalam asap beracun itu, terdapat ratusan iblis ular merah, putih dan hijau. Pasukan iblis ular itu telah lama menunggu panggilan Liang Su yang telah mereka anggap sebagai ratu mereka karena wujud ularnya yang terlihat lebih besar dan kuat jika dibandingkan dengan mereka semua.


"Dari mana datangnya iblis iblis itu!?"


"Meski mereka dapat ditekan dengan segel suci, aura racun yang terpancar dari tubuh mereka patut diwaspadai!" Biksu Agung teralihkan akan siluet desisan ratusan iblis ular yang berdatangan dari jauh.


"Dasar bodoh!"


"Apa kau lupa kalau saat ini kita sedang bertarung!?" Su Yan dalam mode serigala raksasa berkepala dua mencakar Biksu Agung yang lengah saat bertarung.


Sratt. Krakkk!!!! aura suci yang dibentuk sebagai pelindung yang melapisi tubuh Biksu Agung hancur tertembus serangan Su Yan hingga membuat tubuhnya terkena dampak cakar raksasa.


Wooshhh. Bruakkk!!!! tubuhnya terpental cukup jauh, melewati batas jangkauan segel suci yang dia aktifkan. Bersamaan dengan terlemparnya sang biksu agung, segel suci ber-area paling luas yang dia aktifkan pun lenyap tanpa jejak.


Kekalahan Biksu agung tentunya mengejutkan para biksu suci dan anggota sekte pembasmi iblis di sekitarnya. Membuyarkan konsentrasi mereka hingga segel suci yang mereka aktifkan berkurang keefektifannya. Sadar akan keadaan yang terbalik, Kaibo dan yang lainnya segera menyerang balik para biksu suci hingga tubuh mereka terlempar jauh dari area segel yang mereka aktifkan. Meski luka yang mereka terima tidak cukup berarti, para biksu suci tetap merasa jengkel karena kehilangan momentum mereka.


"Sial!"


"Tanpa segel suci kita pasti akan kesulitan melawan mereka semua!" Yang Changyi menggertak kesal. Ada alasan mengapa para biksu suci merasa kesal saat dipaksa keluar dari segel suci, dan alasannya ialah lingkaran sihir segel aktif yang lenyap secara tiba tiba, dan memerlukan waktu untuk di aktifkan kembali. Sedangkan jeda waktu yang mereka perlukan untuk mengaktifkan lingkaran sihir segel suci tidaklah singkat. Semua karena pengaktifannya memerlukan begitu banyak define power. Mereka harus mengisi ulang define power mereka terlebih dulu dengan menghindari pertarungan.


Walaupun tak ada yang mengetahui kelemahan para biksu suci saat terlempar keluar dari lingkaran sihir mereka, Kaibo dan Jingmi tetap melesat maju menyerang para biksu tanpa henti dalam wujud Dewasanya dengan serangan terkuat yang mereka miliki. Sedangkan para prajurit kerajaan petir dan para siluman yang tak jauh dari sana turut membantu menghabisi para pria berjubah putih dan merah yang merupakan anggota sekte pembasmi iblis. Mereka juga dibantu oleh para naga hitam dan biru yang turut membantu setelah membereskan area lain.


"Habisi mereka semua!" Taiwu dan para jenderal utama kerajaan petir menyebar sembari menaiki naga biru.


Sementara itu di sisi Xiao Tian keadaan sedang cukup sulit. Semua karena White Dragon yang sibuk menangani para biksu suci dan klon Dragon God Blood Chameleon sembari melindungi para iblis naga merah yang tertahan oleh segel suci para biksu suci.


"Haruskah aku ikut mengamuk sekarang!?" White Dragon dalam wujud manusianya nampak kewalahan menangani musuh yang datang menyerang bertubi tubi. Meskipun semua musuh yang menyerang berhasil dia habisi dalam sekali serang, White Dragon tetap merasa kesulitan karena musuhnya tak kunjung habis. Terlebih serangan para biksu suci yang terkadang harus dia tahan dengan tubuhnya karena harus melindungi keturunan Sunlong.


"Tolong mengamuk saja dalam wujud raksasamu tuan leluhur!"


"Abaikan saja kami!"


"Bantulah leluhur Sunlong menghabisi bunglon raksasa itu!" Sunliang dalam wujud gadis setengah naga merah tengkurap di atas tanah bersama dengan para iblis naga merah lainnya karena kekuatan mereka tertekan oleh segel suci dalam wujud lingkaran sihir ber-area luas yang diaktifkan para biksu suci.


"Kalau aku mengamuk dan menyerang monster raksasa itu, lalu siapa yang akan melindungi kalian!?"


"Bagaimanapun juga Sunlong sudah mempercayakan keselamatan kalian padaku, aku tak mungkin mengabaikan kalian!" White Dragon mendecih kesal.


Saat White dragon disibukkan oleh musuh, Xiao Tian sedang dipojokkan oleh ratusan musuh yang menyerang tiada henti. Meskipun dia dapat membagi tubuh sebanyak yang dia mau, Xiao Tian tetap kewalahan karena jumlah klon dari Dragon God Blood Chameleon yang terus bertambah dengan jumlah yang gila. Terlebih klon klon Xiao Tian akan semakin berkurang kekuatannya tergantung jumlah yang dikeluarkan. Dengan kata lain, semakin banyak Xiao Tian membuat klon, semakin lemah pula klon klon itu. Karena aturan itulah saat ini Xiao Tian menjadi semakin terdesak.


"Sialan!"


"Kalau begini terus kita akan habis!" Keluh Xiao Tian sembari bergerak dengan simbol roh kuda suci yang diaktifkan bersama semua teknik penambah kecepatan yang dia miliki.


Duarr!!! Sunlong dan Black Dragon menyemburkan bola api emas dan ludah racun secara bergantian untuk menahan musuh yang mencoba menyerang titik buta Xiao Tian.


'Bukankah kau memiliki hampir semua relik Kaisar iblis saat ini!?'


'Tak bisakah kau manfaatkan salah satu kekuatannya!?' keluh Sunlong melalui telepati sembari menghabisi para klon Dragon God Blood Chameleon yang berdatangan tanpa jeda.


Setelah mendengar keluhan Sunlong, Xiao Tian pun segera membalas melalui telepati sembari menghabisi klon musuh dengan menebas mereka menggunakan pedang Draconic Aurora.


'Perlu waktu bagi tubuhku beradaptasi dengan relik yang baru terserap. Semua karena esensi relik yang terserap dari musuh masih belum dimurnikan.


Berbeda dengan relik kaisar iblis yang telah kudapatkan sebelumnya, ketidak murnian esensi relik yang kuserap tadi benar benar yang terburuk!'


'Saking buruknya, relik lain yang telah dimurnikan sejak lama pun terkontaminasi oleh ketidak murnian hingga tak dapat diaktifkan sama sekali!' ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Perlu berapa lama tubuhmu memurnikan semua relik yang tidak murni!?" bisik Sunlong dengan serius.


'Karena jumlahnya melebihi angka delapan puluh relik, aku tidak dapat memastikannya!'


'Yang jelas sebelum semuanya dimurnikan, aku tak dapat menggunakan satu relik pun!' Jawab Xiao Tian melalui telepati sembari menebas musuh musuhnya.


Sunlong dan Black dragon yang menyadari tak ada jalan lain selain menunggu Xiao Tian memurnikan semua relik Kaisar iblis di tubuhnya, hanya bisa mencoba bertahan melindungi fisik asli Xiao Tian agar tak terluka parah saat sedang memurnikan relik reliknya.


Meskipun keputusan untuk memurnikan relik ditengah pertarungan agak beresiko karena Xiao Tian harus masuk ke dalam alam pikiran dan membiarkan Sunlong serta Black Dragon mengambil alih tubuhnya, mereka tetap melakukan hal itu karena tak ada cara lain yang terpikirkan.


"Mohon bantuannya, teman teman!" ucap Xiao Tian sebelum menghilangkan kesadarannya. Bersamaan dengan hilangnya kesadaran Xiao Tian, mata ular milik Xiao Tian berubah menjadi mata naga milik Sunlong dan Black Dragon. Keduanya berbagi penglihatan dan mengambil alih tubuh Xiao Tian secara bergantian.